Fajar

  Breaking News

Punya Pasukan Berkuda, Belajar Tiga Jenis Lontara

JAGA BUDAYA. Lembaga Kesenian A’bulo Sibatang menampilkan pertunjukan Tari Pepe-pepe ri Makassar di kompleks Pasar Segar, beberapa waktu lalu. Pertunjukan ini upaya melestarikan budaya.
Feature - 23 November 2017, 09:55:29

* Cara A'bulo Sibatang Menjaga Budaya

Makin ngeri melihat modernisasi. Kecintaan terhadap budaya kian tersisih. Alih-alih merawatnya, sekadar tahu pun ogah-ogahan.

FAHRIL MUHAMMAD
Makassar

Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali membaca huruf lontara? Atau masih sudikah dengan suara kecapi? Jika keduanya terasa ganjil, maka betul yang diresahkan Lembaga Kesenian A'bulo Sibatang selama ini.

"Zaman modern ini sudah tidak beres," tegas Daeng Mattawang, usai menyeruput kopinya.

Dia punya banyak pengalaman kelam melihat aktivitas remaja kekinian. Termasuk ngelem. Hingga mereka ditangkap polisi. "Kala itu di Polsek Tamalate, sekitar 20 anak saya dapati," imbuh dia.

Daeng Mattawang tak ikut memaki, seperti tingkah netizen kebanyakan. Malah membebaskan mereka. "Saya jamin mereka tak mengulangi perbuatannya. Itu yang saya bilang ke polisi," tutur dia.

Kini, puluhan anak itu berkarya di A'bulo Sibatang. Lebih mandiri, lebih kreatif. Bahkan, sudah berkelana ke Malaysia dan Singapura. Berpencak silat, main gendang, dan kecapi.

"Dari awal, kami memang lebih ingin merekrut anak jalanan, dibanding sekolah. Mereka yang tak punya aktivitas," tutur Daeng Mattawang.

Pentolan komunitas yang berdiri 2004 itu tak sedikit menjadi pelatih, termasuk di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Total anggotanya sebanyak 2.000 orang. Dari umur delapan tahun hingga beranak cucu masih gabung.

Mereka bertugas menjaga budaya. Tari Pasalonreng saja masih dilestarikan. Tradisi yang eksis di masa peralihan paham animisme ke Islam. Tapi, memang masih ada sekelompok yang masih meyakini hingga kini.

"Tari yang tak lagi disaksikan secara umum. Penarinya mengelilingi kepala kerbau yang sudah dipotong. Itu sebagai ungkapan syukur masyarakat kala itu," beber lelaki berusia 41 tahun itu.

Ada lagi Empo ri Pangngadakkang. Sebuah tarian penghormatan raja dan tetamunya. Kemudian, Mappasili atau tari tolak bala. "Biasanya dilakukan ketika pindah rumah atau bangun rumah baru. Tujuannya untuk menghilangkan hal-hal yang tidak baik," Daeng Mattawang melanjutkan.

Selain tarian lampau, A'bulo Sibatang punya 500 pasukan kirab. Masing-masing barisan terdiri atas pembawa pataka, tombak, badik, dan gendang. "Di dalamnya, kami juga masih memiliki 40 pasukan berkuda dari Gowa," ungkap dia.

Mereka bakal terlihat di acara akbar. Hari Jadi Gowa dan Sulsel misalnya. A'bulo Sibatang juga punya festival tahunan, Juni di Makassar, Agustus di Gowa.

Masih belajar huruf lontara pula. Tapi amat berbeda dengan pelajaran di sekolah-sekolah. Mereka banyak tahu silsilah kerajaan dari kitab-kitab lontara di masa lampau.

"Di sini, kita belajar tiga tingkatannya. Mulai dari Lontara Bilang, Lontara Jangang-jangang, dan Lontara Sulapa yang dipelajari di sekolah," dia menguraikan.
Daeng Mattawang butuh waktu 15 tahun mempelajarinya. Lontara Bilang, serupa tapi tak sama dengan Alquran. "Paling susah, membengkok sedikit hurufnya, lain bacanya," ujarnya.

Kemudian, Lontara Jangang-jangang tercipta pada masa perpaduan Bugis-Makassar dalam pemerintahan Kerajaan Gowa. "Nga dahulu belum ada. Hanya ga. Nga baru ada dalam Lontara Sulapa," jelas lelaki asal Gowa itu.

Perbincangan makin asyik di kediaman Sekjen A'bulo Sibatang, Erwin Sulaiman Daeng Lewa, Selasa, 21 November. Erwin menyela, komunitas juga membuka wadah untuk belajar produksi alat musik tradisional.

"Gendang, suling, kecapi, hingga keso-kso. Bahkan pesanan sudah datang dari Malaysia dan Singapura. Baru-baru ini anak-anak memproduksi 30 gendang dalam 10 hari," beber Ical, sapaan karibnya.

A'bulo Sibatang pun mulai menyasar lorong-lorong untuk menggiatkan kebudayaan. Di Pasar Segar, mereka juga berpentas tiap Senin malam. Sering kali diselingi dengan pencak silat.

Ical pun miris melihat kondisi budaya terkini. Tahu Tari Pakarena, tapi tak pernah melihatnya. "Kita punya tekad, nilai budaya terus dipertahankan. Tak boleh terkikis modernisasi," dia memungkas. (*/rif)

 


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : rika

🔀Berita Terkini
 

Di Daerah Terpencil, Bilik Suara Aluminium Tetap Dipakai

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR-Bilik suara aluminium bekas Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel tetap akan digunakan pada pencoblosan...
 

Jaga Generasi Kesenian, Teater Kampus Unhas Terima Anggota Baru

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR--Menjaga generasi lembaga, Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Kampus Unhas (UKM-TKU) menerima anggota baru. TKU pun membuka...
 

Meningkatkan Kualitas Daging Sapi Ala Jepang

 Produksi ternak lokal Indonesia masih jauh dari harapan untuk mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Padahal ternak lokal...
 

Lawan Bali United, Robert Trauma Insiden Musim Lalu

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pelatih PSM, Robert Alberts masih teringat kekalahan timnya melawan Bali United di Stadion Andi Mattalatta musim lalu....
 

Menuju Reuni Akbar 2019, PAS Supama Kemas Event

  FAJARONLINE.CO,ID,MAKASSAR--Pengurus Persaudaraan Alumni Smakara wilayah Sulawesi, Papua, dan Maluku (PAS Supama) bakal mengadakan...
 

Segitu Perhatiannya Netizen, Tagar Save Gempi Trending Topik di Twitter

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -  Perceraian pasangan selebritis Gisella Anastasia dan Gading Marten masih mengejutkan banyak orang. Khususnya di...
 

Pangkep Target Panen 141 Ribu Ton Gabah

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP - Mappalili atau tradisi turun sawah merupakan agenda tahunan yang digelar pihak kerajaan dan pemerintah yang ada di...
 

Prabowo Dicap Sebagai Pendukung ISIS

FAJARONLINE.CO.ID -- Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengkritisi perjalanan demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini. Ketua umum Gerindra itu...
 

Filipina 1-1 Thailand, Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MANILA—Indonesia dipastikan gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018. Itu setelah Filipina bermain imbang 1-1 kontra...
 

Nurdin Abdullah Janji Produksi Padi di Sidrap Berbasis Riset

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP - Kunjungan kerja Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Sidrap, Rabu (21/11/2018)....
 

FOTO; Diageo Bar Academy D'Liquid Cafe

  BAGI ILMU. Ambasador Diageo,Wawan Kurniawan berbagi Ilmu dengan para bartender  yang ada di Kota Makassar dalam acara  Diageo Bar...
 

Kritik Tajam

Pakar komunikasi membahas Leadership Communication, ditulis Deborah J. Barrett (2014), mengungkapkan; bahwa pemimpin yang memiliki komunkasi efektif...
 

Istri Danny Pomanto Lantik Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail mengaku bangga kepada seluruh kader PKK se-Kota Makassar. Pasalnya,...
 

Bakal Kembangkan Wisata Halal, Pemkot Parepare Kaji Ulang Izin Diskotik

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE-- Pemkot Parepare bersolek menjadi kota destinasi wisata halal. Izin diskotik dan tempat hiburan malam (THM) mulai dikaji...
 

Dekati Akar Rumput, Bob Wahyudin Blusukan Sehat Keliling Lorong

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR --- Berbekal beberapa box obat, peralatan dan tim medis, Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Penyakit Napas/Paru Anak,...
 

Mobil Bergoyang, Saat Diperiksa Ternyata Ada Mahasiswi Nyaris Tanpa Busana

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA --Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Makassar kedapatan berbuat zina dengan seorang pria yang sudah...
 

Serangan Bom Bunuh Diri Saat Maulid, 50 Orang Tewas

FAJARONLINE.CO.ID,INTERNASIONAL--Peringatan Maulid Nabi di Afghanistan diwarnai aksi teror. Lebih dari 50 orang pada Selasa (20/11) tewas dengan...
 

Akhirnya, Angel Lelga Lapor Balik Vicky Prasetyo

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA -- Angel Lelga akhirnya melaporkan suaminya, Vicky Prasetyo, ke Polda Metro Jaya. idamping kuasa hukumnya, I Nyoman...
 

Gading-Gisel Tak Perebutkan Hak Asuh Gempi

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA -- Kendati rumah tangga pasangan selebriti, Gading Marten dan Gisella Anastasia berada di ambang perpisahan karena...
 

85 Ribu Anak di Yaman Tewas Karena Kekurangan Gizi

FAJARONLINE.CO.ID,INTERNASIONAL--Diperkirakan 85.000 anak di bawah usia lima tahun telah meninggal antara April 2015 dan Oktober 2018 karena...
 

Kunker ke Sidrap, Nurdin Abdullah Ingin Jaga Predikat Lumbung Pangan

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP--Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Sidrap, Rabu (21/11/2018). Ini merupakan kunjungan...
 

FOTO: Peluncuran Buku Gestapu 65 dan Ini Bukan Kudeta

Prof Salim Haji Said berbicara pada peluncuran buku Gestapu 65 dan Ini Bukan Kudeta, di studio mini redaksi Harian FAJAR, Graha Pena, Makassar,...
 

Tak Dapat Dukungan Sekolah, SMAN 3 Enrekang Tunjukkan Prestasi

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG--Bakat dan hobi yang terus ingin dikembangkan para pungawa Basket SMAN 3 Enrekang akhirnya menunjukkan prestasi. Meski...
 

Urus Izin Penelitian di Parepare, Cukup Diakses via Website Sindali

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE--Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Parepare meluncurkan inovasi...
 

BIN Dianggap Bikin Kegaduhan Baru

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, BIN telah bekerja di luar kewenangannya. Seharusnya, lembaga intelijen...

Load More