Fajar

  Breaking News

Berdaya Rusak Tinggi, Walhi: Dokumen Amdal Harus Diusut

TAUFIK HASYIM/FAJAR MAKIN GUNDUL. Aktivitas penambangan di Gunung Allakuang, Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Kamis, 12 Juli. Penambangan dinilai menghilangkan kawasan ekologi dan pusat riset vulkanologi Sulsel. (Taufik Hasyim/FAJAR)
Laporan Khusus - 13 Juli 2018, 10:13:54

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Walhi Sulsel menilai aktivitas tambang di Gunung Allakuang berdaya rusak tinggi. Pemprov Sulsel harus meninjau ulang izinnya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, Muhammad Al Amin mengatakan, tingginya kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Allakuang berdasar berbagai kajian dan laporan warga. Pemprov diminta segera menutup aktivitas tambang di kawasan itu.

"Walhi mendesak agar tambang di Gunung Allakuang ditutup. Pemprov sebagai pemberi izin bisa mencabut. Opsinya, warga yang dirugikan bisa menggugat ke pengadilan," katanya, Kamis, 12 Juli.

Amin menuturkan, kajian Unhas terkait keberadaan pusat riset vulkanik dan terancamnya sumber air mestinya menjadi perhatian pemerintah. Kajian akademik ini semakin mempertegas tambang di Gunung Allakuang akan membuat kerusakan lebih besar jika dibiarkan.

"Jadi lebih baik dihentikan. Lingkungannya dipulihkan. Tidak ada kata terlambat selama masih bisa diselamatkan," bebernya.

Dokumen analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal perusahaan tambang, kata dia, juga mesti diusut. Kalaupun izin lingkungan terbit, mesti dianalisis. Terutama terkait rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) untuk menjamin tidak ada dampak kerusakan luas dan tetap berwawasan lingkungan.

"Pemkab Sidrap harus meninjau ulang izin-izin prinsip yang sudah diberikan," bebernya.

Dia juga menyayangkan bila gunung dikuasai sekelompok orang. Kata dia, gunung itu milik negara. Sehingga, sangat mengherankan bila disebut pemilik modal memiliki surat kepemilikan tanah.

Dosen Vulkanologi dan Tektonik Unhas, Kaharuddin MS mengatakan, penambangan tak lagi bicara lingkungan karena sudah jelas kerusakannya sejak lama. Namun, pemerintah selalu berdalih tak ada kerusakan lingkungan. Bahkan menyebut tambang memberi manfaat.

"Gunung Allakuang itu cagar geologi. Dan sudah ditetapkan jadi pusat riset nasional. Itu ditetapkan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Jadi bukan cuma Unhas. Itu cagar geologi kebanggaan," tegasnya.

Dia mendesak pemerintah menghentikan seluruh aktivitas tambang. Dari sisi keilmuan, Sulsel akan kehilangan pusat riset vulkanik yang langka dan satu-satunya bila dibiarkan. Balok-balok batu di Allakuang itu dibentuk dari aliran lava.

"Jadi kerugian besar kalau hilang. Kalaupun hanya sisa satu gunung bisa diselamatkan sekarang, kami minta itu dilakukan. Pemkab dan pemprov harus menutup itu tambang-tambang di sana," tegasnya.


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : Rasid