Fajar

  Breaking News

Pasar Induk Beras untuk Stabilisasi Harga

M. Saleh S. Ali
Opini - 16 Mei 2018, 11:09:56

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia sebagai penghasil beras utama, dan setiap tahunnya mengalami surplus.

Oleh: M. Saleh S. Ali
Guru Besar Fakultas Pertanian Unhas

Menurut perhitungan Bulog (2017), Provinsi Sulawesi Selatan mengalami surplus sebesar 3,249,274 ton dengan kualitas yang baik karena didukung oleh teknologi pasca panen yang sudah hampir merata di seluruh kabupaten.

Surplus produksi tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Selatan, sebagian besar dipasok ke hampir seluruh provinsi di Indonesia. Tahun 2017, Divre Bulog Sulsel mengirim beras dari provinsi ini ke provinsi lain sebanyak 260.768 ton. Jumlah ini masih kecil dibanding dengan jumlah aktual beras yang dikirim oleh pedagang yang datanya belum terdeteksi dengan baik.

Surplus beras Sulsel yang begitu besar sangat rentan menjadi permainan para mafia perberasan yang dapat merugikan petani. Karena itu di Sulawesi Selatan mendesak dibangun Pasar Induk Beras (PIB) sebagai instrumen stabilisasi harga yang terintegrasi secara nasional.

Ketidakstabilan harga
Pada musim tanam lalu, harga gabah di Sulawesi Selatan mengalami gejolak yang signifikan. Harga gabah yang biasanya Rp4.000/kg mengalami kenaikan sampai Rp5.500/kg. Kenaikan harga gabah ini memicu juga kenaikan harga beras yang mencapai harga diatas harga eceran tertinggi (HET). Bagi petani kenaikan ini menjadi “berkah” karena dapat meningkatkan pendapatannya, tetapi disisi lain kenaikan ini berakibat negative bagi konsumen dan dapat mendorong inflasi.

Berbagai respons yang diberikan pemerintah untuk menanggulangi gejolak ini, diantaranya melalui pembatasan ruang gerak perdagangan gabah/beras dengan mengerahkan polisi dan TNI untuk menahan gabah untuk keluar daerah dan hanya boleh menjual ke Bulog, namun pendekatan yang berbau kekuasaan dan pemaksaaan ini tidak efektif dan ahirnya diberhentikan.

Masalah spekulasi pedagang beras antar pulau ditengarai paling banyak pengaruhnya terhadap ketidakstabilan harga di Sulawesi Selatan dibanding pemicu lainnya. Para pedagang beras/pengusaha penggilingan beras yang berskala besar mempunyai jaringan pemasaran dengan pedagang beras di daerah yang sudah terbangun sejak lama. Ketika stok beras di daerah tujuan mengalami gangguan, para pedagang di daerah tersebut tidak segan untuk meminta mitranya di Sulawesi Selatan untuk mengirimkan beras walaupun dengan harga tinggi. Bahkan banyak diantara mereka yang melakukan pre-payment (pembayaran lebih dahulu). Situasi ini mendorong pedagang dan pengusaha penggilingan melakukan pembelian gabah/beras walaupun dengan harga tinggi untuk memenuhi permintaan mitranya yang sudah melakukan pre-payment.

PIB sebagai instumen
Pembangunan PIB di Sulawesi Selatan ini mempunyai fungsi strategis yaitu sebagai salah satu instrumen pengendali harga beras; menjadi acuan data stok dan harga; menjadi pusat perdagangan wilayah yang dapat meningkatkan pendapatan daerah; menjamin ketersediaan, pasok dan keterjangkauan bagi konsumen; mempercepat penyerapan produksi petani; dapat menjadi instrumen dalam merubah mind-set petani untuk berorientasi profit melalui perbaikan mutu produksinya sehingga dapat meningkatkan pendapatannya.

Di Sulawesi Selatan, Pasar Induk Beras itu direncanakan dibangun di Kompleks Pergudangan Bulog Lapadde di Kota Pare-Pare. Pilihan ini terutama didasarkan oleh posisi Pare-pare yang dikelilingi oleh daerah penghasil beras yaitu Kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Wajo.

Di PIB, harga beras yang berlaku berdasarkan mekanisme pasar sepanjang tidak melewati harga tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Dalam situasi normal, Bulog ikut terlibat trading (sebagai pedagang) seperti pedagang yang lain. Tetapi ketika harga sudah melebih HET, maka fungsi Bulog berubah dari trader menjadi stabilator dengan melepas stoknya ke pasar. Dengan masuknya stok Bulog tersebut diharapkan harga kembali stabil. Jadi, dengan sistem ini, operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog selama ini ke pasar-pasar tidak diperlukan, cukup dilakukan di pasar induk. Dengan mekanisme seperti ini Pasar Induk berfungsi menjadi stabilisator harga.

Permasalahan
Permasalahan yang perlu dicarikan solusinya agar PIB Lapadde dapat berfungsi seperti yang diharapkan yaitu bagaimana mengusaha para pedagang/pengusaha penggilingan beras bisa masuk ke pasar untuk bertransaksi yang selama ini transaksi dengan mitranya dilakukan melalui online. Karena itu perlu dilakukan promosi dan sosialisasi secara sistematis kepada para pedagang dan pengusaha penggilingan beras.(*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Jelang Final, Bomber Muslim Liverpool Kirim 300 Jersey untuk Keluarganya di Kampung

FAJARONLINE.CO.ID, KIEV—Jelang final Liga Champions kontra Real Madrid, penyerang Liverpool, Sadio Mane mengirim 300 kaos Liverpool ke kampung...
 

Ini Permintaan Tim TP pada Polisi

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE - Ketua Tim Pemenangan Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP), Kaharuddin Kadir menyesalkan terjadinya teror di depan posko...
 

Tempati Ruangan Baru, Semangat Anggota Polres Harus Tambah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKALE - Polres Tator menambah tiga ruang kantor. Masing-masing untuk satuan narkoba, satuan reskrim, dan bagian Ren....
 

Pep Guardiola Buru Gelandang Napoli

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Manchester City langsung berburu pemain baru setelah musim gemilang dimana mereka meraih dua gelar di musim...
 

Perjalanan Liverpool ke Final Liga Champions: Banyak Pesta Gol, Berjuang dari Kualifikasi

FAJARONLINE.CO.ID, KIEV—Liverpool harus melewati perjalanan panjang menuju ke partai puncak Liga Champions musim 2017/2018. Tak seperti Real...
 

Manchester United Incar Dua Pemain Juventus

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Manchester United mencoba menggembosi raksasa Italia, Juventus. Dua pemain yang berjasa besar membantu Si Nyonya...
 

Perjalanan Real Madrid ke Final Liga Champions: Penuh Badai dan Kontroversi

FAJARONLINE.CO.ID, KIEV—Real Madrid membutuhkan 12 pertandingan untuk sampai di babak final Liga Champions. Kendati hanya melakoni dua laga...
 

Pangdam XIV Hasanuddin Minta Prajurit Jaga Ukhuwa

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Momen ramadan dimanfaatkan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti untuk berkeliling ke semua markas...
 

Masjid Rampung, Polres Bone Santuni Anak Yatim dan Korban Banjir

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Polres Bone menggelar acara buka puasa bersama di markasnya, Jumat, 25 Mei. Acara tersebut dirangkaikan dengan...
 

Libur Lebaran, Bank Diminta Tetap Beroperasi Maksimal

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah cukup risau, pasca diputuskan durasi waktu libur lebaran hingga 10 hari lamanya. Sebab, jangan sampai...
 

Kebersamaan Yuddy Chrisnandi, Buka Puasa Bersama di Ukraina

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR---Minggu pertama bulan ramadan, 25 Mei 2018, KBRI Kyiv mengadakan buka bersama dengan duta besar negara-negara sahabat....
 

Posko TP Diteror, Ini Pemicunya

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE - Teror yang terjadi di depan posko TP diakui dilakukan simpatisan FAS. Ini imbas konvoi ugal-ugalan yang disebut...
 

Parepare Memanas, Posko Induk TP Diteror

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE - Pilkada Parepare mulai memanas. Posko induk paslon Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP) diisukan diserang orang tak...
 

NPL Naik, Ini Saran Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Menghadapi tren NPL yang naik secara di bulan April 2018, Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel...
 

April, Sektor Kontruksi Sumbang NPL Tertinggi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Perbankan perlu mengambil langkah dalam mengatasi tingginya noan Performing loan (NPL). Terutama di sektor...
 

Empat Kabupaten Dapat Jatah Rumah Khusus

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya menekan backlog perumahan. Diantaranya...
 

Tiongkok, Tujuan Terbesar Ekspor Marmer

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Potensi hasil alam Sulsel menjadi incaran banyak negara. Salah satunya marmer dengan ekspor terbesar ke...
 

Pengembang Sambut Baik Program Tapera

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Meskipun direncanakan beru berjalan tahun depan, program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mendapat respon positif...
 

Anggaran THR Tinggi, Developer Incar ASN

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- ASN tahun ini menikmati tingginya anggaran THR. Developer menilai bisa menjadi ceruk pasar dalam menjual...
 

Abdi Asma: Saya Tetap DIAmi

FAJARONLINE.CO.ID. MAKASSAR -- Sekretaris DPC Demokrat Makassar, Abdi Asmara menegaskan jika dirinya tetap bersama Moh Ramdhan Pomanto-Indira...
 

Beras Saset Bulog Harga Rp2.500 Segera Diedarkan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Bulog merealisasikan rencana menjual beras dalam kemasan saset 200 gram. Rencanya pekan depan dijual di berbagai...
 

Ikuti Jejak PSM, Persipura Juga Tumbang di Markas Persija

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Persaingan di papan atas Go-jek Liga 1 2018 makin sengit. Setelah PSM Makassar, Persipura Jayapura dan Madura United...
 

Ketua DPD REI Sulsel: Perantau Bugis Makassar Suka Investasi Rumah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ramadan dan lebaran bagi pelaku usaha menjadi momen yang ditunggu. Pasalnya konsumsi masyarakat akan...
 

Prof Andalan Ingin Tanete Bulukumba jadi Pusat Penghasil Buah

FAJARONLINE.CO.ID, BULUKUMBA - Untuk kesekian kalinya, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah - Andi...
 

Kalah 1-3 dari China, Tim Thomas Indonesia Gagal Lolos ke Final

FAJARONLINE.CO.ID, BANGKOK—Ambisi Tim Thomas Indonesia untuk melaju ke babak final Piala Thomas gagal terwujud. Di babak semifinal, Anthony...

Load More