Fajar

  Breaking News

Air Mata Cinta di Andi Mattalatta

Dua bocah menangis di pelukan kiper PSM, Rifky Mokodompit usai laga kontra Bali United/Idham AMA
PSM Makassar - 07 November 2017, 13:52:02

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR—Rabu, 26 Mei 1999. Di depan 90.045 penonton yang memadati Stadion Camp Nou, Samuel Kuffour menangis. Tubuh kekar bek Bayern Munchen itu tak mampu menahan air bening meluncur dari sudut matanya.

Samuel Kuffour pantas menangis. Subuh itu, ia “harusnya” berpesta bersama rekan setimnya setelah gol tendangan bebas Mario Basler tak mampu dibalas pemain Manchester United hingga waktu normal habis. Namun, bukan Samuel Kuffour ataupun pemain Bayern lainnya yang bisa menentukan takdir. Drama terjadi. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol di menit ke-91 dan 93.

Kekalahan 1-2 raksasa Jerman itu hingga saat ini dianggap kekalahan paling menyakitkan dalam sejarah final Liga Champions. Dan begitulah, pada akhirnya, jutaan pasang mata yang menonton pertandingan itu memaklumi jika Samuel Kuffour harus menitikkan air mata.

                                                            *******   

Kamis, 7 Mei 2009. Laga semifinal Liga Champions 2008/2009 yang mempertemukan Chelsea kontra Barcelona hanya tersisa beberapa detik lagi. Saat itu, The Blues julukan Chelsea masih unggul 1-0 lewat gol cepat Michael Essien. Akan ada pesta kemenangan. Begitulah yang mungkin ada di benak pemain Chelsea dan puluhan ribu suporternya yang membuat Stamford Bridge menjadi biru langit. Namun, kemenangan yang berarti tiket final itu sirna seketika ketika tendangan keras Andreas Iniesta dari depan kotak penalti mengubah skor menjadi 1-1. Unggul gol tandang, Barcelona pun melaju ke babak final Liga Champions.

Dari tribun penonton, kamera TV menangkap sosok anak laki-laki usia belasan tahun. Wajahnya menengadah ke papan skor stadion Stamford Bridge, lalu kembali ke tengah lapangan. Ia mungkin belum percaya dengan penglihatannya. Skor yang tadinya 1-0 sekejap mata sudah berubah menjadi 1-1 yang berarti tidak ada final bagi tim kesayangannya. Air mata anak laki-laki itu perlahan mengalir. Ia sudah berusaha menggigit bibirnya agar air matanya tak terus tumpah. Tetapi ia kalah oleh kecintaannya pada The Blues. Kesedihannya melihat kegagalan tim kebangaannya di depan matanya terlalu kuat. Dia pun akhirnya menangis sesunggukan sebelum ayahnya meraih kepalanya dan memeluknya dengan cinta yang berbeda.

                                                            *******

Kapten Chelsea, Gary Cahill tertunduk lesu di Stadion Eden, Praha, Republik Ceko setelah timnya menghadapi Bayern Munchen di Piala Super Eropa, Sabtu, 31 Agustus 2013. Kemenangan mereka yang sudah di depan mata, sirna di penghujung laga. Chelsea yang masih unggul 2-1 hingga menit ke-120 atau beberapa detik sebelum wasit asal Belanda, Jonas Eriksson meniup peluitnya, secara dramatis takluk. Javi Martinez menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di detik akhir perpanjangan waktu. Lalu, Romelu Lukaku menyempurnakan luka timnya dengan kegagalannya mengeksekusi penalti. The Blues pun kalah 4-5 dan trofi yang tadinya sudah di depan mata Cahill dan kawan-kawan jadi milik Munchen.

Setelah laga tersebut bek Inggris itu berkata kepada UEFA.com, “Kami tampil bagus, namun sepak bola terkadang kejam.”

                                                            *******

Naypidiaw. Senin, 2 September 2013. Saat itu pukul 10 malam lewat beberapa menit. Saya mungkin salah satu dari sekian juta warga Indonesia yang sudah siap berteriak saat pertandingan Garuda Muda melawan Tim Harimau Malaya di final AFF Cup 2013 U-16 sudah memasuki menit ke-93. Beberapa detik lagi, anak asuh Sutan Harhara dan Mundari Karya akan merayakan statusnya sebagai raja di Asia Tenggara.

Indonesia saat itu unggul 1-0 lewat gol Gatot Wahyudi. Dan dua bendera merah putih di Stadion Wanatheikdi, Myanmar, Senin malam itu terlihat makin gagah kibarannya disorot kamera. Bendera raksasa itu seolah ingin menyampaikan pesan bahwa inilah Indonesia yang mengalahkan Australia di partai semifinal dan inilah juara AFF Cup 2013. Akan begitu mengharukan momen itu. Apalagi, euforia juara sudah begitu lama ditunggu-tunggu.

Namun, tak ada pesta juara malam itu. Di pengujung laga, wasit bukannya meniup peluit tanda pertandingan berakhir melainkan menunjuk titik putih. Indonesia mendapat hukuman penalti ketika pemain Malaysia yang sudah kehabisan akal menembus barisan kokoh pertahanan Indonesia. Malaysia pun menyamakan skor.

Drama yang mengoyak-oyak hati itu bersambung ke episode adu penalti. Sempat sama-sama gagal di penendang pertama, Garuda Muda tampak superior di penendang selanjutnya. Dua eksekutor sukses menjalankan tugas “negaranya”. Lalu penjaga gawang Indonesia, Panggih Priyo Sambodo bak Lev Yashin, kiper terbaik sepanjang masa asal Uni Soviet yang paling sering menghentikan tendangan penalti lawan. Dua penendang Malaysia kembali dibuat tak berkutik. Skor 2-0 lagi-lagi memunculkan asa juara bagi Indonesia. Rencana pesta kemenangan perlahan terajut kembali. Satu gol lagi, atau sekali lagi pemain Malaysia gagal, Indonesia akan meraih trofi AFF Cup 2013 U-16. Tak berlebihan mengklaim peluang juara Indonesia saat itu 97 %.

Tapi, perjuangan Garuda Muda di Naypidiaw memang ditakdirkan berakhir pilu. Dua eksekutor terakhir gagal dan Malaysia kembali bangkit dari kekalahan. Dan ketika Gatot Wahyudi sebagai eksekutor keenam gagal dan kiper lawan, Abang, dengan gaya Oleg Salenko-nya mampu memperdayai Panggih, pesta yang sudah di depan mata berganti duka dan air mata.

                                                            *******

Jumat, 2 Mei 2014, seorang anak di Stadion Mestalla menangis sesunggukan. Gol gelandang Sevilla, Stephane M'Bia di menit ke-94 telah merampas mimpinya untuk melihat tim kesayangannya, Valencia berlaga di final Liga Europa musim 2013/2014. Ibunya memeluknya. Berusaha menenangkannya. Si anak tetap terisak hingga kamera menjauh darinya. Mungkin kameramen tak kuat terus melihat air mata cinta itu.

                                                            *******

Rifky Mokodompit bersandar di tiang gawang sambil memeluk dua bocah yang sedang menangis. Wajahnya sendu. Beberapa menit sebelumnya, wasit meniup peluit tanda laga berakhir. Pengadil asal Kirgistan, Murzabekov Eldos itu seperti baru saja meniup terompet kematian bagi belasan ribu suporter yang telah membakar semangat pemain PSM Makassar selama 95 menit demi sebuah mimpi juara. Pasukan Ramang kalah 0-1 di menit akhir lewat gol Stefano Lilipaly.

Tentu bukan gol Lilipaly yang ditangisi kedua bocah itu. Gol pemain timnas Indonesia itu hanya menyempurnakan luka pencinta PSM. Toh, satu poin juga tak cukup untuk juara. Sebab, PSM kalah head to head dari Bali United yang hanya akan menjamu Gresik United di partai terakhir di Gianyar. Menang di laga terakhir kontra Madura United takkan berguna saat Bali United mencabik-cabik Gresik United. Apalagi, juga masih ada Bhayangkara FC yang bisa menutup musim dengan 69 poin saat PSM sendiri maksimal hanya meraup 66 poin andai seri kontra Bali United.

Yang membuat dua bocah itu dan mungkin beberapa penonton lainnya menangis adalah kepedihan jiwa melihat perjuangan Hamka Hamzah Cs. Sang kapten yang sudah berjanji membawa kampung halamannya meraih gelar juara Liga 1 bersama pemain PSM lainnya sudah bertarung seperti gladiator. Mereka jatuh bangun di lapangan dan tak menghiraukan lelah tubuh yang dipaksa bekerja melewati batasnya. Sepanjang pertandingan, mereka menggempur pertahanan Bali United. Belasan peluang emas diciptakan Hamka Hamzah, Rizky Pellu, Marc Anthony Klok, Zulham Zamrun, M Rahmat, Wijam Pluim, serta Ferdinan Sinaga. Sehingga, kita yang menontonnya terkagum-kagum dan begitu yakin akan ada gol kemenangan dari para gladiator PSM. Akan tetapi, peluang itu hanya sebatas pemberi harapan palsu. Tak ada yang bisa menaklukkan kiper Bali United, Wawan Hendrawan.

Dan seperti itulah; drama berurai air mata di lapangan hijau tak berhenti hanya di Camp Nou, Stamford Bridge, Eden, Mestalla, dan Naypidiaw. Kisah pilu yang akan membekas di hati suporter yang menaruh hatinya secara utuh untuk tim kesayangannya juga telah terjadi di Stadion Andi Mattalatta pada Senin, 6 November 2017, malam tadi. Lalu, benarlah kata Garry Cahill, sepak bola terkadang memang sangat kejam. Ia bisa merampas mimpi dan membuatmu menangis. Tanyalah dua bocah yang dipeluk Rifky Mokodompit itu. Atau kalau kamu adalah seorang pencinta PSM, bertanyalah pada hatimu. Dan jangan ragu untuk menangis setelah kamu mendapatkan jawabannya. (Amiruddin Aliah)

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : amir

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JHT ke Owner MGH, Besarannya Rp1,285 Miliar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sulsel menyerahkan klaim santunan yang diterima langsung perwakilan dari...
 

Persib Berupaya Datangkan Ezechiel dan Bojan Malisic Jelang Hadapi PSM

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Persib Bandung belum menyerah. Maung Bandung masih tetap berusaha agar dua pemainnya, Ezeciel Ndouassel dan Bojan...
 

Larangan Memakai Cadar di Prancis Dianggap Melanggar HAM

FAJARONLINE.CO.ID - Komite Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (23/10/2018), memutuskan...
 

Pameran Bursa Kerja Di Maros Dibuka, Ada 400 an Lowongan Kerja

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Pameran bursa kerja atau Job Fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Maros mulai dibuka hari ini, Rabu, 24 Oktober...
 

Dua Unit Komputer dan 10 Karung Beras Rastra Digasak Maling

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Dua unit komputer merk HP dan Asus ukuran 23 inci serta 10 karus beras sejahtera (Rastra) digasak maling di Kantir Lurah...
 

Hanya Butuh Menang 1-0, Pemain Indonesia U-19 Minta Dukungan Suporter di GBK

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Pemain belakang Timnas Indonesia U-19, Firza Andika mengatakan timnya sudah melakukan persiapan yang matang jelang...
 

Laga Hidup Mati Malam Ini, Indra Sjafri Optimis Bisa Kalahkan UEA

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Tim Nasional Indonesia U-19 akan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada laga terakhir Grup A Piala AFC U-19 2018 di...
 

Jose Mourinho Akui Juventus Terlalu Kuat

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Manchester United gagal memaksimalkan laga kandang di matchday ketiga Liga Champions. Menjamu Juventus, Setan...
 

Madrid Susah Payah Kalahkan Plzen, Lopetegui: Yang Penting Tiga Poin

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Real Madrid harus bersusah payah mengalahkan Viktoria Plzen di matchday ketiga Liga Champions. Meski begitu, Pelatih...
 

Rapper Tewas Terjatuh dari Sayap Pesawat Saat Syuting

FAJARONLINE.CO.ID, VERNON—Rapper Kanada, Jon James McMurray meninggal setelah jatuh dari sayap pesawat selama syuting video. Ia tewas di tempat...
 

Tubuh Khashoggi Ditemukan di Sumur Kediaman Konsul Jenderal Saudi

FAJARONLINE.CO.ID, ISTANBUL—Jenazah wartawan Jamal Khashoggi akhirnya ditemukan di sebuah sumur di kediaman Konsul Jenderal Saudi di Istanbul....
 

Ini Klasemen Grup E hingga H Liga Champions

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Matchday ketiga Liga Champions di Grup E hingga H digelar Rabu, 24 Oktober, dinihari tadi. Berikut klasemen...
 

Hasil Lengkap Liga Champions Rabu Hari Ini

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Delapan laga matchday ketiga Liga Champions digelar Rabu hari ini. Berikut hasil lengkapnya sebagaimana dikutip dari...
 

Hajar Shakhtar Donetsk 3-0, Manchester City Puncaki Grup F

FAJARONLINE.CO.ID, DONETSK—Manchester City mengambialih puncak klasemen Grup F Liga Champions setelah mengalahkan Shakhtar Donetsk. Dalam laga...
 

Akhiri Periode Buruk, Madrid Menang 2-1 Atas Viktoria Plzen di Bernabeu

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Real Madrid mengakhiri periode tanpa kemenangan mereka. Menghadapi wakil Republik Ceko, Viktoria Plzen di matchday...
 

Juventus Permalukan MU di Old Trafford

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Juventus menekuk Manchester United pada matchday ketiga Grup H Liga Champions musim 2018/2019. Dalam laga yang...
 

Kalahkan AEK Athens, Bayern Pimpin Grup E

FAJARONLINE.CO.ID, ATHENA—Raksasa Jerman, Bayern Munchen untuk sementara memimpin Grup E Liga Champions 2018/2019. Itu setelah mereka...
 

Alumni 89 Spensa Gagas Reuni Tiga Dekade

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Alumni 1989 SMP Negeri 1 (Spensa) Makassar menggagas reuni tahun depan. Reuni ini istimewa, karena menjadi ajang...
 

Misi Sulsel Pertahankan Runner Up di Popwil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kontingen Sulsel bertolak ke Mataram. Mereka akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) IV, Mataram NTB,...
 

Wacana Gedung DPR Dilapisi Kaca Anti Peluru Dinilai Buang-buang APBN

FAJARONLINE.CO.ID -- Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, kasus peluru nyasar ke gedung DPR tidak seharusnya dibesar-besarkan. Apalagi...
 

Ponakan Setya Novanto Mengaku Diutus Serahkan USD 100 Ribu ke Aziz Syamsuddin

FAJARONLINE.CO.ID -- Terdakwa korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Irvanto Hendra Pambudi Cahyo mengaku pernah menyerahkan uang sebesar...
 

Pemilih Milenial Parepare Harap Prabowo-Sandiaga Menang

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Masyarakat Sulsel Khusus pemilih muda atau kaum milenial di Kota Parepare berharap banyak pasangan Prabowo-Sandiaga...
 

Madu Trigona Lutra Dipamer di Jakarta, Banyak Diminati Pengunjung

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Stand Pameran Luwu Utara yang menyajikan produk Madu Trigona dan propolis dalam ajang Pameran dan Konferensi Perlebahan...
 

Terdakwa Kasus Dugaan Tambang Emas Ilegal Didakwa UU Minerba

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Terdakwa kasus dugaan tambang emas ilegal, Amiruddin menjalani sidang perdana di Kantor Pengadilan Negeri Maros Klas Ib,...
 

Cegah Illegal Fishing, Kapolsek Kalmas Pimpin Patroli Tiga Malam di Perairan Kalmas

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Aparat Polsek Liukang Kalmas komitmen dalam mencegah dan memberantas illegal fishing di wilayah perairan...

Load More