Fajar

  Breaking News

Setop Politisasi Gelar Profesor

Syafaruddin
Opini - 23 Januari 2018, 15:33:55

Dalam beberapa hari terakhir gelar profesor atau guru besar di universitas kembali ramai diperbincangkan, baik oleh masyarakat umum maupun oleh para profesor itu sendiri.

Oleh: Syafaruddin
Guru Besar Konversi Energi Departemen Teknik Elektro, Universitas Hasanuddin

Hal ini dipicu ketika Senat Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin merekomendasikan seseorang yang bukan dosen untuk menjadi profesor tidak tetap di Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin. Bahkan media sudah memberitakan bahwa Universitas Hasanuddin menghadiahi yang bersangkutan gelar profesor meskipun belum pernah dirapatkan oleh pihak Senat Akademik Universitas Hasanuddin.

Ada yang menilai rekomendasi ini wajar, karena prestasi yang bersangkutan dianggap luar biasa dan terdapat juga dasar hukumnya karena ada universitas lain di Indonesia yang juga sudah pernah memberikan gelar profesor luar biasa pada beberapa orang penting di Indonesia. Gelar profesor luar biasa ini juga dianggap tidak membebani negara karena gelar profesor luar biasa ini tidak mendapatkan tunjangan kehormatan dari negara. Akan tetapi, terlepas dari norma hukum dan kewajaran seseorang bisa dianugerahi gelar profesor luar biasa, terdapat juga persoalan etis dan dan filosofi seseorang bisa menyandang gelar profesor.

Secara etis perlu diketahui bahwa gelar profesor atau guru besar di universitas adalah jabatan fungsional tertinggi yang diberikan pada seorang dosen melalui proses penjenjangan dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala kemudian Profesor. Ada proses penilaian dan indikator serta angka kumulatif yang mesti dilewati untuk mencapai semua tahapan jabatan-jabatan ini yang basisnya adalah penilaian kinerja tridarma perguruan tinggi yang mengcakup kinerja pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta komponen kinerja penunjang tridarma perguruan tinggi lainnya.

Terkhusus untuk mencapai gelar profesor, seorang dosen minimal dituntut untuk melakukan publikasi ilmiah pada jurnal internasional yang terindeks misalnya di thomson reuters dan scopus. Oleh karena itu, jika seseorang yang bukan dosen dan ingin menjadi profesor menjadi sungguh sangat tidak etis karena yang bersangkutan itu bukan pada jalur penjenjangannya. Sama halnya jika seseorang yang non-militer direkomendasikan menjadi seorang jenderal.

Secara filosofi juga perlu diketahui bahwa gelar profesor adalah gelar kehormatan akademik yang diberikan oleh masyarakat lewat negara kepada seseorang akademisi yang mengabdikan hidupnya untuk riset ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi.

Ada kesakralan dan kehormatan serta beban kinerja yang selalu diemban oleh profesor untuk selalu memberikan kontribusi dan pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi sesuai bidang kompetensi dan kepakaran profesor serta selalu memberikan solusi perbaikan di masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, jika seseorang yang bukan akademisi dan tidak pernah berkecimpung dalam pengembangan riset ilmu pengetahuan dan teknologi maka secara filosofi tidak pantas, tidak hormat dan tidak layak menyandang gelar profesor.

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, profesor bukan gelar akademik melainkan jabatan tertinggi yang diraih oleh seorang dosen. Jadi jika ada orang yang mendapatkan gelar profesor tanpa melalui penjenjangan akademik yang jelas, maka hal itu tidak dibenarkan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang salah kaprah mengenai profesor tersebut. Sehingga tak jarang, ada orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk mendapatkan profesor di depan namanya. Sedangkan menurut Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada menegaskan bahwa pemberian gelar profesor kehormatan semestinya tidak ada. Kalau pemberian doktor honoris causa ada, namun profesor tidak ada.

Pemberian gelar profesor bagi seseorang yang bukan dosen tentu sangat memiriskan dan menciderai hati teman-teman sejawat akademisi. Para profesor tentu akan sangat kecewa jika Senat Akademik Universitas Hasanuddin menyetujui dan merekomendasikan pengusulan jabatan profesor ini ke pusat. Hal ini tentu disebabkan bagaimana sulitnya pengorbanan yang mereka lakukan untuk mendapatkan pengakuan gelar profesor ini dari negara. Mereka tentu telah fokus bekerja keras mendedikasikan hidupnya, melakukan pengorbanan waktu, tenaga dan airmata untuk mendapatkan gelar akademik sebagai seorang profesor. Para teman sejawat yang masih dalam jabatan lektor kepala dan bercita-cita menjadi profesor tentu lebih kecewa lagi. Mereka tentu telah mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan, melewati tahapan validasi dokumen dari tingkat prodi, fakultas, universitas hingga pusat. Mereka pasti terus berdoa semoga pengusulan profesornya cepat disetujui oleh Kemenristek-Dikti. Semua teman dosen akan kecewa karena seseorang dengan mudahnya diusulkan untuk menjadi profesor tanpa kriteria penilaian akademik yang jelas, namun hanya karena faktor pertemanan, perkoncoan dan kekuasaan.

Gelar profesor jangan dipolitisasi karena gelar ini adalah gelar kehormatan bagi siapa saja akademisi yang telah layak menyandangnya. Jika persoalan pemberian gelar profesor luar biasa bagi seorang non-dosen tidak bisa dihentikan maka persoalan ini akan menjadi preseden dan citra yang buruk di masa depan, karena dengan mudahnya universitas memberikan hadiah gelar profesor tanpa kriteria prestasi akademik yang jelas dan hanya karena yang bersangkutan adalah penguasa atau orang penting. Jika ada seseorang non-akademisi dianggap berprestasi luar biasa di dalam struktur masyarakat bugis-makassar cukuplah yang bersangkutan diberikan gelar ‘to panrita’atau seorang panutan masyarakat dan ahli yang benar-benar ahli dibidangnya. Tidak perlulah yang bersangkutan diberikan gelar profesor karena gelar profesor adalah gelar jabatan akademik dosen di universitas.

Gelar profesor di Sulawesi Selatan ini kemudian menjadi unik. Ada jargon ‘profesor andalan’ dan ada juga ‘andalan profesor’ untuk para kandidat pilkada Gubernur Sulawesi Selatan. Ada juga istilah di masyarakat berkaitan pejabat dan jabatannya tentang ‘profesor yang mau jadi gubernur’ dan ada juga ‘gubernur yang mau jadi profesor’. Mewakili teman sejawat para profesor di Universitas Hasanuddin, setop politisasi gelar profesor! (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Pasangan Calon Pengantin Nginap di Hotel, Sekalian Curi Perabot untuk Rumah Mereka Kelak

FAJARONLINE.CO.ID, BOJONEGORO - Pernikahan lelaki LT (38 tahun) dengan FA (34) kemungkinan tertunda. Pasangan calon pengantin itu tepergok mencuri di...
 

Jubir Jokowi-Ma'ruf asal Sulsel Ini Klaim Data Prabowo-Sandi Sudah Bocor ke Kubunya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Strategi pemenangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 mendatang bocor. Klaim itu datang dari Andi Saiful Haq, salah satu...
 

Bukan Suami-Istri Tepergok Berduaan di Kamar, Sama-sama Sudah 66 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID JENEPONTO - Tua-tua keladi. Seorang kakek berinisial T (66 tahun), warga Desa Camba- camba, Kecamatan Batang, Jeneponto, tepergok...
 

Kenang Pahlawan, Polres Kepulauan Selayar Tabur Bunga di Pelabuhan Benteng

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sebagai rangkaian Peringatan HUT RI Ke-73 pada Jumat 17 Agustus hari ini, sekitar pukul 11.00 wita pagi tadi...
 

Heroik...Pelajar SMP di Perbatasan RI-RDTL Panjat Tiang Bendera Demi Kibarkan Bendera Merah Putih

FAJARONLINE.CO.ID, KUPANG -- Aksi Panjat Tiang Bendera oleh pelajar SMP di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL ini bikin merinding dan patut...
 

LLDikti Wilayah IX Peringati HUT Kemerdekan, Pertama Sejak Berubah Nama

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-73 Kemerdekaan RI menjadi moment teristimewa bagi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi...
 

Ini Pesan Komisaris Utama Sinar Galesong Pratama Memaknai HUT RI

  FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Gelaran Annual Tournament Galesong Group 2018, resmi berakhir, Jumat (17/8/2018). Berbagi kegiatan...
 

Peringati HUT RI, Perempuan Pulau Saugi Bermain Sepak Bola

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Kaum perempuan yang ada di Pulau Saugi, Kecamatan Liukang Tupabiring, patut berbangga pada peringatan HUT Kemerdekaan...
 

Istrinya Sedang Kerja, Edan... Sopir Travel Ini Cabuli Delapan Siswi SD

FAJARONLINE.CO.ID -- Perbuatan pria ini benar-benar keterlaluan. Meski sudah dikarunia tiga anak dari satu istri, dia tega mencabuli 8 siswi SD di...
 

Aston Makassar Hotel Turut Meriahkan Hari Kemerdekaan RI dengan Cara Unik

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Tepat hari ini, Jumat, 17 Agustus 2018, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-73 tahun....
 

Sukses Jalankan Tugas, Tangis Paskibraka Pecah

FAJAROLINE.CO.ID, MENGKENDEK -- Peringatan detik-detik proklamasi tingkat kabupaten Tana Toraja dipusatkan di lapangan Sepakbola...
 

237 Narapidana Sidrap Dapat Remisi Kemerdekaan HUT RI Ke-73

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Hari Kemerdekaan ke-73 RI, pemerintah memberikan remisi kepada warga binaan Kabupaten Sidrap yang telah menjalankan...
 

Kakek Soebeki Divonis Bebas, Pernah Terima Tanda Jasa Pahlawan dari Presiden Soekarno

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa Soebeki (88) dalam perkara pemalsuan surat kepemilikan tanah...
 

IMB Inspektur Upacara, Tekankan Prestasi Kerja

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR---Upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-73 di halaman depan Four Points by Sheraton Makassar, Jumat...
 

PSI Sesumbar Tak Sulit Sosialisasikan Jokowi-Maruf di Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua DPW PSI Sulsel, Fadli Noor, sesumbar tidak sulit menyosialisasikan Jokowi-Ma'ruf di...
 

Cuaca Terasa Panas, Astaga... Peserta Upacara HUT RI di Sinjai Berjatuhan

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI -- Cuaca terik matahari mewarnai jalannya upacara peringatan ulang tahun RI di Sinjai. Akibatnya, sejumlah peserta...
 

Prabowo Upacara Bendera di Universitas Bung Karno

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Bakal calon Presiden RI, Prabowo Subianto tidak menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik...
 

IKA SUPM Bone Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi perhatian berbagai lapisan...
 

Dilanda Gempa, Warga Senaru Lombok Tetap Peringati Kemerdekaan, Lihat Videonya

FAJARONLINE.CO.ID -- Meski menjadi korban gempa yang memporak-porandakan kampungnya, masih ada semangat warga Senaru Lombok memperingati HUT...
 

Tinggalkan Arsenal, Ospina Hengkang ke Napoli

FAJARONLINE.CO.ID, NAPLES—Penjaga gawang kedua Arsenal, David Ospina hengkang ke Napoli. Pemain internasional Kolombia itu terbang larut malam...
 

Peringati HUT RI, SMAN 21 Makassar Beri Penghargaan pada Guru-Siswa Berprestasi

FAJARONLINE.CO.ID, TAMALANREA—SMAN 21 Makassar menggelar upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat, 17 Agustus, pagi...
 

Unik, Polres Bone Bakal Gelar Lomba Dorong Mobil Patroli

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Bukan hanya mobil mogok yang membutuhkan dorongan. Bahkan, mobil yang baik-baik saja juga harus didorong sekuat...
 

Tiga Ranperda Parepare Inisiatif Disepakati, Ini Daftarnya

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE -- DPRD Parepare dan Pemkot Parepare menyepakati tiga ranperda. Ranperda ini merupakan inisiatif DPRD.   Ketua...
 

Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-73 di Pantai Losari

Upacara bendera memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI juga berlangsung di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/8/2018). Upacara...
 

Peringatan HUT RI Ke-73 di Graha Pena

SUASANA Pengibaran Bendera Merah Putih dalam Rangka HUT Kemerdekan Republik Indonesia ke-73 di Graha Pena, Jumat, 17 Agustus 2018. Turut hadir...

Load More