Fajar

  Breaking News

Gotong Royong sebagai Identitas Pemersatu

Arman Sine
Opini - 12 Februari 2018, 16:01:29

Akhir-akhir ini kita banyak melihat problem atau masalah besar di bangsa dan Negara kita ini. Masalah yang sudah menjadi endemik di tubuh rakyatnya, masalah yang sudah terkonstruksi dalam kepala individu rakyatnya dan bahkan sudah terkonstruksi dalam struktur sosial masyarakat.

Oleh: Arman Sine
Anggota Rumah Kajian dan Diskusi Ilmu Sosial (RKDIS) UIN Alaudin Makassar

Memang Negara kita mempunyai Pancasila sebagai ideologi, ideologi ini digunakan sebagai identitas maupun pemersatu bangsa mengingat keanekaragaman geografis, sosial, budaya, agama, kesenjangan kelas sosial, dan gender yang berbeda. Akan tetapi, kita masih menemukan permasalahan besar yang sangat urgen untuk diretas sesegera mungkin dan dicari solusinya.

Banyak yang sepakat, secara umum kita masih berada dalam situasi krisis. Durkheim menyebutnya sebagai anomie atau keadaan tanpa norma, ini disebabkan oleh, perubahan sosial yang cepat. Hal ini membuat batas-batas lazim akan apa yang diinginkan dan diharapkan masyarakat dalam hidup menjadi terganggu. Kendali sosial melemah dan kewajiban-kewajiban moral yang biasanya menahan seorang individu dan mengatur perilaku mereka, tidak cukup kuat untuk berfungsi efektif.

Bisa dikatakan Indonesia sebenarnya sudah berada dalam situasi anomie beberapa dasawarsa terakhir. Di mana ketika kita mencoba berikhtiar melenyapkan apa yang disebut orde baru. Tetapi aturan-aturan reformasi belum jelas apalagi dipahami sehingga nilai-nilai orde baru terus merembes masuk dan seperti yang kita ketahui nilai-nilai orde baru, dalam hal ini Pancasila sudah didistorsikan oleh orde baru, dan inilah faktor mengapa anomie itu masih berada di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Krisis akibat anomei
Belakangan ini kita berada di tengah perselisihan yang ada dalam Negara kita, perselisihan yang sebenarnya tidak disadari oleh banyak kalangan bahwa ini adalah termasuk krisis. Melihat realita sekarang, banyak sekali kalangan masyarakat (Ormas, LSM dan bahkan tubuh pemerintahan itu sendiri) tidak memercayai lagi jalannya pemerintah. Bukan untuk mendiskreditkan salah satu pihak, tetapi realitanya memang begitu. Kritikan bermunculan tanpa ada dasar yang jelas yang sifatnya menjatuhkan bukan untuk membangun, dengan dalih Negara Demokrasi (bebas bersuara dan di suarakan). Contoh sederhananya saja, kita melihat perbincangan yang hangat sekarang, kartu kuning yang di layangkan Ketua BEM UI kepada Presiden Joko Widodo, dan bahkan diikuti langsung oleh beberapa pejabat Negara yang ada di tubuh legislatif untuk memberi kartu kuning, dan ini adalah perselisihan yang terjadi kalau dilihat secara komprehensif.

Bermunculan pula ormas-ormas yang ingin mengubah ideologi negara, dengan menggantikan konsep baru yang di sebut Khilafah Islamiah. Sebuah gagasan yang menurut penggagasnya konsep yang akan merubah semua problem atau masalah yang ada pada Negara kita, bukan tanpa landasan mengapa mereka menginginkan hal itu, pesimisme yang terjadi di dalam diri mereka melihat masa depan bangsa dan Negara, menurut mereka sekarang banyak sekali permasalahan yang terjadi bangsa dan negara kita, sehingga gagasan-gagasan baru harus dimunculkan. Ini bahkan menimbulakan problem baru yaitu kita hidup di satu negara. Akan tetapi, kita tidak se-Ideologi sehingga secara tidak langsung kita terdikotomikan di dalam bernegara maupun berbangsa.

Permasalahan atau krisis-krisis yang terjadi di atas memang bukan tanpa sebab (kausalitas), kita telah lama dihujani oleh krisis identitas. Era Reformasi yang seharusnya menjadi era perbaikan krisis ini, akan tetapi era ini seperti kelanjutan krisis identitas seperti orde baru.

Semangat gotong royong
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya Pancasila sebagai Ideologi yang mengandung nilai dan falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara sudah didistorsikan oleh orde baru, yang mengakibatkan kita kehilangan identitas dan jati diri bangsa dan berlanjut terjadinya anomie. Anomie hanyalah sekadar permasalahan atau problem yang muncul akibat ketidak pemahaman kita seperti apa sebenarnya Identitas kita yang mampu menyatukan kita. Tapi, permasalah utama kita dampak anomie yang telah dijelaskan sebelumnya.

Untuk meretas krisis yang terjadi adalah dengan mengelaborasi kembali Pancasila sebagai Ideologi. Pada dasarnya bahwa pancasila adalah cara pandang, dasar, landasan berpijak dalam keberlanjutan bermasyarakat. Kita harus mencari dan menggali secara konprehensif makna yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri. Seperi dalam buku Negara Paripurna karya Yudi Latif, yang berkesimpulan bahwa nilai yang terkandung dalam pancasila adalah semangat gotong royong.

Semangat gotong royong inilah yang sebenarnya kita lupakan selama ini, dengan semangat ini kita tidak lagi melihat lagi apa latar belakang manusia yang ada yang ada di bumi Indonesia, dengan dorongan ini kita akan saling bahu membahu, bekerja sama untuk menjadikan bangsa ini maju, bukan lagi saling menyalahkan tapi saling mencari solusi yang baru yang lebih baik. Dengan semangat gotong royong inilah, akan menjadi roh bangsa Indonesia dan sebagai bagian Anima Mundi (Roh Dunia) dari sini Identitas bangsa bangsa Indonesia akan tecermin dalam perilaku rakyat Indonesia. (*)

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : rika



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Alumni 89 Spensa Gagas Reuni Tiga Dekade

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Alumni 1989 SMP Negeri 1 (Spensa) Makassar menggagas reuni tahun depan. Reuni ini istimewa, karena menjadi ajang...
 

Misi Sulsel Pertahankan Runner Up di Popwil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kontingen Sulsel bertolak ke Mataram. Mereka akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) IV, Mataram NTB,...
 

Wacana Gedung DPR Dilapisi Kaca Anti Peluru Dinilai Buang-buang APBN

FAJARONLINE.CO.ID -- Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, kasus peluru nyasar ke gedung DPR tidak seharusnya dibesar-besarkan. Apalagi...
 

Ponakan Setya Novanto Mengaku Diutus Serahkan USD 100 Ribu ke Aziz Syamsuddin

FAJARONLINE.CO.ID -- Terdakwa korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Irvanto Hendra Pambudi Cahyo mengaku pernah menyerahkan uang sebesar...
 

Pemilih Milenial Parepare Harap Prabowo-Sandiaga Menang

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Masyarakat Sulsel Khusus pemilih muda atau kaum milenial di Kota Parepare berharap banyak pasangan Prabowo-Sandiaga...
 

Madu Trigona Lutra Dipamer di Jakarta, Banyak Diminati Pengunjung

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Stand Pameran Luwu Utara yang menyajikan produk Madu Trigona dan propolis dalam ajang Pameran dan Konferensi Perlebahan...
 

Terdakwa Kasus Dugaan Tambang Emas Ilegal Didakwa UU Minerba

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Terdakwa kasus dugaan tambang emas ilegal, Amiruddin menjalani sidang perdana di Kantor Pengadilan Negeri Maros Klas Ib,...
 

Cegah Illegal Fishing, Kapolsek Kalmas Pimpin Patroli Tiga Malam di Perairan Kalmas

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Aparat Polsek Liukang Kalmas komitmen dalam mencegah dan memberantas illegal fishing di wilayah perairan...
 

Peduli Sesama, KIKST Rutin Kunjungi Panti Asuhan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pengurus dan anggota Kerukunan Istri Karyawan Semen Tonasa (KIKST), mengunjungi Panti Asuhan Al Faqri di kompleks...
 

Foto: Proyek CPI Terbaru - Kawasan Perumahan - Rusunawa Mariso

Proyek pembangunan kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (23/10/2018). FOTO: IDHAM AMA/FAJAR
 

Wagub Sulbar Terima Penghargaan dari Bhayangkari Sulbar

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar menerima penghargaan dari pengurus Bhayangkari Sulbar pada...
 

Satu Jalur Ditutup, Jalan Poros Maros Macet

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan Poros Maros Jalan DR Ratulangi, Selasa (23/10). Pasalnya satu jalur jalan...
 

Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran UU Pers, Ketua DPRD Bengkulu Konsultasi ke Lembaga

FAJARONLINE.CO.ID, BENGKULU - Dilaporkannya Ketua DPRD Kota Bengkulu Baidari Citra Dewi oleh Pimpinan Redaksi media siber Garuda Daily, Doni Supardi...
 

Danlantamal VI Terima Penyerahan Kal Mamuju I-6-64 di Pantai Mutiara Jakarta

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M.Tr (Han) menerima penyerahan Kapal...
 

Kembali Pimpin Ombudsman, Lukman Tangani 250 Laporan Per Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sulawesi Barat (Sulbar) resmi dijabat Lukman Umar, usai dilantik...
 

Foto: Creative Women with Purpose di Upperhils

Pengunjung mengamati berbagai macam pernak-pernik dan pakaian yang ditampilkan pada Creative Women with Purpose, di Upperhils, Jalan Metro Tanjung...
 

Generasi Milenial Apresiasi Kerja Empat Tahun Jokowi-JK

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Generasi milenial antusias untuk mengetahui lebih dalam apa saja yang sudah dikerjakan pemerintahan Presiden Joko Widodo...
 

Foto: Laode Syarief Hadiri Anti Corruption Summit III di Makassar

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berbincang dengan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief, dan Mantan Ketua MK, Mahfud MD pada acara Anti Corruption...
 

Bawa Kabur Gadis 14 Tahun, Warga Barru Ditangkap di Nunukan

FAJARONLINE.CO.ID, BARRU -- Tiga bulan dilaporkan hilang ternyata, Bunga (nama samaran) 14 tahun, warga Desa Batu Pute, Kecamatan Soppeng Riaja...
 

Ipar NA Jabat Dirut Perusda Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Mantan Ketua Tim Pemenangan NA-ASS Taufik Fachruddin ditunjuk menjadi Dirut Perusda Sulsel. Sosok yang tak lain...
 

Gebyar Perbenihan Diharapkan Tingkatkan Produksi Pertanian

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Gebyar perbenihan tanaman pangan tingkat nasional VI dibuka Selasa, 23 Oktober hingga Jumat, 26 Oktober mendatang di UPT...
 

Begini Cara KNPI Sinjai Menyambut Hari Sumpah Pemuda

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sinjai ikut berpartisipasi dalam menyambut hari sumpah pemuda. Sejumlah kegiatan...
 

Protes Kebijakan CPNS, Wabup Bone Minta Guru Tidak Mogok Mengajar

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Ratusan guru honorer di Kabupaten Bone mogok mengajar sebagai bentuk kekecewaan atas kebijakan penerimaan CPNS. Hal...
 

Perkuat Jasmani, Prajurit Dijajal Lari 3,2 Kilometer

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Korem 141 Toddoppuli menggelar tes Samapta atau Kesegaran Jasmani (Garjas) di Stadion Lapatau Watampone, Selasa, 23...
 

Soal Surat Edaran Wagub, Ormas Islam Berdialog dan Menyatakan Mendukung Penuh

Fajaronline.co.id, Makassar -- Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar diskusi terkait...

Load More