Fajar

  Breaking News

Catatan Dahlan Iskan: Ciputra di Tengah, Siapa pun Cawapres-nya

Dahlan Iskan.
Artikel - 10 Agustus 2018, 15:12:47

FAJARONLINE.CO.ID, SURABAYA - Wartawan senior Dahlan Iskan membuat tulisan khusus mengenai Ciputra yang mencintai seorang pelukis. Apa ada kaitan dengan Pilpres? Selamat membaca:

HANYA Ciputra yang ingat setiap tanggal lahir pelukis itu. Dan memperingatinya. Dan istimewa.

Saya ikut hadir di peringatan 100 tahun kelahiran Hendra Gunawan. Minggu lalu. Yang diadakan Ciputra. Dengan megahnya. Di Ciputra World Casablanca. Di pusat Artprenuer-nya.

Istri kedua almarhum Hendra tampak hadir. Bu Nuraini. Masih kelihatan sehat. Segar. Masih dengan tangkas bisa naik panggung: saat Ciputra memintanya tampil.

Kini usianya 72 tahun. ”Umur saya memang selisih 28 tahun dengan Hendra,” katanya pada Disway.

Dialah yang mendampingi Hendra sampai akhir hayatnya. Di rumahnya yang kedua. Di Bali.

Belum ada orang mencintai pelukis Indonesia melebihi Ciputra. Meski hanya untuk pelukis Hendra.

Ciputra sendiri tampak sehat. Untuk orang usia 83 tahun. Lebih sehat dari tiga tahun lalu.

Tentu sedikit banyak karena efek Mahathir. Yang terpilih jadi perdana menteri Malaysia. Di usianya yang 93 tahun.

"Kasus Mahathir" memang telah jadi viral utama di kalangan manula. Contohnya kakak sulung saya sendiri. Yang usianya sudah 73 tahun. Yang sudah terbaring pasrah di tempat tidur.

Mantan ketua Aisyiah Muhammadiyah Provinsi Kaltim itu seperti sudah memilih meninggal. Saat saya ke Samarinda bulan lalu saya bisiki dia: umur 73 tahun itu, sekarang ini, masih muda.

Pak Mahathir baru terpilih jadi perdana menteri umur 93 tahun. Ayo… Yu Tun harus sehat. Semangat. Ayo ke rumah sakit. Jangan menyerah.

Saya panggil dia yu (mbakyu) Tun (Khosiyatun). Kakak yang menjadi ibu saya. Ketika masih di Magetan. Karena ibu meninggal saat saya masih SD.

Akhirnya dia mau ke rumah sakit. Saya tunggui. Opname tiga hari. Ada kemajuan. Boleh pulang.

Kemarin saya dikirimi video. Oleh putrinya: Yu Tun bisa berjalan sendiri. Ke ruang tamu. Di rumahnya. Di Samarinda. Saya menitikkan air mata.

Pak Ciputra juga tidak boleh kalah oleh Mahathir. Uangnya terlalu banyak untuk bisa menopang kesehatannya. Dokter terbaik. Obat terbaik. Pelayanan terbaik. Di dunia. Bisa ia beli.

Untuk Hendra itu saja ratusan miliar rupiah ia belanjakan. Untuk membeli koleksi lukisannya. Untuk mengubah lukisan-lukisan itu menjadi patung. Untuk membangun museum yang begitu megah. Belum lagi untuk membangun gedung operanya.

Memang ada yang bertanya: mengapa Hendra. Mengapa bukan Affandi. Mengapa bukan Basuki Abdullah. Mengapa bukan Sudjojono. Dan seterusnya.

Beruntung banget Hendra. Memiliki Ciputra. Beruntung sekali Ciputra. Memiliki Hendra.

Itulah takdir. Takdir Hendra. Sebagai orang Sunda. Yang memamerkan lukisannya di Bandung.

Lukisannya itu dilihat Ciputra. Ciputra muda.

Saat Ciputra masih di Bandung. Baru tamat ITB. Baru belajar cari uang.

Sejak itu ia jatuh cinta pada lukisan Hendra. Tanpa bisa dijelaskan penyebabnya.

Ketika Hendra ditangkap, Ciputra sedih. Itu tahun 1965. Setelah Gestapu/PKI. Ia tidak percaya Hendra komunis.

Sembilan tahun Hendra dipenjara. Tanpa peradilan. Ciputra tetap mencari lukisan Hendra. Dengan, kata Ciputra, semampu keuangannya. Saat itu.

”Saya dikawini setelah Hendra keluar penjara,” ujar Bu Nuraini.

Lalu keduanya pindah ke Bali. Memiliki satu anak laki-laki. Istri pertama tetap di Bandung. Dengan tiga anak.

Di Bali Hendra membeli rumah cicilan. Lewat BNI 46. Dengan jaminan koleksi lukisannya.

Suatu saat Ciputra gundah. Jakarta terasa menyesakkan batinnya. Ia ingin keluar kota. Tapi tidak tahu ingin ke mana.

Ia putuskan ke Bali. Naik pesawat.

Di dalam pesawat itulah ia ingat: Hendra kan di Bali. Ia langsung cari alamat Hendra. Ketemu.

Ia kaget. Hendra tergeletak. Tidak berdaya. Tidak ingat siapa-siapa.

Ciputra lebih kaget. Setelah mengamati rumah itu kosong. Tidak ada satu pun lukisan. Tidak seperti rumah pelukis.

”Ke mana lukisan-lukisan Hendra?” tanya Ciputra pada Nuraini. ”Disita bank BNI,” jawab sang istri.

Ada 32 lukisan yang disita.

Ciputra langsung kembali ke Jakarta. Hari itu juga. Ia tebus lukisan itu. Ia lunasi kekurangan pembayaran rumah Hendra.

Semua itu diceritakan Ciputra di panggung. Dengan tutur cerita yang mengharukan. Di acara 100 tahun Hendra. Yang juga menampilkan tari kreasi baru. Tari transformasi. Dulu dari lukisan ke patung. Kini dari lukisan ke tari.

Biarlah Jokowi memilih Ma’ruf Amin. Untuk cawapres berikutnya.

Biarlah Prabowo pilih Sandi Uno. Untuk pasangan pilpres tahun depan.

Saya pilih pengusaha besar Ciputra. Untuk tema disway hari ini. (***)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Imam Dzulkifli

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Korupsi, Enam ASN Maros Dipecat

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Gara-gara terlibat kasus korupsi, enam Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Lingkup Pemkab Maros dipecat.Kepala...
 

Konsolidasi Pemenangan Golkar Tertutup, Airlangga Hartarto Pimpin Langsung

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Golkar terus memantapkan rencana pemenangan Pemilu 2019. Kekalahan pertarungan di Pilgub Sulsel tak boleh...
 

Manajemen FAJAR Silaturahmi dengan GM Swiss-belHotel

GM Swiss-belHotel, Wawan Setiawan, menerima kunjungan manajemen Harian FAJAR di hotel yang terletak di Jl Pasar Ikan tersebut, Rabu (16/1/2019). Dua...
 

Pembayaran Program Sertifikat Tanah Gratis, Kejari Mulai Periksa Sejumlah Warga

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep mulai menyelidiki kasus dugaan adanya pembayaran sertifikat terhadap...
 

Gara-gara Pendangkalan Sungai, Nelayan Terjebak Empat Jam

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Pendangkalan  sungai yang terjadi di muara Sungai Pangkajene dikeluhkan oleh para pemilik kapal dan warga pulau....
 

Tekan Angka Kecelakaan Bagi Milenial, Ini yang Dilakukan Polwan Cantik

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Untuk menekan angka kecelakan lalu lintas khususnya bagi usia milenial, Sat Lantas Polres Bone melakukan sosialisasi...
 

Ditertibkan, Pedagang Tak Boleh Keluar dari Bahu Jalan

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Penertiban pedagang kaki lima (PKL) kembali dilakukan satpol PP Bone.   Kali ini menyasar pedagang buah di Jl...
 

Video dan Gambarnya Viral, Sepasang Remaja Sengaja Rekam Hubungan Intimnya

FAJARONLINE.CO.ID -- Sepasang remaja tampak dalam video dan gambar sedang beradegan panas. Mereka terlihat tanpa mengenakan sehelai benang. Dalam...
 

Nyaleg Tetap di Makassar, Warga dari Dapil 1 Yakini Farouk Masih Pilihannya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Meski ketat persaingan antar sesama calon anggota legisatif (Caleg) Partai Golkar untuk berebut kursi DPRD Makassar....
 

Sukses Piala Adipura, Bupati Barru Sebut Peran Ibu-Ibu Luar Biasa

Fajaronline.co.id, Barru -- Peran ibu-ibu tak boleh diabaikan.  Bahkan terkait piala Adipura Barru,Bupati Barru, Suardi Saleh, menyebut...
 

Lawatan ke Makassar, Menteri Muhadjir Effendy Sambangi Pesantren Darul Arqam

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Dalam lawatannya ke Makassar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, berkunjung ke Pondok Pesantren...
 

Kadis Kominfo Puji Program Silandak Beraksi

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo Sandi) Kabupaten Mamuju, Artis Efendi memuji program...
 

Melintasi Titian Bambu, bukan Hambatan Aparat Polres Pangkep Antarkan Bantuan

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP –- Memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkannya, bukan hambatan bagi aparat Polres Pangkep untuk tetap...
 

Di Era Jokowi, Kriminalisasi Terancanm Diseret Ke Mahkamah Internasional

FAJARONLINE.CO.ID, NASIONAL - International Humanitarian Activist Network (IHAN) atau Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) mendesak...
 

Suasana Kota-Properti Makassar

Suasana pagi di Kota Makassar dalam jepretan kamera. Gambar direkam di berbagai lokasi seputar kota Makassar, Rabu (16/1/2019). (FOTO: IDHAM...
 

Fokus Group Discussion Bank Mandiri

Walikota Makassar, Danny Pomanto bersama Ketua STIM Nitro, Marzuki DEA menjadi narasumber utama focus group discussion Bank Mandiri bersama Pewarta...
 

Allegri Takut Adu Penalti di Jeddah, Ini Alasannya

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Sepanjang sejarah Piala Super Italia, Juventus dan AC Milan sudah bertemu dua kali. Di dua pertemuan tersebut...
 

Preview Juventus vs AC Milan: Berebut Status Raja Supercoppa

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Juventus dan AC Milan akan berduel di Piala Super Italia, dinihari nanti. Ini akan jadi perang perebutan status raja...
 

Mengenang Pertempuran Laut Arafuru, Lanal Mamuju Putar Film dan Doa Bersama

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU –- Dalam rangka mengenang Pertempuran Laut Arafuru 15 Januari 1962, pihak Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju...
 

Usai Pindah ke RS Penang Malaysia, Kondisi Ustaz Arifin Ilham Makin Membaik

FAJARONLINE.CO.ID -- Kondisi Ustaz Arifin Ilham saat ini sudah membaik. Kabar tersebut disampaikan putra sulung Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Alvin...
 

Didesak Mundur Gara-gara Kasus Meikarta, Tjahjo: Yang Bisa Berhentikan Saya Ya Presiden

FAJARONLINE.CO.ID -- Akibat namanya disebut oleh Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hassanah, dalam sidang kasus suap izin Meikarta, desakan agar Tjahjo...
 

KARS Lakukan Survei Akreditasi di RSUD Latemmamala

Fajaronline.co.id, Soppeng -- Surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr Elzarita Arbain MKes didampingi bupati Soppeng, A Kaswadi Razak SE,...
 

Soal Teror Bom Pimpinan KPK, Kerja Polri Tak Kunjung Ada Hasil

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Upaya mengungkap pelaku teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak kunjung membuahkan hasil....
 

Stabilitas Pangan Pengaruhi Tingginya Garis Kemiskinan

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU — Stabilitas pangan di Sulbar masih berpengaruh terhadap meningkatnya garis kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS)...
 

Lantamal VI Percantik Kanal Paotere dengan Lampu Hias

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Pangkalan Utama TNI AL VI  (Lantamal VI) terus mempercantik Kanal Paotere agar lebih menarik. Inovasi...

Load More