Fajar

  Breaking News

Dekatkan Masyarakat, BPCB Sulsel Sosialisasi Pelestarian Cagar Budaya

IST
Maros - 01 Juli 2018, 20:13:42

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar sosialisasi pelestarian cagar budaya di Kawasan Leang-Leang Kabupaten Maros kemarin di Baruga Hotel Bantimurung.

Dalam sosialisasi itu hadir dua pemateri yakni Kepala BPCB Sulsel, Laode Muhammad Aksa dengan Dosen Arkeologi Universitas Indonesia (UI) R Cecep Eka Permana juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Kamaluddin Nur.

Kepala BPCB Sulsel, Laode Muhammad Aksa mengatakan tujuannya untuk mendekatkan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 dengan masyarakat. 

"Makanya kami dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) ini melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. Artinya masyarakat yang dekat dengan situs. Karena warisan budaya ini adalah warisan seluruh masyarakat, jadi pelestari utamanya adalah masyarakat. Sehingga kami langsung mendekatkan langsung ke publiknya situs leang leang ini ," jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, kegiatan sosialisasi ini diikuti sekitar 50 an peserta yang berasal dari stakeholder.

"Dalam sosialisasi ini kita melibatkan  masyarakat sekitar situs, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, Pemerintah Daerah/Kabupaten Maros, lurah serta dari kecamatan. Karena peran serta seluruh lapisan masyarakat, itu penting untuk bersama-sama menjaga kelestarian warisan budaya, dimana  warisan budaya itu warisan semua masyarakat,"jelasnya.

Menyoal tingkat kesadaran masyarakat sekitar situs dalam pelestariannya, dia menilai hal itu tak dapat diukur. Namun yang jelas pihaknya berusaha mendekatkan Undang Undang Cagar Budaya, karena sangat penting bagi warisan budaya.

"Kami berusaha mendekatkan dengan masyarakat, karena Undang Undang ini sangat penting untuk warisan budaya. Bagaiman kita mengembangkan dengan memperkenalkan Undang undang," katanya.

Dia mengatakan hal yang harus dipahami adalah warisan budaya itu tak hanya barang kuno dan langka. Tetapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

"Karena dalam undang-undang, warisan budaya itu bagaimana meningkatkan kemaslahatan umat manusia. Terutama sekitar situs bisa meningkat ekonominya. Artinya bisa menjadi tour gate atau bisa menjual cinderamata. Nah masyarakat perlu melihat potensi itu," jelasnya.

Dalam sosialisasi ini kita membangun dialog dengan masyarakat serta pihak terkait lainnya, kalau cagar budaya tak hanya barang kuno saja tetapi bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, sambungnya.

Mengenai jumlah gua prasejarah di Maros, kata dia, angkanya terus bertambah seiring terus ditemukannya penemuan terbaru. 

Bahkan pada akhir tahun 2017 lalu sudah terdata ada sekitar 260 an gua prasejarah.

"Jumlahnya bertambah terus, bahkn akhir tahun 2017 ada sekitar 260 an gua prasejarah yang ditemukan di daerah Maros saja," katanya.

Kemudian, kata dia, di bagian timur dari Leang-Leang pada April lalu juga ditemukan. Dimana potensi arkeologinya sangat tinggi. 

"Semuanya kita daftarkan, kemudian nanti sisa bagaimana proses pentapannya sebagai cagar budaya di Pemkab Maros," sebutnya.

Mengenai keberlangsungan kelestarian gua prasejarah sebagai warisan cagar budaya atau tinggalam arkeologi, dia menilai kondisinya terancam. Sehingga upaya pelestarian perlu dilakukan.

"Kalau berbicara ancaman semua peninggalan arkeologi itu terancam, baik terancam dengan lingkungan sendiri, dengan ulah manusia atau alam. Apalagi jika ada aktivitas manusia dengan industri tambang. Tetapi kita berusaha mengurangi keterancaman itu sehingga semua warisan budaya ini terlestari dan bisa dinikmati anak cucu kita," jelasnynya.

Upaya untuk mencegah keterancaman itu, kata dia, yakni dengan berhubungan langsung dengan proses ancaman itu.

"Memang kami harus berhubungan langsung terhadap proses ancaman itu. Dimana ancaman itu ada kita harus komunikaiskan. Jadi misalnya jika ada industri pertambangan yang mengganggu pelestarian alam itu kami komunikasikan supaya tidak terjadi tingkat kerusakan yang ada. Sehingga ada proses-proses," katanya.

Cara lain kata dia, memproteksi dengan alam itu sendiri agar bisa melindungi. "Misalnya jika debunya banyak kita bisa tanam pohon untuk menghambat debunya masuk ke gua prasejarah. Jadi selain fisik, non fisik juga. Non fisik itu ya dengan menyebarluaskan informasi tentang pelestarian cagar budaya, seperti sosialisasi yang kita llskukanini salah satu bentuk pencegahan non fisiknya," paparnya. (rin)
 
 

Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id atau hubungi wa/tlp 0811462222 untuk berlangganan koran cetak, bisa juga daftar koran melalui formulir Ini

Author : Muhammad Nursam

loading...

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bangkrut, Politisi Penentang Masjid di Australia Tanggalkan Jabatan

FAJARONLINE.CO.ID -- Julie Hoskin, politisi yang giat menentang rencana pembangunan sebuah masjid di Kota Bendigo, Australia, kini dinyatakan...
 

Ini Jadwal Bola Kamis Dinihari Nanti

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Berikut jadwal bola yang akan berlangsung Kamis, 27 September, dinihari nanti seperti dikutip dari Live...
 

Ini Harapan Ketua KNPI Sinjai ke Andi Seto-Andi Kartini

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI -- Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini resmi dilantik, Rabu, 26 September. Sejumlah...
 

NA Diskusi di Kantor BI, Ekonomi Sulsel Tetap Stabil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kondisi fundamental ekonomi nasional terhadap gejala ekonomi global yang terjadi sekarang masih lebih baik dari...
 

JK Bertemu Ratu Maxima Belanda, Pemerintah INA Dorong Inklusi Keuangan

FAJARONLINE.CO.ID, NEW YORK —Saat bilateral dengan dengan UN Secretary General Advocate For Inclusive Finance For Development yang juga...
 

10 Tahun Ditinggal Suzanna, Perasaan Mistis itu pun Hilang

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Hampir 10 tahun sejak kematian Suzzanna, sang suami, Clift Sangra mengaku tak lagi merasakan hal mistis atau aura seram...
 

Eni Saragih Siap Bongkar Aktor Lain Kasus PLTU Riau

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Tersangka kasus dugaan suap proyek kerjasama PLTU Riau 1, Eni Maulani Saragih kembali menjalani proses pemeriksaan oleh...
 

Pajaknya Menunggak, Mobil Dinas RSUD Syekh Yusuf Kena Tilang

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA -- Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Gowa, kembali melakukan penertiban kendaraan. Kali ini mobil...
 

Astra Honda Makassar Launching Palikasi MOTORKU

Jajaran Management Astra Honda Makassar bersama Pemain PSM secara resmi melauncing aplikasi MOTORKU di Bon Cafe, Rabu, 26 September. Aplikasi...
 

Jabat Bupati Tersingkat di Dunia, Dilantik Hanya 3 Menit, Setelah itu PLT

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA-- Syahri Mulyo langsung dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Bupati Tulungagung, setelah tiga menit dilantik oleh...
 

Perjuangkan Revisi UU ASN, Ratusan Guru Honorer Bone Mogok Mengajar

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Nasib guru-guru honorer untuk mencapai jenjang kesejahteraan di Kabupaten Bone masih cukup memprihatinkan. Gara-gara...
 

Korupsi Membelit Parlemen Sulbar, Mantan Pimpinan DPRD Ini Siap Kembalikan Wibawa Legislatif

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Gagal terpilih dalam Pemilu Legislatif 2014 lalu, mantan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin (AN) siap kembali...
 

Disengat Listrik di Tempat Kerja, Kakak Syahrini Meninggal

FAJARONLINE.CO.ID, BOGOR -- Polres Bogor menyebut meninggalnya kakak Syahrini, Ridwan Zaelani akibat tersengat aliran listrik saat bekerja. Peristiwa...
 

Dilapor Berzina dengan Istri Orang, Billy Syahputra Malah Janji Nikahi Hilda

FAJARONLINE.CO.ID -- Dipolisikan karena tuduhan perzinaan, Billy Syahputra malah menegaskan akan menikahi Hilda Vitria. "Tahun ini gue nikahi Hilda,"...
 

Yakin Percaya Pasangan Anda, Perhatikan 3 Kunci Ini

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA-- Meski sudah lama menjalin hubungan, terkadang seseorang ragu dengan ketulusan hati pasangannya. Benarkah si dia...
 

Tol Laut Belum Maksimal, Distribusi Semen Masih Susah di KTI

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar fungsi tol laut bisa lebih dimaksimalkan untuk pengiriman semen ke...
 

Daya Beli Otomotif Tetap Bergairah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pengamat Ekonomi Unhas, Anas Iswanto Anwar Makkatutu, menuturkan, menggeliatnya pameran otomotif di tengah pelemahan...
 

Dolar Tak Pengaruhi Belanja Otomotif

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sulsel sasaran pasar potensial pabrikan otomotif. Meski dolar AS terus menguat, minat beli mobil di Sulsel tak...
 

Akhirnya Ditemukan, Kuat Dugaan Calon Pengantin Bone Itu Diculik Mantannya

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Keluarga Misnayanti akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, anak sulung mereka yang akan menjalani pernikahan di Desa...
 

Polisi akan Cabut SIM Bagi Pelanggar Lalu Lintas

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ditlantas Polda Sulsel kembali memberlakukan pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pelanggar lalu lintas. Baik...
 

Istrinya Diganggu Trump, Presiden Venezuela: Jangan Main-main dengan Keluarga

FAJARONLINE.CO.ID -- Selama dua tahun terakhir, pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap puluhan orang Venezuela dan menuduh mereka...
 

Cornelia Agatha Ingin Hadiri Sidang Korban Anak Disekap, Begini Reaksinya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR— Aktris Cornelia Agatha (45) berada di Makassar, kemarin. Mengunjungi tiga bocah korban penyekapan. Pemberitaan...
 

Politikus Terlibat Perusakan Allakuang

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sedang mengusut aktor di balik kerusakan Gunung Allakuang. Diduga, tambang...
 

Pernah Dengar Lagu Butiran Debu, Vokalisnya Ternyata Punya Profesi Ini

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR --Tujuh tahun menghilang dari industri musik Tanah Air, pelantun "Butiran Debu", Rijja Abbas punya cerita...
 

Tahun ini Rp27 Miliar Terangi Lorong

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Pengadaan lampu Singarana Lorongta kembali dianggarkan. Nilainya Rp27 miliar untuk 153 kelurahan. Kepala UPTD...

Load More