Fajar

  Breaking News

Melawan Korupsi, Mendidik Keutamaan

Opini - 09 Januari 2018, 10:28:34

Berbahagialah orang yang lahir di zaman yang korup, karena dengan itu ia dapat membuktikan dirinya sebagai warga negara yang baik. ---Niccolo Machiavelli---

Oleh: Muhammad Takbir Malliongi
mahasiswa Program Doktor Ilmu Filsafat UGM & Alumni UIN Alauddin Makassar

Korupsi adalah musuh terbesar dari negara ini, karena merusak sendi-sendi publik yang paling subtil. Kejahatan ini menyebabkan tidak terdistrubusinya keadilan kepada setiap warga, sehingga dikategorikan sebagai extra ordinary crime (kejahatan luar biasa).

Di Indonesia, persoalan ini selalu berulang dari waku ke waktu, sejak kemerdekaan hingga saat ini. Yang terakhir dan menyita perhatian publik adalah penetapan Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, sebagai tersangka kasus korupsi mega proyek KTP elektronik. Padahal, ia adalah salah satu simbol lembaga negara dalam trias politica, yaitu; eksekutif.

Karena peliknya persoalan korupsi ini, Mochtar Lubis mengakatan, “Jika kita meneliti fakta korupsi dalam penghidupan bangsa kita, mungkin orang akan cenderung berpendapat bahwa kini korupsi sudah menjadi kebudayaan bangsa kita.” Meski demikian, korupsi tetap tidak dapat dikatakan budaya. Karena sebagai sistem nilai, budaya merupakan suatu yang lahir dari nalar kritis masyarakat.

Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan dengan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok pejabat publik, baik itu melalui informasi, keputusan, pengaruh maupun dengan uang. Tujuannya, untuk memperoleh keuntungan untuk dirinya sendiri dan atau kelompoknya. Pada konteks inilah, laku koruptif bukan merupakan aktualitas dari nalar kritis, sehingga istilah korupsi tidak dapat dimuat dalam kamus budaya.

Sumber kejahatan korupsi
Menelusuri sumber kejahatan korupsi ini, Niccolo Machiavelli (1467-1527), filsuf Italia, mengemukakan empat hal yang mendasarinya. Pertama, pejabat negeri diperbudak negeri lain hingga negara tidak mampu membuat aturan secara leluasa untuk mengelola urusannya sendiri.

Maksudnya, para pejabat negeri mengidap inferior Complex syndrome, yaitu, selalu merasa lebih rendah dari negara lain. Akibatnya, kita tidak pernah benar-benar merasa bangga dengan diri sendiri, termasuk pejabat publik dalam merumuskan kebijakan. Bahkan, sudah menjadi lazim suatu kebijakan adalah hasil tiruan atau “caplokan” dari negara lain tanpa pertimbangan konteks sosio-politik dan kulturalnya.

Kedua, pemangku kekuasaan dengan kekayaan berlebih diperoleh dengan cara yang tidak bersih, serta munundukkan moral publik dengan pragmatisme sempit. Pejabat publik yang sejatinya menjadi tangan-tangan Tuhan pembawa kesejahteraan bagi rakyat, justu merampas hak-hak mereka dan mengakumulasinya menjadi kekayaan pribadi.

Pada sisi lain, mereka juga mencitrakan dirinya sebagai sosok yang baik dan dermawan. Sebagai contohnya, pada setiap menjelang momen pemilu atau pemilukada para calon pejabat itu datang menghampiri rakyat dengan membagikan sebako, mendirikan rumah ibadah dan bahkan seringkali membagi-bagikan amplop berisi uang. Mereka datang justru bukan membawa gagasan, tapi gugusan materi. Pada akhirnya, rakyat memilih berdasarkan pragmatisme sempit, yaitu memilih berdasarkan isi tas dan bukan kulitas.

Ketiga, kaum elite negeri hidup dari popularitas dan penghasilan yang tinggi namun sedikit kerja. Maksudnya adalah popularitas elite dibangun bukan berdasarkan kualitas. Akan tetapi, melalui citra-citra palsu yang dipertontonkan melalui media.

Popularitas yang tinggi adalah modal penting bagi seorang politisi. Karena dengan begitu, ia dapat dengan mudah terpilih sebagai wakil rakyat atau pejabat publik. Melalui jabatan inilah ia dapat meraup keuntungan dengan cara-cara yang “kotor”. Meskipun tidak semua elite atau pajabat publik berlaku seperti itu, namun tidak sedikit pula yang demikian. Inilah yang disebut Arent (1958), sebagai animal laborans. Yaitu, orang yang masuk ke dunia politik dengan orientasi kebutuhan hidup dan obsesi akan siklus produksi-konsumsi yang sangat dominan.

Keempat, pemahaman keagamaan didasarkan pada kesalehan sempit. Agama dipandang dan disimplifikasi menjadi ritual belakan dan bukan spiritual. Ukuran kesalehan terletak pada seberapa banyak melakukan ibadah dan do’a bersama, atau aktivitas keagamaan lainnya yang bersifat simbolik dan ceremonial. Agama yang sejatinya dibatinkan akhirnya menjadi profan dan dangkal. Ayat-ayat Tuhan diobral untuk kepentingan pribadi. Sehingga tidak mengherangkan kemudian jika sederet nama yang dipandang agamis, seperti misalnya, Luthfi Hasan Ishaq, Ahmad Fatona, Surya Darma Ali, dll., terjerat kasus korupsi.

Persoalan lain yang tidak bisa dianggap sepele ialah basis ontologis kejahatan korupsi. Korban kejahatan memang tidak tampak. Pelaku bisa berdalih, siapa korbannya? Jika disebut bahwa yang dirugikan adalah rakyat, maka pertanyaan selanjutnya, siapa yang dimaksud rakyat? Korbannya kabur dan impersonal. Rakyat sendiri tidak berwajah dan anonim. Ini kemudian memunculkan self-defence dan rasa tidak bersalah pada pelaku.

Mendidik keutamaan
Untuk mengatasi persoalan korupsi di negeri ini, pemerintah merespons dengan mendorong sekolah Anti-Korupsi (selain penegakan hukum). Pemerintah meyakini bahwa terdapat relasi antara laku korupsi yang tinggi dengan sekolah. Pada konteks ini, pemerintah menggunakan logika sederhana, yaitu, jika p maka q, di mana p adalah sekolah Anti-Korupsi (anseden) dan q adalah laku korupsi (konsequen).

Respons ini, bagi penulis, terlalu reaktif dan simplistik. Karena pemerintah menyederhanakan persoalan yang kompleks dengan solusi sederhana. Seperti halnya, maraknya tawuran anak sekolah dan berbagai kenakalan remaja lainnya dengan regulasi pendidikan karakter di sekolah. Sekolah dipandang sebagai rumus murajab untuk semua persoalan. Padahal, banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

Perlu dipahami bahwa, laku keseharian masyarakat ditentukan oleh sistem besar dalam sosial kemasyarakatan. Paling tidak beberapa yang menetukan laku tersebut antara lain; sistem nilai, sistem pendidikan, sistem politik, sistem ekonomi, dan bahkan sistem komunikasi. Sekolah (pendidikan) hanya satu dari sedemikian banyak sistem yang membentuk laku di masyarakat.

Untuk mengatasi perilaku koruptif, bagi penulis, pertama-tama harus dimulai dari elite atau pejabat publik yang mendorong nilai-nilai keutamaan (virtue) dalam masyarakat. Keutamaan ini berhubungan dengan sifat watak yang dimiliki manusia yang berpedoman pada prinsip what kind of person should I be?

Dalam filsafat, ini merupakan salah satu aliran etika yang pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles. Menurutnya, keutamaan pertama-tama diperoleh bukan lewat pengetahuan, akan tetapi melalui habitus, yaitu, pembiasaan melakukan yang baik. Olehnya itu, pengetahuan yang banyak tidak meniscayakan orang menjadi baik. Berbeda Immamuel Kant dengan etika kewajibannya, yang menekankan pada asas tindakan bertujuan dan kemanfaatan, yaitu, what should I do?

Ketika nilai-nilai keutamaan ini dicerminkan dalam laku keseharian para elite atau pejabat publik, maka tentu akan sangat efektif ditanamkan kepada masyarakat luas, khususnya peserta didik di sekolah. Seperti nilai kejujuran misalnya. Menenamkan nilai kejujuran dengan contoh kongkrit jauh lebih efektif daripada mengajarkannya di ruang kelas. Jika sudah demikian, bukan sesuatu yang mustahil bila dikemudian hari generasi kita tidak lagi mengenal istilah korupsi. Kata “korupsi” seperti binatang dinosaurus yang hanya ditemukan dongeng anak-anak. (*)

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : rika



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

STIM Nitro Bersama Ikatan Alumni Salurkan Bantuan Tahap Kedua untuk Palu dan Donggala

Fajaronline.co.id, Makassar -- Civitas Akademika STIM Nitro bersama Ikatan Alumni STIM Nitro dan Unit Kegiatan Mahasiswa menyalurkan bantuan tahap...
 

Jatuh dari Ranjang saat Bercinta, Lumpuh, Wanita Ini Tuntut Perusahaan Tempat Tidur

FAJARONLINE.CO.ID, BERKSHIRE—Seorang wanita bernama Claire Busby menuntut perusahaan tempat tidur, Beds Are Uzzz setelah dia mengalami lumpuh...
 

Rekaman CCTV Bocor, Khashoggi Palsu Lupa Ganti Sepatu

FAJARONLINE.CO.ID, ISTANBUL—Operasi penghilangan wartawan Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul terencana dengan sangat matang....
 

Ditawari Bangun Usaha di India

* Melirik Industri Gitar di Sulsel Belajar otodidak. Yang tersulit saat pemesan ingin gitarnya berbahan kayu impor. DEWI SARTIKA...
 

Umat Islam Tenanglah, Polisi Sudah Amankan Pelaku Pembakaran Kalimat Tauhid

FAJARONLINE.CO.ID -- Viralnya video sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan aksi pembakaran bendera berkalimat tauhid...
 

Todd Ferre Berharap Starter di Laga Hidup Mati Indonesia Kontra UEA

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Tim nasional Indonesia U-19 akan menghadapi laga hidup mati kontra Uni Emirat Arab Rabu, 24 Oktober besok malam. Di...
 

Klasemen dan Top Skor Sementara Liga Inggris

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Premier League Inggris baru saja menyelesaikan pekan kesembilan dengan laga Arsenal kontra Leicester City. Berikut...
 

Kalahkan Leicester City 3-1, Arsenal Tembus 4 Besar

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Arsenal melanjutkan tren kemenangan mereka bersama pelatih Unai Emery. Menghadapi Leicester City di Emirates Stadium,...
 

Viral Pembakaran Kalimat Tauhid, MUI Minta Pelaku Ditangkap

FAJARONLINE.CO.ID -- Sebuah video yang mempertontonkan sekelompok orang tengah membakar kain bertuliskan kalimat syahadat viral sejak semalam, Senin...
 

Anak Wakil Bupati Divonis 8 Bulan, Granat Maros Kecewa

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, kecewa atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Maros yang memvonis Andi Arjab...
 

Masuk Rujab Saokotae, Ustad Syahruddin Doakan Walikota Judas Dapat Berkah

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO -- Walikota Palopo, HM Judas Amir melakukan doa dan dzikir saat masuk rumah jabatan di Saokotae, Senin 22 Oktober....
 

Warga Keluhkan Jalan yang Berdebu, Anak-anak Bisa Terkena ISPA

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Insfratruktur jalan di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo mendapatkan sorotan warga. Sebab ruas kabupaten tersebut bisa...
 

Saiful Haq Tuding Program Generasi Emas dari Prabowo Pakai Data Palsu

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Program generasi emas atau gerakan emak-emak minum dan bayi minum susu yang digalakkan oleh tim Prabowo-Sandiaga...
 

PSM Makassar Kantongi Lisensi Klub Profesional AFC

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- PSM Makassar mengantongi lisensi klub profesional AFC. Manajemen klub berjuluk Pasukan Ramang itu memastikannya...
 

Belanja Pemkab Lutim Tembus Rp1,580 Triliun 2019

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI -- Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, menyerahkan Draf Ranperda Tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan...
 

Bupati Husler Beri Bantuan Pangan Non Tunai ke Warga

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI -- Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada beberapa perwakilan penerima...
 

BRI Bantu Pemda Mobil Operasional Optimalkan Layanan Periksa Payudara

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI -- Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, menerima bantuan mobil operasional keliling layanan periksa payudara dan pap smear...
 

Pangkep Kembali Peroleh Penghargaan Anugerah Pandu Negeri 2018

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Pemerintah Kabupaten Pangkep patut berbangga, pasalnya Kabupaten Pangkep, bakal menerima penghargaan Anugerah Pandu...
 

Sambut HUT ke-50, Tonasa Gelar Lomba Fotografi Hingga Sunatan Massal

FAJARONLINE.CO.ID,PANGKEP -- Menyambut tahun emas ke-50, PT Semen Tonasa akan menggelar berbagai kegiatan lomba. Diantaranya, Fun Cross Photografi...
 

Ledakan Tambang di Tiongkok, 18 Pekerja Terperangkap dan Dua Orang Tewas

FAJARONLINE.CO.ID -- Dua orang tewas dan 18 orang terperangkap di sebuah tambang batu bara di Tiongkok Timur pada Minggu (21/10). Korban tewas...
 

Karena Pilkada, Dua Kapolres di Sulsel Batal Dimutasi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sejumlah Kapolres di Jajaran Polda Sulsel Berganti. Rotasi ini berdasarkan Surat Telegram Rahasia dengan nomor:...
 

Terdakwa Kasus Penyalahgunaan Narkotika Divonis Delapan Bulan Rehabilitasi

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Andi Arjab Mattotorang divonis delapan bulan penjara diganti dengan masa...
 

Walikota akan Benahi Program Ratona TV

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO -- Walikota Palopo, HM. Judas Amir yang baru dilantik untuk periode kedua kalinya akan melakukan pembenahan di berbagai...
 

2019, RS Ainun Habibie Diguyur Rp32 M

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE -- Megaproyek RS tipe B Plus, Ainun Habibie, dijamin berlanjut tahun depan. Anggaran yang disiapkan Rp32 miliar. Kepala...
 

PPM Al-Ikhlas Peringati Hari Santri

FAJARONLINE.CO.ID, POLMAN -- Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Ikhlas Lampoko, Polman memperingati Hari Santri Nasional, Senin, 22 Oktober 2018....

Load More