Fajar

  Breaking News

Pelarangan Produk Minyak Sawit

Alek K Kurniawan
Opini - 20 Juli 2018, 10:52:42

Indonesia dengan Uni Eropa (UE) berselisih paham tentang produk sawit beberapa waktu belakangan ini. Parlemen Eropa mengeluarkan undang-undang pada Januari lalu yang menetapkan produk minyak sawit bukan lagi bagian dari energi terbarukan.

Oleh : Alek K Kurniawan
Analis Economic Action Indonesia, Alumnus Indef School of Political Economy

Parlemen Eropa bersepakat, 2020 sebagai batas waktu untuk melarang semua impor minyak sawit mentah UE yang ditujukan untuk konversi menjadi bahan bakar nabati. Indonesia keberatan dengan rencana itu, karena produk minyak sawit memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Itu berarti menyangkut 40% dari 4,2 juta ton minyak sawit yang diekspor Indonesia ke 28 negara anggota UE tersebut.

Pemerintah Indonesia telah meminta Uni Eropa untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap minyak sawit, terhadap sumber energi nabati lain di Eropa, bahkan Indonesia mengisyaratkan perang dagang (atau setidaknya reprisal) pada pembuat pesawat Airbus Prancis, dengan 112 pesawat jet yang kini beroperasi di Indonesia dan lebih dari 300 lainnya dalam pesanan oleh operator Indonesia.

Negosiasi terbaru menghasilkan penundaan dalam pelarangan minyak sawit ke UE hingga 2030. Ada beberapa poin yang menurut penulis penting disampaikan perihal kasus ini. Argumen Uni Eropa tentang penyebab deforestasi tertinggi di dunia perlu ditelaah lebih lanjut. Perkebunan kelapa sawit (2,5 persen) memang bagian dari itu, tetapi bagian yang tak kalah besar adalah perternakan (24 persen), kedelai (5,4 persen), dan jagung (3,3 persen). Bahkan Peternakan di UE menghasilkan lima kali lipat deforestasi daripada Indonesia.

Sumber biofuels di UE tidak hanya dari kelapa sawit tetapi juga dari rapeseed (tumbuhan Brassica yang dibudidayakan untuk diambil minyak dari bijinya), bunga matahari, dan kedelai. Tumbuhan-tumbuhan itu digarap oleh petani di Eropa dengan memakan lahan seluas 11,5 juta hektar. Artinya, melarang produk minyak sawit tetapi membiarkan berkembanya sumber biofuel lain yang menelan deforestasi besar juga adalah kebijakan diskriminatif.

Kedua, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) telah dibentuk untuk mengembangkan dan menerapkan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan. Organisasi ini didirikan pada tahun 2004 di Swiss untuk membawa standar ekologi dan etika yang jelas dalam produksi minyak sawit. Anggotanya termasuk perusahaan-perusahaan top seperti Unilever, Cadbury's, Nestlé dan Tesco, serta distributor minyak sawit seperti Cargill dan ADM.

Namun, menurut data Parlemen Uni Eropa, dari 60 persen perusahaan minyak sawit berkomitmen pada standar internasional, hanya 2 persen yang dapat dilacak ke sumber produk mereka. Dengan itu berarti tidak ada yang dapat menjamin bahwa produk minyak sawit berkelanjutan memang ada.

Investigasi oleh jurnalis independen Indonesia menemukan bahwa banyak perusahaan minyak sawit yang membeli dari pengumpul kelapa sawit --yang mengumpulkan hasil pertanian petani kecil yang sama sekali tidak mengerti tentang standar tersebut. Itu pun masih terkait standar teknis rencana kesehatan seperti petani sawit mesti menggunakan masker saat penyemprotan. Belum lagi pada prinsip dasar RSPO itu sendiri.

Dalam Kriteria 2.3 disebutkan, Penggunaan tanah untuk kelapa sawit tidak menghilangkan hak legal maupun hak adat para pengguna lain tanpa adanya persetujuan tanpa paksa dari mereka. Sedang menurut data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dari 194.453,27 hektar lokus konflik di sektor perkerbunan, empat puluh persen diantaranya terjadi di perkerbunan sawit. Dalam hal itu perusahaan-perusahaan perkebunan sawit kerap berkonflik dengan masyarakat ihwal perampasan lahan. Dalam konflik agraria tahun lalu tercatat, 13 orang tewas, 6 orang tertembak, dan ratusan tertahan demi mempertahankan lahannya.

Ketiga, Indonesia tergambar akan dilanda penggundulan hutan, pembakaran lahan gambut, dan perluasan perkebunan kelapa sawit sampai hari mendatang. Permintaan untuk produk minyak sawit terus meningkat dan pendanaan untuk itu terus mengalir ke Indonesia.

Saban tahun pembakaran lahan gambut besar-besaran di Indonesia membawa kerugian yang bahkan jauh lebih besardari nilai ekspor sawit negara itu sendiri. Saat kabut asap merebak, sekolah harus ditutup; kegiatan bisnis luar ruangan sulit dilakukan; bandara dan penerbangan terganggu; infeksi pernafasan meningkat. Belum ketika menghitung biaya tambahan untuk pengendalian asap, seperti mobilisasi bom udara dan hujan buatan.

Standar lemah dalam penegakan tidak akan berpengaruh pada kelestarian lingkungan. Indonesia mesti membuat produk hukum yang dapat memastikan industri sawit berkelanjutan itu dapat ditegakkan. Uni Eropa harus memperingatkan bank-bank penyalur kredit untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia, yang sebagian besar berasal dari benua biru itu sendiri.  (*)

Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id atau hubungi wa/tlp 0811462222

Author : rika



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Ini Klasemen Sementara UEFA Nations League

FAJARONLINE.CO.ID, PARIS—Berikut klasemen masing-masing grup UEFA Nations League seperti dikutip dari Wikipedia: Grup...
 

Hasil Lengkap Uji Coba Internasional Selasa Malam hingga Rabu Dinihari

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Sejumlah laga uji coba internasional digelar pada Selasa malam hingga Rabu dinihari tadi. Berikut hasil lengkapnya...
 

Ini Hasil Lengkap UEFA Nations League Rabu Dinihari Tadi

FAJARONLINE.CO.ID, PARIS—Sembilan pertandingan UEFA Nations League (UNL) digelar Rabu, 17 Oktober, dinihari tadi. Berikut hasil lengkapnya...
 

Dosen FIK UNM Bangga Jadi Bagian Asian Para Games 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR—Dosen FIK Universitas Negeri Makassar (UNM) mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam Asian Para Games 2018....
 

Brasil Menang Dramatis Atas Argentina di Jeddah

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Brasil meraih kemenangan dramatis atas rival abadinya, Argentina di laga uji coba yang berlangsung di Jeddah. Tim...
 

Dikalahkan Prancis, Jerman Terancam Degradasi

FAJARONLINE.CO.ID, PARIS—Jerman kembali menelan kekalahan dalam lawatan mereka ke Prancis di ajang UEFA Nations League. Dalam laga ketiga yang...
 

IKA IPA9-10 Smansa 82 Kunjungi Pasien Korban Gempa Sulteng di RS Wahidin

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IPA9-10 SMA Negeri 1 (Smansa) Makassar Angkatan 82, Selasa (16/10/2018) petang hingga...
 

Kemenhub Rekrut Atlet Disabilitas Jadi ASN

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Perhubungan resmi menerima 4 pegawai baru di jajarannya, di Gedung Karsa Kemenhub Selasa, 16 Oktober....
 

Indonesia Ditahan Imbang Hong Kong dengan Skor 1-1

FAJARONLINE.CO.ID, CIKARANG—Indonesia gagal melanjutkan tren kemenangannya. Menghadapi Hong Kong dalam laga uji coba kedua mereka di bulan...
 

Danny Tampilkan Top 10 Makassar Investment Dihadapan Rombongan Dewan ADB Sambil Naik Pinisi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto menerima kunjungan dari rombongan Dewan Direktur Asia...
 

Preview Prancis vs Jerman: Misi Selamatkan Loew

FAJARONLINE.CO.ID, PARIS—Kekalahan memalukan dari Belanda membuat posisi Pelatih Jerman, Joachim Loew terancam. Sekarang, mereka harus menang...
 

Puluhan Tahun Diperjuangkan, 126 Warga Ujung Baru Akhirnya Nikmati Listrik

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI -- Warga Desa Ujung Baru, Kecamatan Tomoni, kini bisa tersenyum bahagia, pasalnya penantian panjang mewujudkan mimpi untuk...
 

Final, Kompetisi Liga Pangkep 2018 Dimenangkan Tim Agung FC

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Kompetisi liga Pangkep 2018 dimenangkan tim Agung FC, usai mengalahkan Segeri Putra dibabak partai final. Ketua Askab...
 

Preview Brasil vs Argentina: Provokasi Tite

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Brasil akan menghadapi Argentina dalam laga uji coba di stadion The King Abdullah Sports City, Rabu, 17 Oktober,...
 

Kelenteng Xian Ma Serahkan Bantuan Rp550 Juta untuk Korban Gempa Sulteng Kepada Gubernur

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR- Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah melakukan kunjungan ke Kelenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Selasa...
 

Tempa Fisik, Prajurit Korem 141 Toddoppuli Berlari 3,2 Kilometer

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Personel Korem 141 Toddoppuli digembleng kekuatan fisiknya. Mereka pun menjalani Samapta Periodik dengan tes...
 

Preview Belgia vs Belanda: Melawan Kutukan Derby

FAJARONLINE.CO.ID, BRUSSELS—Belanda akan menantang negara peringkat 1 FIFA, Belgia dalam Derby der Lage Landen di King Baudouin Stadium,...
 

Andi Ilham: Kita Ingin Sepakbola di Pangkep Kembali Berjaya

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP - Pembinaan pemain sepakbola Kabupaten Pangkep terus dilakukan Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh...
 

FOTO : Pemusnahan Narkoba 6 Kg di Polda Sulsel

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, dan Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi...
 

Release Program Profesi Insinyur UMI Makassar

FAJARONLINE.CO.ID -- Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia yang juga Pengurus Pusat Badan Kejuruan Teknik Kimia Persatun...
 

DPRD dan Gubernur Bahas Anggaran di Restoran

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Jajaran pimpinan DPRD Sulsel, pertemuan tertutup dengan Gubernur Sulsel di Restoran Sunachi Hotel Claro, Selasa, 16...
 

September, Jasa Raharja Bukukan Santunan Kecelakaan Rp860 Juta

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Arus lalu lintas di jalan-jalan besar kerap merenggut nyawapara pengendara. Khusus di wilayah kerjanya, PT Jasa...
 

XL Axiata Terus Tingkatkan Kualitas Layanan Data di Sulawesi Utara

FAJARONLINE.CO.ID, MANADO -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan kualitas layanan data di seluruh wilayah layanannya, termasuk di wilayah...
 

Sehari, Jasa Raharja Watampone Gelontorkan Dana Rp150 Juta

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Jasa Raharja kembali menggelontorkan dana hingga Rp150 juta. Dalam sehari, dana tersebut dipakai untuk membayarkan...
 

Gua Prasejarah Uhallie Bakal Diusulkan Jadi Warisan Budaya Nasional

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Kabupaten Bone kini mengantongi tiga warisan budaya tak benda yang resmi menjadi warisan budaya nasional. Meski...

Load More