Fajar

  Breaking News

Simak, Kisah Muhammad al-Fatih Penakluk Konstantinopel

Hidayah - 19 November 2018, 11:54:56

FAJARONLINE.CO.ID, HIDAYAH -- Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.

Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

Karakter Pemimpin Yang Ditanamkan Sejak Kecil

Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.

Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!

Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah, Sultan Murad II, mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.

Menjadi Penguasa Utsmani

Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.

Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.

Menaklukkan Bizantium

Sultan Muhammad II juga menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu, benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan mereka.

Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini terlihat sejak mula. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.

Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Bizantium di abad ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap dikalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam.

Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, menebangi pohon-pohonnya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi.

Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.

Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul.

Selain itu, Sultan Muhammad al-Fatih juga memerintahkan untuk membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wafat saat menyerang Konstantinopel di zaman Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu.

Apa yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tentu saja bertentangan dengan syariat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.” (HR. HR. Muslim no.532)

Kekeliruan yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tidak serta-merta membuat kita menafikan jasa-jasanya yang sangat besar. Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kekhilafannya beliau rahimahullah.

Setelah itu rentetat penaklukkan strategis dilakukan oleh Sultan Muhammad al-Fatih; ia membawa pasukannya menkalukkan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia Kecil, dll. bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu.

Peradaban Yang Dibangun Pada Masanya

Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya, Muhammad al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri.

Sultan Muhammad juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu Ayyub al-Anshari

Wafatnya Sang Penakluk

Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam.

Tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali untuk menaklukkan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol.

Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.

Semoga Allah membalas jasa-jasamu wahai Sultan Muhammad al-Fatih…

Wallahualam Bishawab

(kisahmuslim/fo)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : Redaksi

🔀Berita Terkini
 

Rusak, Disdukcapil d Bakar Ribuan Keping KTP-el

FAJARONLINE.CO.ID,PANGKEP-- Belasan ribu keping KTP-el dimusnahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten di Halaman Kantor...
 

Atlet Sulsel Timba Ilmu Jawara Dunia

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Atlet  Indonesia cabang olahraga modern pentathlon asal Sulsel, Yusri mendapatkan kesempatan berlatih bersama...
 

Marc Klok Digoda Persija, ini Jawaban Marc?

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Persija diisukan akan kedatangan Marc Klok. Gelandang PSM itu diketahui telah berkunjung ke kediaman Direktur Utama...
 

Ambil Sumpah 75 PNS, Muslimin Bando: Manfaatkan Program Izin Belajar Jadi Doktor

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG-- Sebanyak 75 CPNS di lingkup Pemda kabupaten Enrekang akhirnya resmi diangkat jadi PNS. Pengambilan sumpah digelar di...
 

Hatta Rahman Kagumi Gerakan Literasi Pertanian di Lapas Maros

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS--Gerakan literasi kian berkembang di Kabupaten Maros, bahkan masuk dalam peringkat kedelapan sebagai kabupaten literasi...
 

457 Warga Pasangkayu Mencoblos di Donggala Gegara Tapal Batas

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Pasca terbitnya keputusan Mendagri soal tapal batas antara Kabupaten Pasangkayu, Sulbar dan Donggala, Sulawesi Tengah...
 

Ups! Ibu Mertua Main Ranjang sama Menantu

FAJARONLINE.CO.ID,SURABAYA--Kalau normalnya ibu jadi tempat untuk mengadu bagi anak-anaknya. Berbeda dengan ibunya Karin. Sebut saja namanya Sephia....
 

Mattirotasi Sumbang PBB Terbesar, Kadesnya Harap Listrik Segera Masuk ke Pabbaresseng

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP--Kepala Desa Mattirotasi, Zainuddin Makkarennu, menjelaskan ada sedikitnya 40 rumah tangga di dusun Pabbaresseng yang belum...
 

Mutasi Besar-besaran, Dollah Mando: Saya Akan Evaluasi Setiap Tiga Bulan Sekali

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Sekitar 350 Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III dan IV lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap...
 

Putra Daerah Peserta Tes CPNS Diistimewakan ? Ini Penjelasan BKD Pinrang

FAJARONLINE.CO.ID, PINRANG-- Pendaftaran tes CPNS di Pemkab Pinrang sempat menuai polemik. Pasalnya, penambahan poin untuk putra daerah dianggap tak...
 

Dapat Jatah USD 6 Juta dari Proyek PLTU Riau-1, Mantan Ketua DPR RI Mengaku Kaget

  FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto mengaku kaget saat mengetahui dirinya mendapat jatah USD 6 juta dari Johannes...
 

Ketua DPD PAN Gowa Ini Diduga Kampanye Gunakan Fasilitas Negara

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA - Anggota DPRD Gowa, Abdul Haris Tappa diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gowa, Selasa (18/12/2018). Ia diduga...
 

Jelang Nataru, Angkasa Pura I Maros Akan Buka Posko Monitoring

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS-- PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mulai melakukan persiapan jelang Natal dan...
 

Mengharukan, Wisudawan Sastra Arab Ini Diantar Ayahnya dengan Bentor

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR-- Ibrahim wisudawan dari Jurusan Sastra Asia Barat Universitas Hasanuddin (Unhas) terlihat berbeda datang ke Baruga AP...
 

Pengerjaan Pintu Gerbang Jembatan Kembar Sungguminasa Dikebut

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA - Progres pengerjaan pintu gerbang Jembatan Kembar Sungguminasa, terus dikebut. Pihak kontraktor berupaya...
 

Kado Spesial Akhir Tahun Polres Mamuju

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU--- Di penghujung tahun 2018 ini, Polres Mamuju mendapat kado spesial akhir tahun dari Kementerian Keuangan Republik...
 

Peringati Hari Bahasa Arab se-Dunia, Mahasiswa Himab Unhas Gelar Pawai

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR-- Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sastra Asia Barat (Himab) Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya...
 

Bahasa Arab sebagai Bahasa Pendidikan di Sulawesi Selatan

Saya ingin menjadikan momentum Bahasa Arab Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 18 Desember untuk mengingatkan kembali bahwa pada kongres Bahasa Melayu...
 

Membedah Bangsa di Perbatasan

Pernah dalam seminggu saya melintasi dua tempat yang berbatasan dengan Negeri tercinta ini. Pertama, saya memasuki Indonesia dari Kuching, Serawak...
 

Polres Pangkep Beri Bantuan Nenek Tinggal Sebatang Kara

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP –- Jajaran Satuan Sabhara Polres Pangkep yang dipimpin langsung Kasat Sabhara AKP Nirwan DJ memberikan santunan bagi...
 

Nella Kharisma Diperiksa Polda Jatim

FAJARONLINE.CO,ID, SURABAYA --Pedangdut Nella Kharisma akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Timur, Selasa (18/12). Kedatangan Nella...
 

Drama Korea di Tahun 2018 yang Benar-benar buat Susah Move On

Berbicara tentang drama Korea memang sudah tidak diragukan lagi kisah-kisah romantisnya. Ada banyak judul yang bisa dipilih untuk memuaskan...
 

Hari Kedua, Dokter Spesialis RSUD Salewangang Masih Mogok Pelayanan

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS - -Aksi mogok pelayanan yang dilakukan puluhan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros sejak...
 

Memantik Amarah Masyarakat Internasional, Australia Akui Yerusalem Barat Ibu Kota Israel

FAJARONLINE.CO.ID,AUSTRALIA -- Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison memantik amarah masyarakat internasional. Pemimpin 50 tahun tersebut...
 

Terlibat Curanmor dan Cabuli Anak di Bawah Umur, Dua Oknum Polisi Dipecat

FAJARONLINE.CO.ID,PONTIANAK--Brigadir Eko Budi Sukoyo (32) dan Bripda Dori Buma Putra (25) menghancurkan citra Polri karena melakukan perbuatan...

Load More