Fajar

  Breaking News

Mantan Agen Rahasia Korut Ceritakan Detil Peledakan Pesawat Jelang Olimpiade

Kim Hyon Hui/CNN
Internasional - 23 Januari 2018, 10:50:36

FAJARONLINE.CO.ID, SEOUL—Menjelang pelaksaan Olimpiade musim dingin di Korea Selatan, mantan agen rahasia Korea Utara, Kim Hyon Hui muncul ke publik. Ia menceritakan secara detil bagaimana peledakan pesawat yang ia lakukan jelang Olimpiade Seoul 1988.

Menurutnya, ini adalah tugas pertamanya sebagai agen rahasia Korea Utara. Pada tahun 1987, Kim Hyon Hui membawa bom ke pesawat Korean Airlines 858, yang menewaskan 115 orang untuk apa yang dia katakan adalah perintah langsung Kim Jong Il, putra pemimpin Korea Utara Kim Il Sung.

“Misinya adalah untuk memblokir Olimpiade Seoul 1988 yang akan datang,” kata wanita berusia 55 tahun yang pada tahun 1990 menerima pengampunan presiden atas perannya dalam kekejaman itu setelah diadili di Korea Selatan.

Kisah dramatisnya menunjukkan bahwa Pyongyang bersiap untuk mengganggu Olimpiade 1988, yang dipandang sebagai etalase untuk pembangunan di Selatan. Pesawat tersebut meledak pada tanggal 29 November 1987 di atas Laut Andaman, di lepas pantai Myanmar.

Setelah tiga dekade, Korea Utara dan Selatan akan berjalan di bawah bendera yang sama di Olimpiade Musim Dingin yang akan dimulai bulan depan di kota Pyeongchang, Korea Selatan. Dan para atlet dari kedua belah pihak akan bersaing dalam kompetisi tersebut.

Namun, Kim memperingatkan bahwa Korea Utara tidak berubah sejak ia bekerja sebagai mata-mata rezim tersebut dan Pyongyang masih belum meminta maaf atas pemboman tersebut.

“Mereka menggunakan Korea Selatan untuk mengatasi kesulitan mereka, untuk mencapai tujuan mereka, mereka mengeksekusi rakyat mereka sendiri, saudara kandung, keluarga, jangan tertipu, Korea Utara tidak berubah sama sekali,” katanya di CNN.

CNN bertemu Kim di kamar hotel yang tidak mencolok di Korea Selatan, di mana dia didampingi oleh setengah lusin pengawalnya. Mereka tidak bisa mengungkapkan lokasinya karena dia dan pemerintah Korea Selatan khawatir agen Korea Utara mungkin masih berusaha untuk membungkamnya.

Diceritakan Kim, dirinya berlatih lebih dari tujuh tahun untuk menjadi agen rahasia dan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang operasi keamanan Korea Utara. Dipecat dari universitas pada usia 18, berkat kemampuan bahasanya, Kim menghabiskan satu tahun pelatihan intelijen di sebuah kamp rahasia di pegunungan. Ia diajarkan seni bela diri, menembak, komunikasi radio dan cara bertahan hidup di alam bebas.

Dia belajar bahasa Jepang dari Yaeko Taguchi, seorang wanita Jepang yang diculik oleh Korea Utara dan tinggal bersama selama dua tahun. Dia kemudian dikirim ke kota Guangzhou di China untuk menyempurnakan pemahamannya tentang bahasa Mandarin.

Pada bulan November 1987, dia tiba-tiba dipanggil kembali ke Pyongyang. Badan mata-mata Korea Utara memutuskan bahwa Kim siap untuk misi mematikannya, sebuah tugas yang dia terima di malam hari dari petugas tertinggi badan tersebut.

Kim dan seorang kaki tangan pria, Kim Seung Il, pergi ke ibukota Austria, Wina, menyamar sebagai pasangan Jepang. Di sanalah mereka diberi bom. “Bom itu adalah radio Panasonic kecil, di belakangnya ada, baterai. Korea Utara membuatnya menjadi setengahnya bertindak sebagai bahan peledak dengan bahan kimia, separuh lainnya bisa digunakan sebagai radio biasa,” tutur Kim.

Mereka membawa bom itu ke Baghdad. Saat mereka menaiki pesawat Korean Airlines 858, menuju Seoul, para petugas menyita baterai di radio, yang tanpanya bom itu tidak ada gunanya. “Saya sangat gugup saat itu. Saya mengambil baterai, memasukkannya kembali ke radio dan mengeluh kepada petugas. Saat menyalakan radio, terdengar suara keluar, jadi saya katakan kepada mereka bahwa mereka terlalu ribut,” kata Kim.

Petugas kemudian mengizinkan Kim untuk melewati pemeriksaan keamanan dan naik ke pesawat dengan radio secara utuh. “Untuk sesaat, pemikiran ‘orang-orang ini akan mati’ terlintas dalam pikiran saya, saya terkejut saat memikirkannya, saya merasa saya lemah, saya melakukan ini untuk penyatuan,” ujarnya.

Kim meletakkan bom di loker di atas kepala dan mengambil beberapa pil untuk bersantai. Dia dan kaki tangannya lalu turun dari pesawat dengan singgah di Abu Dhabi. Pesawat yang membawa 115 orang dan sebuah bom Korea Utara berangkat ke Seoul dan tidak sampai. Bangkai kapal ditemukan di perairan teritorial Burma, sekarang dikenal sebagai Myanmar, pada 16 Desember 1988.

Rencana untuk melarikan diri melalui Roma dan Wina tidak berjalan saat kedua agen ditahan di Bahrain. Mereka memiliki rencana B, pil sianida yang disembunyikan di saringan rokok.
“Kami diajari bahwa jika seorang agen gagal dalam sebuah misi, dia perlu melakukan bunuh diri. Kita perlu menelan pil untuk melindungi rahasianya. Kita tahu betul bahwa keluarga kita di Utara akan dirugikan, jadi tentu saja kami memutuskan untuk menelan pil. Pada saat itu saya mengira hidup 25 tahun saya berakhir seperti ini,” jelasnya.

Setelah menelan pil sianida, Kim kehilangan kesadaran namun bertahan. Kawan laki-lakinya meninggal. Ia kemudian diantar ke Seoul untuk diinterogasi. Kim mengatakan bahwa dia menyangkal semuanya selama delapan hari karena mengkhawatirkan keluarganya, tapi dia tidak bisa bertahan.

Dia diadili dan dijatuhi hukuman mati namun Kim kemudian diampuni oleh Presiden Roh Tae-woo, meski mendapat kritikan dari partai oposisi utama saat itu. "Ketika saya mendengar saya diampuni, daripada merasa senang mendapatkan kembali kehidupan, saya memikirkan ibu saya kembali ke Utara. Betapa senangnya dia jika seorang anak perempuan yang hampir meninggal kemudian bertahan, tapi saya adalah orang yang berdosa besar. Seharusnya aku meninggal," katanya.

Setelah diampuni, dia bekerja untuk Badan Intelijen Nasional Korea Selatan sebelum menikahi salah satu pengawalnya. Dia telah menulis memoar tentang pengalamannya, menyumbangkan beberapa hasilnya ke keluarga korban. Mengenang kembali waktu itu tiga puluh tahun yang lalu membuat Kim tertekan, dia sering menangis. Namun dia menegaskan bahwa dia telah bertahan untuk mengingatkan orang tentang apa yang dapat dilakukan oleh Korea Utara, sesuatu yang dia katakan sangat penting karena Olimpiade Musim Dingin tampaknya membawa kedua belah pihak bersama-sama.

"Sebagai saksi hidup atas teror Korut, saya mengatakan yang sebenarnya dan saya berada di garis depan untuk mencegah serangan semacam ini. Korea masih berperang dalam hal ideologi dan pemikiran," tegasnya. (CNN/amr)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : amir

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Di Era Jokowi, Kriminalisasi Terancanm Diseret Ke Mahkamah Internasional

FAJARONLINE.CO.ID, NASIONAL - International Humanitarian Activist Network (IHAN) atau Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) mendesak...
 

Suasana Kota-Properti Makassar

Suasana pagi di Kota Makassar dalam jepretan kamera. Gambar direkam di berbagai lokasi seputar kota Makassar, Rabu (16/1/2019). (FOTO: IDHAM...
 

Fokus Group Discussion Bank Mandiri

Walikota Makassar, Danny Pomanto bersama Ketua STIM Nitro, Marzuki DEA menjadi narasumber utama focus group discussion Bank Mandiri bersama Pewarta...
 

Allegri Takut Adu Penalti di Jeddah, Ini Alasannya

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Sepanjang sejarah Piala Super Italia, Juventus dan AC Milan sudah bertemu dua kali. Di dua pertemuan tersebut...
 

Preview Juventus vs AC Milan: Berebut Status Raja Supercoppa

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Juventus dan AC Milan akan berduel di Piala Super Italia, dinihari nanti. Ini akan jadi perang perebutan status raja...
 

Mengenang Pertempuran Laut Arafuru, Lanal Mamuju Putar Film dan Doa Bersama

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU –- Dalam rangka mengenang Pertempuran Laut Arafuru 15 Januari 1962, pihak Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju...
 

Usai Pindah ke RS Penang Malaysia, Kondisi Ustaz Arifin Ilham Makin Membaik

FAJARONLINE.CO.ID -- Kondisi Ustaz Arifin Ilham saat ini sudah membaik. Kabar tersebut disampaikan putra sulung Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Alvin...
 

Didesak Mundur Gara-gara Kasus Meikarta, Tjahjo: Yang Bisa Berhentikan Saya Ya Presiden

FAJARONLINE.CO.ID -- Akibat namanya disebut oleh Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hassanah, dalam sidang kasus suap izin Meikarta, desakan agar Tjahjo...
 

KARS Lakukan Survei Akreditasi di RSUD Latemmamala

Fajaronline.co.id, Soppeng -- Surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr Elzarita Arbain MKes didampingi bupati Soppeng, A Kaswadi Razak SE,...
 

Soal Teror Bom Pimpinan KPK, Kerja Polri Tak Kunjung Ada Hasil

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Upaya mengungkap pelaku teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak kunjung membuahkan hasil....
 

Stabilitas Pangan Pengaruhi Tingginya Garis Kemiskinan

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU — Stabilitas pangan di Sulbar masih berpengaruh terhadap meningkatnya garis kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS)...
 

Lantamal VI Percantik Kanal Paotere dengan Lampu Hias

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Pangkalan Utama TNI AL VI  (Lantamal VI) terus mempercantik Kanal Paotere agar lebih menarik. Inovasi...
 

Kades Timbuseng Hanya Berharap Warga Lebih Tertib Administrasi

FAJARONLINE.CO.ID -- Kepala Desa (Kades) Timbuseng, Kabupaten Gowa, Rabaking Naba, mengklarifikasi soal kabar mengancam usir warga yang tak punya KTP...
 

MU Ingin Jual Pemain Muslim Kesayangan Mourinho

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Manchester United sepertinya ingin menghapus seluruh kenangan bersama Jose Mourinho. Setelah pemecatan sang...
 

Menanti Kontestasi Wacana

Oleh: Hasrullah, (Edisi Rabu 16 Januari 2019)Dalam analisis aktor (baca: komunikator politik), menarik untuk diprediksikan kedua calon presiden...
 

MPR : Penyebar Hoaks Bisa Dipenjara 6 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Masyarakat harus bijak dalam menyebar berbagai informasi yang berhubungan dengan politik, jelang Pemilu...
 

Adipura dan Paradigma Pengelolaan Sampah

Oleh: Syarifuddin Umar (Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku-KLHK) Di awal tahun 2019, tepatnya...
 

Soft Skill ASN Meningkat, Keluhan Masyarakat Menurun

Oleh: Grace V. Dumalang Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur II Lembaga Administrasi Negara PKP2AII LAN Pelayanan publik mudah...
 

Nikita Mirzani Geram Laporkan Belasan Netizen

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Sebelumnya Ussy Sulistiawaty sempat melaporkan belasan akun Instagram di Polda Metro Jaya lantaran anaknya dibully...
 

Benarkah Kopi Bisa Hilangkan Stres? Ini Jawabannya

FAJARONLINE.CO.ID - Mungkin meminum kopi merupakan sebuah kebiasaan yang sangat sulit sekali untuk dihindari. Bahkan meminum kopi juga menjadi...
 

Supercoppa Dinihari Nanti, Begini Perbandingan Kekuatan Juventus dan AC Milan

FAJARONLINE.CO.ID, JEDDAH—Juventus akan menghadapi AC Milan di Piala Super Eropa, Kamis, 17 Januari, dinihari nanti. Berikut data perbandingan...
 

Idrus Marham Dituding Terima Rp2 Miliar

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Menteri Sosial Idrus Marham dituding menerima aliran dana terkait proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau-1. Nilainya...
 

7 Manfaat Air Cucian Beras Bagi Kesehatan

FAJARONLINE..CO.ID - Beras yang sudah dimasak menjadi nasi juga bisa dimasak kembali menjadi berbagai makanan seperti bubur. Hal inilah yang...
 

Diisukan Ingin Hengkang karena Ronaldo, Begini Klarifikasi Dybala

FAJARONLINE.CO.ID, TURIN—Penyerang Juventus Paulo Dybala berkali-kali dikabarkan akan hengkang. Pemain Argentina itu dilaporkan ingin...
 

Eksekuti Mati Kasus Narkoba Ditunda Karena Anggaran

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan eksekusi mati 11 terpidana mati kasus narkoba oleh Kejaksaan Agung sudah dua tahun menggantung. Selidik...

Load More