Fajar

  Breaking News

Simak, Amalan Shalih Saat Turun Hujan

Hidayah - 12 Januari 2019, 18:40:03

FAJARONLINE.CO.ID, HIDAYAH--Apa saja amalan shalih yang bisa dilakukan saat turun hujan? Berikut Muslim.Or.Id sarikan dari berbagai penjelasan ulama.

Segala puji bagi Allah, pada saat ini Allah telah menganugerahkan kita suatu karunia dengan menurunkan hujan melalui kumpulan awan. Allah Ta’ala berfirman,

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?” (QS. Al Waqi’ah [56] : 68-69)

Begitu juga firman Allah Ta’ala,

Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.” (QS. An Naba’ [78] : 14)

Allah Ta’ala juga berfirman,

Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya.” (QS. An Nur [24] : 43) yaitu dari celah-celah awan.[1]

Merupakan tanda kekuasaan Allah Ta’ala, kesendirian-Nyadalam menguasai dan mengatur alam semesta, Allah menurunkan hujan pada tanah yang tandus yang tidak tumbuh tanaman sehingga pada tanah tersebut tumbuhlah tanaman yang indah untuk dipandang. Allah Ta’ala telah mengatakan yang demikian dalam firman-Nya,

Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39). Itulah hujan, yang Allah turunkan untuk menghidupkan tanah yang mati. Sebagaimana pembaca dapat melihat pada daerah yang kering dan jarang sekali dijumpai air seperti Gunung Kidul, tatkala hujan itu turun, datanglah keberkahan dengan mekarnya kembali berbagai tanaman dan pohon jati kembali hidup setelah sebelumnya kering tanpa daun. Sungguh ini adalah suatu kenikmatan yang amat besar.

Berikut beberapa amalan shalih saat turun hujan:

[1] Keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Tatkala Mendung

Ketika muncul mendung, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu khawatir, jangan-jangan akan datang adzab dan kemurkaan Allah. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat awan (yang belum berkumpul sempurna, pen) di salah satu ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya –meskipun dalam shalat- kemudian beliau kembali melakukannya lagi (jika hujan sudah selesai, pen). Ketika awan tadi telah hilang, beliau memuji Allah. Namun, jika turun hujan, beliau mengucapkan, “Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat].”[2]

’Aisyah radhiyallahu ’anha berkata,

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam apabila melihat mendung di langit, beliau beranjak ke depan, ke belakang atau beralih masuk atau keluar, dan berubahlah raut wajah beliau. Apabila hujan turun, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam mulai menenangkan hatinya. ’Aisyah sudah memaklumi jika beliau melakukan seperti itu. Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallammengatakan, ”Aku tidak mengetahui apa ini, seakan-akan inilah yang terjadi (pada Kaum ’Aad) sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), ”Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka.” (QS. Al Ahqaf [46] : 24)”[3]

Ibnu Hajar mengatakan, ”Hadits ini menunjukkan bahwa seharusnya seseorang menjadi kusut pikirannya jika ia mengingat-ingat apa yang terjadi pada umat di masa silam dan ini merupakan peringatan agar ia selalu merasa takut akan adzab sebagaimana ditimpakan kepada mereka yaitu umat-umat sebelumnya.”[4]

[2] Mensyukuri Nikmat Turunnya Hujan

Apabila Allah memberi nikmat hujan, dianjurkan bagi seorang muslim dalam rangka bersyukur kepada-Nya untuk membaca do’a,

 

Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].

Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.[5]

Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.”

Al Khottobi mengatakan, ”Air hujan yang mengalir adalah suatu karunia.”[6]

[3] Turunnya Hujan, Kesempatan Terbaik untuk Memanjatkan Do’a

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni[7]mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”[8]

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

 

Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.[9]

[4] Ketika Terjadi Hujan Lebat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].”[10]

Ibnul Qayyim mengatakan, ”Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabishallallahu ’alaihi wa sallam supaya berdo’a agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca do’a di atas.”[11]

Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa do’a di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya.[12]

[5] Mengambil Berkah dari Air Hujan

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.”[13]

An Nawawi menjelaskan, “Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat yaitu rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambertabaruk (mengambil berkah) dari hujan tersebut.”[14]

An Nawawi selanjutnya mengatakan, ”Dalam hadits ini terdapat dalil bagi ulama Syafi’iyyah tentang dianjurkannya menyingkap sebagian badan (selain aurat) pada awal turunnya hujan, agar terguyur air hujan tersebut. Dan mereka juga berdalil dari hadits ini bahwa seseorang yang tidak memiliki keutamaan, apabila melihat orang yang lebih berilmu melakukan sesuatu yang ia tidak ketahui, hendaknya ia menanyakannya untuk diajari lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya pada yang lain.”[15]

Dalam hal mencari berkah dengan air hujan dicontohkan pula oleh sahabat Ibnu ‘Abbas. Beliau berkata

”Apabila turun hujan, beliau mengatakan, ”Wahai jariyah keluarkanlah pelanaku, juga bajuku”.” Lalu beliau membacakan (ayat) [yang artinya], ”Dan Kami menurunkan dari langit air yang penuh barokah (banyak manfaatnya).” (QS. Qaaf [50] : 9)” [16]

[6] Dianjurkan Berwudhu dengan Air Hujan

Ibnu Qudamah mengatakan, ”Dianjurkan untuk berwudhu dengan air hujan apabila airnya mengalir deras.”[17]

Dari Yazid bin Al Hadi, apabila air yang deras mengalir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammengatakan,

Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci.” Kemudian kami bersuci dengan air tersebut dan memuji Allah atas nikmat ini.”[18]

Namun, hadits di atas adalah hadits yang lemah karena munqothi’ (terputus sanadnya) sebagaimana dikatakan oleh Al Baihaqi[19].

Ada hadits yang serupa dengan hadits di atas dan shahih,

“Apabila air mengalir di lembah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci”. Kemudian kami bersuci dengannya.”[20]

[7] Janganlah Mencela Hujan

Sungguh sangat disayangkan sekali, setiap orang sudah mengetahui bahwa hujan merupakan nikmat dari Allah Ta’ala. Namun, ketika hujan dirasa mengganggu aktivitasnya, timbullah kata-kata celaan, “Aduh!! hujan lagi, hujan lagi”.

Perlu diketahui bahwa setiap yang seseorang ucapkan, baik yang bernilai dosa atau tidak bernilai dosa dan pahala, semua akan masuk dalam catatan malaikat. Allah Ta’ala berfirman,

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.[21]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menasehatkan kita agar jangan selalu menjadikan makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa sebagai kambing hitam jika kita mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Seperti beliau melarang kita mencela waktu dan angin karena kedua makhluk tersebut tidak dapat berbuat apa-apa.

Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’alaberfirman,

Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.[22]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

Janganlah kamu mencaci maki angin.”[23]

Dari dalil di atas terlihat bahwa mencaci maki masa (waktu) dan angin adalah sesuatu yang terlarang. Begitu pula halnya dengan mencaci maki makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa, seperti mencaci maki angin dan hujan adalah terlarang.

Larangan ini bisa termasuk syirik akbar (syirik yang mengeluarkan seseorang dari Islam) jika diyakini makhluk tersebut sebagai pelaku dari kejelekan yang terjadi. Meyakini demikian berarti meyakini bahwa makhluk tersebut yang menjadikan baik dan buruk. Ini sama saja dengan menyatakan ada pencipta selain Allah. Namun, jika diyakini yang menakdirkan adalah Allah sedangkan makhluk-makhluk tersebut bukan pelaku dan hanya sebagai sebab saja, maka seperti ini hukumnya haram, tidak sampai derajat syirik. Dan apabila yang dimaksudkan cuma sekedar pemberitaan, -seperti mengatakan, “Hari ini hujan deras, sehingga kita tidak bisa berangkat ke masjid untuk shalat”, tanpa ada tujuan mencela sama sekali maka seperti ini tidaklah mengapa.[24]

Intinya, mencela hujan tidak terlepas dari hal yang terlarang karena itu sama saja orang yang mencela hujan mencela Pencipta hujan yaitu Allah Ta’ala. Ini juga menunjukkan ketidaksabaran pada diri orang yang mencela. Sudah seharusnya lisan ini selalu dijaga. Jangan sampai kita mengeluarkan kata-kata yang dapat membuat Allah murka. Semestinya yang dilakukan ketika turun hujan adalah banyak bersyukur kepada-Nya sebagaimana telah diterangkan dalam point-point sebelumnya.

[8] Berdo’a Setelah Turunnya Hujan

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, ”Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah)makadialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.”[25]

Dari hadits ini terdapat dalil untuk mengucapkan ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah) setelah turun hujan sebagai tanda syukur atas nikmat hujan yang diberikan.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, ”Tidak boleh bagi seseorang menyandarkan turunnya hujan karena sebab bintang-bintang. Hal ini bisa termasuk kufur akbar yangmenyebabkan seseorang keluar dari Islam jika ia meyakini bahwa bintang tersebut adalah yang menciptakan hujan. Namun kalau menganggap bintang tersebut hanya sebagai sebab, maka seperti ini termasuk kufur ashgor (kufur yang tidak menyebabkan seseorang keluar dari Islam). Ingatlah bahwa bintang tidak memberikan pengaruh terjadinya hujan. Bintang hanya sekedar waktu semata.”[26]

Demikian beberapa amalan yang bisa diamalkan ketikan hujan turun. Hanya Allah yang memberi taufik.

(muslim.or.id)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Redaksi



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

IMB : Isu Hukum Capres 02 Menang

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pada sesi pertama debat kandidat capre-cawapres, yang mengakat isu hukum membuat Ketua DPD I Partai Gerindra Sulsel,...
 

FOTO: Relawan Jokowi-Maruf Amin Nobar di DP Hall

Ratusan relawan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin menggelar nonton bareng (nobar) debat perdana calon presiden...
 

Benarkah Nissa Sabyan Jadi Jurkam Prabowo, Agnez Mo ke Jokowi?

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA -- Iklim perpolitikan di Indonesia semakin panas, bagimana tidak, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak lama lagi akan...
 

FOTO: Roemah Djoeang Prabowo-Sandi Nobar Debat Capres

Suasana nonton bareng debat calon presiden di Roemah Djoeang Prabowo-Sandi di Jalan Andi Mappanyukki, Kamis, 17 Januari. (Abe Bandoe/Fajar)
 

Satukan Alumni Lewat Milad Himatansi Unifa

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR--Karpet merah menjulur panjang, kerlap kerlip lampu warna-warni menghiasi ruangan. Ada panggung besar disana. Semuanya...
 

Pendukung Prabowo-Sandi Membludak Saksikan Debat Kandidiat di Roemah Djoeang

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno nonton bareng...
 

Jokowi-Maruf Mantul

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Jokowi dan Kiai Maruf Amin melaksanakan salat Maghrib berjamaah di Masjid Baiturrahim, Jakarta, Kamis 17 Januari...
 

Beda Pilihan, Iksan-Paris Duduk Mesra Nonton Bareng Debat Perdana

FAJARONLINE.CO.ID, JENEPONTO--Nonton Bareng Debat Perdana Capres dan Cawapres Pemilu 2019, ikut digelar di Aula Kalabbirang rumah Jabatan Bupati...
 

Idris Manggabarani : Tema Debat yang Diangkat Dikuasai Ilmunya oleh Prabowo

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Debat calon presiden dan wakil presiden sementara berlangsung. Ketua DPD I Gerindra Sulsel, Andi Idris Manggabarani,...
 

Ketua Bapilu PDIP Sulsel : Pertanyaan Lawan Debat Jokowi-Maruf Tak Diperkuat Data

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel, Iqbal Arifin, sangat...
 

Ahmad Dhani Lolos Dari Penahanan, Ini Alasan Kejaksaan

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA -- Penyidik Polda Jawa Timur telah melimpahkan tersangka kasus pencemaran nama baik, Ahmad Dhani Prasetyo dan barang bukti...
 

Berlogo KPU Sulsel Beredar di Medsos "80 Juta Sekali Coblos"

FAJARONLINE.CO.ID - Selebaran yang mencatut nama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) menghebohkan dunia maya. Secara umum,...
 

Jangan Pernah Selfi dan Nongkrong di Jembatan Ini, Begini Akibatnya...

FAJARONLINE.CO.ID,TULUNGAGUNG--Setelah meresmikan Jembatan Ngujang 2, tak sedikit warga memanfaatkan jembatan yang menghubungkan antara Desa Bukur,...
 

Cerita Saksi Mata Temukan Pria Tewas Dengan Mulut Berdarah

FAJARONLINE.CO.ID,BLITAR--Warga Dusun Sanan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben mendadak geger. Itu setelah Andri Suyatno warga setempat ditemukan tidak...
 

Diterjang Angin Kencang, Belasan Rumah Warga Pulau Rusak

FAJARONLINE.CO.ID,PANGKEP--Puting beliung kembali menerjang Pangkep. Kali ini, belasan rumah penduduk di Pulau Badi, Desa Mattiro Deceng, Kecamatan...
 

Rakor, Peternak Sinjai Tetap Dibebani Pembayaran Ayam DOC Mati

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS -- Rapat koordinasi penyelesaian masalah bantuan ayam dari Kementerian Pertanian bagi rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten...
 

Nobar Debat di Kediaman Danny, Lima Pemuka Agama Jadi Komentator Visi-Misi Capres

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR-Malam ini dua kandidat calon presiden dan calon wakil presiden, akan beradu argumen di pagung debat. TKD Sulsel...
 

Lima Pemuka Agama Kritisi Visi Misi Jokowi

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR -- Malam nanti dua kandiat calon presiden dan calon wakil presiden, akan beradu argumen dipanggung debat. TKD Sulsel...
 

Demi Biayai Persalinan Istri, Pria Ini Mencuri HP

FAJARONLINE.CO.ID, SURABAYA--Budiono nekat mengembat sebuah HP di kantor pemadam kebakaran (PMK) demi biaya persalinan istrinya. Dia mencuri HP di...
 

Lima Polres Jajaran Polda Sulsel Studi Banding ke Polres Gowa

  FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA -- Polres Gowa menjadi pusat studi banding dari lima Polres jajaran Polda Sulsel, Kamis...
 

Tak Dapat Izin Mendagri, Danny Batal Nobar Debat Bersama Tim Jokowi-Maruf

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR --Ketua Penasihat TKD Jokowi-Ma'ruf, Moh Ramdhan Pomanto dilarang mengikuti debat kandidat putaran pertama bersama...
 

Hadiri Hut LVRI Ke-62, Wabup Sidrap Doakan Kesehatan Veteran

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Wakil Bupati Sidrap, Ir H. Mahmud Yusuf menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Legiun Veteran Republik...
 

Gaji PNS, TNI, Polri Segera Naik

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Janji pemerintah untuk menaikkan gaji pokok PNS, TNI, Polri, serta pensiunan, segera terealisasi. Saat ini sedang disusun...
 

Warga Pulau di Kalmas Demo di Kantor Disdik Pangkep

  FAJARONLINE.CO.ID,PANGKEP-- Ijazah alumni pada salah satu Sekolah Dasar (SD) di Pulau Kalukalukuang, Kecamatan Kalmas tak kunjung...
 

Eddy Sindoro: Lucas Tidak Terlibat

  FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA --  Eddy Sindoro membantah keterlibatan Lucas selama pelariannya ke luar...

Load More