Fajar

  Breaking News

Sarjono Si Tukang Sol Sepatu, Istri Tiga Tak Ada Susah

Sarjono menjahit sepatu robek pelanggannya, Sabtu, 2 Juni. (FOTO: IMAM DZULKIFLI/FAJAR ONLINE)
Feature - 02 Juni 2018, 11:28:03

JIKA Anda mesti naik kendaraan yang memakai bensin ke tempat kerja, Sarjono tidak. Dia pergi dan pulang mencari nafkah cukup dengan kedua kakinya saja.

Sarjono seorang tukang sol sepatu. Kami dipertemukan oleh keadaan, Sabtu pagi, 2 Juni. Dia melintas di depan rumah saya dengan dua kotak kayu yang dipikul. Ada tulisan menggunakan plaster yang digunting seadanya. Isi kotak bisa saya tebak. Jarum, benang nilon, lem, dan mungkin ada pisau.

Sarjono tak teriak tetapi saya bisa paham keahliannya. Saya bergegas mengambil sepasang sepatu olahraga yang terangkat depannya. Sepatu baru, tetapi diskon lebih dari 70 persen. Belum dua bulan sudah terkelupas.

"Rp20 ribu saja, Mas," kata Sarjono usai mengusap permukaan sepatu berwarna hijau, bernomor 39 itu.

Sepatu saya adalah sepatu pertama yang ditangani Sarjono hari ini. Mungkin juga menjadi sepatu yang terakhir bila rezeki sedang tak begitu baik.

Kata lelaki Solo itu, kadang dalam sehari tak mendapatkan satu pekerjaan pun. Dia tidak begitu mengerti mengapa ada tren seperti itu. Namun selain soal garis tangan, barangkali juga karena pada hari itu, di sepanjang jalur yang dijalaninya, tak ada satu pun sepatu yang membutuhkan sentuhannya.

Rute kerja Sarjono terjadwal. Bila Sabtu seperti hari ini, dia akan berjalan dari kamar kontrakannya di samping Pasar Batangase, Maros lalu finis di dekat markas militer di Kariango. Entah siang, sore, atau malam. Tergantung apa yang mesti diselesaikannya. Di hari lain rutenya beda lagi. Senin misalnya, dia ke Bentenge.

Saya membuka Google Maps. Jarak dari kamar Sarjono ke sekitar tempat latihan tentara Kostrad di Kariango itu tidak kurang dari 6,1 kilometer. Berarti pergi pulang 12,2 kilometer.

"Di luar Ramadan, dapat Rp40 ribu sehari saja artinya sama saja tidak dapat apa-apa. Habis untuk operasional. Makan, minum berkali-kali, dan rokok," ucapnya usai membetulkan sepatu saya yang sebelah kiri.

Tetapi bisa makan, minum, dan merokok saja dia sudah bahagia. Apalagi jika ada cukup persediaan untuk bayar kontrakan yang Rp400 ribu sebulan.

Sarjono memang tak punya keharusan mengirim uang ke suatu tempat. Istrinya yang tiga; satu di Solo, satu di Kendari, dan satu di Balikpapan, disebutnya hidup mapan. "Yang di Kendari itu PNS," akunya.

Sarjono justru pergi dari mereka karena takut menjadi beban. Meski begitu, tak ada kata cerai dalam tiga hubungan itu.

"Saya cuma titip pesan. Kalau misalnya mau cari suami lain, telepon saja. Saya akan datang mengurus surat-surat."

Bertahun-tahun, telepon dari seseorang yang meminta ditalak tak pernah ada. Sarjono pun tetap menyisakan cinta untuk mereka.

Tanpa penjelasan, saya percaya bahwa perasaan itu masih ada. Lelaki yang tadi mengenakan topi itu berkaca-kaca matanya saat bercerita soal rumah tangganya.

"Saya tak meninggalkan mereka dengan tangan kosong. Semua pesangon saya dari tempat kerja di dekat rumah mereka, saya kasikan," ucap pria yang cuma memiliki satu anak itu.

Di Kalimantan, Sarjono bertahun-tahun di perusahaan tambang. Pesangonnya lumayan. Dia lalu ke Sulawesi dan bekerja di Kolaka. Tambang juga. Kontrak habis, uang tanda jasa diterima, dia pergi.

"Saya merasa harus melakukan itu. Ada yang mengganjal bila pendapatan mereka lebih besar," tuturnya lagi.

Lagipula, Sarjono terbiasa sendiri. Dia merantau sejak 1990. Mengucapkan selamat tinggal pada Solo dengan bekal Rp350 rupiah dari orang tua. Dipakai beli tiket kapal laut Rp175, sisanya untuk memulai hidup di kampung orang. Tiga bulan pertama dia tidak digaji. Cuma dapat makan dari orang yang ditempatinya bantu-bantu.

Sosok yang kini 42 tahun itu baru menyelesaikan petualangannya pada 2013. Itu pun cuma tiga tahun di tanah kelahiran. Sejak 2016 dia sudah di Maros. Membuka babak baru kehidupan sebagai tukang sol sepatu.

Sejak beberapa waktu belakangan, cita-cita Sarjono tak banyak; hidup bahagia tanpa utang, makan dan minum serta rokok terpenuhi.

Soal istri-istrinya, Sarjono siap menempuh apapun jalan Tuhan. Cinta masih ada. Itu akan digunakannya untuk melanjutkan perkawinan bila memang masih berjodoh, sekaligus dipakainya untuk mengikhlaskan bila sewaktu-waktu salah satu dari mereka hendak pindah hati. Atau mungkin tiga-tiganya.

Namun khusus anak, Sarjono menyisihkan perasaan yang jauh lebih besar. Jangankan anak kandung, anak tirinya pun masih dipeduli.

"Kalau mereka ada perlu, menelepon, dan saya punya uang, pasti ta' kirimi," ucap lelaki bersandal galang itu.

Sarjono senang karena tetap memiliki semangat untuk bekerja. Melangkah ke mana saja ada rezeki yang disiapkan Sang Mahapemberi. Menunggu ada sepatu atau sandal yang benangnya lepas, bertepatan saat dia melintas, dan si pemilik sepatu atau sandal mau dan punya uang untuk meminta jasanya.

Namun bagi Anda yang di Maros dan merasa perlu bantuan Sarjono, bisa juga berkunjung ke kontrakannya. Dekat pasar, masuk lorong sedikit, di depannya ada bidan praktik swasta.

"Namanya Bidan Cia. Kami berhadapan tempat tinggal. Tanya saja mana mas si tukang sol sepatu. Tidak ada yang lain di situ," jelasnya.

Cara mendapatkan duit Sarjono memang sesimpel itu. Sepanjang obrolan kami, tak ada gagasan dia untuk menempuh cara marketing yang lebih ramah dengan zaman. Saya juga lupa mengecek jenis ponselnya. Apakah berisi layar sentuh dan bisa disambungkan ke internet atau sekadar untuk menelepon, sms, dan dipakai sebagai senter.

Tetapi toh Sarjono sudah merasa cukup dengan semua itu. Bukankah tujuan hidup hanya untuk bahagia? Dan itu sudah (tampak) dicapainya.

Apalagi, ada iman di dada Sarjono. Rasa percaya bahwa jatah makan, minum, dan segalanya, sudah ada yang takar dan atur. Terbukti sekali lagi, usai menjahit sepatu saya, tiga tetangga datang dan menyodorkan sepatu yang juga tak beres keadaannya.

Sepatu saya bukan kerjaannya yang terakhir ternyata. Dan barangkali akan semakin banyak jahitan setelah ini.

Orang era sekarang sepertinya kuat-kuat memakai alas kaki. Sebab harus mengikuti kesibukan tuannya yang terus berlari, mengejar rezeki dengan ngos-ngosan. (imamdzulkifli)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : Imam Dzulkifli

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Disertasi Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Air Antar Pak Dosen Meraih Doktor

FAJARONLINE.CO.ID, MALANG--Disertasi “Pendekatan Robust Decision – Making dalam Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Air Minum...
 

Manchester City Paling Beruntung di Babak 16 Besar Liga Champions

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Liga Champions 2018/2019 memasuki babak 16 besar dengan drawing akan digelar Senin, 17 Desember mendatang. Di...
 

Kenali Awal Gejala Kanker Kolorektal

FAJARONLINE.CO.ID— Sembelit menjadi tanda awal Kanker Kolorektal. Dokter Spesialis Bedah Subpesialis Bedah Digestif, Fakultas Kedokteran Unhas,...
 

Mobil Hancur Diseruduk Dump Truck, Sopirnya Lolos dari Maut

FAJARONLINE.CO.ID,GRESIK--Kendati Honda Jazz Wahyu Pambudi diseruduk sebuah dump truck di Jalan Raya Boboh, Menganti, Kamis (13/12/2018) kemarin....
 

Sebar Fitnah Putra Prabowo LGBT, Mantan Bupati Pendukung Jokowi Nyaris Dipidana

FAJARONLINE.CO.ID -- Pemilihan presiden semakin dekat semakin memanas. Pelaku ujaran kebencian pun tidak hanya dari kalangan menengah ke bawah tetapi...
 

Artis FYN Membersamai Wawan di Hotel Sudah Menyebar, KPK Enggan Bicara

FAJARONLINE.CO.ID -- Di dunia maya dan beberapa akun gosip, Terpidana korupsi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dikabarkan ngamar bersama artis...
 

Polres Pangkep Peduli Tuna Netra

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP –- Mewujudkan rasa peduli kasih dengan warga kurang mampu, Kasat Sabhara AKP Nirwan beserta anggotanya, memberikan...
 

Prostitusi Online Makin Mengkhawatirkan, Pekerja Seksnya dari Model Hingga Artis FTV

FAJARONLINE.CO.ID -- Prostitusi online saat ini semakin mengkhawatirkan. Semakin banyak yang tertangkap ternyata tak membuat kapok pelaku dan...
 

Ummat Fest 2018 Hadirkan Seleb Hijrah Arie Untung dan Teuku Wisnu

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Wahdah Islamiyah menggelar acara Ummat Fest di Celebes Covention Center (CCC), Jumat, 14 Desember 2018. Arie...
 

Pembunuhan di Puskesmas, Kapolres Janji Tuntaskan Kasus Tanpa Pandang Bulu

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA -- Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, mengecam aksi pembunuhan yang terjadi di sebuah fasilitas kesehatan, di...
 

Talkshow IKK STIM NITRO

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar, Tenri A Palallo, menjadi narasumber talkshow Silaturahmi Ikatan Kesejahteraan...
 

Caleg Ini Janji Perjuangkan Anggaran untuk Jembatan Kayu Watu

FAJARONLINE.CO.ID, BONE -- Kondisi Jembatan Watu, Cenrana di Kabupaten Bone yang menjadi poros utama penghubung warga mengalami rusak...
 

Syamsuddin Massa Berpeluang Perkuat Timnas di SEA Games

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Cabor atletik Sulsel masih menaruh harapan besar pada salah satu atletnya, Syamsuddin Massa. Lelaki asal Jeneponto itu...
 

Pemilih Milenial Idolakan Pemimpin Tegas, Berwibawa, dan Masih Muda

Fajaronline.co.id, Makassar -- Generasi milenial belakangan ini ramai diperbincangkan setelah suara mereka diperebutkan pada Pilpres 2019 mendatang....
 

Hati-hati Melintas, Retakan Jalan Dalam Kondisi Labil di Poros Rantepao-Makale

FAJARONLINE.CO.ID, MAKALE -- Kemacetan kendaraan di daerah Bungin kecamatan Makale Utara kian memanjang, Jumat, 14 Desember, siang ini. Kemacetan itu...
 

Air PLTA PT Vale Naik, Warga Dievakuasi

FAJARONLINE.CO.ID, LUWU TIMUR -- Hujan lebat terus-menerus mengguyur wilayah Luwu Timur, membuat ketinggian air di aliran Sungai Larona naik secara...
 

Wadduh... Sejumlah Puskesmas Tanpa Tenaga Dokter dan Dokter Gigi

Fajaronline.co.id, Mamuju – Hasil kunjungan Tim Ombudsman RI Sulbar ke sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah...
 

Kasus Pengeroyokan TNI, Jukir: Kalau Mau Ribut, Lepas Seragam Lo..

FAJARONLINE.CO.ID -- Kejadian pengeroyokan anggota TNI di kawasan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur, ternyata para pelaku sempat mabuk. Sehingga,...
 

Tubuh Pria Ini Mendadak Berubah Seperti Popeye

FAJARONLINE.CO.ID, PISCO—Popeye selama ini hanya kita kenal sebagai sosok kartun di film anak-anak. Namun, sekarang, seorang pria dengan...
 

Perkosa ABG dan Merekamnya, Polisi Dipenjara 25 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Seorang petugas polisi dengan 'nafsu tak terpuaskan' karena memangsa gadis-gadis muda telah dipenjara...
 

Jalaluddin Akbar Resmi Gantikan Mukhtar Tompo di DPR RI

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Mukhtar Tompo resmi digeser dari posisinya di DPR RI. Jalaluddin Akbar menggantikannya sebagai anggota DPR RI dari...
 

Gara-gara Pelecehan Seksual Anak, Bendahara Vatikan Diberhentikan

FAJARONLINE.CO.ID, MELBOURNE -- Orang ketiga paling berkuasa di Gereja Katolik telah terbukti bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak...
 

Kecelakaan Kereta di Ankara, 9 Tewas

FAJARONLINE.CO.ID, ANKARA—Sebuah kereta berkecepatan tinggi menabrak mesin kereta api dan menabrak jembatan penyeberangan pejalan kaki kemarin...
 

Aturan dan Jadwal Pengundian Babak 16 Besar Liga Champions

FAJARONLINE.CO.ID, NYON—Pengundian babak 16 besar Liga Champions akan digelar, Senin mendatang. Berikut jadwal resmi dan aturan...
 

Profil Klub 16 Besar Liga Champions dan Calon Lawan Mereka

FAJARONLINE.CO.ID, NYON—Liga Champions 2018/2019 sudah memasuki babak 16 besar. Berikut profil masing-masing klub dan calon lawan mereka di...

Load More