Fajar

  Breaking News

Sadis, Ayah Kandung Bunuh Anaknya yang Baru Berusia 4,7 Tahun

Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa, menunjukan rasa empatinya terhadap balita Mufid yang meninggal karena dugaan penganiayaan.
Peristiwa - 07 Mei 2018, 17:59:38

Tindak kekerasan hingga menyebabkan kematian pada anak kembali terjadi. Kali ini nasib malang, dialami Abd Mufid (AM), seorang bocah yang berusia empat tahun tujuh bulan.

 

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA - Awalnya, diduga kuat si bocah mengalami tindak kekerasan dengan cara disiksa oleh ayah kandungnya, Hasan Basri (29), di rumahnya di Desa Timbuseng Kecamatan Pattallasang, Gowa, pada Sabtu malam, 5 Mei.

Ada pun, indak kekerasan dinilai kuat, sebab banyak luka memar disepanjang tubuh korban sebelum meninggal dunia pada Minggu, 6 Mei.

Berdasarkan keterangan polisi dan keluarga korban. Ayah kandung si bocah, Hasan Basri, memang sempat mengajak anaknya jalan-jalan ke Pantai Losari, pukul 07.00 Wita, Sabtu, 5 Mei.

Mengendarai R2 Honda Beat warna putih biru. Keduanya baru kembali ke rumah sekira pukul 14.00 Wita dan tante korban, Rahmadani (35) yang menjumpainya keduanya bertanya ke ayah korban (Hasan Basri). Mengapa korban panas dan lebam wajahnya.

Hasan pun menjawab. Saat dalam perjalanan di Jl. Tun Abd. Razak depan Mesjid Cheng-Ho, R2 yang dia kendarai dia rem mendadak sehingga korban jatuh dengan posisi kepala di bawah.

Tak berselang lama. Si korban pun dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan. Tetapi, tak bisa ditangani, hingga harus dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf. Tetapi tetap tak bisa diselamatkan.

Keluarga korban, Hardiyansah (29), Ipar dari Hasan Basri (ayah korban), yang ditemui di Polres Gowa, menduga korban sudah meninggal sebelum dia bersama keluarga lainnya berinisiatif membawa korban ke puskesmas.

"Badannya memang masih hangat saat perjalanan ke Puskesmas. Tetapi setelah tiba di puskesmas dokter bilang si anak tersebut step. Dan harus segera dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf. Saya pun bergegas dengan motor saya. Dan sampai di sana si anak sudah dinyatakan meninggal," ujarnya.

Ditanya, terkait kemungkinan besar si bocah mengalami tindakan kekerasan dari sang ayah, Hardiyansah mengatakan mengaku tak percaya.

Sebab, si ayah korban yang juga merupakan kakak iparnya tersebut, diakuinya ramah kepada anak-anak. Tetapi Hardiyansah pun mengakui, sebenarnya Hasan punya riwayat stres. Bahkan, dirinya, pernah korban pemukulan Hasan.

"Tetapi, sudah lamami saya sudah di pukul. Ini masih ada di dahi saya bekasnya," ucapnya, sambil menunjukkan bekas pemukulan tersebut di dahinya.

"Kalau selama ini, saya lihat dia baik-baik saja. Misal, kepada tiga anak saya. Selalu mengantar mereka belanja. Begitu juga dengan anaknya kalau saya lihat. Makanya saya heran juga kalau memang dia sengaja membunuh," sambung Hasan.

Ibu Korban, Mutmainnah (20-an), yang saat ini mengandung anak keduanya kurang lebih tiga bulan, saat di jumpai di Polres Gowa, tak bisa berbicara banyak.

Ia hanya mengaku, saat ini dirinya masih bingun apa yang sudah terjadi dengan buah hatinya. Sebab, tak ada firasat sama sekali.

"Kami (Hasan dan saya) memang pernah pisah tiga bulan. Tetapi rujuk kembali. Kami bahkan sudah menjalani kehidupan selama 4 tahun lebih, tetapi tak pernah ji memukul. Tetapi, memang suamiku punya riwayat stres," akunya.

"Tak tahu, yang mana saya harus percaya. Suami ku, berubah-ubah alasannya. Saya hanya berharap, semoga segera ada titik terang apa yang sebenarnya terjadi," ujarnya, dengan wajah sedikit tertunduk.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, membenarkan secara kasat mata terdapat banyak luka memar pada sekujur tubuh si korban. Olehnya itu, otopsi akan dilakukan ke korban.

Sejauh ini, kata Shinto, Hasan Basri alias HS (ayah korban) terduga kekerasan, baru mengakui penyebab memar pada tubuh korban, karena mencubit anaknya pada Jumat, 4 Mei.

Hasan mencubit si korban dengan cara berulang-ulang bahkan mengigit pipinya, gara-gara si korban mengencingi celananya.

"Tetapi tentunya kami tak percaya dengan pengakuan ini. Kami akan terus melakukan pemeriksaan kepada HS (Hasan Basri)," kata Shinto, Minggu, 6 Mei.

"Kematian Abdul Mufid, mencurigakan. Ini harus harus diusut tuntas. Jangan, ada korban lagi," sela Lisa, tetangga korban yang mendampingi ibu korban (Mutmainnah) untuk mengawal kasus anaknya. (sua)

Author : Rasid

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Ombudsman: Kondisi Pendidikan di Sulbar Butuh Perhatian Serius

Fajaronline.co.id, Mamuju -- Berangkat dari niat bersama untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, jajaran Ombudsman RI Sulawesi...
 

Batal Dampingi Jokowi, Mahfud MD Masih Emosi Meski Legowo

FAJARONLINE.CO.ID -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD disebut masih menyimpan emosi di balik pernyataan dirinya legowo setelah batal...
 

Gerindra: Pak Jokowi Enggak Punya Pendirian Kuat

FAJARONLINE.CO.ID -- Pengakuan Mahfud MD terkait dinamika pemilihan cawapres untuk Joko Widodo, membuktikan bahwa capres petahana tidak memiliki...
 

Tak Perlu Cemburu Jokowi Tunjuk Syafruddin jadi MenPAN-RB

FAJARONLINE.CO.ID -- Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Komjen Syafruddin sebagai menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi...
 

Puluhan Pegawai Lapas Mangkir Pemeriksaan Urine, Wadduh... Delapan Dinyatakan Positif Zat Adiktif

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Puluhan dari 152 pegawai Lapas Klas IA Gunungsari Makassar mangkir dalam pemeriksaan urine yang dilakukan BNN Provinsi...
 

Sewa Heli Hanya 50 Jam, Nurdin Abdullah Bakal Habiskan Rp2,5 Miliar APBD

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Anggaran untuk sewa helikopter gubernur terpilih Nurdin Abdullah (NA) ternyata cukup besar. Mencapai angka Rp2,5...
 

Bea Cukai Amankan 566.200 Batang Rokok Ilegal

FAJARONLINE.CO.ID -- Bea Cukai Malang kembali menunjukkan ketegasannya dengan mengamankan 566.200 batang rokok ilegal. Penindakan tersebut dimulai...
 

Patut Ditiru, Polres Bone Selipkan Nilai Agama untuk Para Tahanan

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Upaya Polres Bone dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan penghuni rumah tahanan (rutan) memang patut ditiru....
 

Resmi Dukung Prabowo-Sandiaga, Ini Kritikan ACTA untuk Kubu Jokowi-Maruf

FAJARONLINE.CO.ID -- Hari ini, Rabu (15/8/2018), Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) secara resmi menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga...
 

Sambut Asian Games, The Rinra Tawarkan Paket Kamar Plus Bermain Panahan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Masyarakat di Makassar tak mau ketinggalan di ajang olah raga tingkat asia. Mereka ikut larut dalam suasana yang...
 

49 Mahasiswa FT UM Luwuk Praktikum di Laboratorium FTI UMI

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sebanyak 49 Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Luwuk (FT-UML) praktikum di...
 

Nyaris... Api Hampir Lalap Ruang Kantor Gubernur, Diduga Gara-gara Rokok

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kantor Gubernur Sulsel nyaris dilalap Si Jago Merah, Rabu (15/8/2018) sore ini. Untungnya, petugas Satpol PP...
 

Alumni FEB Unhas Beri Motivasi Mahasiswa Baru

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sejumlah alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas), yang sukses di profesinya...
 

7 Faktor Prabowo Sulit Menang, Nomor 6 jadi Spirit Baru Jokowi

FAJARONLINE.CO.ID -- Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai, pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno sulit...
 

Sewa Rumah Menunggak Dua Bulan, Baznas Bone Berikan Bantuan Modal Usaha

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Baznas Bone terus berupaya menyalurkan bantuan untuk para warga kurang mampu. Bahkan, diharapkan bantuan tersebut...
 

Cuitan Wasekjen Demokrat Serang Gerakan #2019GantiPresiden

FAJARONLINE.CO.ID -- Posisi Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam kancah pertarungan Pilpres 2019 belum jelas. Meski Demokrat telah resmi...
 

Jembatan Jalan Tol Runtuh, 35 Orang Tewas di Italia

FAJARONLINE.CO.ID, GENOA—Jembatan jalan tol Ponte Morandi A10, Genoa, Italia runtuh dan menimpa rumah serta kantor saat badai petir. Insiden...
 

Tanribali Lamo Gratiskan Atlet dan Ofisial Asian Games Masuk TMII

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta memberikan tiket gratis kepada atlet dan oficial peserta...
 

Ini Prajurit TNI Penyelamat Bayi Korban Kapal Karam di Selayar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Kopda Jainuri (kedua kiri) didampingi perwira Pendam XIV/Hasanuddin saat berkunjung ke redaksi FAJAR, Rabu...
 

Nuansa Jimbaran Bali di Pantai Akkarena

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Tak selalu harus ke Jimbaran, Bali untuk merasakan sensasi di tepi pantai yang penuh spot foto dan kuliner. Di Pantai...
 

Merah Darah Merayakan HUT Merah Putih

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Karyawan Telkomsel melakukan donor darah di Gedung Miring Baruga  Telkomsel, Rabu (15/8/2018). Kegiatan ini dalam...
 

Disebut Bukan Kader, Mahfud: Banyak yang Cari Uang di NU

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Mahfud MD tak terima pernyataan Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj bahwa dirinya bukan kader Nahdlatul Ulama (NU). Mantan...
 

Makassar Banjir Artis dan Band di Bulan Agustus

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR-- Menyambut Hut kemerdekaan RI, event musik besar diadakan di Makassar dan mengundang beberapa Band papan atas dibulan...
 

Kontroversi Pengusaha Sam Aliano, Begini Kisahnya

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Tingkah laku pengusaha Sam Aliano sering menjadi kontroversi. Aksi Sam yang menuai pro kontra itu mulai dari rasa...
 

Viral, Mahfud MD Begitu Urusan Politik Saya Dibilangi Bukan Kader NU

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD buka-bukaan soal batalnya dia menjadi cawapres Jokowi. Menurut...

Load More