Fajar

  Breaking News

Azis Jabbar, Anak Muda yang Melukis Dahlan Iskan di Kayu Bekas Mebel

Lukisan Dahlan Iskan, salah satu karya Azis Jabbar. (FOTO: IMAM DZULKIFLI/FAJAR)
Feature - 14 Juli 2018, 16:03:26

AZIS Jabbar tak tahu Dahlan Iskan sedang di mana saat lukisan itu dia mulai panaskan. Tetapi kemungkinan di Amerika. Mengelilingi beberapa negara bagian dan merasakan Ramadan di tanah yang sebagian besar penduduknya tidak berpuasa.

Yang pasti, Azis mengerjakan karyanya itu nun jauh di sini. Di Maros. Sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan.

Di rumahnya di Jalan Langsat 2, pemuda 20 tahun itu membuat wajah Dahlan dengan teknik pirografi. Dilukis, lalu “dicungkil” dengan besi yang panas oleh bara api. Kayunya hasil beli limbah rumah produksi mebel.

Di situ, Dahlan tampak tersenyum. Atau mungkin tertawa. Otot pipinya terlihat cukup kencang. Dia juga tetap berkacamata.

“Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda.” Itu kata-kata Dahlan. Azis menempatkannya di atas kepala sang mantan menteri yang kariernya sebagai wartawan jauh lebih panjang. Bahkan sampai kini.

Sampai saat saya menemui Azis yang membuka lapak dadakan di kawasan car free day, Maros, Ahad (24/6/2018), lukisan itu belum laku. Tidak tahu sekarang.

“Di Maros, peminat pirografi saja kurang. Apalagi peminat hasil karyanya. Jarang yang mau beli,” kata Azis.

Semakin lama lukisan Dahlan itu tidak dibeli orang, semakin sering pula Azis menatapnya. Dia perlahan menyiapkan dirinya untuk siap gagal.

Tidak ada rencana pula untuk berhenti berkesenian lewat pirografi atau ada juga yang menyebutnya wood burning. Padahal uangnya kecil. Pembelinya sedikit. Proses kerjanya rumit. Bahannya sulit. Kalau ada, mesti dibeli pula. Kayu yang didapat tidak bisa langsung dijadikan “kanvas”. Mesti dijemur juga. Dua minggu paling sebentar.

“Saya telanjur cinta. Walau hasilnya cuma cukup untuk beli camilan. Dipakai menikah belum bisa,” Azis mengucapkan itu saat mendudukkan dirinya di trotoar. Persis di samping kantor bupati.

Di atas kain hitam yang dihamparkannya di jalanan, ada lukisan Jokowi, Iwan Fals, serta dua orang perempuan berjilbab yang entah siapa. Ada juga yang tanpa wajah. Hanya tulisan. “Boleh jauh tapi jangan merapuh”. “Life laugh love”. “Ngopi di usia dini”.

Ada juga tulisan yang sudah sangat biasa bagi kita. “Harus selalu belajar setiap hari”. “Hidup itu proses”. “Home sweet home”.

Azis Jabbar berdiri menatap karya-karya yang dijualnya di tepi jalan. (FOTO: IMAM DZULKIFLI/FAJAR)

Sampai dia memasukkan karya-karyanya itu ke kardus, yang terjual sangat sedikit. Semua dia packing lagi. Pulang. “Dahlan”, “Jokowi”, dan “Iwan” ikut pulang.

Untung dia sudah terbiasa kembali ke rumah dengan kantong yang tipis. Gagal, gagal, gagal. Nanti jatahnya juga habis.

“Saya masih yakin, pirografi akan mendapat tempat nantinya di Maros. Minimal seperti di Makassar,” ucapnya setelah meneguk kopi dingin dalam bungkusan plastik. Ardiansyah Hasbi, seorang lurah berusia muda yang mampir menanyakan harga sebenarnya membelikannya jus jeruk. Tetapi dia telanjur minum kopi.

Impian Azis sepertinya tidak berlebihan. Maros-Makassar hanya 29 kilometer. Jarak yang dekat untuk menularkan sebuah genre seni.

Azis yakin, nantinya orang-orang akan terbiasa menyatakan perasaannya dengan pirografi. Pacar ulang tahun, fotonya dibuatkan lukisan wood burning. Papan nama di kantor diganti dari damar menjadi balok yang diukir. Poster tokoh idola dicabut, gantinya lukisan semisal “Dahlan”, “Jokowi”, dan “Iwan”. Tulisan “open” dan “close” di etalase toko juga cocok memakai pirografi.

Dan dia memang masih akan lama di jalur itu. Sejak mondok di Bangil, Pasuruan, Azis sudah jatuh cinta pada pirografi. Namun dia tak lama bisa melihat orang-orang di sana berkarya. Paru-parunya bermasalah. Dia dipulangkan ke Maros meski belum jago ceramah. Kitab kuning juga belum begitu dipahami.

“Saya lalu mencari-cari komunitas wood burning di Makassar. Ketemu. Saya belajar dari mereka.”

Azis belum merasa ahli. Dia rajin ikut pelatihan atau menonton tutorial di YouTube. Dia sedang mencari inspirasi karya yang unik. Bukan sekadar membuat “Home sweet home” dan semacamnya.

“Ada teman saya, karyanya bagus betul. Dia gambar dua pohon. Satunya besar, satunya kecil. Berdampingan. Tetapi akar pohon kecil ternyata lebih menjalar. Pesannya sangat kuat,” kisahnya.

Nomor telepon Azis Jabbar. (FOTO: IMAM DZULKIFLI/FAJAR)

Kalau sudah punya cukup uang, Azis mau beli alat. Impor. Mahal tentu saja. Tetapi jika alat itu dimilikinya, dia yakin usahanya akan bergerak. Minimal dari kelompok mikro ke kecil. Atau menengah.

Azis yakin, jatah gagalnya sisa sedikit. (imamdzulkifli)

Author : Redaksi

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Baru Saja... Lagi-lagi Gempa Guncang Lombok, Getarannya Menggoyang Makassar

FAJARONLINE.CO.ID -- Gempa dengan kekuatan 7.0 Skala Richter kembali mengguncang Lombok. Informasi yang dihimpun, gempa yang berlangsung malam ini,...
 

Berlangsung Meriah, Ini Dia Video Pernikahan Pengantin dengan Panaik Rp1 Miliar

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Pesta pernikahan Muhammad Alwi Daeng Makkelo (66) dengan Andi Sulpaidah (36) telah berlangsung di Desa Tanete...
 

Terbaru, Perolehan Medali Asian Games, China Kokoh di Puncak

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA---Tidak butuh waktu lama bagi China untuk menduduki posisi pucuk klasemen. Sebelumnya China harus menyerahkan...
 

Kisah Pengantin Panaik Rp1 Miliar, Ternyata Cinlok dengan Bos

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Pasangan pengantin M Alwi Dg Makkelo (66) dan Andi Sulpaidah (36) tengah berbahagia. Resepsi pernikahan telah...
 

Top Score dan Fajar Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Top Score Sport Games and Entertainment bersama Fajar menggalang dana untuk korban gempa Lombok di Top Score Pasar Segar, Minggu, 19...
 

REI Tidak Cukup Kalau Cuma Satu Bank

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- DPD REI Sulsel masih terus memacu pembangunan. Itu dilakukan agar target sepanjang tahun ini bisa...
 

Pasca Gempa, GGD Laksanakan Trauma Healing di Lombok

FAJARONLINE.CO.ID -- Guru Garis Depan (GGD) se-Pulau Lombok mengadakan trauma healing di pelosok Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (18/8/2018)...
 

Aksi Bersih Pantai di Makassar, Kaka Slank Puji Antusiasme Personel Lantamal VI

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kaka Slank yang merupakan salah satu relawan dari Pandu Laut Nusantara memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih...
 

Serapan Pajak Sudah Capai 41,92 Persen dari Target

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Petugas pajak terus berupaya menggenjot pendapatan negara. Sejauh ini, sudah hampir separuh dari...
 

Dua Gempa Kembali Guncang Lombok, Warga Terpaksa Tinggalkan Kebun dan Motor

FAJARONLINE.CO.ID -- Dua gempa susulan kembali terjadi di Lombok, Minggu (19/8/2018) pagi tadi. Gempa itu mengguncang wilayah tersebut hanya dengan...
 

Hebat... Film Sebelum Iblis Menjemput Masuk Festival Paris 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Setelah sukses merajai bioskop Indonesia dan bioskop Malaysia, kini film "Sebelum Iblis Menjemput" milik Timo...
 

Ketua PDIP Sulsel Siapkan 41 Ekor Hewan Kurban

Fajaronline.co.id, Makassar -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi Sulsel, Andi Ridwan Witiri menyiapkan sedikitnya 41 ekor sapi...
 

Bendera Raksasa Merah Putih Terbentang di Tengah Laut Bone

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Bendera merah putih sepanjang 73 meter terbentang di tengah perairan teluk Bone, Minggu, 19 Agustus. Bendera selebar...
 

Produk PKM PNUP Berpeluang Tembus Modern Market

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) memperkenalkan produk jahenya...
 

Foto Masjid Terapung Makassar Karya Danny Pomanto Dipamerkan di Dubai

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Membanggakan. Foto Masjid Terapung Amirul Mukminin yang diarsiteki Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan...
 

Pantai Bawasalo Jadi Lokasi Bersih-bersih Pantai di Pangkep

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Sejumlah elemen masyarakat ikut serta dalam agenda bersih-bersih pantai. Itu dilakukan serentak dalam rangka peringatan...
 

The Equalizer 2, Aksi Denzel Washington yang Tenang Tetapi Brutal

FAJARONLINE.CO.ID -- FILM ini diangkat dari serial TV berjudul sama, dan merupakan sekual dari film sebelumnya The Equalizer, karya sutradara Antoine...
 

Langsungkan Resepsi, Kakek dengan Panaik Rp1 Miliar yang Viral Itu Resmi Menikah

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Andi Sulpaidah (36) resmi tak sendiri lagi. Ia resmi dinikahi pemilik developer PT Harfana Halim Indah, Muhammad Alwi...
 

Hadir di Rapimwil PWPM Sulsel, Sandiaga Uno: Pemuda Muhammadiyah Sangat Luar Biasa

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Bakal Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno turut hadir dalam kegiatan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil)...
 

Kenakan Sarung, Romahurmuziy: Jokowi Semakin Rekat dengan Ulama

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Jokowi kerap mengenakan sarung acap kali bertemu dengan ulama. Ini adalah simbol kedekatan orang nomor satu...
 

Warga Bajoe Ikut Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 73 Meter

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bone sukses membentangkan bendera merah putih sepanjang 73...
 

Masuk DBL First Team, Anugerah Bagi Siswa Smaga Ini

FAJARINLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Terpilih bergabung dalam DBL First Team boys membuat M Alfian Akbar bangga. Sesuatu yang telah lama dia...
 

10 Jam Sandiaga di Makasar, Jubir Gerindra: Penerimaan Warga Sangat Tinggi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Calon wakil presiden Sandiaga Uno berkunjung ke Makassar, Minggu, 19 Agustus, hari ini. Kurang lebih 10 jam...
 

Sumbang Emas Pertama, Defia: Terima Kasih Buat Allah SWT

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA---Defia Rosmaniar mempersembahkan medali emas pertama Asian Games 2018 bagi kontingen Indonesia. Atlet...
 

Jumlahnya Melimpah, Aneh... Konsumsi Ikan Warga Luwu Utara Malah Rendah

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Luwu Utara perlu digenjot. Padahal, produksi ikan di Luwu Utara melimpah. Kepala...

Load More