Fajar

  Breaking News

Dikepung Belanda, Pasukan Hilang

KENANGAN JENDERAL. Foto Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta bersama istri, St Aminah. Banyak cerita penuh haru dalam perjalanan hidupnya.
Feature - 06 April 2018, 12:07:20

ATAS usul Kapten Maulwi Saelan, semua staf komando divisi difungsikan sebagai pasukan tempur. Alasannya mereka sudah dilatih dan berpengalaman bertempur di Jawa. Andi Mattalatta setuju. Akan tetapi, Belanda mempunyai banyak mata-mata.

Dirangkum kembali oleh
S. Sinansari ecip, wartawan senior

Suatu kali, pasukan itu dikepung Belanda pada 8 Februari 1947 malam. Kubunya ada di dataran yang agak tinggi di tengah Sulsel. Pengepungan sangat ketat. Seseorang yang ditugasi mengamati apakah ada celah untuk melepaskan diri, tidak ada kabar. Dini hari dia merayap berdarah-darah. Dia melepaskan diri dari penganiayaan Belanda. Luka-lukanya segera diobati.

Setelah itu, Mattalatta minta supaya pasukannya menerapkan disiplin tinggi. Dia segera memberi petunjuk supaya anak buahnya mengikutinya. Jika terlambat, matahari akan muncul dan mereka jadi sasaran tembak yang empuk. Semua orang tegang.

Mattalatta melangkah dengan tenang. Anak buahnya mengikuti di belakangnya dengan tegang. Sewaktu-waktu peluru Belanda bisa memberondong mereka dan mencabik-cabiknya. Mereka beriringan berjalan seperti pasukan Belanda. Pasukan Belanda ada sekitar 40 meter di samping kiri dan kanan pasukan staf komando Divisi Hasanuddin ini.

Tiba di tempat yang aman, mereka bergembira. Ramai-ramai mereka berusaha memeluk Mattalatta. “Mereka lupa kalau saya ini panglimanya,” ujar Mattalatta.

Langit mulai fajar. Mata sudah dapat membedakan pohon ataukah sosok laki-laki. Mulai terdengar makian dalam bahasa Belanda. Kata-kata makin kasar bahasa Melayu pasar juga beterbangan. Harapan menyembelih atau menusuk-nusuk tubuh ekstremis tidak kesampaian. Mereka kecewa, menyesal, dan marah. Sasarannya seperti lenyap ditelan bumi.

Orang-orang sekitar kampung yang dibawa Belanda untuk membantu pengepungan, saling berbisik. Mereka membicarakan kesaktian Mattalatta yang dapat membawa hilang pasukannya. Belanda mana mungkin punya ilmu seperti itu, kata mereka.

Mattalatta menolak disebut sakti atau sejenisnya. Disiplinnya yang tinggi diikuti anak buah. Bisa jadi masing-masing anak buah juga berdoa dengan caranya masing-masing.

Anggota pasukan para pemuda asal Sulsel yang berjuang di Jawa ada pantangannya, antara lain, tidak boleh mengganggu perempuan. Aturan ini tidak tertulis, tetapi harus ditaati. Bisa saja jika larangan tersebut dilanggar berakibat buruk.

Ada larangan yang lain, yaitu tidak boleh menikah. Itu dicontohkan sendiri oleh Mattalatta. Dia tidak menikah sampai bertugas di Seram, Maluku. Pernikahannya pun bukan idenya, tetapi ide Panglima Kolonel Kawilarang. Tiba-tiba ada panggilan kilat segera ke Makassar.

Hanya tiga hari dalam persiapan, Mattalatta pada 27 September 1951 dinikahkan dengan Siti Aminah Daeng Puji Binti Raden Mas Yunus Daeng Mile di Makassar. Resepsinya di Barru. Begitu berada di kampung halamannya banyak anak buah Mattalatta yang juga menikah.

Dalam kaitan bergerilya, Mattalatta memberikan panduan. Serangan terhadap lawan harus mengandung kejutan. Misalnya menjelang subuh Belanda diserang. Ketika lawan belum sadar dari tidurnya segera rampas senjatanya. Jika mereka mulai sadar, segeralah tinggalkan lawan. Biasanya Mattalatta memberikan kode tembakan tertentu.

Jika harus mengadang konvoi lawan, jangan begitu mobil lawan muncul langsung diserang. Tunggu mobil paling depan maju sampai ke ujung akhir pasukan pengadang. Merekalah yang menyerang barisan depan konvoi. Awal pasukan pengadang mendapat tugas menghajar ekor konvoi.

Mencegat konvoi juga harus cepat. Manakala Belanda terluka parah atau tewas, cepat-cepat diambil senjatanya dan dibawa menghilang. Bila yang mengadang jumlahnya lebih banyak, pertempuran boleh berlanjut sampai diperoleh kemenangan.

Suatu ketika di Yogyakarta. Mattalata gelisah tidak bisa tidur. Tiba-tiba kubunya dapat serangan. Mendengar tembakan yang dekat, dia terbangun. Dia heran tidak ada yang membangunkan. Setelah dicari-cari, dua penjaga sudah tergorok lehernya. Mattalata dapat laporan dari tentara pelajarnya bahwa yang lain menghindar. Segera mereka dikumpulkan.

Belanda hanya berjarak 50 meteran di depan. Begitu mereka meletakkan senjata, langsung diberondong. Banyak yang tewas.

Ini di Sulsel. Setelah Westerling pergi, kekejaman Belanda tidak juga pergi. Untuk menghadapi gerilyawan yang datang dari Jawa—yang pusatnya Barru-Parepare dan sekitarnya—dibuat operasi khusus. Namanya passoso.

Selain Belanda memberikan penghargaan kepada kaki tangannya, masyarakat dilibatkan. Mereka diharapkan dapat membunuh gerilyawan. Rakyat tidak boleh tinggal lebih dari 50 meter dari jalan besar. Di dalam jarak tersebut semua tanaman dibakar. Dalam pergerakan Belanda, rakyat harus berada di depan, sebagai tameng.

Mattalatta memerintahkan, semua gerilyawan supaya berkelompok kecil, 4-6 orang agar mudah bergerak. Mereka dilarang bentrok dengan rakyat dan menghindari pertempuran dengan Belanda. Gerakan ini hanya untuk 10 hari dan hasilnya kosong. Sebagian rakyat bahkan menyerahkan logistiknya kepada gerilyawan. Setelah itu, rakyat disuruh jadi pagar betis, melawan gerilyawan.

Mattalatta menugaskan beberapa perwira dipimpin Saleh Lahade ke Jawa. Mereka harus lebih bersiap untuk berjuang lebih lama.

Pada 29 Maret 1946 Markas Besar Tentara dengan tanda tangan Jenderal Sudirman memberi mandat/surat kuasa membentuk Tentara Republik Indonesia di Sulawesi kepada A. Mattalatta. Mattalatta waktu itu sebagai utusan resmi Konferensi di Parepare yang diselenggarakan oleh raja-raja, para bangsawan, dan pejuang.

Kemudian dibentuklah Divisi Hasanuddin. Sebagai mandataris, Mattalatta dibantu peserta konferensi menyusun struktur dan personalianya. Semula, sebagai panglima adalah Andi Abdullah Bau Massepe. Karena Beliau ditahan dan kemudian tewas, maka diusulkan panglimanya ialah Mattalatta. Dapat dipahami bila mayoritas kekuatan personalianya dari eks Resimen Hasanuddin.

Mereka itu ialah Mattalatta, M. Saleh Lahade, A. M Sirifin, A. Selle Mattola, A. Pajonga Daeng Ngalle Krg Polombangkeng, Opu A. Jemma Datu Luwu, Daeng Bonto, A. Parimajeng, M. Said, Mohammadsyah, Yancy Raib, La Tippe, Leher, dan Maulwi Saelan. Ada pula Alimbachri, A. Oddang, A. Sapada, M. Daeng Patompo, M. Arsyad B, Ambo Siraji, Ambo Nonci, Hamid Ali, A. Manjnjulei, Rachmansyah, M. Kasim DM, AR Malaka, Arifin Nu’mang, A. Parenrengi, dll. @

Ide siapa Serangan Umum di Yogyakarta? Pasukan siapa yang terakhir tinggalkan kota? Seperti apa meloloskan diri lewat gorong-gorong? BACA FAJAR ESOK!!!

Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id atau hubungi wa/tlp 0811462222

Author : rika

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Memalukan, Real Madrid Dikalahkan Levante di Bernabeu

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Hasil memalukan diraih Real Madrid di jornada kesembilan La Liga. Menjamu tim medioker, Levante di Santiago Bernabeu,...
 

Jebol MU di Menit Akhir, Chelsea belum Terkalahkan Musim Ini

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Keberuntungan memihak Chelsea saat menjamu Manchester United di pekan kesembilan Premier League. Tertinggal 1-2...
 

Persib Dibantai Persebaya, PSM Tetap Pimpin Klasemen

FAJARONLINE.CO.ID, GIANYAR—PSM Makassar tetap memimpin klasemen Gojek Liga 1 di pekan ke-26. Pasukan Ramang aman di puncak klasemen setelah...
 

Nirwan Arsuka, Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia : LAPAS serasa Fakultas Sastra

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS --Nirwan Arsuka, Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia, mengemukakan bahwa suasana hari ini serasa di Fakultas Sastra...
 

Wow... Singapura siap Uji Coba Taxi Udara

FAJARONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL -- Singapura bersiap melakukan uji coba taxi udara pada paruh kedua tahun 2019 mendatang. Perusahaan Jerman...
 

Dua Bulan, Polres Tangkap Sepuluh Pelaku Bom Ikan di Perairan Pangkep

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Sejak dua bulan terakhir ini, aparat Polres Pangkep telah menangkap sepuluh pelaku illegal fishing. Bahkan salah...
 

Tenaga Honorer Bulukumba Ditemukan Gantung Diri

FAJARONLINE.CO.Id, MAROS -- Tenaga honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulukumba , Syamsinar (35) ditemukan dalam kondisi gantung diri...
 

Kembangkan Industri Perbenihan, Tujuan Gebyar Benih Nasional di Maros

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS - Ribuan orang dari lembaga atau instansi yang menangani perbenihan tanaman pangan serta pelaku sektor perbenihan di...
 

Suhu Pemilu Memanas, Baliho Sejumlah Caleg di Makassar Dirusak

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Persaing para caleg di kota Makassar sudah mulai memanas, sejumlah alat peraga kampanye caleg sengaja di rusak orang...
 

Sudirman Sulaiman Siap Tanggalkan Jabatan Wagub Jika Tak Penuhi Janjinya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, siap menanggalkan jabatannya. Dia siap mundur jika tak bisa...
 

Bangun Karakter Bangsa Lewat Revolusi Mental

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI---Asisten I Bidang Pemerintahan, Dohri As'hari, mewakili Bupati Luwu Timur membuka Sosialisasi Gerakan Nasional...
 

138 Unit E-Warung BPNT disiapkan di Takalar

FAJARONLINE.CO.ID, TAKALAR - Kepala Dinas Sosial Takalar, Muh Ridwan Tiro, membeberkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada November...
 

Pangkep Adopsi Inovasi PSC 119 Bantaeng

fajaronline.co.id, BANTAENG -- Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bantaeng terus menjadi daya tarik daerah lain. Terakhir, Kabupaten Pangkep...
 

Kemenristek Sahkan Pendirian Akademi Maritim Palopo

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO--Satu lagi Perguruan Tinggi (PT) di Kota Palopo. Perguruan tinggi ini adalah Akademi Maritim Palopo (AMP). Surat Keputusan...
 

Ribuan Orang Ditargetkan Ramaikan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional VI

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -  Sekitar 1000 sampai 1.500 orang dari lembaga atau instansi yang menangani perbenihan tanaman pangan serta pelaku...
 

Teknisi Yamaha Indonesia Buktikan Prestasi di Kompetisi Tingkat Dunia

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR— Teknisi Yamaha Indonesia, Ardhi Sulistyo, menorehkan prestasi dunia yang membanggakan. Mengikuti kompetisi World...
 

Diisukan Sudah Mualaf, Aktris Cantik Angel Karamoy Tak Membantah

FAJARONLINE.CO.ID – Karena hubungan asmaranya dengan sutradara Jose Purnomo begitu lekat, aktris cantik Angel Karamoy kini diisukan menjadi...
 

Owi / Butet Main Pertama, Ini Jadwal Semifinal Denmark Open

FAJARONLINE.CO.ID, NASIONAL -- BWF World Tour Denmark Open 2018 tiba di babak semifinal, Sabtu (20/10) ini. Rangkaian sepuluh partai 4...
 

Danny Ikut Main, Peserta: Masih Lincah dan Kencang Tembakannya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kepiawaian Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP) mengolah kulit bundar di...
 

Pesta Komunitas Barru Segera Berlangsung, Ini Jadwal Acaranya

Fajaronline.co.id, Barru –Pesta komunitas se-Kabupaten Barru bertajuk Barru Lokal Fest digelar di kawasan wisata Bola Pitue. Event ini digelar...
 

Wagub: Jika Korporasi Profit Oriented, Pemerintahan Juga Harus Begitu

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka Assesment Pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulsel....
 

Sabaruddin Ukir Sejarah di FAJAR Futsal Executive, Begini Ceritanya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Provinsi Sulsel, Sabaruddin, mengukir sejarah pada gelaran FAJAR Futsal...
 

Preview Chelsea vs MU: Teror Hazard

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Eden Hazard diprediksi akan menjadi teror terbesar dalam bigmatch Manchester United kontra Chelsea. MU perlu...
 

Preview Barcelona vs Sevilla: Messi vs The Next Ronaldo

FAJARONLINE.CO.ID, BARCELONA—Barcelona akan menjamu Sevilla di Camp Nou, dinihari nanti. Duel ini akan menjadi panggung adu tajam antara Lionel...
 

LLDikti IX Jajaki Kerja Sama Universitas Terbuka Terima Pindahan Mahasiswa UIT

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi telah menjajaki kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Salah satu perguruan tinggi...

Load More