Fajar

  Breaking News

Kedermawanan Politik di Pilkada

Mustajab Al-Musthafa Analis Politik LP3S
Opini - 15 November 2017, 10:56:41

Kedermawanan pada galibnya berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan. Sebuah sikap mulia yang lahir dari kepedulian sosial atau ketakwaan. Dermawan umumnya enggan untuk mempublikasikan namanya, baik sebagai cara menjaga hatinya dalam keikhlasan atau menjaga agar si penerima tidak merasa berat hati. Tujuannya memang bukanlah untuk menaik simpati apalagi memperoleh imbalan materi, tetapi murni sebagai aktivitas kemanusiaan.

Akan tetapi berbeda halnya “kedermawanan” dalam ranah politik, yang mulai marak seiring dengan adanya pemilu/pilkada. “Penderma” dalam ranah ini justru cenderung mempublikasikan diri karena memang ingin menarik simpati dan beroleh imbalan, yakni suara. Sekalipun kedermawanannya itu menyangkut aspek sosial dan agama. Di sinilah bedanya.

Politik Pragmatis
Untuk meraih kursi kekuasaan memang butuh perjuangan dan pengorbanan, termasuk pengorbanan materi (uang). Proses mempengaruhi pengusung dan pemilih membutuhkan berbagai upaya dan itu sarat biaya. Di era kapitalistik seperti sekarang ini, sepertinya memang mustahil memenangkan pertarungan politik tanpa pengorbanan materi. Masalahnya adalah, apakah itu biaya politik atau politik uang?

Biaya politik merupakan pembiayaan proses sosialisasi dan administrasi yang berjalan sesuai norma politik yang ada. Sementara politik uang melingkupi semua pemberian uang atau fasilitas khusus, sebagai kompensasi atas dukungan/suara yang bersifat transaksional, yang biasanya dilarang undang-undang atau peraturan yang berlaku.

Namun daya tarik kekuasaan biasanya membuat para pemburunya—yang belum tentu politikus atau memahami politik dengan baik—menempuh pelbagai cara untuk mendapatkan dukungan agar bisa bertarung dan terpilih. Maka di antara cara untuk mendapat dukungan itu adalah dengan melakukan godaan materi kepada calon pengusung dan calon pemilih. Caranya beragam termasuk di antaranya memanfaatkan simbol dan term sosial atau agama, seperti sumbangan kepada pihak-pihak tertentu atau fasilitas-fasilitas sosial dan keagamaan.

Dermawan sosial dan keagamaan biasanya adalah orang yang telah terbiasa dan secara kontinu tanpa dibatasi momen tertentu dalam memberikan bantuan. Akan tetapi dermawan politik umumnya musiman, ya menjelang pemilu/pilkada. Biasa juga selektif memilih sasaran, yakni yang potensial bagi perolehan dukungan/suara. Dalam kaitan ini, ada yang berseloroh “ada baiknya jika pemilu/pilkada itu tiap tahun saja”.

Sikap seperti itu terkondisikan oleh sistem kehidupan politik yang liberal-kapitalistik dan rendahnya pendidikan politik dan ekonomi masyarakat. Prinsip kebebasan berbarengan dengan kebutuhan materi yang tak terkendali, membuahkan sikap yang oportunis. Ini menyuburkan politik transaksional yang akhirnya menyeret proses rekrutmen politik, untuk menduduki kursi kekuasaan berbiaya tinggi dan cenderung mengabaikan aspek kualitas.

Modal kapabilitas kepemimpinan dan moralitas politik tak lagi menjadi prioritas utama dalam kriteria pemilihan pemimpin. Hal itu digerus oleh aspek material. Kondisi ini melahirkan lingkungan politik yang semrawut, jauh dari kesan bahwa politik itu seni. Kompetisi tak lagi kompetitif dan sportif. Pagelaran politik tak lagi indah tetapi sarkas, bahkan kadang mengerikan di bawah bayang-bayang konflik.
Inilah pragmatisme politik yang berujung pada menghalalkan segala cara (the end justifies the means). Proses politik tak lagi bermoral karena telah menempatkan kekuasaan sebagai kepentingan politik yang harus diraih walau dengan mempolitisasi aspek kemanusiaan dan keagamaan.

Situasi seperti ini menampilkan politik sebagai panggung sandiwara yang penuh dengan basa-basi politik. Propaganda “plain folk”, yaitu mengidentifikasi diri dengan sesuatu yang ideal, berlangsung masif seolah tak terbebani dengan risiko kerugian material, sosial, dan bahkan religiusitas karena kepura-puraan untuk sebuah pencitraan.

Pragmatisme juga membuat politikus dan parpol kehilangan identitas, kehilangan “muruah” (kehormatan). Yang kemarin menjadi lawan, hari ini bisa menjadi kawan. Jika kemarin tampak berseteru, hari ini bisa dengan penuh senyum berangkulan dan bergandengan erat. Begitu juga sebaliknya.

Koalisi pun bisa dijalin dengan siapapun, tidak lagi memperhatikan visi dan ideologi atau prinsip-prinsip paten organisasi. Selama semuanya dipertemukan oleh manfaat bersama bagi mereka, tak peduli manfaatnya ada bagi rakyat atau tidak.

Sikap politik yang pragmatis ini menjadi subur dan kukuh akibat sistem dan ideologi sekuler/liberal-kapitalistik yang eksis saat ini. Kapitalisme telah menempatkan asas manfaat menjadi nafas sekaligus tolok ukur dalam berpolitik. Akibatnya etika politik terabaikan.

Ketika fokus politik telah mengarah pada kekuasan; bagaimana merebut, memperluas, dan mempertahankannya, maka segala potensi terarah dan diarahkan ke situ. Akhirnya tujuan diadakannya kekuasaan menjadi terlupakan. Urusan publik tak lagi menjadi prioritas. Sarana prasarana layanan publik bisa terbengkalai, karena disibukkan pada bagaimana memperoleh/merebut kekuasaan dan mempertahankannya.

Akhirnya energi dan potensi bangsa terkuras untuk proses politik rebutan kekuasaan yang tak berkesudahan. Siklus uang untuk politik dan politik untuk uang rentan melahirkan skandal politik (korupsi) yang menggerayangi pembangunan sarana publik. Jika demikian, kapan negara dan daerah kita keluar dari krisis multi-dimensi dan bisa maju berperadaban? [mm]

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Soal Gugat Cerai Suami, Nikita Mirzani Sebut Pemabuk dan Zina

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Nikita Mirzani tidak secara gamblang menjelaskan penyebab dia melayangkan gugatan cerai untuk suaminya Dipo Latief....
 

Ini Hasil Survei Terbaru Bursa Cawapres

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - The Initiative Institute merilis hasil survei pada 10–15 Juli 2018. Ada sejumlah nama yang dianggap publik layak...
 

Barcelona Catat Rekor Pendapatan 914 Juta Euro di Musim 2017/2018

FAJARONLINE.CO.ID, BARCELONA—Barcelona mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka membuat rekor pendapatan pada musim 2017/2018. Klub Katalan itu...
 

Sekolah Swasta Tak Kebagian Murid, Guru Kabur, Terancam Bubar

FAJARONLINE.CO.ID -- Spanduk bertuliskan penerimaan siswa baru masih terpajang di dinding pagar SMP PGRI 2 Banjarmasin, hingga kemarin. Sama dengan...
 

Pulang Dikawal Dua Pesawat Tempur, Pemain Kroasia Disambut Bak Pahlawan

FAJARONLINE.CO.ID, ZAGREB—Fans Kroasia menyambut kepulangan timnas mereka pada hari Senin sore waktu setempat. Para pendukung berjajar di...
 

Dinilai Tak Netral Pilkada, Gerindra Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut

FAJARONLINE.CO.ID, MEDAN -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian didesak untuk mencopot Irjen Paulus Waterpauw dari posisi Kapolda Sumatera Utara....
 

Total Jemaah Indonesia 107.959 akan Diterbangkan Garuda Indonesia

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Mulai hari ini, Selasa (17/7), Garuda Indonesia mulai menerbangkan jemaah haji musim Haji 2018/1439H. Layanan...
 

Siap Perjuangkan Aspirasi, Hendra Jayadi Pede Mencalonkan Diri di Pileg 2019

FAJARONLINE.CO.ID, SUNGGUMINASA - Hendra Jayadi Daeng Mangngassai siap bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg), 17 April 2019...
 

Film Dendang Bantilang Karya untuk Tugas Akhir Bisa Disaksikan di Layar Bioskop

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR--Satu lagi film karya anak muda Makassar yang akan diputar di bioskop. Film ini Berjudul "Dendang Bantilang". Akan...
 

Dibeli Seharga Rp1,6 Triliun, Ronaldo Optimistis Jimat Keberuntungan Juventus

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID -- Cristiano Ronaldo akhirnya diperkenalkan secara resmi sebagai pemain baru Juventus. Setelah menjalani tes medis pada...
 

Flashdisk dan Cerita Ingin Pulang

* Obituarium Ishak Ngeljaratan, Budayawan Sulsel "Saya ingin pulang. Saya mau suasana home." Demikian kalimat Ishak Ngeljaratan kepada...
 

Bidik Posisi Wakil Ketua DPRD, Golkar Maros Target Tujuh Kursi

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS - DPD II Partai Golkar Maros menjadi pendaftar kedua berkas bakal caleg di KPU Maros. Setelah "partai penguasa",...
 

Gaduh Zonasi

Kenapa zonasi gaduh? Permendikbud No. 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru disingkat PPDB (untuk TK, SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat),...
 

Diapresiasi PMI, Tonasa Kian Terpacu Gelar Donor Darah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - PT Semen Tonasa semakin termotivasi menjadi fasilitator donor darah. Penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Unit...
 

Kisah Heroik, Suami Bantu Istri Melahirkan di Mobil

FAJARONLINE.CO.ID, NORFOLK—Jalan bukanlah tempat yang ideal untuk melahirkan bayi, tetapi terkadang itu adalah satu-satunya pilihan. Seperti...
 

Sang Guru Teladan

Mengenang sosok ayahanda Ishak Ngeljaratan sama layaknya mengenang kehidupan yang tak pernah mati. Oleh : Saifuddin al mughniyPendiri Roemah...
 

Vladimir Putin Bantah Tuduhan Rusia Bantu Trump di Pilpres Amerika

FAJARONLINE.CO.ID, HELSINKI—Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara terbarunya bahwa dia bahkan tidak tahu siapa...
 

Satu Orang Kuasai Lahan

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Eksploitasi Gunung Allakuang dikuasai seorang pengusaha, Haji Faisal. Area garapannya meluas. Salah seorang pekerja...
 

Istri Biarkan Suami Perkosa Putri Mereka Selama 6 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, QUEENSLAND—Seorang Ibu di Autralia sengaja bertukar tempat tidur untuk membiarkan suaminya memperkosa anak perempuan mereka....
 

Pangeran Charles dan Pangeran William Menolak Bertemu Donald Trump di Windsor

FAJARONLINE.CO.ID, WINDSOR—Pangeran Charles dan Pangeran William mengatakan bahwa mereka ingin terlibat dalam perjalanan Presiden AS, Donald...
 

Ronaldo Bicara Blak-blakan Soal Rivalitasnya dengan Messi

FAJARONLINE.CO.ID, TURIN—Cristiano Ronaldo berbicara soal Lionel Messi setelah menyelesaikan kepindahannya ke Juventus. Ia menegaskan dia tidak...
 

Presiden Rusia: Piala Dunia Sukses dalam Segala Hal

FAJARONLINE.CO.ID, MOSKOW—Banyaknya pujian dan penyelenggaraan yang sukses membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin sangat bangga. Ia mengatakan,...
 

Selamat, Vicky Shu Lahirkan Putra Pertama

FAJARONLINE.CO.ID -- Kebahagiaan tengah dirasakan Vicky Shu. Penyanyi cantik itu baru saja melahirkan anak pertamanya dari pernikahannya dengan Ade...
 

Nafa Urbach Tetap Nyanyi dan Main Film Jika Terpilih Jadi Anggota DPR

FAJARONLINE.CO.ID -- Nafa Urbach terdaftar sebagai bakal caleg dari Partai NasDem di Pemilu 2019 mendatang. Dia mengatakan, tak akan seratus persen...
 

So Sweet, Dewi Perssik Dapat Hadiah Tas Mewah dari Ruben Onsu

FAJARONLINE.CO.ID -- Penyanyi dangdut Dewi Perssik mendapat hadiah spesial dari sahabatnya, Ruben Onsu. Hal ini Depe ceritakan lewat posting-an...

Load More