Fajar

  Breaking News

Pilgub Sulsel, 4 Lembaga Survei Terbaik Nasional Unggulkan Prof Andalan

Prof Nurdin Abdullah diklaim tetap unggul dalam berbagai survei.
Pilgub Sulsel 2018 - 15 Mei 2018, 18:52:36

Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2018 yang tersisa sekitar sebulan lagi, kontestasi para kandidat peserta Pilgub Sulsel semakin terlihat menajam.

 

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Adu strategi, taktik dan pergerakan tim pemenangan terlihat eksposif untuk meraih dukungan dan simpati para pemilih.

Adapun liris survei terbaru yang dikeluarkan lembaga survei Indikator pimpinan Profesor Burhanuddin Muhtadi masih menempatkan Prof Andalan dalam puncak survei dengan hasil survei Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Hasil survei yang dirilis Indikator adalah Prof Andalan menempati urutan teratas yakni 27 persen. Urutan kedua NH-Aziz dengan 22 persen sedangkan IYL-Cakka serta AAN-TBL masing-masing memperoleh 21 persen dan 5 persen.

Yang penting dicatat bahwa Lembaga survei Indikator merupakan lembaga survei yang dikenal sebagai lembaga survei independen dan tak terkait dengan salah satu kandidat peserta pada Pilgub Sulsel kali ini.

Hal ini diperkuat oleh Prof Hamdi Muluk, pengajar pasca sarjana dan ketua program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang mengatakan lembaga survei ini memang dikenal sebagai lembaga kredibel, independen serta sangat ketat dalam hal metodeloginya, selain lembaga survei Indikator, juga lembaga survei Indo Barometer dan Populi Center.

“Ini karena lembaga-lembaga tersebut sangat ditunjang oleh infrastruktur, sumberdaya manusia (SDM) serta kode etik kelembagaan yang kuat dan profesional serta mampu mempertanggungjaabkan hasil kerjanya”, ujarnya, di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Sementara itu, Pegamat politik dan kebijakan publik, Muh. Saifullah mengatakan fenomena ‘electoral college’ dalam era modern memang tak lagi terlepas dari hasil survei yang menjadi basis setiap tim pemenangan dalam menyusun langkah strategis pemenangan.

“Ini merupakan bagian yang tak lagi terpisahkan dalam setiap ajang pemilihan umum yang telah diterapkan di dunia internasional,” ujar peneliti dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik ini.

Dengan demikian, kata Saifullah, masyarakat juga perlu mencermati setiap hasil survei yang ada karena walaupun dirancang dengan sebuah metode ilmiah yang ketat, hasil sebuah survei adalah sebuah data yang memang harus dicerna dan dibaca dengan baik.

“Bias data, konsistensi survei dan margin error adalah bagian yang banyak dimanipulasi dalam setiap hasil survei. Ini yang mewajibkan masyarakat perlu hati-hati dan cerdas membaca setiap rilis survei dan lembaga surveinya,” ucapnya.

Satu hal yang harus menjadi rujukan masyarakat dalam membaca rilis survei, imbuh Saifullah, adalah konsistensi hasil karena bagaimanapun, fluktuasi suara dalam dalam jenjang waktu tertentu tidak akan melonjak drastis dan juga harus melihat perkembangan tren peningkatan atau penurunan suara. Dan yang terpenting adalah apakah lembaga tersebut kredibel dan profesional.

“Setiap rilis survei, walaupun dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei berbeda, kita harus melihatnya dalam sebuah tren dan kekonsistenan. Misalnya ada kandidat yang dalam survei-survei sebelumnya hanya menduduki peringkat 3 atau 4, tiba-tiba melonjak menjadi urutan 1 dengan lonjakan suara sangat drastis, maka dalam tradisi survei hal ini agak tidak masuk akal. Apalagi bila dalam survei sebelumnya sang kandidat tercatat mengalami penurunan suara”, tandasnya.

Menurut Saifullah, rilis survei dalam Pilgub Sulsel oleh beberapa lembaga survei telah dilakukan. Rujukan ilmiahnya adalah konsistensi hasil survei, dan hasilnya sepanjang rentang hasil survei yang dirilis hanya kandidat Prof Andalan yang tercatat memiliki hasil survei yang konsisten yang berasal dari lembaga survei berbeda dan dikenal kredibel.

“Ini yang harus menjadi rujukan masyarakat. Karena dalam metode survei, fluktuasi pergerakan suara dan tren suara tidak akan bergeser besar, katanya.

Prof Hamdi Muluk juga menambahkan dalam survei, tren perubahan suara tidak akan melonjak drastis. Khususnya, dalam Pilgub yang tersisa hanya 1 bulan ini, menurut Prof Hamdi, pergeseran suara yang bisa terjadi hanya kurang lebih hanya sekitar 1 persen saja.

“Walaupun terjadi sebuah perubahan besar dalam peta eklektabilitas, itu hanya berubah maksimal sekitar 1,5 persen saja. Jadi angka yang bermain dalam survei ya itu tadi 1 persen hingga 1,5 persen saja”, pungkasnya.
Berikut ini hasil survei 4 lembaga survei yang kredibel dan bergengsi nasional yang dirilis dalam rentang waktu tertentu. Hasilnya Pof Andalan menempati peringkat tertinggi dibanding kandidat lain dengan konsistensi dan tren yang tidak sedemikian drastis.

 1. Lembaga Survei Indikator

Lembaga survei Indikator pimpinan Profesor Burhanuddin Muhtadi baru-baru ini merilis hasil survei Pilgub Sulsel.

Hasilnya adalah Prof Andalan menempati urutan teratas yakni 27 persen. Urutan kedua NH-Aziz dengan 22 persen sedangkan IYL-Cakka serta AAN-TBL masing-masing memperoleh 21 persen dan 5 persen.
Demikian juga dalam survei Top of Mind yang menempatkan Prof Nurdin Abdullah sebesar 17, 4 persen dan di susul NH-Aziz 10,5 persen. IYL 7,7 persen dan Agus Arifin Nu’man 2,2 persen.

 2. Lembaga Survei Indo Barometer

Hasil survei Indo Barometer dengan Direktur Eksekutif Mohammad Qodari menunjukkan pasangan berjuluk Prof Andalan menempati posisi teratas, dengan perolehan elektabilitas 26,1 persen. Disusul pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) menempati posisi kedua, dengan angka 16,3 persen.
Sementara, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) meraup 15,9 persen dan di posisi buncit, pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) dengan elektabilitas 5,4 persen.
Sebanyak 14,5 persen responden yang tidak menjawab (tidak memiliki pilihan). 20,1 persen responden yang belum memutuskan dan 1,8 persen responden yang masih merahasiakan pilihannya.

3. Lembaga Survei Populi center

Jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2018, elektabilitas pasangan Prof. Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) kembali melonjak tak terbendung naik hingga 6 persen dibanding dengan hasil survei Pilgub terakhir yang pernah dilakukan Indo Barometer beberapa waktu lalu yakni 26,1 persen.
Lonjakan elektabilitas ini ditunjukkan dari survei Populi Center yang merilis hasilnya di Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Dalam diskusi media media yang bertajuk

"Peta Elektabilitas Kandidat di Pilgub Sulsel", di kantor Populi Certer, menunjukkan pasangan Prof. Andalan memperoleh angka 32 persen yang disusul pasangan IYL- Cakka dengan perolehan angka 20,3 persen.
Di urutan ketiga pasangan NH-Azis memperoleh 17,0 persen dan di nomor buncit bertengger pasangan AAN-TBL dengan angka 10, 9 persen.

Adapun responden yang tidak menjawab atau belum tahu berjumlah 19,9 persen.
Menurut Populi Center, survei ini menjelaskan tingkat kemantapan pemilih di Sulsel sangat tinggi yakni 52,8 persen.

Ini mengindikasikan tingkat kecerdasan pemilih Sulsel sudah tinggi dan mampu menentukan pilihannya berdasarkan track record para kandidat.
Survei ini dilakukan di 80 desa/kelurahan se Sulsel dengan metode multi tage random sampling. Dilaksanakan dengan model wawancara tatap muka pada 800 responden dengan margin error 3,39 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

4. Laboratorium Psikologi Politik (LPP) Universitas Indonesia

Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sebagai kandidat terbaik dari kandidat lainnya di Sulawesi Selatan dalam rilis survei Laboratorium Psikologi Politik Univeritas Indonesi (LPP UI) untuk opinion leader atau opini pakar.
Informasi ini disampaikan Kepala Pusat LPP UI, Prof Hamdi Muluk, (16/10/2017).

"Dari keseluruhan aspek, hasil survei ini menunjukkan bahwa Nurdin Abdullah, secara konsisten memimpin dari semua calon yang dinilai," ungkap Hamdi.

Menurut Hamdi, survei ini menilai dua dimensi terpenting yang harus dimiliki oleh pemimpin politik, yaitu kapabilitas dan karakter personal yang terbagi menjadi integritas moral dan tempramen.
Dari hasil survei sebutnya mengklaim, bahwa Nurdin Abdullah memimpin hampir di semua aspek baik dari segi kapabilitas sebagai pemimpin maupun karakter personal (tempramen dan integritas moral).

"Kami ingin publik dan parpol lebih memahami kualitas pemimpin yang akan dipilihnya nanti, supaya tidak seperti beli kucing dalam karung. Jangan sampai hanya terpaku pada popularitas dan elektabilitas," katanya.

Sementara itu, dalam simulasi terbuka tanpa memberikan nama tokoh, Nurdin Abdulah menjadi Top of Mind para pakar dengan elektabilitas 62,9 persen, disusul Nurdin Halid dengan 9,1 persen dan Agus Arifin Numang 9,1 persen. (fo/rls)

Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id atau hubungi wa/tlp 0811462222

Author : Rasid

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Tantang WK 23, Kakha Andalkan Counter Attack

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kakha FC sudah menyiapkan strategi jitu menghadapi WK 23 pada laga semifinal Wali Kota Cup IV di Lapangan Hasanuddin,...
 

Lima Tahun Lagi, Bone Bakal Kekurangan 1.000 Guru

  FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Kabupaten Bone tampaknya masih butuh lebih banyak tenaga pendidik. Pasalnya, rasio guru dan sekolah yang...
 

FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kunjungi FISIP Unismuh Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Perkuat tata kelola akademik dan kemahasiswaan, FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kunjungi FISIP Unismuh Makassar,...
 

Kunjungan Direksi PT Astra Daihatsu Motor

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Direksi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) silaturahmi dengan manajemen FAJAR di Lantai 4 Graha Pena Fajar, Kamis, 18...
 

Puluhan Mahasiswa FK Untad Palu Ikut Bimbingan di FK Unismuh Makasssar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sebanyak 45 mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah,...
 

UIT Tidak Ditutup, Begini Penjelasannya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Informasi yang beredar bila kampus Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar akan ditutup,...
 

Tahap Kedua, PTPN Kirim Enam Truk Logistik ke Palu

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) kembali mengirimkan bantuan ke lokasi bencana gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah...
 

Kesal Dimintai Uang Susu, Suami Siram Istrinya dengan Ballo

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Suami seharusnya mengayomi istrinya. Bukan malah menyiksa atau menganiaya di depan tetangganya. Seperti yang...
 

Gempa 3,5 SR Guncang Wajo. Kepala BPBD Wajo : Alhamdulillah tidak Menimbulkan Kerusakan

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Gempa bumi tektonik berkekuatan 3,5 Skala Richter (SR) kembali mengguncang wilayah Kabupaten Wajo, Rabu,...
 

Tiba di Kantor KPU Makassar Tim Audit Langsung Beraksi

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR -- Mengenakan kemeja putih, tim audit yang ditunjuk oleh KPU RI, tiba di Kantor KPU Kota Makasaar, pukul 11.12 wita....
 

Tulis Buku Antologi Puisi, Suami-Istri yang Juga Guru SMAN 1 Lutra Pecahkan Rekor Muri

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Guru SMAN 1 Luwu Utara Andi Lalak, S.Pd, M.Pd dan Khaeriyah, S.Pd, M.Pd, menerima penghargaan bersama seribuan guru se...
 

Jelang Laga Perdana Piala Asia, Ini Mimpi Besar Pelatih Timnas Indonesia U-19

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri membeberkan mimpi besarnya jelang Piala Asia U-19 2018. Pelatih...
 

Target 5 Juta Wisatawan Nusantara, Borobudur Gencar Promosi di Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Borobudur sebagai satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) menjandi andalan dalarn mendatangkan...
 

Pengurus Parpol di Lutim Dibekali Ilmu Politik Jelang Pemilu

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI -- Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi pengurus...
 

Ingin Nikahi Pacar, Tak Direstui, Mata Pria Ini Dicungkil Ayahnya

FAJARONLINE.CO.ID, KARACHI—Seorang pemuda bernama Abdul Baqi mengaku matanya dicungkil oleh ayah dan saudara laki-lakinya karena menjalin...
 

Sadis, Nenek Panggang Cucunya di Oven

FAJARONLINE.CO.ID, MISSISSIPI—Seorang nenek bernama Carolyn Jones telah ditangkap karena dicurigai melakukan pembunuhan. Ia dituduh menikam...
 

Konsultasi Ranperda UMKM di Kementerian, Ketua dan Sekretaris Pansus Tidak Ikut

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO -- Anggota DPRD Palopo yang tergabung dalam pansus usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkunjungan ke Jakarta, Kamis 18...
 

Perempuan di Ruang Publik

Baru-baru ini, Yayasan Plan International Indonesia dan U-Report Indonesia merilis hasil riset yang mengejutkan banyak pihak, karena dalam riset...
 

2019 Memilih Sanreseng

Pemilihan Umum 2019 menyisakan sekitar 6 bulan ke depan. Oleh: BUSTAN KADIRMahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNHAS Komisi Pemilihan Umun (KPU)...
 

Rumah dari 5 Ribu Ton Limbah Kertas

* Tak Retak, Meski Gempa Bertubi-tubi Theo Setiaji Suteja membangun rumah berbahan baku mayoritas adonan kertas bekas dan lem. Kini bercita-cita...
 

Pembunuhan Khashoggi, Konsul Saudi: Lakukan di Luar, Anda Akan ..........

FAJARONLINE.CO.ID, ISTANBUL—Rekaman eksekusi jurnalis, Jamal Khashoggi sudah dipublish media Turki. Yeni Safak menerbitkan rincian eksekusi ini...
 

Ini 32 Negara Terkorup di Dunia

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—World Economic Forum (WEF) pada hari Selasa merilis indeks korupsi tahunan sebagai bagian dari “Global...
 

Ingin Partisipasi Pemilih Maksimal, KPU Enrekang Masifkan Gerakan Ketuk Pintu

  FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG — Upaya Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Enrekang dalam memaksimalkan pemilih menggunakan hak pilih terus...
 

Ngeri, Rekaman Tunjukkan Jari-jari Khashoggi Dipotong Saat Interogasi

FAJARONLINE.CO.ID, ISTANBUL—Media Turki menerbitkan rekaman audio yang mengerikan terkait pembunuhan jurnalis, Jamal Khashoggi. Yeni Safak...
 

LSP Mahamu Mandiri Terbitkan Sertifikasi Tingkat ASEAN

  FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Mahamu Mandiri memberikan kesempatan bagi 120 karyawan dari sektor hotel dan...

Load More