Fajar

  Breaking News

JK: Islam Memainkan Peran Penting dalam Pembentukan Semangat Kebangsaan

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sabtu (23/6/2018), menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr Hc) kepada Drs M Jusuf Kalla (76).
Nasional - 23 Juni 2018, 14:24:21

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wapres HM Jusuf Kalla menerima gelar kehormatan Dr (doktor) Honoris Causa di Kampus UMI dalam sidang senat luar biasa di Auditorium Al Jibra, kampus UMI Jl Urip Sumiharjo, Panaikang, Makassar, Sabtu 23 Juni 2018.

Bagi JK ini adalah gelar Dr Hc ke-12 sejak tahun 2003 silam. Gelar Dr Hc terakhir diterima JK dari Universitas Hirosima, Jepang, Maret 2018 lalu.

Di Makassar, UMI adalah institusi ketiga yang memberi gelar ini. Awal tahun lalu, UIN Alauddin juga menganugerahi JK gelar serupa. Dengan gelar ini, Jusuf Kalla juga menjadi wakil presiden Indonesia yang paling banyak menerima gelar Dr Hc.

Dalam sidang senat luar biasa UMI, JK membawakan orasi ilmiah, pidato pengukuhan dengan judul; "Aktualisasi Prinsip Islam dalam Penguatan Semangat Kebangsaan".

Rektor UMI Prof De Masrurah Mochtar menyebutkan Pengukuhan Dr. (H.C) bagi Kalla ini dalam Bidang Pemikiran Politik Islam ini dirangkaikan dengan Milad ke-64 UMI.

Dalam pidato pengukuhannya, JK membacakan makalah setebal 7 halaman. Berikut orasi JK:

"Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT dan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dengan iringan doa semoga kita semua selalu dapat memperkuat iman, Islam dan ihsan dalam berbagai aspek kehidupan kita.

Masih di awal bulan Syawal, tentunya sangat relevan jika kesempatan ini saya gunakan untuk menyampaikan salam Selamat Idul Fitri 1439 Hijriah ‘Minal Aidin wal Faizin’, Maaf Lahir dan Batin.

Semoga fitrah dan kesucian yang insya Allah telah kita capai pada puasa Ramadhan lalu dapat terus terjaga sepanjang tahun ini sampai Idul Fitri tahun depan. Pada kesempatan ini saya dengan penuh kerendahan hati mengucapkan terimakasih kepada Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Senat Universitas yang memutuskan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Dr. (H.C) pada saya.

Semoga penganugerahan gelar Dr. (H.C) kepada saya dalam bidang Pemikiran Politik Islam, khususnya tentang Prinsip Islam bagi penguatan semangat kebangsaan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya penguatan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini.

Penganugerahan gelar ini juga bertepatan dengan ulang tahun Universitas Muslim Indonesia, karena itu saya ingin mengucapkan selamat atas peringatan hari lahir atau Milad ke 64 Universitas Muslim Indonesia (UMI). Dengan usia 64 tahun, UMI menjadi salah satu perguruan tinggi tertua di tanah air; dan kita semua bersyukur atas kemampuan UMI bertahan dan berkembang di tengah perubahan dan gejolak zaman.

Atas nama pemerintah, saya ingin menyampaikan terima kasih, apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian UMI dalam turut memajukan umat dan bangsa Indonesia melalui pendidikan tinggi yang berkualitas bagi anakanak bangsa. Semoga UMI semakin maju dan berjaya dalam perjalanannya hari ini dan ke depan, sehingga pengabdiannya pada umat, bangsa dan negara semakin meningkat lagi.

Sesuai dengan judul pidato saya ‘Aktualisasi Prinsip Islam dalam Penguatan Semangat Kebangsaan’, pertama-tama saya ingin menegaskan, eksistensi Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini sendiri merupakan salah satu bentuk aktualisasi prinsip Islam dalam semangat kebangsaan. Dari namanya, terlihat jelas ini adalah universitas Muslim—bukan Muslim dari mana-mana atau tempat lain, tetapi Muslim Indonesia; secara tegas dan eksplisit menyebut Muslim Indonesia.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa para pendiri UMI sejak dari ide pendirian dan pembentukannya baik eksplisit maupun implisit telah berpikir dan berorientasi kepada umat Muslim bangsa Indonesia dan tanah air Indonesia. Prinsip Islam dan semangat kebangsaan (al-muwathanah) telah menjadi prinsip dan paradigma pokok yang diaktualisasikan dalam pembentukan Universitas Muslim Indonesia (UMI) 64 tahun lalu.

Oleh karena itu, selain bersyukur atas kenyataan itu, pada saat yang sama sepatutnya kita semua tidak lagi membuat jarak—apalagi mempertentangkan antara keislaman dengan semangat kebangsaan atau keindonesiaan. Membuat jarak, apalagi mempertentangkan keduanya jelas tidak menguntungkan bagi kehidupan kita sebagai umat Muslimin dan sekaligus sebagai warga tanah air Indonesia.

Islam adalah ajaran dari Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW, yang menduduki tempat tertinggi dan mulia dalam kehidupan setiap dan seluruh Muslim. Oleh karena itu, kita harus tetap menempatkan Islam dalam ketinggian dan kemuliaannya itu, dan tidak mereduksinya ke dalam realitas dan fenomena empiris-sosiologis seperti semangat kebangsaan atau nasionalisme.

Sedangkan semangat kebangsaan (nasionalisme) adalah produk manusia. Semangat kebangsaan terbentuk karena berbagai faktor seperti sejarah, perkembangan dan dinamika sosial, budaya dan keagamaan masyarakat Indonesia dalam riwayatnya yang panjang. Semua faktor ini berkombinasi memainkan peran dalam pembentukan semangat kebangsaan.

Secara khusus, prinsip Islam juga memainkan peran sangat penting dalam pembentukan semangat kebangsaan Indonesia tersebut. Kenyataan ini dapat dilihat dalam sejarah dan dinamika umat Muslimin Indonesia sepanjang sejarahnya. Dalam sejarah penyebaran Islam dan Islamisasi, Islam yang dianut berbagai suku bangsa yang berbeda sejak dari Aceh, Minangkabau, Sunda, Bugis sampai Maluku (dan banyak suku-suku lain—berjumlah 714 suku besar kecil), Islam menjadi faktor pemersatu di antara begitu banyak suku-suku bangsa yang berbeda adat, tradisi dan sosial-budaya. Berkat Islam, orang-orang dari suku Aceh misalnya merasa dekat dan bersahabat dengan orangorang dari suku Bugis atau Makassar, dan seterusnya antar suku-suku lain di Nusantara.

Sebagai faktor pemersatu, Islam mendorong tumbuh dan menguatnya ukhuwah Islamiyah (persaudaraan/solidaritas sesama Muslim) di antara berbagai suku dan etnis yang berbeda. Dalam perkembangan selanjutnya ukhuwah Islamiyah mendorong tumbuhnya ukhuwah wathaniyah (persaudaraan/solidaritas sesama warga tanah air) ketika kolonialisme Belanda datang menjajah Kepulauan Nusantara. Dalam perkembangan ini, kita dapat melihat pertumbuhan ukhuwah wathaniyah—yang menjadi dasar semangat kebangsaan—tumbuh, berkembang
dan menguat dari ukhuwah Islamiyah.

Sejak awal abad 20 prinsip Islam dan semangat kebangsaan ini terus meningkat. KH. Basuni Imran (1883-1976), seorang ulama terkemuka Indonesia asal Sambas, Kalimantan Barat pernah mengirim surat kepada ulama terkemuka Mesir, Syekh Muhammad Rasyid Ridha. Dalam suratnya itu, KH. Muhammad Basuni Imran bertanya apakah menurut prinsip Islam semangat kebangsaaan atau nasionalisme itu dapat diterima.

Pertanyaan KH Basuni Imran itu muncul karena dia menyaksikan tumbuh dan meningkatnya semangat kebangsaan umat Muslimin—termasuk di Indonesia—dalam rangka menghadapi kolonialisme Eropa.

Syekh Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935), yang terkenal sebagai ulama pembaharu, memberikan jawaban panjang lebar atas pertanyaan itu dalam majalah al-Manar yang dia pimpin.

Berdasarkan prinsip yang sering disebut sebagian ulama sebagai hadits, hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian daripada iman), Syekh Rasyid Ridha menyatakan semangat kebangsaan tidak bertentangan dengan Islam.

Bahkan menurut ulama mufassir penulis Tafsir al-Manar bersama gurunya Syekh Muhammad Abduh, cinta tanah air itu adalah bagian daripada iman. Dengan kata lain, iman seseorang Muslim tidak lengkap jika dia tidak mencintai tanah airnya.

Pandangan Syekh Rasyid Ridha tentang ‘cinta tanah air adalah bagian daripada iman’ terkait erat dengan prinsip ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Tetapi penting ditegaskan, semangat kebangsaan dalam pemikiran Syekh Rasyid Ridha adalah semangat kebangsaan berdasarkan agama Islam dan karena itu dapat disebut sebagai ‘nasionalisme religius’.

Nasionalisme religius atau semangat kebangsaan atau dasar Islam itu terkait pula dengan ayat al-Qur’an (Surah al-Hujurat: 13) yang mengakui keragaman bangsa dengan menyatakan: “Hai manusia, sesungguhnya Kami [Allah] menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan; dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan berkaum-kaum supaya kamu sekalian kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Jadi, eksistensi bangsa yang terdiri dari suku, kelompok etnis dan kabilah diakui al-Qur’an. Dengan pengakuan al-Qur’an ini, semangat kebangsaan mendapatkan tempatnya yang sah di dalam ajaran Islam.

Namun demikian, semangat kebangsaan atas dasar agama (Islam), bukanlah semangat kebangsaan atau nasionalisme sempit (chauvinistik). Nasionalisme chauvinistik yang menganggap bangsanya sendiri yang terbaik, yang berada di atas bangsa-bangsa lain dapat menimbulkan konflik dan perang di antara bangsa-bangsa yang berbeda.

Sebaliknya, semangat kebangsaan atas dasar agama (Islam) atau nasionalisme religius menekankan prinsip ukhuwah Islamiyah (persaudaraan/solidaritas Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan/solidaritas sebangsa-setanah air), dan ukhuwah basyariyah atau ukhuwah insaniyah (persaudaraan/solidaritas sesama manusia). Ketiga bentuk ukhuwah ini menjadi salah satu karakter ummatan wasathan (al-Qur’an al-Baqarah 2:143) yang mengaktualisasikan Islam wasathiyah, yang menjadi corak Islam Indonesia.

Semangat kebangsaan atas prinsip Islam itulah yang kemudian teraktualisasi dalam pembentukan negara-bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan sekaligus mengakui keragaman (bhinneka tunggal ika) merupakan aktualisasi dari nasionalisme religius dalam kelima silanya, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Keempat silanya yang lain juga sepenuhnya sesuai dengan prinsip dan ajaran Islam. Kita warga bangsa Indonesia patut bersyukur setinggi-tingginya karena tanah air kita Indonesia telah diberkahi Allah SWT dengan kehidupan yang damai di antara berbagai suku, agama dan tradisi sosial budaya yang berbeda-beda. Kedamaian dan harmoni itu tercipta dan bertahan tidak lain karena adanya semangat kebangsaan yang kompatibel dengan agama.

Selain itu, kita juga patut bersyukur pada Allah SWT yang menganugerahi bangsa Indonesia dengan alam tanah air Indonesia yang menghijau dan subur, yang penuh dengan berbagai kekayaan alam. Rasa syukur yang mesti tidak pernah putus itu wajib diwujudkan dengan memelihara persatuan, kesatuan, kedamaian dan harmoni yang memungkinkan bisa dilakukannya berbagai usaha untuk memakmurkan Indonesia guna kemaslahatan umat, bangsa dan negara.

Demikianlah, semoga Allah SWT selalu menganugerahi kekuatan iman, Islam dan ihsan dalam setiap dan seluruh diri kita sehingga kita dapat senantiasa memperkuat semangat kebangsaan guna lebih mengokohkan dan memajukan Indonesia. Dengan Indonesia yang maju, kita dapat memberikan sumbangan lebih besar kepada peradaban dunia yang adil dan damai dalam rangka mengaktualisasikan Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin.

Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Makassar 9 Syawal 1439 H/23 Juni 2018
M. Jusuf Kalla

Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id atau hubungi wa/tlp 0811462222 untuk berlangganan koran cetak, bisa juga daftar koran melalui formulir Ini

Author : Rasid

loading...

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bangkrut, Politisi Penentang Masjid di Australia Tanggalkan Jabatan

FAJARONLINE.CO.ID -- Julie Hoskin, politisi yang giat menentang rencana pembangunan sebuah masjid di Kota Bendigo, Australia, kini dinyatakan...
 

Ini Jadwal Bola Kamis Dinihari Nanti

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Berikut jadwal bola yang akan berlangsung Kamis, 27 September, dinihari nanti seperti dikutip dari Live...
 

Ini Harapan Ketua KNPI Sinjai ke Andi Seto-Andi Kartini

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI -- Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini resmi dilantik, Rabu, 26 September. Sejumlah...
 

NA Diskusi di Kantor BI, Ekonomi Sulsel Tetap Stabil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kondisi fundamental ekonomi nasional terhadap gejala ekonomi global yang terjadi sekarang masih lebih baik dari...
 

JK Bertemu Ratu Maxima Belanda, Pemerintah INA Dorong Inklusi Keuangan

FAJARONLINE.CO.ID, NEW YORK —Saat bilateral dengan dengan UN Secretary General Advocate For Inclusive Finance For Development yang juga...
 

10 Tahun Ditinggal Suzanna, Perasaan Mistis itu pun Hilang

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Hampir 10 tahun sejak kematian Suzzanna, sang suami, Clift Sangra mengaku tak lagi merasakan hal mistis atau aura seram...
 

Eni Saragih Siap Bongkar Aktor Lain Kasus PLTU Riau

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Tersangka kasus dugaan suap proyek kerjasama PLTU Riau 1, Eni Maulani Saragih kembali menjalani proses pemeriksaan oleh...
 

Pajaknya Menunggak, Mobil Dinas RSUD Syekh Yusuf Kena Tilang

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA -- Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Gowa, kembali melakukan penertiban kendaraan. Kali ini mobil...
 

Astra Honda Makassar Launching Palikasi MOTORKU

Jajaran Management Astra Honda Makassar bersama Pemain PSM secara resmi melauncing aplikasi MOTORKU di Bon Cafe, Rabu, 26 September. Aplikasi...
 

Jabat Bupati Tersingkat di Dunia, Dilantik Hanya 3 Menit, Setelah itu PLT

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA-- Syahri Mulyo langsung dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Bupati Tulungagung, setelah tiga menit dilantik oleh...
 

Perjuangkan Revisi UU ASN, Ratusan Guru Honorer Bone Mogok Mengajar

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Nasib guru-guru honorer untuk mencapai jenjang kesejahteraan di Kabupaten Bone masih cukup memprihatinkan. Gara-gara...
 

Korupsi Membelit Parlemen Sulbar, Mantan Pimpinan DPRD Ini Siap Kembalikan Wibawa Legislatif

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Gagal terpilih dalam Pemilu Legislatif 2014 lalu, mantan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin (AN) siap kembali...
 

Disengat Listrik di Tempat Kerja, Kakak Syahrini Meninggal

FAJARONLINE.CO.ID, BOGOR -- Polres Bogor menyebut meninggalnya kakak Syahrini, Ridwan Zaelani akibat tersengat aliran listrik saat bekerja. Peristiwa...
 

Dilapor Berzina dengan Istri Orang, Billy Syahputra Malah Janji Nikahi Hilda

FAJARONLINE.CO.ID -- Dipolisikan karena tuduhan perzinaan, Billy Syahputra malah menegaskan akan menikahi Hilda Vitria. "Tahun ini gue nikahi Hilda,"...
 

Yakin Percaya Pasangan Anda, Perhatikan 3 Kunci Ini

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA-- Meski sudah lama menjalin hubungan, terkadang seseorang ragu dengan ketulusan hati pasangannya. Benarkah si dia...
 

Tol Laut Belum Maksimal, Distribusi Semen Masih Susah di KTI

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar fungsi tol laut bisa lebih dimaksimalkan untuk pengiriman semen ke...
 

Daya Beli Otomotif Tetap Bergairah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pengamat Ekonomi Unhas, Anas Iswanto Anwar Makkatutu, menuturkan, menggeliatnya pameran otomotif di tengah pelemahan...
 

Dolar Tak Pengaruhi Belanja Otomotif

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sulsel sasaran pasar potensial pabrikan otomotif. Meski dolar AS terus menguat, minat beli mobil di Sulsel tak...
 

Akhirnya Ditemukan, Kuat Dugaan Calon Pengantin Bone Itu Diculik Mantannya

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Keluarga Misnayanti akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, anak sulung mereka yang akan menjalani pernikahan di Desa...
 

Polisi akan Cabut SIM Bagi Pelanggar Lalu Lintas

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ditlantas Polda Sulsel kembali memberlakukan pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pelanggar lalu lintas. Baik...
 

Istrinya Diganggu Trump, Presiden Venezuela: Jangan Main-main dengan Keluarga

FAJARONLINE.CO.ID -- Selama dua tahun terakhir, pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap puluhan orang Venezuela dan menuduh mereka...
 

Cornelia Agatha Ingin Hadiri Sidang Korban Anak Disekap, Begini Reaksinya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR— Aktris Cornelia Agatha (45) berada di Makassar, kemarin. Mengunjungi tiga bocah korban penyekapan. Pemberitaan...
 

Politikus Terlibat Perusakan Allakuang

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sedang mengusut aktor di balik kerusakan Gunung Allakuang. Diduga, tambang...
 

Pernah Dengar Lagu Butiran Debu, Vokalisnya Ternyata Punya Profesi Ini

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR --Tujuh tahun menghilang dari industri musik Tanah Air, pelantun "Butiran Debu", Rijja Abbas punya cerita...
 

Tahun ini Rp27 Miliar Terangi Lorong

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Pengadaan lampu Singarana Lorongta kembali dianggarkan. Nilainya Rp27 miliar untuk 153 kelurahan. Kepala UPTD...

Load More