Fajar

  Breaking News

Politik Mata Uang Global

Mustajab Al-Musthafa
Opini - 12 Mei 2018, 08:51:24

Rupiah kembali mengalami pelemahan nilai tukar terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), bahkan telah menembus angka 14.000/USD dalam beberapa hari terakhir ini.

Oleh: Mustajab Al-Musthafa
Analis Politik LP3S

Ada yang memprediksi bahwa keadaan keuangan global akan mengalami gejolak walau tak separah 2008 dan 1998. Gejolak mata uang ini oleh banyak pakar dilihat sebagai akibat penyesuaian suku bunga di Bank Sentral AS (The Fed). Pihak pemerintah di pelbagai negara terdampak pun biasa menyikapinya dengan dua hal, yakni menaikkan suku bunga atau menaikkan harga komoditas tertentu seperti harga minyak (BBM).

Pelemahan mata uang negara tertentu terhadap dolar disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya dipengaruhi oleh kemampuan ekonominya seperti rendahnya rasio produk domestik dibanding utang negara (utang pemerintah) serta nilai ekspor dan impor. Indonesia berada dalam dilema itu, utang pemerintah yang terus bertumbuh sangat cepat, bahkan anggaran negara selalu defisit tiap tahun ratusan triliun. Nilai ekspor juga selalu lebih rendah dari nilai impor, hingga barang stategis pun seperti bahan kebutuhan pokok publik masih terus diimpor.

Paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah, lebih dari sepuluh paket, tak mampu mendongkrak kemampuan ekonomi negara. Kebijakan pembangunan infrastruktur tidak berbanding lurus dengan peningkatan produksi nasional. Perlu kebijakan tepat seperti pengembangan industri berbasis bahan baku lokal. Kecenderungan penguasa yang membangun hubungan bisnis ke China juga bisa menimbulkan sentimen negatif AS. Kecuali jika penguasa lihai dalam diplomasi ekonomi dengan AS.

Gejolak keuangan saat ini tidak sama dengan tahun 2008. AS tidak mengalami kondisi perekonomian seperti tahun 2008 dimana terjadi krisis macet perumahan yang melibatkan Wall Street (pasar saham), yang menyebabkan perusahaan-perusahaan pemberi kredit, penjaminan kredit, dan asuransi kredit rontok. Saat itu The Fed terpaksa memberi subsidi dalam jumlah besar kepada perusahaan-perusahaan itu, yang merupakan ‘pengkhianatan’ dari doktrin kapitalisme yang mereka anut.

Politik USD
Kunci kekuatan AS dan sekaligus kunci kestabilan moneter internasioanal sebenarnya terletak pada USD. Dijadikannya USD sebagai standar mata uang global sekaligus alat tukar perdagangan internasional, menjadikannya sebagai mata uang 'super power'. Hal itu terjadi bukanlah hal kebetulan, bukan pula sebuah kesepakatan dengan sukarela dari 44 negara yang hadir dalam pertemuan Bretton Woods itu, tapi merupakan strategi AS dalam mengendalikan dunia pasca Perang Dunia II. Posisinya sebagai negara ‘adidaya’ saat itu dapat menekan semua negara yang menentang keinginannya.

Perubahan konstalasi politik internasional pasca PD II—yang membawa AS sebagai pemimpin sekutu, pemenang perang—juga berdampak pada kondisi perekonomian global. AS kemudian dapat melakukan banyak hal tanpa hambatan berarti. Salah satunya adalah mengalihkan standar mata uang emas ke USD. Negara-negara Eropa—seperti Inggris dan Perancis yang sebelumnya merupakan negara ‘super power’ bertekuk lutut dihadapan AS melalui ‘Marshal Plan’.

Tahun 1944, AS menggelar Perjanjian Bretton Woods guna menggagas sistem keuangan internasional. Dihadiri 44 negara dimana inti ‘kesepakatannya’ adalah, “bahwa negara-negara tidak lagi menggunakan “emas” sebagai alat transaksi internasional, melainkan dengan USD yang dijamin emas. AS menjamin setiap kertas dolar yang dicetaknya memiliki jaminan emas yang disimpannya. Namun dalam perjalanannya AS pun tak lagi menjamin setiap dolar yang dicetak dengan emas. Hal itu dapat dipahami secara sederhana, dimana persediaan emas terbatas, sedang kebutuhan dolar—dari waktu ke waktu—terus meningkat.

Tahun 1971 AS menyatakan keluar dari kesepakatan Bretton Woods. USD tidak lagi di jamin dengan emas, sementara USD telah menjadi standar mata uang global dan menjadi alat tukar perdagangan internasional. Inilah titik penting dari “currency game” itu, karena antara USD dengan mata uang lainnya tidak ada kesetaraan, melainkan harus merujuk ke USD.

Kini, setelah kendali itu sekian lama berada ditangannya, dengan segala manfaat yang didapatkannya, tentu AS akan memainkan berbagai strategi agar kendali itu tetap berada ditangannya. Ia bisa menjadikan senjata ekonomi (moneter) untuk mengintervensi dan mengendalikan negara lain, tak terkecuali negara ini. Salah satunya dengan USD yang tetap menjadi standar mata uang global dan alat tukar perdagangan internasional.

Sekalipun AS dilanda krisis ekonomi atau gejolak keuangan, hal itu tidak akan melumpuhkannya, kecuali USD tidak lagi menjadi standar mata uang global dan alat tukar perdagangan internasional. Dan tak lagi menjadi negara ‘super power’ yang mengendalikan berbagai lembaga internasional. [*]

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Safari Ramadan, Bupati Luwu Utara Bermalam di Desa

FAJARONLINE. CO. ID,  MASAMBA-BupatI Luwu Utara,  Indah Putri Indriani menggelar safari ramadan sekaligus bermalam di Desa Baku-Baku, ...
 

Anak Mantu SYL dan Kader NasDem Turun Jalan Bagi Takjil

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR — Partai NasDem di Sulsel terus memperlihatkan kepeduliannya terhadap masyarakat di Sulsel. Khusus di Makassar,...
 

Garuda Tambah Jadwal Penerbangan Bua-Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO- Garuda Indonesia bakal menambah jadwal penerbangan rute Bua - Makassar. Itu terungkap saat pihak Garuda Indonesia menemui...
 

Salam Sulsel Baru Menggemah Di Pelantikan PB Ipmil Raya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR---Calon wakil gubernur Sulawesi Selatan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar mengahdiri acara pelantikan dan rapat kerja Pengurus...
 

Bersama Koalisi Rakyat, Demokrat Kawal Pemenangan IYL- Cakka

FAJARONLINE.CO.ID,PANGKEP -Partai Demokrat terus bekerja secara maksimal untuk memenangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di...
 

Polisi Bantu BPBD Pantau Banjir

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -Jajaran Polsek Majauleng, ikut serta memantau banjir bersama BPBD Kabupaten Wajo. Seperti yang terjadi di ruas Trans...
 

Perwakilan  Warga Bendungan Pammukuluk Geruduk Kantor BBWS Jeneberang  

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR---Aliansi masyarakat peduli keadilan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS)...
 

Hasamitra Suguhkan Kredit Murah Selama Ramadan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Sepanjang ramadan ini, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terus memacu performanya. Termasuk BPR Hasamitra.  Direktur...
 

Husler Ingatkan Jaga Toleransi

FAJARONLINE. CO. ID, MALILI-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi dengan tema peningkatan toleransi...
 

Kasat Lantas Polres Luwu Aktif Pantau Daerah Rawan Kecelakaan

FAJARONLINE. CO. ID,  BELOPA-Menghadapi mudik lebaran dan Operasi Ketupat,  Kasat Lantas Polres Luwu,  AKP Muhtar meninjau sejumlah...
 

Diguyur Hujan, Peringatan Hartiknas di Bulukumba Berlangsung Hikmat

FAJARONLINE.CO.ID, BULUKUMBA – Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Hartiknas) Ke-110 tahun 2018 tetap berlangsung walaupun diguyur...
 

Alumni SMA LPP UMI Bagi-Bagi Takjil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -Ikatan Alumni (IKA) SMA UMI Makassar membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan AP Pettarani...
 

Lakalantas, Satu Orang Anak Dibawah Umur Meninggal

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Nahas menimpa salah salah seorang anak dibawah umur, Muh Nur Etika Putra (15). Warga Dusun Mangempang Desa Moncongloe...
 

Peringati Harkitnas, Begini Pesan Kasrem 141 Toddoppuli

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Personel Korem 141 Toddoppuli melaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Senin, 21 Mei. Upacara itu...
 

FOTO: Komisioner KPU ke Gakkumdu

Komisioner KPU Makassar mendatangi Sekretariat Sentra Gakkumdu Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (21/5/2018). FOTO-FOTO: IDHAM...
 

Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Kreatif, 21 Napi Jadi Pasukan Merah Putih

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG— Sebanyak 21 Narapidana (Napi) di Rumah Tahananan (Rutan) Kelas II B Enrekang punya kreatifitas yang mampu...
 

Izin Usaha akan Dimudahkan jika SBY-AMM Menang

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI - Paslon bupati dan wakil bupati Sinjai, Sabirin Yahya-Andi Mahyanto Masda (SBY-AMM) berjanji akan memberikan kemudahan...
 

Mandiri Gelar Bazaar Food and Beverage di Mari

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Salah satu rangkaian kegiatan Bank Mandiri Group melalui Ramadhan Fiesta digelar di Mal Ratu Indah (Mari), Senin, 21...
 

Bos NKM Tour and Travel Dituntut Tiga Tahun Penjara

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS,--  Sidang kasus dugaan penyalahgunaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang mendudukkan bos NKM Tour and...
 

Namanya Dicoret dari Fraksi, Rahmansyah: Fraksi Golkar Memang Kejam

  FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Rahmansyah menyebut fraksi Golkar memperlakukan dirinya dengan Rismawati Kadir Dg...
 

Pendukung Patahuddin Dilarikan ke Rumah Sakit, Dikeroyok Orang Tak Dikenal

FAJARONLINE.CO.ID,  BELOPA---Insiden pengeroyokan jelang tahapan pemilihan kepala daerah serentak terjadi di Padang Sappa. Kordinator kecamatan...
 

Tantang Madrid di Ukraina, Klopp: Ini Adalah Perjalanan yang Gila

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Manajer Liverpool, Juergen Klopp berbicara tentang timnya menjelang final Liga Champions menghadapi sang juara...
 

Dicurigai Khianati Lazio untuk Loloskan Inter, Ini Pembelaan Icardi pada De Vrij

FAJARONLINE.CO.ID, ROMA—Lazio secara menyakitkan gagal lolos ke Liga Champions setelah di laga terakhir Serie A kalah 2-3 di kandang sendiri....
 

FATMA Ciptakan Rumah Inovasi untuk Telorkan 10 Ribu Pengusaha Baru

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP, -- Calon Bupati Sidrap, Hj Fatmawati Rusdi menemui warga Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Senin (21/5). Di...
 

Bawaslu Sebaiknya Awasi Lembaga Survei

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Mappinawang dorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel agar memberi...

Load More