Fajar

  Breaking News

KPU dan DPRD Puncak Dituding Lindungi Cawabup Berijazah Palsu

IST
Politik - 23 Mei 2018, 22:33:30

FAJARONLINE.CO.ID -- Profesionalisme dan netralitas KPU Kabupaten Puncak, Papua kembali dipertanyakan. Kredibilitasnya dalam menjalankan proses demokrasi terus menuai sorotan.

KPU Kabupaten Puncak, dinilai secara terang-terangan terus berupaya melindungi pasangan calon bupati dan wakil bupati Willem Wandik-Alus UK Murib (Willem-Alus) agar memuluskan jalan berlaga di TPS sebagai paslon tunggal. Padahal Alus telah terbukti dan sah menggunakan ijazah palsu.

Hal itu dipertegas oleh paslon rivalnya, Refinus Telenggen-David Ongomang (Tenang) melalui tim kuasa hukumnya, Laode M Rusliadi. Dia mengatakan, putusan Pengadilan Tinggi Jayapura bernomor 30/Pid.Sus/2018/PT JAP, yang ditetapkan 7 Mei 2018 telah menolak banding yang diajukan cawabup Alus Murib.

Sehingga, putusan Pengadilan Tinggi Jayapura disebut Laode, telah berkekuatan hukum tetap (Inkrah), dan menguatkan putusan Pengadilan Nabire sebelumnya yang memvonis Cawabup Alus Murib bersalah menggunakan Ijazah palsu dengan vonis pidana selama satu tahun.

"Namun, Putusan Pengadilan yang telah inkrah tidak ditindaklanjuti oleh KPU Puncak. Sehingga sangat jelas mereka (KPU) melindungi Cawabup yang telah terbukti sebagai terpidana penggunaan ijazah palsu," ujar Laode.

Laode menuturkan, berdasarkan ketentuan PKPU nomor 3 Tahun 2017 pasal 82 huruf (a), vonis pidana bagi kandidat yang telah berkekuatan hukum tetap harus segera direspons dan disepakati oleh gabungan parpol pengusung dengan menunjuk calon pengganti terhitung 7 hari pasca putusan inkrah ditetapkan.

Namun kata Laode, berkas dan bukti kesepakatan Parpol terkait penunjukan calon pengganti Cawabup Alus Murib terbukti telat dilaksanakan dan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

"Sehingga, sesuai aturan PKPU terkait penunjukan calon pengganti berdasarkan tenggang waktu 7 hari yang tak mampu dipenuhi oleh parpol pengusung mereka, maka paslon tersebut dinyatakan gugur," ujarnya.

Hanya saja lanjut Laode, KPU Puncak semakin menguatkan indikasi keberpihakan dengan melabrak aturan PKPU. KPU kata Laode, tetap ngotot melakukan pleno penetapan penggantian Cawabup Alus dengan Pellinus Balinal meski terbukti melewati tenggang waktu dan tidak memenuhi syarat berdasarkan kesepakatan parpol pengusung mereka.

"Sikap tiga orang komisioner KPU yang berpihak dan sangat jelas telah melabrak aturan PKPU telah kami laporkan ke DKPP, dan akan segera disidangkan Kamis, pekan ini," ujarnya.

Menurut Laode, bukti dan fakta terkait kecurangan KPU Puncak telah mereka lampirkan. Termasuk diloloskannya terpidana ijazah palsu, Alus UK Murib sebagai Cawabup tanpa proses penelitian dan verifikasi yang valid.

Hal itu, kata Laode, sudah menjadi bukti kekeliruan kinerja dari pihak penyelenggara saat melakukan verifikasi pencalonan.

Apalagi, kata dia, dari tiga paslon yang mendaftar, KPU Puncak hanya menetapkan satu paslon. Sementara, paslon jagoannya, Refinus-David dan satu kandidat lainnya disebut sengaja dijegal oleh penyelenggara.

"Masalah ini harus disikapi oleh DKPP dengan memecat tiga komisioner KPU, karena sejarah konflik di Kabupaten Puncak yang banyak menimbulkan korban jiwa itu juga dipicu oleh berpihaknya penyelenggara saat pilkada. Kami tak ingin itu terulang karena kecurangan KPU," ujar Laode.

Pernyataan Ketua DPRD Puncak Dikecam

Ketua Tim Sukses Refinus-David, Pisai Weya, juga menyesalkan pernyataan ketua DPRD Puncak, Ruben Uamang. Ruben sebelumnya menyebut jika kedatangan beberapa orang kepala suku di kantor DKPP dapat memunculkan konflik.

Menurut Pisai, desakan para Kepala suku ke DKPP agar tiga komisioner KPU Puncak segera disidang murni merupakan aspirasi mayoritas warga Kabupaten Puncak yang ingin Pilkada berlangsung adil tanpa kecurangan.

"Menurut saya, justru calon tunggal akan menimbulkan masalah karena sudah tidak memenuhi syarat karena calon wakilnya berijazah palsu, dan calon lain yang memenuhi syarat digugurkan oleh KPU dan akibatnya KPU setempat terjerat kode etik karena ada indikasi keberpihakan," ujar Pisai.

Pisai menegaskan, Sikap Ruben sebagai ketua DPRD Puncak yang seolah membawa nama masyarakat Puncak sangat jauh dari fakta. Sebab kata dia, Ketua DPRD merupakan ayah kandung dari cabup petahana Willem Wandik.

"Hal ini yang akan menimbulkan masalah. DPRD Kabupaten Puncak yang bicara banyak di media ini kan tim sukses petahana, bukan wakil rakyat lagi," ujarnya

Jadi, lajutnya, keliru jika DPRD Puncak atas namakan wakil rakyat. Untuk saat ini yang dipercaya oleh masyarakat hanya kepala suku. "Itu karena kepala suku hadir mewakili rakyat, beda dengan DPRD yang atas namakan rakyat. Apalagi, Ketua DPRD Puncak adalah ayah kandung dari calon petahana," kata Pisai. (rdi)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Muhammad Nursam

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Persija Tidak Bisa Mainkan Pemain Barunya di AFC, Bagaimana dengan PSM?

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Persija Jakarta tampil di Liga Champions Asia (LCA) pada babak kualifikasi, preliminary round menghadapi Home United....
 

Kapolres Gowa Menantang Maut demi Evakuasi Warga Korban Banjir

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA - Pihak Pengelola Waduk Bili-bili kembali merilis data terbaru terkait tinggi elevasi air di Waduk...
 

Keramas Setiap Pulang Kerja, Ternyata Sang Istri Selingkuh

FAJARONLINE.CO.ID,SURABAYA--Cara baru untuk  mengetahui pasangan selingkuh adalah dengan mengamati perubahan perangainya. Seperti yang...
 

14 Bulan Irjen Pol Umar Jabat Kapolda Sulsel, Ini yang Pernah Dilakukannya

  FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Selama 14 bulan Irjen Pol Umar Septono menjaga keamanan di Sulsel sebagai Kapolda. Kini Umar...
 

Kasus Prostitusi Online Tak Hanya Artis, Namun Libatkan Juga Selegram

FAJARONLINE.CO.ID,SURABAYA--Penyidikan kasus prostitusi online yang melibatkan sederet artis, selebgram dan model terus berlanjut. Namun,...
 

Ribuan Warga Gowa Mengungsi, Posko Sudah Disiapkan

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA--Ribuan warga Gowa terpaksa mengungsi akibat dibuka pintu tanggul Bendungan Bili-bili, Selasa (22/1/2019). Bupati...
 

SMP-SMA Negeri Sudah Harus Ada di Kecamatan Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Kecamatan Makassar merupakan salah satu dari 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar, Sulsel.  Sayangnya,...
 

Kurir Ditangkap Bawa Sabu-sabu 5 Kg, Pemiliknya Masih Dikejar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sindikat narkotika kembali diungkap oleh BNNP Sulsel dibantu Polda Sulsel. Barang bukti yang ditemukan 5...
 

Dua Pemuda Diringkus Polisi, Ambil Uang di ATM Tanpa Mengurangi Saldo

FAJARONLINE.CO.ID,SERANG--Dua pemuda inisial DS, 20, dan AS, 23, mengambil uang tanpa mengurangi saldo di mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Aksi...
 

Mempersempit Ruang Gerak Penyebar Hoaks, Ratusan Akun Palsu Dihapus

  FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Facebook, Instagram, dan WhatsApp baru saja menggelar acara di Jakarta, Senin (21/1). Acara tersebut berkenaan...
 

Oknum Driver Ojek Online Cabuli Penumpang Di Bawah Umur

FAJARONLINE.CO.ID,JOMBANG--Yulianto, 40, driver ojek online, warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang, ditangkap polisi. Menyusul tindakan...
 

Mantan Pelatih dan Pemain PSM Merapat ke Persipura

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Mantan pelatih PSM, Luciano Gomes Leandro resmi diikat Persipura sebagai pelatih anyar Boas Solossa dkk...
 

Komjen Arief Digeser dari Kabareskrim, Ini Alasan Mabes Polri

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Kapolri Jenderal Tito Karnavian lagi-lagi melakukan perombakan di institusinya. Jabatan Kepala Bareskrim Mabes Polri turut...
 

Diduga Disiksa, Imam Masjid Nabawi Meninggal di Penjara

FAJARONLINE.CO.ID--Akademisi Saudi terkemuka Ahmed Al Amari meninggal di penjara. Dilansir dari Al Jazeera pada Senin (21/1) para aktivis Saudi...
 

Jokowi Beli Sabun Cuci Senilai Rp2 Miliar Menuai Kontroversi, Begini Penjelasan Istana

FAJARONLINE.CO.ID,JABAR-- Presiden Joko Widodo memborong 100 ribu sabun cuci piring dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Garut, Jawa...
 

Mahasiswa FKM Unhas Ajak Warga Desa Bontobangun Hidup Sehat

  FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR--Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin periode 2018/2019 menyelenggarakan...
 

FOTO : Bili-bili dan Jembatan Putus

Warga Manuju yang berada di bawah bendungan Bili-Bili panik saat mendengar suara sirene status siaga dari arah bendungan, Selasa 22 Januari....
 

Lantamal VI Kirim Pasukan Marinir Evakuasi Masyarakat Korban Banjir di Gowa

FAJARONLINE.CO.ID, GOWA-- Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Makassar mengirimkan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari...
 

Bob Wahyudin Sapa Warga Tanggul Patompo Parang Tambung

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR,--- Calon legislatif (caleg) DPRD Provinsu Sulsel dari Partai NasDem, Dr. dr. Bob Wahyudin, Sp.A(K) semakin intens...
 

Garap Parepare, SYL Optimis Ke Parlemen dan Menangkan Jokowi

  FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE -- Mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, turun ke daerah mengkampanyekan Calon Presiden nomor urut satu,...
 

Berencana Berkunjung di Pare-pare, SYL Mampir Melihat Warga Barru Tertimpa Banjir

FAJARONLINE.CO.ID, BARRU - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai NasDem membidangi hubungan daerah dan otonomi daerah, Syahrul Yasin Limpo (SYL),...
 

Jalan Poros Maros Macet Total

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS-- Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Maros berdampak pada arus lalu lintas, Selasa (22/1/2019)...
 

Puluhan Rumah Hanyut di Munte Jeneponto

FAJARONLINE.CO.ID,JENEPONTO --Puluhan rumah di bantaran sungai Dusun Munte, Desa Bonto Mate'ne Kecamatan Turatea, Jeneponto hanyut terbawa arus...
 

Banjir di Soppeng, Desa Ini Terisolasi

FAJARONLINE.CO.ID,SOPPENG--Hujan yang mengguyur Soppeng menimbulkan banjir disejumlah wilayah. Banjir tersebut merendam sejumlah wilayah di...
 

Lagi, BNN Sulsel Tangkap Pengedar Sabu-sabu 5 Kilogram

 FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Setelah berhasil mengungkap peredaran sabu 4 kilogram, BNN kembali merilis tangkapan lainnya. Kali ini, sabu...

Load More