Fajar

  Breaking News

Kilas Sejarah: Andi Djemma, Sang Raja yang Sangat Mencintai RI

Andi Djemma memprakarsai pertemuan raja-raja Sulawesi Selatan pada pertengahan Oktober 1945. Dalam pertemuan ini, raja-raja tersebut menyatakan tekad berdiri di belakang Pemerintah RI.
Profil Tokoh Sulsel - 09 November 2017, 13:59:37

Masyarakat Indonesia yang tinggal di luar Sulawesi, mungkin tidak banyak mengenal siapa Andi Djemma. Andi Djemma adalah seorang Pahlawan Nasional dari Luwu, Sulawesi Selatan. Andi Djemma adalah Raja (Datu) Luwu. Sebagai keturunan Raja, Andi Djemma rela meninggalkan segala kemewahanya, dan lebih memilih untuk berjuang melawan penjajah di wilayahnya demi kecintaannya kepada Republik Indonesia.

 

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kebesaran nama, Andi Djemma sebagai pejuang terekam dalam berbagai literatur baik di tanah air maupun di Eropa. Raja yang sangat dihormati di tanah Luwu ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 8 November 2002 silam. Warga Luwu yang baik yang bermukim di Makassar atau di luar mengusulkan namanya dibadikan sebagai nama jalan. Nah, penyematan nama jalan itu diresmikan, Kamis 9 November 2017 oleh Walikota Moh Ramdan Pomanto didampingi Wakilnya Syamsu Rizal.

Siapa Andi Jemma? Kedatuan Luwu adalah kerajaan pertama di Sulawesi Selatan yang menyatakan bergabung ke dalam Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI) begitu kemerdekaan dikumandangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Andi Djemma kemudian mendirikan “Gerakan Soekarno Muda” dan memimpin Perlawanan Semesta Rakyat Luwu. Berkat jasa-jasanya Andi Djemma mendapat berbagai penghargaan diantaranya adalah gelar sebagai Pahlawan Nasional dan namanya diabadikan sebagai nama jalan dan Bandar Udara di daerah Sulawesi Selatan.

Andi Djemma dilahirkan di Palopo, Sulawesi Selatan, pada tanggal 15 Januari 1901. Pada waktu itu, Palopo merupakan ibu kota kerajaan Luwu, sedangkan yang menjadi raja (datu) ialah Andi Kambo sang ibunda. Pada tahun 1906 kerajaan Luwu ditaklukkan oleh Belanda dan Andi Kambo terpaksa menandatangani kontrak politik yang mengharuskan untuk menjalankan pemerintahan sesuai dengan keinginan Belanda. Andi Djemma memperoleh pendidikan formal di Inlandsche School (sekolah dasar lima tahun) di Palopo. Ia tamat dari sekolah ini pada tahun 1915.

Pendidikan nonformal diperolehnya di lingkungan istana. Ia sering diajak ibunya menghadiri rapat-rapat adat, sehingga ia memperoleh pengetahuan yang cukup mengenai masalah kemasyarakatan. Pengalaman Andi Djemma di bidang pemerintahan dimulai sebagai Sulewatang (kepala distrik) Ngapa pada tahun 1919. Empat tahun kemudian ia dipindahkan ke Ware, juga sebagai Sulewatang. Sementara itu, ia pun ditetapkan sebagai wakil Datu Luwu. Jabatan sebagai Sulewatang Ware dipangkunya sampai tahun 1931. Pada tahun itu ia diberhentikan oleh Pemerintah Hindia belanda karena dituduh menggunakan uang kas Pemerintah untuk membiayai sebuah organisasi yang dianggap radikal.

Datu Luwu, Andi Kambo, meninggal dunia pada tahun 1935. Walaupun Andi Djemma merupakan putera Datu dan sudah diangkat sebagai Wakil Datu Luwu, tidak berarti secara otomatis ia ditetapkan sebagai pengganti ibunya. Sesuai dengan tradisi setempat, calon datu harus dipilih oleh Dewan Adat yang disebut Ade Sappulu Dua, sebab anggotanya berjumlah dua belas orang. Pada mulanya terdapat sepuluh calon. Setelah diseleksi, tinggal tiga calon, termasuk Andi Djemma. Orang-orang Rangkong dari Tana Toraja, pendukung fanatik Andi Djemma, mengancam akan menjadikan Luwu mandi darah, apabila bukan Andi Djemma yang diangkat sebagai Datu Luwu. Akhirnya, Pemerintah Belanda menetapkan Andi Djemma sebagai Datu Luwu.

Perjuangan Andi Djemma

Tidak banyak catatan mengenai kegiatan Andi Djemma pada masa pendudukan Jepang, kecuali bahwa ia tetap memegang jabatan sebagai Datu Luwu. Barulah sesudah Proklamasi Kemerdekaan, ia muncul menjadi salah seorang tokoh yang diperhitungkan di Sulawesi Selatan. Berita tentang Proklamasi Kemerdekaan diketahuinya dari anaknya, Andi Ahmad, pada tanggal 19 Agustus 1945, sedangkan Andi Ahmad mengetahui berita itu dari seorang perwira Jepang yang ditempatkan di Palopo. Andi Djemma segera memerintahkan agar berita itu disebarluaskan di kalangan masyarakat. Beberapa orang pemuda, termasuk anaknya, Andi Makkalau, diperintahkan berangkat ke Makassar untuk menghubungi Dr. Ratulangie yang sudah diangkat Pemerintah RI sebagai Gubernur Sulawesi. Tujuannya ialah, untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai perkembangan yang terjadi. Sementara itu, untuk menggerakkan pemuda dalam rangka mendukung kemerdekaan, Andi Djemma memprakarsai pembentukan organisasi Soekarno Muda (SM).

Pada tanggal 2 September 1945, di bawah pimpinan Andi Ahmad, anggota Soekarno Muda melakukan gerakan merebut senjata Jepang di Palopo. Pada kemudian hari, Soekarno Muda berganti nama menjadi Pemuda Nasional Indonesia (PNI) dipimpin oleh Andi Makkalau dan akhirnya menjadi organisasi kelaskaran dengan nama Pemuda Republik Indonesia (PRI). Bersama dengan mertuanya, Andi Mappanukki (raja Bone), Andi Djemma memprakarsai pertemuan raja-raja Sulawesi Selatan pada pertengahan Oktober 1945. Dalam pertemuan ini, raja-raja tersebut menyatakan tekad berdiri di belakang Pemerintah RI. Pulang dari pertemuan ini, dalam rapat umum yang diadakan di depan Istana Luwu, Andi Djemma menyatakan bahwa daerah Luwu adalah bagian dari Negara Republik Indonesia dan para pegawai di Luwu adalah pegawai Republik Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Luwu menolak kerja sama dengan aparat Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Sikap tegas ini disampaikannya kepada para Pemangku Hadat. Beberapa anggota Pemangku Hadat yang tidak setuju dengan pendirian Andi Djemma, mengundurkan diri. Mereka diganti dengan bangsawan muda yang progresif.

Menjelang akhir September 1945, pasukan Australia yang mewakili sekutu tiba di Sulawesi Selatan. Mereka bertugas melucuti pasukan Jepang dan membebaskan para tawanan perang. Bersama mereka ikut pula pasukan dan aparat NICA/Belanda. Satu kontingen pasukan Australia tiba di Palopo bulan November 1945. Antara komandan pasukan ini dan Andi Djemma dicapai kesepakatan bahwa pasukan ini hanya bertugas melucuti pasukan Jepang, sedangkan pemerintahan sipil di Luwu tetap dipimpin oleh Andi Djemma. Pada saat itu, Pasukan Australia yang bertugas di Sulawesi Selatan terjadi pergantian pimpinan. Komandan yang baru, Brigadir Jenderal Chilton, mengumumkan bahwa NICA adalah bagian dari pasukan sekutu dan rakyat Sulawesi Selatan, termasuk Luwu, wajib mentaati perintah NICA. Mulai saat itu, situasi di Luwu mulai memanas. Dengan perlindungan pasukan Australia, pasukan NICA (Belanda) mengadakan patroli ke berbagai tempat dan memancing bentrokan dengan pihak pemuda. Pada tanggal 21 Januari 1946 mereka memasuki masjid di kampung Bua dan merobek-robek Alquran yang terdapat dalam Masjid. Tindakan ini menyulut kemarahan rakyat.

Andi Djemma, atas nama Pemerintah Kerajaan Luwu, serta KH.M. Ramli (Khadi Luwu) atas nama umat Islam dan M. Yusuf Arief atas nama pemuda, mengirimkan ultimatum kepada Komandan pasukan Belanda agar dalam waktu 24 jam pasukanya harus segera meninggalkan Palopo dan menghentikan teror terhadap rakyat. Jika ultimatum itu tidak diindahkan, Pemerintah Kerajaan Luwu tidak lagi bertanggung jawab atas ketertiban dan keamanan yang terjadi. Ternyata ultimatum itu tidak diindahkan oleh pihak Belanda. Karena itu, pada tanggal 23 Januari 1946, setelah batas waktu ultimatum itu berakhir, para pemuda melancarkan serangan serentak terhadap kedudukan pasukan Belanda di kota Palopo. Dalam pertempuran ini, pihak Australia membantu pasukan Belanda dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah Istana. Belanda juga mendatangkan pasukan bantuan dari Makassar, sehingga mereka berhasil menguasai Palopo.

Andi Djemma Mengungsi

Ketika pertempuran sedang berlangsung dan tembakan-tembakan diarahkan ke Istana, para pemuda mengusulkan kepada Andi Jemma agar ia mengungsi. Semula, Andi Jemma menolak. Namun, berdasarkan pertimbangan untuk melanjutkan perjuangan di tempat lain, usul para pemuda itu akhirnya diterimanya. Bersama dengan istri dan kerabat istana, ia mengungsi ke kampung Lamasi. Dari sini ia berpindah-pindah ke tempat lain, seperti Cappasole, Patampanua (Kolaka), dan akhirnya, pada tanggal 28 Februari 1946, tiba di Batu Pute di hulu sungai Latou. Setelah menyeberangi Teluk Bone, tempat-tempat pengungsian itu difungsikan sebagai pusat pemerintahan. Di tempat-tempat tersebut pemerintahan tetap dijalankan dan kekuatan perjuangan semakin disempurnakan. Pada tanggal 1 Maret 1946 semua organisasi kelaskaran di Luwu disatukan menjadi Pembela Keamanan Rakyat (PKR) Luwu.

Tempat pengungsian di Batu Pute akhirnya diketahui juga oleh Belanda melalui mata-mata yang mereka sebar ke berbagai tempat. Oleh karena itu, malam tanggal 2 Juni 1946 Andi Djemma memutuskan untuk mencari tempat pengungsian yang baru. Namun, esok harinya, ketika pengungsian akan dimulai, ternyata pasukan Belanda sudah tiba di Batu Pute. Mereka masuk dari arah belakang yang memang tidak dijaga karena diperkirakan tidak akan mungkin dimasuki musuh sebab medannya cukup berat untuk ditembus. Andi Djemma dan istri serta semua yang berada di tempat pengungsian di Batu Pute itu ditangkap Belanda.

Dari Batu Pute, Andi Djemma dibawa Belanda ke Kolaka. Dari sini dipindahkan ke Palopo, dan pada tanggal 6 Juni 1946 dibawa ke Makassar. Ia ditempatkan di tangsi polisi di Jongaya. Dari Jongaya di pindahkan lagi ke Bantaeng, kemudian ke Pulau Selayar.

Peresmian nama jalan Andi Jemma di Makassar, Kamis 9 November 2017.

Atas desakan Belanda, Hadat Tinggi Luwu yang sudah berhasil mereka pengaruhi, mengadakan sidang untuk menentukan hukuman bagi Andi Djemma. Sidang diadakan di Makassar, dipimpin oleh Andi Pabbanteng, Raja Goa yang telah memihak Belanda setelah Andi Mappanyukki di tangkap Belanda. Pada tanggal 4 Juli 1948 sidang Hadat Tinggi Luwu ini memvonis Andi Djemma dengan hukuman 25 tahun pengasingan di Ternate. Selain terhadap Andi Djemma, sidang juga menjatuhkan hukuman terhadap dua orang putranya, yakni Andi Ahmad dan Andi Makkalau. Andi Ahmad divonis mati, tetapi kemudian diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup, sedangkan Andi Makkalau divonis 20 tahun pengasingan di Morotai. Disamping itu, terdapat pula empat orang lainnya yang dijatuhi hukuman.

Dalam pengasingan di Ternate, Andi Djemma tidak ditempatkan di penjara, tetapi di sebuah rumah sewaan. Pengasingan itu tidak lama dijalaninya sehubungan dengan adanya pengakuan kedaulatan oleh Belanda terhadap Indonesia pada akhir Desember 1949. Ia dibebaskan pada tanggal 2 Februari 1950 dan pada tanggal 1 Maret 1950 ia sudah tiba di Makassar.

Pada bulan April, atas permintaan rakyat Luwu, Andi Djemma kembali memegang jabatan sebagai Datu Luwu menggantikan Andi Jelling yang diangkat Belanda sebagai Datu Luwu pada waktu Andi Djemma bergerilya dan dalam pengasingan. Setelah daerah Luwu dinyatakan sebagai daerah Swapraja pada tahun 1957, Andi Jemma diangkat sebagai Kepala Swapraja Luwu. Sebelum itu, ia pernah pula diangkat sebagai penasiaht Gubernur Sulawesi Selatan dan Tenggara. Pada tanggal 23 Februari 1965 Andi Djemma meninggal dunia di Makassar. Almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar dengan Upacara Militer, Agama dan Adat dengan Adat 12 (dua belas). Kerajaan Luwu memberi gelar adat kepada Andi Djemma sebagai berikut : “ANDI DJEMMA LAPATIWARE OPU TOMAPPEME – NE WARA – WARA – E – PETTA MATINROE RI KEMERDEKAANNYA” yang mengandung arti Baginda yang mangkat dalam alam kemerdekaannya.

Berkat kecintaanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Andi Djemma mendapat piagam penghargaan dari Kementerian Pertahanan pada tahun 1960 dan Satyalancana Karya tingkat II pada tahun 1964 dari pemerintah Republik Indonesia. Dan atas jasa- jasa perjuangannya Andi Djemma dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional dengan SK Presiden RI No. 073/TK/2002 tanggal 6 November 2002.  ** (disarikan dari berbagai sumber)

Author : Rasid

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Dunia di Ujung Telunjuk, Neraka di Jari Manis

KABAR itu tiba di grup-grup WhatsApp. Zein Raffael Khasan, bocah tiga tahun, sudah berhari-hari di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Kelopak mata kanannya...
 

Tes Urine Pegawai Lapas Klas 1 Makassar

Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mengikuti tes urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, di Lapas Klas 1...
 

Prabowo-Sandi Diam-diam Kunjungi JK, Jubir Wapres: Hanya Silaturahmi

FAJARONLINE.CO.ID -- Bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinasnya,...
 

Neraca Perdagangan Sulsel Sudah Tiga Kali Surplus

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja perekonomian Sulsel patut diacungi jempol. Tercatat sejak Januari hingga Juli, sudah tiga kali neraca...
 

Yuk... Ikuti Lomba Foto Dirgantara Cup, Hadiahnya Sukhoi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Panitia Dirgantara Cup XXIII mengadakan lomba foto. Objek jepretannya, yakni suasana penyelenggaraan Dirgantara...
 

Jadi Bakal Caleg Namun Masih Kurang Pengetahuan, Ikuti Sekolah Legislatif di Sini

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sekolah Legislatif Indonesia (SLI)  membuka pendaftaran pada bagi Calon Legislatif (Caleg), mulai 16 Agustus...
 

Besok Dilantik... Ashari Pakai PDU Ayah, Jufri Baju Baru

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Dua Penjabat Bupati akan dilantik, Kamis, 16 Agustus. Mereka adalah Pj Bupati Bantaeng, Ashari F Radjamilo dan Pj...
 

Perkuat Layanan Tambahan, BPJS TK Gandeng 100 Mitra Perusahaan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — BPJS Ketenagakerjaan cabang Makassar layanan tambahan. Langkah ini seiring upaya untuk terus memacu...
 

Ruhut Blak-blakan Alasan Tak Dipilihnya Mahfud MD, Ini Soal Pilpres 2024

FAJARONLINE.CO.ID -- Pengakuan Mahfud MD di salah satu stasiun televisi swasta, Selasa (14/8) malam, cukup menganggetkan publik. Eks Ketua Mahkamah...
 

Pertamina Suntik Modal Usaha ke Pelaku UKM

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pertamina tak hanya fokus menggenjot kinerja perseoran. Perusahaan plat merah tersebut juga ikut andil mendorong...
 

Jelang Peparprov, NPC Bone Aktif Godok Atlet

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Pekan Olahraga Paralympic Provinsi (Pepaprov) IV bakal dihelat di Pinrang, Oktober mendatang. Untuk itu, National...
 

Kalah dari Palestina, Kapten Indonesia Minta Maaf

FAJARONLINE.CO.ID, BEKASI—Timnas Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Palestina dalam laga kedua Grup A Asian Games 2018. Bermain di...
 

Putaran II Kejurda Drag Race Segera Dihelat, Segini Total Hadiahnya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kejurda Drag Race 2018 putaran II akan dilaksanakan di Lanud Hasanuddin, 25-26 Agustus, nanti. Total hadiah yang...
 

Ikut Lomba Senam Poco-poco Pemprov, Kanwil Kemenkumham Sulbar Juara 2

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Jelang peringati HUT RI-73 pelbagai lomba dilakukan banyak instansi, termasuk Pemprov Sulbar. Salah satu lomba yang...
 

Kalah 1-2 dari Palestina, Indonesia Wajib Menang Atas Hongkong dan Laos

FAJARONLINE.CO.ID, BEKASI—Tim Nasional Indonesia U-23 gagal melanjutkan tren positif di Grup A cabang sepak bola Asian Games. Dalam laga kedua,...
 

Menyimpang dan Bikin Resah, Kelompok Ini Yakini Nabi Berjenis Kelamin Perempuan

FAJARONLINE.CO.ID -- Kelompok spiritual satu ini benar-benar bikin resah warga. Mereka menamakan diri Kerajaan Ubur-ubur yang berpusat di Lingkungan...
 

Bahaya Merkuri, KLHK Sosialisasikan Setop Penggunaannya

FAJARONLINE.CO.ID,MAROS -- Penggunaan merkuri di kalangan masyarakat terus menjadi perhatian dari pemerintah. Terbukti dengan digelarnya sosialisasi...
 

Meriah, Gerak Jalan Sambil Pemerkan Dangke di Enrekang

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG — Menyambut HUT RI ke-73 tahun diselenggarakan berbeda-beda setiap daerah demi mencapai kemeriahan. Begitu pun di...
 

Hindari Pengendara Motor, Minibus Ini Malah Masuk Selokan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sebuah minibus terjungkal masuk ke dalam parit atau selokan di depan SPBU Jalan Urip Sumoharjo, Rabu,...
 

Tahun ini, Jemaah Tarwiyah Haji Tak Lagi Difasilitasi

FAJARONLINE.CO.ID -- Mulai tahun ini, pemerintah Arab Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah (amalan sunah pada 8 Zulhijah) dalam...
 

MPM Finance Buka Cabang ke-93 di Maros, Targetkan Delapan Kantor Baru

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS --  PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance) resmi membuka kantor cabang ke 93 di Maccopa, Maros Jalan Poros...
 

Buntut Kebakaran, Sumarsono Instruksikan Kawasan Kantor Gubernur Sulsel Bebas Asap Rokok

Surat Edaran Segera Terbit FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono menginstruksikan kawasan Gedung Kantor Gubernur...
 

Warga Maros Kedapatan Bawa Dua Saset Sabu-sabu, Wadduh... Disuplai dari Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Salah seorang warga Jalan Damai, Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Muhammad Asrul Saputra (18)...
 

Siap-siap... Babak Semifinal Honda DBL Bakal Semakin Seru

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Delapan tim telah memastikan tiket menuju babak semifinal Honda DBL South Sulawesi Series 2018. Dijadwalkan...
 

Rizal Ramli Bantah Masuk Tim Sukses Prabowo-Sandi

FAJARONLINE.CO.ID -- Tokoh nasional Rizal Ramli membantah masuk dalam tim sukses pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Nama Rizal memang...

Load More