Fajar

  Breaking News

Anhar Gonggong, Sejarawan Nyentrik yang Blak-blakan

Anhar Gonggong, salah satu ahli sejarah Indonesia.
Profil Tokoh Sulsel - 22 Agustus 2017, 11:42:30

"Jika seseorang tidak belajar sejarah, dia tidak akan mengenal dirinya “

 

FAJARONLINE.COM -- ANHAR Gonggong adalah seorang sejarawan terkemuka Indonesia asal Sulawesi Selatan. Ia lahir di Pinrang, pada 14 Agustus 1943. Ayahnya, Andi Pananrangi adalah mantan raja di Kerajaan Alitta.

Ia menyelesaikan studi di Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada tahun 1976. Setelah itu Anhar melanjutkan S2 di Universiteit Leiden, Belanda. Pada tahun 1990, Anhar meraih gelar Doktor Ilmu Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dengan disertasi berjudul Gerakan Darul Islam di Sulawesi Selatan.

Enam tahun setelah meraih gelar doktor, Anhar dipercaya menduduki jabatan Direktur Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ia menduduki posisi tersebut dari 1996 hingga 1999. Setelah itu, pada 2001-2003, Anhar mendapat amanah sebagai Deputi
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bidang Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Sejak 1991 Anhar tercatat sebagai dosen pembimbing bidang studi sejarah pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Jurusan Sejarah Universitas Negeri Jakarta ini banyak menulis buku. Mulai dari biografi HOS Tjokroaminoto (1984), MGR. Sugijopranoto SJ hingga Antara Gereja dan Negara (1993).

Salah satu bukunya yang paling banyak menyita perhatian khususnya di kalangan warga Sulawesi Selatan adalah Abdul Qahhar Mudzakkar: Dari Patriot hingga Pemberontak (1992 dan 2004). Buku sejarah dan militer ini adalah disertasi Anhar yang dituangkan dalam bentuk buku.

Anhar yang menjadi staf pengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Sentul, Bogor sejak 2005 dalam buku ini mengungkapkan pelbagai hal tentang latar belakang Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang dipimpin Abdul Qahar Mudzakkar, seorang bekas Perwira Menengah (Letnan Kolonel) pada masa Perang Kemerdekaan.

Dalam buku ini nampak bahwa pemberontakan itu terjadi bukan hanya karena satu sebab, melainkan oleh pelbagai hal yang terkait dan berakumulasi yang mendorongnya ke permukaan. Ada faktor budaya masyarakat setempat yang disebut Siri dan Pesse, adat istiadat, kekecewaan, sosial politik hingga sosial ekonomi.

Sebagai seorang sejarawan, Anhar dikenal sebagai sosok yang mampu menelisik, memahami dan mengungkap sejarah yang sengaja ditutup-tutupi. Sosok nyentrik yang selalu muncul di TV dengan rambut gondrongnya itu juga selalu blak-blakan menyampaikan kebenaran.

Ketika salah satu partai politik di negeri ini pada 2008 mendengungkan wacana gelar pahlawan pada mantan Presiden RI, Soeharto, Anhar langsung mencibir. Kepada media ia secara terbuka menyebut bahwa pada saat memerintah, Soeharto melakukan korupsi.

Bahkan, meski pembangunan sukses di era Soeharto, Anhar juga mempertanyakan gelar Bapak Pembangunan pada penguasa Orde Baru tersebut. Menurutnya, pembangunan itu hanya buat Soeharto, keluarga, serta kroninya sendiri.

Anhar juga menjadi salah satu sejarawan yang menolak film kontroversial G30S PKI ditayangkan lagi secara rutin di televisi. Bagi Anhar, film tersebut penuh dengan propaganda dan masih dicari fakta siapakah yang terlibat dalam tragedi pembantaian tujuh jenderal itu.

Sejarah Indonesia yang telah terdistorsi oleh kepentingan penguasa di masa lalu memang selalu menjadi perhatian Anhar. Banyak hal yang ia kritik lewat pernyataan pedas. Tak heran, beberapa orang menyebut Anhar lewat budaya dan sejarah sebenarnya tengah berjihad.

Blak-blakan Anhar juga ditunjukkan ketika menolak kompensasi maupun permintaan maaf pemerintah Belanda atas pembantaian yang dilakukan Raymond Pierre Paul Westerling di Sulawesi Selatan. Tragedi pembunuhan 40.000 rakyat di Sulawesi Selatan oleh pasukan Belanda pada Desember 1946-Februari 1947 itu bagi Anhar tak cukup hanya ditebus dengan permohonan maaf dan ganti rugi.

Menurut Anhar yang ayah dan dua kakaknya juga dibantai Westerling, Belanda harus mengakui dua hal dalam peristiwa berdarah ini. Pertama, mengakui kemerdekaan RI adalah tahun 1945. Kedua, mengakui bahwa Belanda
pernah melakukan pelanggaran HAM dalam berbagai bentuk di Indonesia
demi mengembalikan kekuasaan kolonialisme antara tahun 1945-1949.

Dalam keputusan Pengadilan Den Haag, Belanda pada kasus Rawagede 9 Desember 1947, disebut bahwa Pemerintah Belanda “telah membunuhi rakyatnya sendiri”. Menurut Anhar, pernyataan itu berarti bahwa Belanda tidak mengakui Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Anhar sendiri selalu berharap kepedulian masyarakat terhadap sejarah negara sendiri. Menurutnya, ketidakpedulian pada sejarah negara sendiri mem-buat orang tidak mengerti dirinya dan tidak mengerti proses membangsa Indonesia. Satu kalimat singkat, filosofis dan patut menjadi renungan yang kerap dilontarkan Anhar, “Jika seseorang tidak belajar sejarah, dia tidak akan mengenal dirinya.” Karena itulah, Anhar berharap porsi pembelajaran sejarah harus lebih banyak. Ia ingin pemerintah mengajarkan sejarah secara benar.

Sebagai negara yang punya sejarah panjang, Indonesia kata Anhar harusnya bisa seperti Amerika Serikat. AS selama ini meletakkan sejarahnya sebagai sesuatu yang penting dalam ilmu mereka. Sejarah menjadi pelajaran tersendiri dan mereka bangga belajar sejarah. (**)

DATA DIRI:
Nama : Prof Anhar Gonggong
Kelahiran: Pinrang, 14 Agustus 1943

Riwayat Pendidikan :
• S1 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1976.
• S2 Universiteit Leiden, Negeri Belanda.
• S3 Doktor Ilmu Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia
(UI) 1990.

Riwayat Pekerjaan :
• Guru beberapa SMA di Metro, Lampung (1968-1969).
• Peneliti Pusat Penelitian Sejarah dan Antropologi, Yogyakarta (1970- 1976).
• Staf pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta (1978-1979).
• Direktur Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia (1996-1999).
• Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bidang Sejarah dan Purbakala
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (2001-2003).
• Dosen pembimbing bidang studi sejarah pada Program Pascasarjana
Universitas Indonesia (sejak 1991) dan Jurusan Sejarah Universitas Negeri
Jakarta (sejak 2001).
• Staf pengajar di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Katolik Atma Jaya,
Jakarta (sejak 1984) dan
• Staf pengajar di Fakultas Ilmu Administrasi Sekolah Tinggi Intelijen Negara,
Sentul, Bogor (sejak 2005).

 

(Dikutip dari buku 100 Tokoh Sulsel yang diterbitkan FAJAR Group)

Media cetak bacaan terbaik hindari berita hoax. Untuk mengakses berita cetak, silahkan langganan premium epaper FAJAR disini epaper.fajaronline.co.id Kami kirimkan Anda koran secara gratis. (Syarat dan ketentuan berlaku). hubungi wa/tlp 085242899926 atau 0811462222

Author : Rasid

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Ledakan Tambang di Tiongkok, 18 Pekerja Terperangkap dan Dua Orang Tewas

FAJARONLINE.CO.ID -- Dua orang tewas dan 18 orang terperangkap di sebuah tambang batu bara di Tiongkok Timur pada Minggu (21/10). Korban tewas...
 

Karena Pilkada, Dua Kapolres di Sulsel Batal Dimutasi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Sejumlah Kapolres di Jajaran Polda Sulsel Berganti. Rotasi ini berdasarkan Surat Telegram Rahasia dengan nomor:...
 

Terdakwa Kasus Penyalahgunaan Narkotika Divonis Delapan Bulan Rehabilitasi

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Andi Arjab Mattotorang divonis delapan bulan penjara diganti dengan masa...
 

Walikota akan Benahi Program Ratona TV

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO -- Walikota Palopo, HM. Judas Amir yang baru dilantik untuk periode kedua kalinya akan melakukan pembenahan di berbagai...
 

2019, RS Ainun Habibie Diguyur Rp32 M

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE -- Megaproyek RS tipe B Plus, Ainun Habibie, dijamin berlanjut tahun depan. Anggaran yang disiapkan Rp32 miliar. Kepala...
 

PPM Al-Ikhlas Peringati Hari Santri

FAJARONLINE.CO.ID, POLMAN -- Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Ikhlas Lampoko, Polman memperingati Hari Santri Nasional, Senin, 22 Oktober 2018....
 

PKS Tetap Berharap Dukungan GARBI

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU-- Meski sudah keluar dari struktur partai, sejumlah mantan pengurus PKS yang bergabung ke ormas Gerakan Arah Baru Indonesia...
 

Tunjangan Penghasilan Pegawai Enrekang Dihapus

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Enrekang tidak lagi menikmati tunjangan penghasilan (TP). Kini...
 

Santri Perlu Mainkan Peran Rawat Perdamaian

FAJARONLINE.CO.ID, BANTAENG --- Puncak hari santri nasional di Kabupaten Bantaeng digelar di Pantai Seruni, Senin, 22 Oktober. Caleg DPRD Bantaeng...
 

Preview Arsenal vs Leicester City: Awas Lacazette

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Alexandre Lacazette sedang on fire bersama Arsenal. Leicester City yang akan bertamu ke Emirates, Selasa, 23 Oktober,...
 

Tunjangan Penghasilan Pegawai Enrekang Dihapus

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Enrekang tidak lagi menikmati tunjangan penghasilan (TP). Kini...
 

Seminggu, Polisi Tangkap Tiga Lelaki Cabul

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Perempuan harus semakin waspada kala sendirian, baik dalam berkendara maupun berada di rumah. Pasalnya, beberapa...
 

Sah! Iwan Asaad Jabat Sekkot Parepare

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE -- Setelah melalui proses lelang jabatan, posisi Sekkot Parepare akhirnya diisi Iwan Asaad. Dia dilantik Wali kota...
 

Otak Pembakaran di Jl Tinumbu Tewas di Lapas

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Otak pembakaran di Jalan Tinumbu, Makassar, Akbar Daeng Ampu (32), ditemukan tewas di dalam ruang isolasi Lembaga...
 

Jadwal Liga Champions Rabu dan Kamis Ini

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Matchday ketiga Liga Champions akan berlangsung Rabu dan Kamis tengah pekan ini. Berikut jadwalnya dikutip dari...
 

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Berbicara dengan Putra Mahkota Saudi di Telepon

FAJARONLINE.CO.ID, ISTANBUL—Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman dilaporkan berbicara di telepon dengan wartawan Jamal Khashoggi...
 

Dekatkan Diri, CEO Garuda Layani Langsung Penumpang di Pesawat

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR -- Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepada pelanggan, Garuda Indonesia melaksanakan program "CEO on...
 

Indonesia Yakin Bisa Kalahkan UEA dan Lolos ke 8 Besar Piala Asia U-19

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Timnas Indonesia U-19 harus turun ke posisi ketiga setelah kalah 5-6 dari Qatar di laga kedua Grup A Piala Asia U-19...
 

Takluk di Derby, Gattuso Akui Kekalahan AC Milan

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso mengakui Inter Milan layak mendapatkan kemenangan dalam derby Senin, 22 Oktober,...
 

Indra Kritik Pelatih Qatar yang Masuk Lapangan karena Panik

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri menyayangkan ulah pelatih Qatar, Bruno Miguel Pinheiro, yang masuk ke lapangan...
 

Menangi Derby Milan, Spalletti: Inter Jelas Lebih Baik

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Inter Milan keluar sebagai pemenangan dalam derby Kota Milan, Senin, 22 Oktober, dinihari tadi. Pelatih Inter, Luciano...
 

Tanggapi Kekalahan Indonesia, Egy Maulana Vikri: Belum Rezeki Kita

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Timnas Indonesia U-19 menunjukkan perjuangan heroik saat menghadapi Qatar. Meski kalah 5-6, kerja keras pemain...
 

Timnas Indonesia U-19 Terlalu Cepat Ingin Menang

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA—Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Qatar pada laga kedua Grup A Piala AFC U-19 2018 di Stadion...
 

Ini Hasil Lengkap Bola Minggu Malam hingga Senin Dinihari

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Berikut hasil lengkap pertandingan sepak bola di liga top Eropa yang berlangsung Minggu hingga Senin dinihari dikutip...
 

Khashoggi

Akhirnya, Arab Saudi mengakui jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh di dalam konsulat negara itu di Istanbul, Turki, namun tidak ada penjelasan di mana...

Load More