Fajar

  Breaking News

Kolom Kosong dan Orbituari Demokrasi

Opini - 09 Mei 2018, 10:54:56

Geliat politik memang bergerak seakan tanpa arah. Liar, dan cenderung membawa arus demokrasi berpindah dari agency politik ke agency yang lain.

Oleh : saifuddin al mughniy
OGIE Institute Research and Political Development

Tidak salah pikiran awam, bahwa politik itu liar, licin, dan tak sekuat penunggang kuda yang memacu kudanya dengan kencang, analogi ini ibarat satu keutuhan komitmen. Apakah politik tak butuh komitmen? Inilah yang sedikit meresahkan publik. Agency politik begitu cepat berpindah-pindah, dari faksi yang satu ke faksi yang lainnya. Politik yang selalu bersoal tentang kepemimpinan, tetapi kadang soal yang lain terabaikan.

Nah, karenanya fenomena pengabaian tokoh, adat dan budaya menjadi sebab figuritas lokal untuk tampil sebagai pemimpin tak pernah masuk hitungan, karena tak memiliki modal politik yang mumpuni demi mempersiapkan mahar (cost) politik yang semakin menggila. Pemilik modal bisa saja dengan entengnya membeli partai dengan harga yang fantastis. Dibanyak tempat telah muncul realitas baru dengan aksara "kolom kosong", sebuah peristilahan yang mengerikan. Kengerian bukan tanpa alasan, kolom kosong ber-efek pada, (1) meniadakan figuritas dikontekstasi politik yang ada, seperti di daerah itu tak memiliki tokoh atau cerdik pandai. (2), kolom kosong menistakan demokrasi. (3), kolom kosong, lebih pada karena parpol sedikit pragmatis. (4), kolom kosong terjadi karena saling menyandera, belum lagi kehadiran para pemodal yang cenderung membeli parpol dengan biaya tinggi. Konsekuensinya adalah siapa menjadi pemenang menjadi hutang bagi pemodalnya, dan itu harus dibayar dengan mahal.

Pada aspek yang lain, fenomena "kolom kosong" adalah perlawanan terhadap budaya masyarakat, dan nampak adanya jual beli kepentingan, dan ini sudah mencederai substansi demokrasi. Bukankah demokrasi begitu menghargai budaya ketokohan? Tetapi kalau kolom kosong dalam pandangan politik berarti tak melawan siapa-siapa, terus dimana figuritas itu, di mana parpol sebagai tempat memproduksi pemimpin, apakah figur dan parpol juga ikut tergadai? Semua ini adalah realitas terburuk berdemokrasi.

Bagi Sigmund Freud dalam ‘Naluri Kekuasaan’ yang ditulis oleh ‘Calvin S Hall’ bahwa realitas politik sudah masuk kategori ‘kecemasan moral’, yakni satu keadaan dimana seseorang tak lagi mau mengikuti cara-cara yang prosedur merebut kekuasaan, tak mau lagi mengikuti jalur kompetitif dalam mengisi ruang publik, dan menempuh cara dengan melanggar moralitas. Kecemasan ini muncul karena seseorang merasa takut kehilangan kekuasaan, sehingga berbagai cara pun dilakukan yang penting tujuan tercapai. Halal, Haram, Hantam (3 H), mungkin demikian adanya.

Fenomena politik kolom kosong dalam konteks politik nasional maupun lokal, sesungguhnya melawan "ketidakpercayaan publik". Kalau pun kandidat menang mungkin tak bersoal, namun kalau kalah ini lebih menyakitkan sebab kemenangan publik atas ketidakpercayaan. Tetapi menang pun tentu dihantui oleh ketidakpercayaan publik dalam menjalankan pemerintahan. Semua ini adalah efek domino dari budaya politik transaksional. Agak sulit diterima akal sehat kalau kolom kosong menjadi kontrak politik. Dan ini juga bisa dikategorikan dalam makna politik antilogika.

Mengusung kematian
Munculnya pasangan calon hanya melawan kolom kosong memiliki tiga indikasi. Indikasi pertama, gagalnya pengaderan partai politik dalam menyiapkan kader-kader terbaiknya di suatu daerah untuk muncul dan maju sebagai calon kepala daerah. Itu artinya bahwa tingkat keterpilihan paslon melawan kolom kosong masih sangat dominan. Tetapi asumsi itu sangat diperkuat bahwa kemenangan paslon sangat dipengaruhi posisinya sebagai petahana atau incumbent. Dan bagaimana dengan paslon yang bukan petahana melawan kolom kosong? Tentu hal ini sangat sarat diskursus, termasuk kesanggupan paslon yang bukan petahana untuk merebut kepercayaan publik atau masyarakat pemilih.

Kedua, setelah gagal menciptakan kader-kadernya di wilayah, partai akhirnya bersikap instan mengambil tokoh yang sudah populer, punya uang, lebih-lebih yang sudah memegang infrastruktur atau jabatan politik. Makanya tidak heran jika parpol berbondong-bondong mencalonkan calon petahana. Walau di bagian wilayah lain ada juga petahana dirundung kesedihan karena tak mendapat partai politik untuk maju, tetapi dengan jalur perseorangan pun di lakukannya, namun penuh dengan intrik politik yang berujung pada sengketa hukum. Ketiga, realistis. Pada akhirnya, di penghujung masa pendaftaran, partai politik bersikap realistis dengan realita politik yang ada, guna memenuhi pencalonan di daerah agar tidak ketinggalan gerbong kereta koalisi.

Berikut 15 daerah di mana calon tunggal akan bertarung dengan kolom kosong seperti; Kabupaten Lebak, Kabupaten Tapin, Kota Prabumulih, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Mamberano Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Padang Lawas Utara. Kabupaten Mamasa (sulbar), Kabupaten Enrekang (Sulsel), Kabupaten Bone (Sulsel).

Dengan logika politik demikian, maka fenomena kolom kosong sesungguhnya adalah salah satu bentuk kecelakaan berpolitik, sekaligus menjadi orbituari (pengumuman kematian) atas demokrasi. Untuk menghindari hal tersebut maka parpol sebagai medium edukasi politik “harus lepas” dari jebakan pragmatism, sehingga demokrasi itu dapat berjalan sesuai dengan keinginan rakyat.(*)

Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id atau hubungi wa/tlp 0811462222

Author : rika



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Jadwal Liga Champions Rabu dan Kamis Ini

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Matchday ketiga Liga Champions akan berlangsung Rabu dan Kamis tengah pekan ini. Berikut jadwalnya dikutip dari...
 

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Berbicara dengan Putra Mahkota Saudi di Telepon

FAJARONLINE.CO.ID, ISTANBUL—Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman dilaporkan berbicara di telepon dengan wartawan Jamal Khashoggi...
 

Dekatkan Diri, CEO Garuda Layani Langsung Penumpang di Pesawat

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR -- Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepada pelanggan, Garuda Indonesia melaksanakan program "CEO on...
 

Indonesia Yakin Bisa Kalahkan UEA dan Lolos ke 8 Besar Piala Asia U-19

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Timnas Indonesia U-19 harus turun ke posisi ketiga setelah kalah 5-6 dari Qatar di laga kedua Grup A Piala Asia U-19...
 

Takluk di Derby, Gattuso Akui Kekalahan AC Milan

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso mengakui Inter Milan layak mendapatkan kemenangan dalam derby Senin, 22 Oktober,...
 

Indra Kritik Pelatih Qatar yang Masuk Lapangan karena Panik

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri menyayangkan ulah pelatih Qatar, Bruno Miguel Pinheiro, yang masuk ke lapangan...
 

Menangi Derby Milan, Spalletti: Inter Jelas Lebih Baik

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Inter Milan keluar sebagai pemenangan dalam derby Kota Milan, Senin, 22 Oktober, dinihari tadi. Pelatih Inter, Luciano...
 

Tanggapi Kekalahan Indonesia, Egy Maulana Vikri: Belum Rezeki Kita

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Timnas Indonesia U-19 menunjukkan perjuangan heroik saat menghadapi Qatar. Meski kalah 5-6, kerja keras pemain...
 

Timnas Indonesia U-19 Terlalu Cepat Ingin Menang

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Qatar pada laga kedua Grup A Piala AFC U-19 2018 di Stadion...
 

Ini Hasil Lengkap Bola Minggu Malam hingga Senin Dinihari

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Berikut hasil lengkap pertandingan sepak bola di liga top Eropa yang berlangsung Minggu hingga Senin dinihari dikutip...
 

Khashoggi

Akhirnya, Arab Saudi mengakui jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh di dalam konsulat negara itu di Istanbul, Turki, namun tidak ada penjelasan di mana...
 

Raja Setiap Malam Ganti Ratu, Selalu Hilang Misterius

Menanggapi berita tentang hilangnya jejak Jamal Khashoggi, jurnalis dan kolumnis The Washinton Post menyentakkan dunia. Ia hilang setelah masuk...
 

Melirik Industri Gitar di Sulsel

* Dilelang Menaker, Laku Rp1 Miliar Mirai. Kini jadi merek gitar lokal populer. Dipakai di mana-mana. DEWI SARTIKA MAHMUDGowa Mirai tak hanya...
 

I love Monday: Ops....

IKUT berkontestasi untuk sebuah pesta demokrasi, harus bermodal besar. Tak bisa hanya bermodal cekak, apalagi modal dengkul. Pasalnya. banyak pos...
 

Ternyata Bisnis Prostitusi Masih Berjalan di Eks Lokalisasi Dolly

FAJARONLINE.CO.ID, NASIONAL -- Meski telah resmi ditutup. Geliat bisnis syahwat di eks lokalisasi Dolly masih terjadi. Walau...
 

Simak, Hukum Berburuk Sangka dan Mencari-cari Kesalahan

FAJARONLINE.CO.ID, HIDAYAH -- Hati yang jernih, bening, dan bersih akan terpancar dari perilaku sehari-hari. Tidak ada buruk sangka, yang ada...
 

Gimana Sih Kembalikan Keremajaan Kulit dengan Garam ?

FAJARONLINE.CO.ID, LIFESTYLE  -- Garam ternyata tak cuma bermanfaat di dapur saja lho Ladies. Garam ini juga sangat bagus untuk kecantikan...
 

Waduh, Gemar Berbohong Bisa Berdampak Pada Kesehatan

FAJARONLINE.CO.ID, KESEHATAN -- Hampir setiap orang pernah berkata bohong ataupun dibohongi. Namun apabila kebiasaan berbohong ini...
 

Manfaat Memakan Buah Kiwi dan Kulitnya

FAJARONLINE.CO.ID, KESEHATAN -- Mengonsumsi apel utuh tanpa dikupas adalah sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan lagi karena memang...
 

Warning!!! KPK Sebut Perizinan di Sulsel Banyak Korupsi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima ribuan laporan dugaan korupsi terkait perizinan di Sulsel. Makanya, KPK...
 

Tak Diundang, Soni Tetap Kirim Doa untuk HUT Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Dirjen Otoda Kemendagri, Soni Sumarsono, tetap mengirim doa khusus untuk HUT ke-349 Sulsel tahun ini. Dia ingin...
 

Klasemen Sementara Grup A, Indonesia Turun ke Posisi 3

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Tim nasional Indonesia U-19 menelan kekalahan 5-6 dalam laga kedua Grup A Piala Asia U-19 2018. Hasil ini membuat...
 

Laga Luar Biasa, Indonesia U-19 Takluk 5-6 dari Qatar

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Laga yang begitu luar biasa tersaji saat timnas Indonesia U-19 menghadapi Qatar di laga kedua Grup A Piala Asia U-19...
 

Ke Sulteng, Pemkab Pangkep Sambangi Warganya yang Jadi Korban Gempa

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Pemerintah Kabupaten Pangkep menyambangi warganya yang masih ada di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi,...
 

Jalin Silaturahmi di Festival UKM UMI

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Festival Unit Kegiatan Mahasiswa, di pelataran kampus II, Jumat-Minggu,...

Load More