Fajar

  Breaking News

Penghentian Penenggelaman Kapal, Siapa yang Untung

Andi Baso Tancung
Opini - 10 Februari 2018, 11:44:00

Indonesia memiliki sumber kekayaan alam yang tergolong besar terutama di sektor perikanan dan kelautan, sehingga perlu adanya tangan-tangan terampil yang mengelolahnya agar sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk masyarakat di tanah air.

Oleh Andi Baso Tancung
Ketua Ikatan Penulis Indonesia Makassar (IPIM) Sulsel

Pasalnya, banyaknya kekayaan alam yang tidak dikelola secara profesional membuat negara terkesan “miskin” padahal sumberdaya cukup tersedia. Seperti halnya dengan potensi laut yang didalamnya dihuni berbagai jenis ikan-ikan yang bernilai jual tinggi. Salah satunya adalah ikan tuna ekor kuning yang hargnya selangit sehingga ini menjadi pemicu datangnya tamu tak diundang untuk menyatroni perairan laut Indonesia.

Tidak heran jika banyaknya kapal asing yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia membuat pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan mengambil langkah dengan menerapkan kebijakan penangkapkan kapal nelayan asing tersebut untuk diproses sesuai dengan pelanggaranya lalu dibakar dan ditenggelamkan. Kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti membuat mata tercengang karena keberaniaannya untuk mengambil resiko dalam hal penegakan hukum di laut. Memang diakui bahwa langkahnya itu tetap mendapat tanggapan yang beragam ada yang pro dan ada kontra, sehingga ini menjadi perbincangan juga di tengah masyarakat.

Akan tetapi lambat laun penegakan hukum itu mendapat respon positif karena apa yang dilakukan Susi mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat dan bahkan pihak luar negeri pun mengakuinya dan diacungi jempol karena keberaniaannya. Penenggelaman kapal yang selama ini dilakukan terutama kapal-kapal dari negara tetangga seperti Malasyia, Thailand, Vietnam dan lain-lain, Kesemuanya itu ditenggelamkan kalau melanggar atau memasuki perairan Indonesia. Walaupun sebelum dimusnahkan tetap melalui mekanisme proses hukum yang sudah berkekuatan keputusan pengadilan yang kuat.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mencatat, sepanjang 2016 telah menenggelamkan 236 kapal asing maupun lokal ilegal yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia. Kapal asing ilegal yang telah ditenggelamkan didominasi oleh kapal asal Vietnam, dimana Vietnam 96 kapal, Filipina 58 kapal, Thailand 21 kapal, Malaysia 38 kapal, Indonesia 15 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan tanpa bendera 4 kapal.

Berdasarkan catatan penangkapan dan penenggelaman KKP selama periode 2016, sebanyak 781 kapal berhasil ditangkap oleh TNI AL, Polair-Polri, Bakamla, PSDKP-KKP. Rencananya dari hasil penangkapan tersebut ada 92 kapal akan ditenggelamkan awal tahun ini. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Susi kerap mengungkapkan bahwa tujuan penenggelaman kapal adalah untuk memberikan peringatan dan efek jera kepada para pelaku illegal fishing.

Penenggelaman tersebut dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Sejak 2014 hingga sekarang, tercatat 317 kapal ilegal telah ditenggelamkan setelah inkrah. Namun demikian, penenggelaman kapal tersebut kini mendapat tantangan dari Menko Maritim Luhut Panjaitan dimana kegiatan peneggelaman tersebut dianggap kurang tepat lagi dilakukan tahun 2018, sehingga Menteri Susi Pudjiastuti diminta untuk berhenti melakukan peneggelaman dan pembakaran kapal nelayan asing tersebut.

Memang diakui bahwa peneggelaman kapal yang dilakukan selama ini banyak manfaatnya lantaran ikan-ikan di berbagai daerah mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga nelayan-nelayan lokal dapat menangkap ikan dengan mudahnya tanpa bersusa paya lagi karena melimpahnya jumlah ikan di laut.

Olehnya itu, adanya tarik ulur antara kebijakan Susi dan Luhut menjadi perdebatan dikalangan pejabat sebab yang satunya tetap ingin melanjutkan program tersebut sementara di sisi lain harus diminta untuk berhenti. Alasan Menko adalah kapal-kapal sitaan itu bisa dijadikan sebagai asset negara atau disalurkan kepada nelayan lokal untuk dijadikan sebagai kapal penagkap ikan. Padahal perlu dipahami bahwa kapal yang ditangkap itu tidak langsung ditenggelamkan dan melalui proses yang panjang sehingga kapal yang tertangkap di parkir di pelabuhan berbulan-bulan dan sudah pasti mengalami kerusakan diberbagai fasilitas.

Kalau mau disumbangkan atau diberikan kepada nelayan tentunya dibutuhkan ongkos atau biaya perbaikan dulu dan itu harus pemerintah yang menaggungnya. Jadi sama saja kalau mengurusi kembali dan mebiayai barang yang tidak perlu. Padahal, kalau kapalnya langsung dihancurkan itu mengurangi beban kerja dan tidak menjadi persoalan lagi. Kalau melihat jumlah kapal asing yang beroperasi sudah tidak ada berarti hasil laut dapat dikelola dan disitulah mendapatkan hasil yang cukup besar. Bisa dibayangkan kalau misalnya nelayan asing mencuri ikan dengan hasil Rp 400 Miliar/tahun. Sedangkan mereka tidak lagi mencuri berarti pemasukan negara setiap tahunya seperti itu. Jadi uang dapat dihasilkan dari laut cukup besar.

Akan tetapi kalau tiba-tiba dihentikan peneggelaman ini berarti siapa yang untung?. Jangan kita membuat stagmen atau kebijakan lain yang sudah berjalan dengan baik. Kalau ada lagi upaya untuk penghentian penenggelam itu berarti mencampuri kebijakan yang sudah berjalan dengan baik ini. Tidak perlu sesama pejabat saling adu argumen dan saling memperlihatkan kekuasaannya. Sebab jangan sampai kita kembali saling “gonto-gontokan” hanya karena kepentingan pribadi yang terselubung.

Olehnya itu, perdebatan tentang penenggelaman kapal nelayan asing di tahun 2018 tidak perlu dikomentari, biarkan kementerian yang bertanggungjawab menjalankan programnya hingga berakhirnya masa jabatan agar negara semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera. Semoga apa yang diperbincangkan dikalangan pejabat negara harus dihentikan. Mari kita sadar dan tafakur untuk menyadiri diri sendiri dan jangan mengusik kerjaan orang lain. Semoga! (*)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : rika



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Dulu Demokrat, Giliran Nasdem Dijanjikan Menang oleh Danny

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Wali Kota  Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali menebar janjinya di partai politik.  Danny, begitu ia disapa...
 

Dadakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kunjungi SMKN 1 Maros

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS , Wakil ketua Komisi X DPR - RI, Hatifah bersama rombongan mengunjungi SMK Negeri 1 Maros di Jl Pasar Ikan, pagi tadi,...
 

Sulsel Akan Kerja Sama Teknologi Budi Daya dengan Jepang

FAJARONLINE.CO.ID,JEPANG-- Lawatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) ke Negeri Sakura berkunjungan ke...
 

Mahasiswa Polinas LP3i Belajar Bisnis Media Cetak

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR-- Mahasiswa Polinas LP3i Tamalanrea Makassar memperdalam ilmu tentang marketing bisnis media cetak, di redaksi FAJAR,...
 

Papa Sehat antar Dinas Takalar Raih Penghargaan Nasional

  FAJARONLINE.CO.ID, TAKALAR - Penghargaan Prestasi Dharma Nusa Award Adhikarya Dharma Nusa diraih Dinas Pendidikan Takalar. Penghargaan...
 

BPK Audit Kinerja Dinkes dan Rumah Sakit Salewangang Maros

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS -- Dinas Kesehatan  Kabupaten Maros dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros menjalani audit kinerja...
 

Setahun, 22 anggota KKB Ditangkap

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA -- Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan, tim gabungan dari Polri dan TNI terus mengejar kelompok...
 

Jadi Anggota DPR RI, Jalaluddin Akbar Tempati Dua Jabatan Strategis di Hanura

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Setelah resmi menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Sulsel satu, Jalaluddin Akbar langsung mendapat ruang di DPP Partai...
 

MK Revisi Batas Usia Minimal Menikah bagi Perempuan

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA--Mahkamah Konstitusi (MK) merevisi batas usia minimal menikah bagi perempuan yang selama ini 16 tahun. Syarat tersebut...
 

Dewi Perssik Bantah Damai dengan Keponakan

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Penyanyi dangdut Dewi Perssik membantah telah berdamai dengan keponakannya, Rosa Meldianti. Dewi Perssik menegaskan bahwa...
 

Hanya Pasrah Lihat Pacarnya Dicabuli Pria Lain

FAJARONLINE.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR --AR (21) dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak karena mencabuli Mawar (bukan nama sebenarnya). Peristiwa...
 

Ini Relawan yang Paling Aktif Kampanyekan Jokowi di Medsos

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA --Keberadaan media sosial (medsos) memiliki peran penting bagi kandidat politik terkait dengan program kampanye jelang...
 

Bakal Bersaing ke Pelatnas SEA Games, Begini Persiapan Syamsuddin Massa

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Atlet Sulsel, Syamsuddin Massa bakal bersaing untuk memperebutkan tiket ke pelatnas SEA Games, tahun depan....
 

Jadi Cabor SEA Games, Dancesport Sulsel Belum Targetkan Pelatnas

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Seleksi nasional (seleknas) untuk cabor dancesport bakal berlangsung di Jakarta, Januari mendatang. Itu untuk...
 

Wanita Ini Kecewa, Pelaku Penganiaya Ibunya Hanya Dituntut 6 Bulan

Fajaronline.co.id, Selayar -- Meskipun undang-undang perlindungan terhadap perempuan telah diberlakukan, kekerasan terhadap kaum perempaun masih...
 

Sehari Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung, Mahasiswi Akper Cekcok dengan Pacar

FAJARONLINE.CO,ID, KALSEL--Mahasiswi Akademi Keperawatan (Akper) Kesdam VI Tanjung Pura Elsa Tri Yuliani nekat bunuh diri di kamar indekosnya di...
 

Kemendagri Keluarkan Aturan Jilbab PNS dan Rambut Tidak Dicat Warna-warni

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mewajibkan pegawainya yang mengenakan jilbab untuk dimasukkan ke dalam kerah baju....
 

Dekranasda Pamerkan Karya Pengrajin Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar Fashion Show yang menampilkan berbagai karya tenun dari Sulsel di Four...
 

Prajurit Diingatkan Terhadap Deteksi Dini Penyakit Jantung

   FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR –- Komando Operasi TNI Angkatan Udara II melaksanakan kegiatan caramah kesehatan tentang...
 

Rumah Sakit Swasta Resah Akibat Defisit BPJS

FAJARONLINE.CO,ID,MAKASSAR-- Defisitnya BPJS mempengaruhi pelayan pasien di rumah sakit swasta di Sulsel. Tal ayal, Asosiasi Rumah Sakit Swasta...
 

Foto: Stand Bank Muamalat di Ummat Fest

Karyawan menjelaskan berbagai macam program kepada calon nasabah di stand Bank Muamalat pada Ummat Fest di Celebes Covention Center (CCC),...
 

FOTO : Kunjungan Mahasiswa Polinas LP3i Tamalanrea Ke Redaksi FAJAR

Mahasiswa Polinas LP3i Tamalanrea dari Jurusan Administrasi Bisnis, Konsentrasi Bisnis dan Konsentrasi Perkantoran berkunjung ke redaksi FAJAR,...
 

Foto: Hujan Guyur Makassar

Awan hitam menggelayut di atas langit perairan Makassar saat diabadikan Jumat (14/12/2018). FOTO: IDHAM AMA/FAJAR
 

Disertasi Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Air Antar Pak Dosen Meraih Doktor

FAJARONLINE.CO.ID, MALANG--Disertasi “Pendekatan Robust Decision – Making dalam Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Air Minum...
 

Manchester City Paling Beruntung di Babak 16 Besar Liga Champions

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Liga Champions 2018/2019 memasuki babak 16 besar dengan drawing akan digelar Senin, 17 Desember mendatang. Di...

Load More