Fajar

  Breaking News

Mari Merangkul, bukan Mengutuk

Abdul Gafar
Opini - 17 Mei 2018, 11:53:19

Beberapa hari belakangan ini kita dikejutkan oleh munculnya kejadian yang memilukan hati, pikiran, dan perasaan sebagai manusia. Kasus bom bunuh diri telah menewaskan beberapa orang termasuk pelakunya di wilayah hukum Jawa Timur.

Oleh: Abdul Gafar
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar

Pertanyaan kita adalah mengapa hal ini mesti terjadi? Apa yang mendasari tindakan nekad tersebut hingga berani mengorbankan jiwanya serta orang lain? Sebuah pertanyaan kritis yang mesti dicarikan jawaban yang bijak dan tepat.

Pelaku pengeboman bunuh diri terindentifikasi merupakan satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu serta anak-anak mereka. Seandainya pelaku tidak tewas, mungkin dapat ditelusuri apa yang memotivasi mereka sehingga berani melakukan tindakan kekerasan yang merenggut nyawa dan melukai beberapa orang.

Nama-nama pelaku yang muncul ke publik sudah ditegaskan dari kelompok tertentu. Citra agama yang dianut sesungguhnya tidak mencerminkan ajaran yang sebenarnya.

Muncul kemarahan secara nasional, orang ataupun institusi menyalahkan dan mengutuk keras para pelaku bom bunuh diri. Memang kita tidak menyukai adanya tindakan yang merenggut nyawa orang lain secara paksa dengan dalih apapun. Namun, kita mesti bijak mempertanyakan mengapa sehingga ada orang-orang berperilaku seperti itu?

Negeri ini dihuni oleh lebih 200-an juta manusia yang beraneka ragam pemahaman tentang agama dan negara. Ada kelompok masyarakat yang ‘dituduh’ tidak setuju dengan konsep NKRI. Ada kelompok masyarakat yang memunculkan aliran dan kepercayaan tersendiri yang berbeda dengan lainnya. Singkat kata, inilah kebhninnekaan yang mesti dipahami di negara ini.

Kepada mereka yang dianggap mengingkari NKRI, apakah mesti dibungkam dan dimatikan hak-haknya sebagai warga negara? Jawabnya tidak! Mereka harus dibina agar kembali ke jalan yang telah disepakati bersama yakni jaga keutuhan NKRI dari rongrongan pihak manapun juga. Adakah negara turut andil dalam hal pembinaan orang atau kelompok yang dianggap ‘menyimpang’ ini? Tentu negara akan menjawab ya, ada kehadiran negara di situ! Lalu, hasilnya apa?

Negeri ini sudah mengalami berbagai macam goncangan yang terus mengusik ketenangan kita bersama. Tetapi tidak pernah ada jawaban tuntas apa yang menyebakan gejolak itu selalu muncul dan pada momen-momen tertentu.

Beberapa pemberontakan yang pernah terjadi di tanah air tertulis dalam sejarah bangsa ini. Mengapa mereka memberontak? Jawabannya apa ya? Ada yang dinamakan gerakan pengacau keamanan, kelompok separatis, kelompok masyarakat bersenjata, gerakan pengacau liar, dan semacamnya. Negara telah mengorbankan biaya yang tidak terbilang banyaknya. Namun, hasilnya apa? Korban dari banyak pihak terus berjatuhan, baik aparat negara maupun rakyat yang diidentifikasi atau dituduh sebagai kelompok perlawanan tersebut.

Kembali kepada pelaku pengeboman bunuh diri yang berakhir dengan kematian. Pelaku bom bunuh diri ini dari nama dan aktivitasnya jelas beragama Islam. Pertanyaan kita, apa dalam ajaran Islam dibenarkan bunuh diri? Sepanjang pengetahuan penulis, bunuh diri ganjarannya adalah neraka, bukan surga. Lalu, mengapa masih ada orang ingin membunuh dengan bunuh diri?

Islam yang benar tidak mengajarkan cara-cara seperti itu. Islam sangat menghargai yang namanya nyawa manusia. Islam itu cintai damai, menyelesaikan masalah dengan santun tanpa mencederai. Jangankan membunuh manusia, hewan dan tumbuhan pun tidak boleh diperlakukan secara semena-mena.

Kalau ada manusia yang melakukan cara-cara kekerasan terhadap manusia lainnya atas dalih agama, perlu dipertanyakan pemahaman agama mereka. Adakah mereka telah ‘dicuci’ otaknya oleh kelompok tertentu sehingga menghalalkan nyawa manusia lainnya untuk dicabik-cabik begitu saja?

Berita yang kita baca dan tonton lewat media elektronik memperlihatkan orang-orang terduga teroris di beberapa tempat telah ‘dibumikan’. Dari mana aparat keamanan mengetahui bahwa mereka adalah teroris? Seyogianya orang atau kelompok yang terindikasi teroris dapat dibina dengan baik. Pengetahuan, sikap dan keyakinan mereka perlu diintervensi dengan baik dan benar. Mereka ini jumlahnya tidak banyak, sehingga dapat dilakukan penanganan secara cermat.

Mereka memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam hal-hal tertentu, misalnya merakit bom dan semacamnya. Keahlian ini perlu dimanfaatkan untuk kepentingan negara dan kemaslahatan bangsa. Bukan justru untuk menghancurkan bangsa sendiri.

Peristiwa pengeboman yang terjadi di tanah air dapat merusak suasana persatuan dan kedamaian masyarakat. Sudah saatnya kita melakukan introspeksi diri sejauh mana pemerintah bersama seluruh komponen yang ada turut membangun kesadaran bernegara dan berbangsa. Jangan kita biasakan mengutuk, tetapi marilah kita merangkul mereka yang berpotensi merusak kedamaian di negeri ini. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Ini Pengakuan Dirut PLN Usai Diperiksa KPK Soal Kasus Suap PLTU Riau-1

FAJARONLINE.CO.ID -- Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1,...
 

Marckho Pamit Setelah Laga Lawan Arema

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Bek kanan Sriwijaya FC Palembang Marckho Sandy Merauje semakin dekat untuk berseragam Persija Jakarta pada putaran...
 

Ketika Akademisi Turun Berpolitik

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wacana Guru besar atau pun pengajar (dosen) berpolitik sudah menjadi hal yang lumrah bagi panggung perpolitikan di...
 

Sumur Keluarkan Minyak Bikin Heboh Warga Desa di Wajo

Fajaronline.co.id, Wajo -- Warga Dusun Wele II Desa Wele Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo tiba-tiba dihebohkan oleh sebuah sumur. Pasalnya,...
 

Pemkab Salurkan Elpiji Kuota Khusus untuk Masyarakat di Pulau Terluar

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Pemerintah Kabupaten Pangkep menyalurkan ribuan elpiji untuk masyarakat di wilayah pulau terluar.   Bupati...
 

IPMI Sidrap Benahi Dusun Lariu, Ini Programnya

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Sidenreng Rappang (IPMI Sidrap), Badan Koordinasi Perguruan Tinggi (BKPT) UNM dan...
 

Agar Terhindar dari Gangguan Setan dan Jin, Ini Cara Merugyah Diri Sendiri

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Dizaman serba digital ini setiap orang seperti dituntut untuk melakukan pekerjaan dengan sempurna tanpa cacat cela....
 

Irhamsyah Gaffar Bakal Jadi Penantang Incumbent di Dapil Biringkanayya-Tamalanrea

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wakil Ketua  PDIP Sulsel Irhamsyah Gaffar masuk sebagai bakal caleg di daerah pemilihan (dapil) tiga meliputi...
 

PKS Bantah Singkirkan Anis Matta dan Loyalisnya dari Daftar Bakal Caleg

FAJARONLINE.CO.ID -- Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menepis tudingan yang menyebut partainya...
 

Usianya Masih 21 Tahun, Perempuan Cantik Ini Bidik Kursi DPRD Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Baru lulus kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Ummu Kamilah sudah membidik kursi DPRD Sulsel. Dia...
 

PSK Meninggal Usai Terima Tamu di Kamarnya

FAJARONLINE.CO.ID -- Para penghuni dan pengunjung lokalisasi Merong, Muara Teweh, Kalimantan Tengah, geger karena ada dua wanita penjaja cinta...
 

THE RINRA HOTEL RAYAKAN ULTAH KE-2

Komisaris Utama Phinisi Sulawesi, Wilianto Tanta bersama keluarga dan Direksi Phinisi Hospitality merayakan Ulang Tahun The Rinra Makassar yang ke-2...
 

Penahanan Owner Abu Tours Dilimpahkan ke Kejari Sulsel

Penahanan owner Abu Tour, Hamzah Mamba, dilimpahkan ke Kejari Sulsel, Jl Ammanagappa, Jumat, 20 Juli. Dia ditahan di Rutan Makassar usai pemberkasan....
 

Mahfud MD Paling Berpeluang Dampingi Jokowi, Ini Alasannya

FAJARONLINE.CO.ID -- Presiden Joko Widodo sempat menyebut nama Mahfud MD sebagai salah satu calon pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang. Selain...
 

Beras Saset Harga Rp2.500 Segera Diedarkan di Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR--Perum Bulog Divre Sulselbar tidak lama lagi akan menjual beras saset di pasar hingga ke daerah. Saat ini Bulog...
 

Dari Ahli Listrik, Ketua HIPMI PT, Kini Harianto Albarr Bidik Caleg DPRD Sulsel

Fajaronline.co.id, Makassar -- Perhelatan pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 kini tinggal beberapa bulan. Proses pendaftaran bakal calon pun...
 

KRI Dewaruci Akan Membawa Obor Asian Games 2018 di Perairan Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Bila tidak ada aral melintang Kirab Obor Asian Games 2018 di kota Makassar akan berlangsung berbeda dengan daerah...
 

Sadis... Demi Narkoba, Tiga Remaja Nekat Begal dan Bunuh Siswa SMP

FAJARONLINE.CO.ID -- Demi narkoba, tiga remaja di Sumsel nekat membegal siswa SMP bernama Ahmad Zaki. Korban yang masih berumur 14 tahun ditemukan...
 

Menyelinap Lewat Dapur, Saat Istri ke Kantor, Istri Sepupu Diembat

Donwori memang gila. Tak mampu menahan nafsu, cinta yang terpendam terus dia luapkan kepada istri tetangganya. Yang tak lain adalah wanita yang juga...
 

Dibeli Liverpool, Alisson Becker Jadi Kiper Termahal Dunia

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Alisson Becker resmi menjadi milik Liverpool. Dibeli 66,8 juta poundsterling atau sekitar Rp1,2 triliun, Alisson...
 

Muktamar MABI XXI, Uji Kompetensi Lewat Workshop

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR-- Muktamar Ahli Bedah Indonesia (MABI) XXI, menggelar workshop besar-besaran di beberapa tempat dan rumah sakit. Ada tiga...
 

Akhirnya... ASN Gowa dengan Wartawan TVRI Ini Cipika Cipiki

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA -- Perselisihan gara-gara parkiran antara ASN Bappeda Gowa, Dienul Akmal Baharuddin Mangka dengan Wartawan TVRI...
 

Tahun ini Guru Honorer Diangkat, Syaratnya Ini

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Guru honorer bisa diangkat menjadi CPNS dengan syarat sudah bersertifikasi. Itu pun harus melalui tahap seleksi dan...
 

Dalam Pandangan Islam Selingkuh itu Perbuatan Keji

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Seringkali kita mendengar cerita mengenai perselingkuhan, bahkan di televisi banyak sekali kisah-kisah tentang hal...
 

Miris, Banyak Anak Putus Sekolah di Daerah Terpencil

FAJARONLINE.CO,ID, MALILI -- Kondisi sekolah di daerah terpencil di Luwu Timur memprihatinkan. Banyak anak tidak sekolah setelah tamat...

Load More