Fajar

  Breaking News

Pilkada Serentak dan Komitmen Pro Persaingan Usaha Sehat

Aru Armando
Opini - 19 Februari 2018, 16:25:27

Pemimpin masa depan itu, tidak cukup hanya bersih dan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Lebih dari itu, pemimpin masa depan harus punya visi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyatnya.

Oleh: Aru Armando
Kepala KPD KPPU Makassar

Salah satu cara mencapai itu, adalah komitmen untuk menerapkan prinsip persaingan usaha sehat dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Tidak bisa dipungkiri, era otonomi daerah dewasa ini menjadikan posisi seorang kepala daerah menjadi demikian menarik. Pangkat berbintang dan jabatan prestise sekelas Menteri pun ditanggalkan demi kontestasi demokrasi yang sedianya serentak dilaksanakan di seantero republik. Tentu, semua harus dipandang positif sebagai bentuk kiprah dan pengabdian membangun daerah untuk semakin maju dan sejahtera.

Di era otonomi, daerah saat ini memang lebih leluasa mengelola sektor perekonomian. Keleluasaan ini tentu harus diberikan koridor agar setiap daerah melalui kepala daerahnya dalam menerbitkan Peraturan dan/atau kebijakan tidak melanggar hukum atau peraturan perundang-undangan yang ada diatasnya. Dalam konteks peraturan dan kebijakan perekonomian, salah satu hal mendasar yang harus diperhatikan oleh Kepala atau Calon Kepala Daerah adalah pemenuhan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat.

Berdasarkan data yang dikutip dari situs Kementerian Dalam Negeri, pada tahun 2016, sebanyak 3,143 aturan telah dicabut karena bersifat bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, diskriminatif serta tumpang tindih. Pencabutan tersebut dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor:582/476/SJ tentang Pencabutan/Perubahan Peraturan Kepala Daerah, Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan yang Menghambat Birokrasi dan Perizinan Investasi. Namun demikian, kedepan, pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, kewenangan untuk membatalkan Perda mesti lewat Mahkamah Agung.

Ciri-ciri peraturan dan/atau kebijakan yang tidak memenuhi prinsip persaingan usaha yang sehat diantaranya adalah: pembatasan atau hambatan untuk orang perorangan, badan hukum atau badan usaha untuk berkegiatan usaha, baik keluar maupun kedalam; memberikan perilaku khusus kepada pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha tertentu; membatasi inovasi dan sebagainya.

Dalam konteks investasi di daerah, peraturan/kebijakan yang dikeluarkan di suatu wilayah akan berkorelasi secara lurus dan terukur. Pemodal pasti akan berhitung potensi keuntungan yang didapatkan secara ekonomis jika menyuntikkan modal atau investasinya. Salah satu indikatornya adalah kemudahan berusaha, yang didalamnya meliputi kemudahan berbisnis (doing business) tanpa embel-embel pungutan dan/atau persyaratan yang mempersulit dan cenderung diskriminatif.

Oleh karena itu, komitmen seorang kepala daerah dalam menerbitkan peraturan/kebijakan yang memenuhi prinsip persaingan usaha sehat mutlak diperlukan. Karena komitmen ini akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya ke daerah. Sebaliknya, jika komitmen kepala daerah rendah, dan cenderung mengistimewakan kroni atau kelompok tertentu, sudah pasti investor akan berpikir berkali-kali lipat. Dengan masuknya investasi, proses pembangunan akan berlangsung, menjadi titik awal dari terciptanya pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan di daerah yang lebih baik.

Rendahnya komitmen kepala daerah akan pemenuhan prinsip persaingan usaha sehat juga bertolak belakang dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good corporate governance), dan dampaknya, berpotensi mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain itu, praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat adalah salah satu biang keladi penyebab kemiskinan, karena kesejahteraan dari konsumen atau masyarakat berpindah dengan cara-cara yang tidak benar ke kantong oknum pelaku usaha, baik dilakukan dengan cara saling bekerjasama untuk melakukan praktik kartel, atau bahkan difasilitasi oleh kebijakan pemerintah yang tidak mengadopsi prinsip persaingan usaha sehat.

Untuk itu lah, pada momen Pilkada serentak yang meliputi 171 daerah di seluruh Indonesia, kita perlu memperluas wacana kepada khalayak pemilih tentang seorang pemimpin yang ideal. Di era perdagangan pasar bebas, di mana persaingan usaha sudah dilakukan lintas batas wilayah antar negara, maka kita perlu pemimpin atau kepala daerah yang bersih dan memiliki visi pembangunan perekonomian masyarakat yang berkeadilan dan pro persaingan usaha yang sehat. (*)

Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id atau hubungi wa/tlp 0811462222 untuk berlangganan koran cetak, bisa juga daftar koran melalui formulir Ini

Author : rika

loading...


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

SURVEI: 4 Aspek Keunggulan Sandiaga Dibanding Maruf Amin

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Kiai Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno "diadu" citra personalnya. Lembaga survei Indikator yang membuat...
 

Rekan Kapten Begal Diringkus Polisi Setelah Aksi Ke-25

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Muhammad Fikri (17) pembegal yang terbilang sadis dalam melakukan aksinya akhirnya diringkus oleh aparat kepolisian....
 

Akhirnya, Yenny Wahid Umumkan Dukungan di Pilpres

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Sudah beberapa pekan ini Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid ditunggu jawabannya oleh kubu...
 

Bangkrut, Politisi Penentang Masjid di Australia Tanggalkan Jabatan

FAJARONLINE.CO.ID -- Julie Hoskin, politisi yang giat menentang rencana pembangunan sebuah masjid di Kota Bendigo, Australia, kini dinyatakan...
 

Ini Jadwal Bola Kamis Dinihari Nanti

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Berikut jadwal bola yang akan berlangsung Kamis, 27 September, dinihari nanti seperti dikutip dari Live...
 

Ini Harapan Ketua KNPI Sinjai ke Andi Seto-Andi Kartini

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI -- Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini resmi dilantik, Rabu, 26 September. Sejumlah...
 

NA Diskusi di Kantor BI, Ekonomi Sulsel Tetap Stabil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kondisi fundamental ekonomi nasional terhadap gejala ekonomi global yang terjadi sekarang masih lebih baik dari...
 

JK Bertemu Ratu Maxima Belanda, Pemerintah INA Dorong Inklusi Keuangan

FAJARONLINE.CO.ID, NEW YORK —Saat bilateral dengan dengan UN Secretary General Advocate For Inclusive Finance For Development yang juga...
 

10 Tahun Ditinggal Suzanna, Perasaan Mistis itu pun Hilang

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Hampir 10 tahun sejak kematian Suzzanna, sang suami, Clift Sangra mengaku tak lagi merasakan hal mistis atau aura seram...
 

Eni Saragih Siap Bongkar Aktor Lain Kasus PLTU Riau

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Tersangka kasus dugaan suap proyek kerjasama PLTU Riau 1, Eni Maulani Saragih kembali menjalani proses pemeriksaan oleh...
 

Pajaknya Menunggak, Mobil Dinas RSUD Syekh Yusuf Kena Tilang

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA -- Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Gowa, kembali melakukan penertiban kendaraan. Kali ini mobil...
 

Astra Honda Makassar Launching Palikasi MOTORKU

Jajaran Management Astra Honda Makassar bersama Pemain PSM secara resmi melauncing aplikasi MOTORKU di Bon Cafe, Rabu, 26 September. Aplikasi...
 

Jabat Bupati Tersingkat di Dunia, Dilantik Hanya 3 Menit, Setelah itu PLT

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA-- Syahri Mulyo langsung dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Bupati Tulungagung, setelah tiga menit dilantik oleh...
 

Perjuangkan Revisi UU ASN, Ratusan Guru Honorer Bone Mogok Mengajar

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Nasib guru-guru honorer untuk mencapai jenjang kesejahteraan di Kabupaten Bone masih cukup memprihatinkan. Gara-gara...
 

Korupsi Membelit Parlemen Sulbar, Mantan Pimpinan DPRD Ini Siap Kembalikan Wibawa Legislatif

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Gagal terpilih dalam Pemilu Legislatif 2014 lalu, mantan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin (AN) siap kembali...
 

Disengat Listrik di Tempat Kerja, Kakak Syahrini Meninggal

FAJARONLINE.CO.ID, BOGOR -- Polres Bogor menyebut meninggalnya kakak Syahrini, Ridwan Zaelani akibat tersengat aliran listrik saat bekerja. Peristiwa...
 

Dilapor Berzina dengan Istri Orang, Billy Syahputra Malah Janji Nikahi Hilda

FAJARONLINE.CO.ID -- Dipolisikan karena tuduhan perzinaan, Billy Syahputra malah menegaskan akan menikahi Hilda Vitria. "Tahun ini gue nikahi Hilda,"...
 

Yakin Percaya Pasangan Anda, Perhatikan 3 Kunci Ini

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA-- Meski sudah lama menjalin hubungan, terkadang seseorang ragu dengan ketulusan hati pasangannya. Benarkah si dia...
 

Tol Laut Belum Maksimal, Distribusi Semen Masih Susah di KTI

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar fungsi tol laut bisa lebih dimaksimalkan untuk pengiriman semen ke...
 

Daya Beli Otomotif Tetap Bergairah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pengamat Ekonomi Unhas, Anas Iswanto Anwar Makkatutu, menuturkan, menggeliatnya pameran otomotif di tengah pelemahan...
 

Dolar Tak Pengaruhi Belanja Otomotif

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sulsel sasaran pasar potensial pabrikan otomotif. Meski dolar AS terus menguat, minat beli mobil di Sulsel tak...
 

Akhirnya Ditemukan, Kuat Dugaan Calon Pengantin Bone Itu Diculik Mantannya

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Keluarga Misnayanti akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, anak sulung mereka yang akan menjalani pernikahan di Desa...
 

Polisi akan Cabut SIM Bagi Pelanggar Lalu Lintas

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ditlantas Polda Sulsel kembali memberlakukan pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pelanggar lalu lintas. Baik...
 

Istrinya Diganggu Trump, Presiden Venezuela: Jangan Main-main dengan Keluarga

FAJARONLINE.CO.ID -- Selama dua tahun terakhir, pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap puluhan orang Venezuela dan menuduh mereka...
 

Cornelia Agatha Ingin Hadiri Sidang Korban Anak Disekap, Begini Reaksinya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR— Aktris Cornelia Agatha (45) berada di Makassar, kemarin. Mengunjungi tiga bocah korban penyekapan. Pemberitaan...

Load More