Fajar

  Breaking News

Arismunandar, Rektor yang Bangun Pinisi di Tengah Kota

Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd, Rektor UNM peridoe (2008-2016)
Profil Tokoh Sulsel - 27 Desember 2017, 11:30:04

“Pekerjaan ini penuh dengan tantangan dan saya suka menghadapinya. Saya yakin, dengan tantangan itulah potensi kepemimpinan dapat diuji“

 

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- PINISI adalah UNM, UNM adalah pinisi. Sejak 2012, Universitas Negeri Makassar (UNM) begitu identik dengan pinisi, perahu kebanggaan para pelaut ulung Bugis-Makassar. Kapal buatan asli Butta Panrita Lopi, Bulukumba yang telah melarung perairan dunia sejak zaman nenek moyang, kini diabadikan UNM sebagai Menara Phinisi (baku, pinisi).

Mendengar kata kapal pinisi, dunia akan mengingat Makassar, sebuah kota di pulau Sulawesi. Kemudian oleh Arismunandar kini Phinisi adalah UNM Makassar. Sebuah universitas pencetak guru ternama di Makassar, sebuah kota di pulau Sulawesi.

Pinisi kini menjadi ikon kota sekaligus ikon kampus. Gedung tujuh lantai tersebut kini berdiri menjulang di tengah kota Makassar, bahkan menjadi salah satu gedung penanda Jalan AP Pettarani, Makassar.

Namun, lahirnya ide brilian menghadirkan pinisi di tengah kota bukan hal mudah. Ada banyak fenomena suka dan duka yang mewarnai pembangunan bangunan ini.

Ikhwal berdirinya Menara Phinisi bermula dari keinginan pria yang mulai memasuki jenjang sekolah dasar di usia lima tahun ini untuk melakukan pengembangan bangunan kampus. Seiring berjalannya waktu kebutuhan ruang menjadi tuntutan yang tidak mungkin terhindarkan.

Belum lagi posisi kampus yang tidak mumpuni. Bangunan lama memiliki gedung utama yang menghadap ke arah Jalan Raya Pendidikan, sehingga secara otomatis, sisi bagian kananlah yang bersentuhan langsung jalan raya.

Tak dinyana, tidak sedikit tamu yang terkecoh dan memilih turun di Jalan AP Pettarani saat bertandang ke UNM. Akibatnya, mereka pun (tamu) harus berjalan beberapa ratus meter untuk mencapai bangunan utama (gedung rektorat).

Mereka harus melalui beberapa bangunan yang menjadi ruang bagi Lembaga Kemahasiswaan. Lebih buruk lagi, bangunan untuk lembaga tersebut menjadi tempat menginap sehingga tampak terkesan kumuh dan tidak sedap dipandang mata.

Tidak heran jika keinginan melakukan perubahan atas wajah UNM berupaya dilakukan. Wajah depan harus bersih dan asri dengan bangunan berupa ikon kampus yang menggugah rasa arsitektur orang ketika melihat.

Lalu muncul lagi masalah baru. Luas tanah yang terbatas karena terpisah jalan, membuat pria kelahiran Sinjai 53 tahun lalu ini kembali memutar otak. Ia kemudian mengajak para petinggi UNM untuk berdiskusi seperti apa kiranya bangunan terbaik untuk lahan yang terbatas.

Bangunan yang dibangun mustahil horizontal, harus vertikal sehingga lebih efisien. Kemudian muncullah ide melakukan sayembara untuk bangunan berkarakter di atas tanah seluas dua hektare.

Respon yang cukup baik, maka bermunculanlah desain-desain dari para arsitek ternama Indonesia yang memiliki pengalaman membangun kampus. Ada juga yang bahkan berasal dari Singapura menawarkan desain dengan pelbagai macam model. Hanya saja konsep tersebut
tidak langsung jadi. Timbul lagi kisruh mengenai berapa lantai yang dibutuhkan UNM. Setelah bermusyawarah, terjadi kesepakatan untuk membangun gedung berlantai sembilan.

Namun, kemudian digagalkan dengan pelbagai pemikiran bahwa lantai sembilan terlalu tanggung dan diusulkanlah lantai 12. Sebelum ditetapkan lahir lagi pendapat bahwa lantai 17 lebih mantap untuk membuat UNM terlihat meski di kejauhan.

Paling tidak, dengan lantai 17, orang tidak lagi mengatakan bahwa UNM berada di dekat Hotel Clarion sebagai gedung tertinggi di area Pettarani saat itu, tetapi sebaliknya orang-orang mengatakan bahwa Hotel Clarion berada di dekat UNM yang tinggi menjulang. Dengan kata lain, UNM menjadi penanda bagi bangunan di sekitarnya.

Dari sayembara, terpilihlah tiga desain yang dianggap sangat bagus. Desainnya khas dan sesuai keinginan Anggota Tim Pakar Direktorat Tenaga Kependidikan ini. Ketiganya lalu dipanggil mengahadap untuk presentasi di depan para juri.

Tidak berhenti sampai di situ, dilakukanlah uji publik yang dikemas dalam sebuah pameran. Para pengunjung diminta menilai desain mana yang terbaik untuk bangunan UNM.

Setelah masalah desain tuntas, muncul lagi masalah keuangan yang tidak sedikit. Setelah dilakukan penghematan anggaran, hanya mencukupi untuk membangun fondasi bangunan dan tiang penyangga.

Tak ayal, ini membuat rektor dua periode tersebut menghadap Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla. Di akhir kepemimpinannya, uang senilai 20 miliar untuk memenuhi pembangunan UNM bukan hal mudah tetapi tetap diusahakan putra asli Bone yang akrab disapa JK.

Dengan melibatkan Dikti, bantuan UNM pun disiapkan. Namun, dilakukan survei terlebih dahulu untuk membuktikan kebenaran rencana UNM. Demikianlah perjuangan hingga bangunan yang memakan waktu dua tahun pembangunannya tuntas pada 2012.

Kini, Phinisi berdiri kokoh di tengah kota. Maskot Makassar yang menjadi ikon UNM.

 

Doktor Karena Meneliti Guru Stress

Perjalanan karier Arismunandar ditapaki dari anak tangga paling bawah. Dia mulai kariernya sebagai dosen IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM) sejak 1987. Setelah itu dia melanjutkan kuliahnya pada tahun 1989 dengan mengambil Program Studi Manajemen Pendidikan di IKIP
Malang (sekarang UM).

Sangat sedikit dosen junior di IKIP Ujungpandang yang mendapatkan kesempatan melanjutkan studi S2 waktu itu. Namun, usai menyelesaikan kuliahnya, dia malah diminta kembali untuk melanjutkan kuliah di jenjang yang lebih tinggi S3 pada tahun 1992.

“Salah satu alasannya karena waktu itu saya masih bujangan. Belum ada beban kata beliau. Tahun itu juga saya melanjutkan ke S3 Manajemen Pendidikan IKIP Malang meskipun saya juga lulus seleksi di S3 IKIP Bandung,” tambahnya.

Hal yang paling menggembirakan, karena dia menyelesaikan studi doktornya dengan predikat Cumlaude pada tahun 1997. Namun proses penyelesaian disertasi doktornya tak semulus yang
diharapkannya. Disertasi yang dibuatnya harus dikerjakan selama kurang lebih 3,5 tahun. Dia mengaku, sangat sulit meyakinkan promoter doktornya, yaitu Prof. Dr. Wayan Ardhana, M. A. Disertasinya tentang stress yang dihadapi oleh guru diragukan.

"Kata beliau, apa guru memang stres. Saya bilang, iya Pak. Tapi beliau masih kurang yakin. Saya lalu meminta surat pengantar dari PPs untuk ke Rumah Sakit Jiwa Lawang untuk observasi dan saya menemukan data bahwa sebagian besar pasien PNS di sana berprofesi guru.

Hal yang sama juga saya temukan di RSJ Makassar. Setelah itu, baru beliau setuju dengan judul saya,” ujar Arismunandar saat diwawancara media Alumni Universitas Negeri Malang.

Ternyata, meski setelah melakukan observasi doi lapangan, tantangan tak langsung habis. Dia juga terkendala persoalan kajian pustaka karena terbatasnya jurnal-jurnal tentang stres kerja guru.

“Saya lalu mencari jurnal ke perpustakaan berbagai perguruan tinggi besar di Jakarta dan Bandung. Saya juga terpaksa memesan buku dari luar negeri, bahkan saya pernah menyurati seorang profesor di UI untuk meminta dikirimi naskah orasi ilmiahnya. Alhamdulillah semua
terkumpul dan cukup dijadikan referensi.

Saya senang dapat menyelesaikan disertasi saya apalagi kemudian hasil penelitian saya menjadi berita menarik di berbagai surat kabar, khusunya di harian Kompas dan majalah Gatra. Di Kompas malahan profil saya ditulis dengan judul besar, “Arismunandar, Doktor karena
Stres Guru” dengan foto besar persis berdampingan dengan foto Presiden AS waktu itu, Bill Clinton yang ukuran fotonya lebih kecil,” ujarnya lagi.

Saat proses menyelesaikan disertasinya itulah, Arismunandar menemukan pendamping hidupnya. Dia mempersunting Nuri Emmiyati, seorang mahasiswi S2 Pendidikan Bahasa Inggris PPs IKIP Malang.

“Salah satu yang memotivasi pernikahan saya waktu itu karena ketidakpastian waktu konsultasi dengan promotor dan kopromotor saya. Saya pikir, daripada menunggu jadwal konsultasi yang tidak jelas, ya lebih baik kawin saja, lebih jelas,” ujarnya.

Usai menyelesaikan disertasinya itu, Arismunandar mulai menapaki titik baru dalam kariernya. Apalagi setelah mendapat predikat Cumlaude. Pada 1998 dia mulai diberi amanah yang lebih besar, yakni Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNM.

Tidak sampai dua tahun menjabat, dia pun dipromosikan sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian UNM yang saya jalani dari tahun 2000-2004. Kemudian sejak 2004 sampai 2008 dipercaya sebagai Pembantu Rektor II bidang Administrasi dan Keuangan UNM dan sejak 2008
sampai sekarang menjadi Rektor UNM.

Dalam menjalankan amanah sebagai Rektor UNM, Arismunandar memiliki prinsip untuk secara bersungguh-sungguh mengemban amanah itu. “Sumber motivasi lainnya adalah bahwa pekerjaan ini penuh dengan tantangan dan saya suka menghadapinya. Saya yakin, dengan tantangan itulah potensi kepemimpinan dapat diuji,” ujarnya. (**)

DATA DIRI:
Nama Lengkap: Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd
Kelahiran: Sinjai, 14 Juli 1962
Istri : Dr. Dra Nuri Emmiyati, MPd

Anak :
1. Naurah Jihan
2. Safira Salsabila
3. Ariq Baihaqi Ramadhan

Pendidikan :
• Taman Kanak-kanak Aisyiah Sinjai, tamat 1967.
• Sekolah Dasar Negeri No. 20 di Sinjai, tamat 1973.
• Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 di Sinjai, tamat 1976.
• Sekolah Pendidikan Guru Negeri 132 di Sinjai, tamat 1980.
• S1 Pendidikan pada Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Ujung
Pandang 1986.
• S2 Pendidikan pada Program Studi Manajemen Pendidikan PPs IKIP
Malang 1992.
• S3 Pendidikan pada Program Studi Manajemen Pendidikan PPs IKIP
Malang 1997.

Pekerjaan :
• Rektor UNM (2008-sekarang)
• Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan UNM (2004-2008)
• Sekretaris Lembaga Penelitian UNM (2000-2004)
• Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNM (1998)
• Dosen IKIP Ujung Pandang (1987)

Organisasi :
• Ketua Forum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sulsel
• Sekretaris Dewan Pendidikan Sulsel
• Koordinator Tim Pengembangan Sekolah Unggulan Sulsel (2005-sekarang)
• Anggota Tim Pakar Direktorat Tenaga Kependidikan (2006-sekarang)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Imam Dzulkifli

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

TKN Menilai Proyek Palapa Ring Bukti Jokowi Visioner

  FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA-- Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk terus mendorong percepatan teknologi dan akses informasi. Terutama untuk...
 

Joko Driyono Didesak Mundur okeh Dewan Pembina PSSI

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR--Dewan Pembina PSSI, Komjen Pol (Purn) Syafruddin meminta Joko Driyono untuk melepas jabatannya sebagai Pelaksana Tugas...
 

Panitia Seminar Nasional HPBI Sulsel Optimistis Peserta Membkudak

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR--Tidak disangka, peminat Seminar Nasional HPBI Sulsel kebanjiran peminat. Dalam rapat panitia, Selasa (19/2) di PPs...
 

Lima Pemain PSM Tambah Porsi Latihan Jelang Lawan Perseru, Siapa Saja Mereka?

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sesi latihan PSM di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Selasa (19/2) tampak berbeda dari biasanya. Tak ada game, menu...
 

Sasar Tamalate, Andre Bertemu Emak-emak di Lorong

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR--Andre Prasetyo Tanta, Calon Legislator (Caleg) Sulsel bincang bincang dengan emak-emak di kecamatan Tamalate, Makassar,...
 

Pancaroba, Tubuh Rentan Terkena Penyakit Ini

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA – Batuk merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada masa pancaroba. Bahkan berdasarkan...
 

Hamzah Pangki Serukan Warga Bulukumba di Makassar Dukung Irwan Muin

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Dukungan Irwan Muin melenggang ke DPRD Sulsel makin tak terbendung.  Terbaru, Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah...
 

FOTO: Lorong Skarda Berbenah Jelang Penilaian Sombere dan Smart City

Warga berbenah dan membersihkan lorong 1, kompleks Skarda N, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini menjelang penilaian Sombere & Smart City,...
 

Ternyata Suplemen Minyak Ikan Bisa Memangkas Risiko Serangan Jantung

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA--Kabar gembira dari dunia kedokteran. Sebuah temuan terbaru menunjukkan bahwa obat atau suplemen dari minyak ikan bisa...
 

Begini Kata Men PAN-RB Soal Polemik PPPK

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA --Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Syafruddin angkat bicara soal polemik...
 

STIE-STKIP YPUP Wisuda 745 Tenaga Kerja Pendidik dan Ahli Manajemen

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Pendidikan Ujung...
 

Produksi Tembakau Soppeng Capai 500 ton Per Tahun

FAJARONLINE.CO.ID,SOPPENG-- Bupati Soppeng A Kaswadi Razak menerima Kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi...
 

Leg Kedua Hadapi PSM, Perseru Andalkan Dua Pemain Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Hanya diperkuat skuat alakadarnya tim pelatih Perseru Serui terpaksa harus memulai latihan timnya dari tahap dasar....
 

Tempati Kantor Baru, Gubernur Pesan Samsat Sidrap Lebih Inovatif

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Setelah cukup lama menumpang di gedung milik Pemkab Sidrap, UPT Samsat Sidrap, akhirnya memiliki kantor...
 

Tersangka Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Tak Sendirian Lakukan Penganiayaan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Muhammad Rusdi (21) hanya bisa pasrah dengan hukuman yang dijalaninya. Labelnya sebagai pembunuh Aldama Putra (19)...
 

Hendak Jual Motor Curiannya, Lelaki Ini Ditembak Polisi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Polsek Tamalate berhasil mengamankan pelaku curanmor, MM (22) dan FI (15). Satu pelaku lainnya, AD, masih...
 

Soal Lahan Prabowo, JK: Saya yang Kasih, Daripada Jadi Milik Perusahaan Asing

FAJARONLINE.CO.ID -- Lahan ratusan hektare yang dikuasai Prabowo Subianto cukup heboh di jagad maya. Hal itu mendapat tanggapan dari Wakil Presiden...
 

Polisi Temukan Sabu-sabu Dalam Pembungkus Rokok

FAJARONLINE.CO.ID,PANGKEP-- Polisi kembali meringkus terduga penyalahgunaan narkotika, jenis sabu-sabu,...
 

Tim Peneliti Balitbang Hukum dan HAM Lakukan Pengumpulan Data di UPT Sulsel

Fajaronline.co.id, Makassar -- Pengumpulan data dari informan yang ada di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, sudah dilakukan...
 

Gulung Tim Basket Unair, Tim Honda DBL Indonesia All-Star Optimis Menatap Los Angeles

FAJARONLINE.CO.ID -- Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 sapu bersih seluruh laga uji coba. Dalam laga kedua mereka yang berlangsung di DBL Arena,...
 

Masyarakat Makassar Puas dengan Program Arham Peduli

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Program dari politisi Partai Nasdem, Arham Basmin mendapat apresiasi positif dari masyarakat Kota Makassar.  Di...
 

Meme Bertebaran di Medsos, Maruf: Kebanyakan Nonton Mission Impossible

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Pasca debat kedua Pilpres 2019, sejumlah meme bertebaran di media sosial. Berawal dari tudingan atas Capres nomor urut 01,...
 

Viral Video Caleg PDIP Senam Pakai Sejadah Sebagai Alas, Ini Klarifikasinya

FAJARONLINE.CO.ID -- Jagad media sosial kembali dihebohkan dengan aktivitas seorang calon legislatif dari PDIP DKI Dapil Cengkareng, Kalideres,...
 

Nenek 110 Tahun Hilang Misterius

FAJARONLINE.CO.ID, BELOPA--Polsek Ponrang Polres Luwu bersama Tim Basarnas Kabupaten Luwu dengan masyarakat Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang...
 

Aty Kodong dan Ical DAcademy akan Berkolaborasi di Takalar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Dua penyanyi dangdut hits Sulsel, Aty Kodong dan Muhammad Irsyad Basir atau kerap disapa Ical D'A 3 akan...

Load More