Fajar

  Breaking News

Dari Sinilah Gerbang Suku-suku di Sulawesi

PECAHAN TEMBIKAR. Warga menunjukkan pecahan tembikar di situs Kamassi yang berada di belakang Puskesmas Kalumpang, Mamuju, Sulbar, Minggu, 26 Maret lalu. Foto: ILHAM WASI/FAJAR
Feature - 19 April 2017, 12:17:15

* Situs Kalumpang Jadi Barometer Penelitian Austronesia

Ada sejumlah situs di Kalumpang. Agar bisa menyumbang ilmu pengetahuan, mestinya situs-situs itu segera dilindungi.

ILHAM WASI
Kalumpang

Salah satu situs purbakala di Kalumpang di antaranya Kamassi dan Minanga-Sipakko. Dua situs yang letaknya berbeda. Kamassi berada di belakang Puskesmas Kalumpang dan Minanga-Sipakko berada di seberang Sungai Karama. Menjangkau situs Minanga-Sipakko pun harus naik perahu. Jarak Sipakko ada 1,5 kilometer dari Kalumpang.

Ketua Adat Tanalotong, Ely Sipayo pun hanya menyarankan ke situs Kamassi. Cukup dekat dari permukiman. Tiba di Kamassi, memang tak ada tulisan khusus atau tanda berupa tulisan area situs.

Hanya berupa lahan ditumbuhi semak-semak dan pohon-pohon. Anak lelaki Ely Sipayo, Taufik menunjukan tempatnya. Dia memperlihatkan sejumlah bekas lubang ekskavasi. Tanda yang tampak hanya datum point (DP) untuk titik awal ekskavasi yang dipasang para arkeolog.

Taufik juga memperlihatkan sejumlah sisa tembikar. ''Dulu katanya di sini hunian, mereka sebut kampung tua," ujar Taufik yang menjelaskan sebatas pengetahuannya. Terakhir kata Taufik, tim arkeologi melakukan penggalian pada 2011. ''Ada tim arkeologi dari Makassar, saya biasa temani ke sini,'' ungkapnya pekan lalu.

Usai ke lokasi situs, Ely menceritakan secara runtun. Dia cukup mahir menjelaskan situs-situs yang ada di Kalumpang. Kata Ely, awalnya pada 1933 ditemukan patung Sikendeng oleh Maula. Hal itulah yang mengundang para arkeolog melakukan penelitian. Namun arkeolog Belanda AA Cense melakukan penggalian di sekitar temuan patung, tapi tak membuahkan hasil pada bulan Mei.

Baru pada September, Stein Callenfels menelusuri Sungai Karama hingga sampainya di Kamassi. ''Di situ banyak ditemukan benda-benda purbakala yang zamannya lebih tua, atau zaman neolitikum. Ada penemuan kapak batu, mata anak panah, pecahan-pecahan tembikar,'' ungkapnya.

Lalu ke Situs Sipakko pada 1949, Dr HR Van Heekeren melakukan penggalian ulang. Di sana bahkan lebih banyak benda-benda pecahan-pecahan tembikar. ''Di situlah sejumlah penelitian berlanjut,'' urainya. Ely juga selalu meminta agar dibangun sebuah museum tersendiri di Kalumpang.

Bila ada benda-benda purbakala ditemukan di daerah Kalumpang bisa ditempatkan di museum itu. Tak lain agar generasinya bisa mengenali leluhurnya.

Dosen Arkeologi Unhas, Budianto Hakim mengatakan, Kalumpang dan sekitarnya memang pintu masuk Austronesia. Jika bicara Austronesia, Kalumpang adalah barometernya. Manusia Austronesia yang sudah diperkirakan 3500 tahun lalu.

Masuknya manusia Austronesia dari migrasi Cina Selatan ke Asia Tenggara sampai lalu mendiami kepulauan Sulawesi. Mereka masuk lewat Kalumpang. Hal itu dibuktikan sejumlah penemuan benda-benda Arkeologi. Mengapa manusia Austronesia bermigrasi?. Hal tersebut bisa disebabkan karena padatnya populasi atau kemungkinan terdesak perang kelompok. Migrasi juga disebabkan menyempitnya lahan pertanian.

Mereka masuk ke Kalumpang kemudian menyebar, kata Budianto disanalah leluhur orang Sulawesi pintu gerbang asal dari suku-suku di Sulawesi baik di Sulbar, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. ''Kalumpang ini masuk banyak misteri yang tergali, sehingga memang Kalumpang harus ini dijaga,'' ungkapnya.

Senada dengan itu, Dosen Arkeologi Unhas, Iwan Sumantri mengatakan, Kalumpang itu situs terpenting di Indonesia dan menjadi pusat perhatian arkeolog. ''Kita tahu pada 7000 tahun lalu, ada masalah suku Paiwan bermukin di bagian utara Taiwan. Mungkin ada ledakan penduduk, persoalan lainnya yang menyebar keluar. Apapun itu, ada yang ke selat Makassar. Dan pintu masuknya lewat DAS Karama di Kalumpang itu,'' ungkapnya.

Sehingga Kalumpang secara keseluruhan adalah situs. ''Daerah di sana semua situs belakang pak Ely, di atas lapangan itu semua area situs. Kalau yang merusak atau mencoba menenggelamkan itu menjadi kecelakaan sejarah,'' tegas Iwan.

Kecelakaan sejarah yang dimaksud bukan terjadi di Sulbar, Sulsel tapi Indonesia dan bisa melukai 480 ribu juta jiwa penutur Austronesia di Asia Tenggara. ''Dan dari sana juga itu menurunkan Bugis-Makassar, Toraja dan seterusnya suku-suku di Indonesia. Dan bagi kami Kalumpang harus dilindungi,'' urainya. (*/asw)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Baru Saja... Lagi-lagi Gempa Guncang Lombok, Getarannya Menggoyang Makassar

FAJARONLINE.CO.ID -- Gempa dengan kekuatan 7.0 Skala Richter kembali mengguncang Lombok. Informasi yang dihimpun, gempa yang berlangsung malam ini,...
 

Berlangsung Meriah, Ini Dia Video Pernikahan Pengantin dengan Panaik Rp1 Miliar

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Pesta pernikahan Muhammad Alwi Daeng Makkelo (66) dengan Andi Sulpaidah (36) telah berlangsung di Desa Tanete...
 

Terbaru, Perolehan Medali Asian Games, China Kokoh di Puncak

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA---Tidak butuh waktu lama bagi China untuk menduduki posisi pucuk klasemen. Sebelumnya China harus menyerahkan...
 

Kisah Pengantin Panaik Rp1 Miliar, Ternyata Cinlok dengan Bos

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Pasangan pengantin M Alwi Dg Makkelo (66) dan Andi Sulpaidah (36) tengah berbahagia. Resepsi pernikahan telah...
 

Top Score dan Fajar Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Top Score Sport Games and Entertainment bersama Fajar menggalang dana untuk korban gempa Lombok di Top Score Pasar Segar, Minggu, 19...
 

REI Tidak Cukup Kalau Cuma Satu Bank

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- DPD REI Sulsel masih terus memacu pembangunan. Itu dilakukan agar target sepanjang tahun ini bisa...
 

Pasca Gempa, GGD Laksanakan Trauma Healing di Lombok

FAJARONLINE.CO.ID -- Guru Garis Depan (GGD) se-Pulau Lombok mengadakan trauma healing di pelosok Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (18/8/2018)...
 

Aksi Bersih Pantai di Makassar, Kaka Slank Puji Antusiasme Personel Lantamal VI

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kaka Slank yang merupakan salah satu relawan dari Pandu Laut Nusantara memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih...
 

Serapan Pajak Sudah Capai 41,92 Persen dari Target

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Petugas pajak terus berupaya menggenjot pendapatan negara. Sejauh ini, sudah hampir separuh dari...
 

Dua Gempa Kembali Guncang Lombok, Warga Terpaksa Tinggalkan Kebun dan Motor

FAJARONLINE.CO.ID -- Dua gempa susulan kembali terjadi di Lombok, Minggu (19/8/2018) pagi tadi. Gempa itu mengguncang wilayah tersebut hanya dengan...
 

Hebat... Film Sebelum Iblis Menjemput Masuk Festival Paris 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Setelah sukses merajai bioskop Indonesia dan bioskop Malaysia, kini film "Sebelum Iblis Menjemput" milik Timo...
 

Ketua PDIP Sulsel Siapkan 41 Ekor Hewan Kurban

Fajaronline.co.id, Makassar -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi Sulsel, Andi Ridwan Witiri menyiapkan sedikitnya 41 ekor sapi...
 

Bendera Raksasa Merah Putih Terbentang di Tengah Laut Bone

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Bendera merah putih sepanjang 73 meter terbentang di tengah perairan teluk Bone, Minggu, 19 Agustus. Bendera selebar...
 

Produk PKM PNUP Berpeluang Tembus Modern Market

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) memperkenalkan produk jahenya...
 

Foto Masjid Terapung Makassar Karya Danny Pomanto Dipamerkan di Dubai

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Membanggakan. Foto Masjid Terapung Amirul Mukminin yang diarsiteki Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan...
 

Pantai Bawasalo Jadi Lokasi Bersih-bersih Pantai di Pangkep

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Sejumlah elemen masyarakat ikut serta dalam agenda bersih-bersih pantai. Itu dilakukan serentak dalam rangka peringatan...
 

The Equalizer 2, Aksi Denzel Washington yang Tenang Tetapi Brutal

FAJARONLINE.CO.ID -- FILM ini diangkat dari serial TV berjudul sama, dan merupakan sekual dari film sebelumnya The Equalizer, karya sutradara Antoine...
 

Langsungkan Resepsi, Kakek dengan Panaik Rp1 Miliar yang Viral Itu Resmi Menikah

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Andi Sulpaidah (36) resmi tak sendiri lagi. Ia resmi dinikahi pemilik developer PT Harfana Halim Indah, Muhammad Alwi...
 

Hadir di Rapimwil PWPM Sulsel, Sandiaga Uno: Pemuda Muhammadiyah Sangat Luar Biasa

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Bakal Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno turut hadir dalam kegiatan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil)...
 

Kenakan Sarung, Romahurmuziy: Jokowi Semakin Rekat dengan Ulama

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Jokowi kerap mengenakan sarung acap kali bertemu dengan ulama. Ini adalah simbol kedekatan orang nomor satu...
 

Warga Bajoe Ikut Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 73 Meter

FAJARONLINE.CO.ID, WATAMPONE -- Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bone sukses membentangkan bendera merah putih sepanjang 73...
 

Masuk DBL First Team, Anugerah Bagi Siswa Smaga Ini

FAJARINLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Terpilih bergabung dalam DBL First Team boys membuat M Alfian Akbar bangga. Sesuatu yang telah lama dia...
 

10 Jam Sandiaga di Makasar, Jubir Gerindra: Penerimaan Warga Sangat Tinggi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Calon wakil presiden Sandiaga Uno berkunjung ke Makassar, Minggu, 19 Agustus, hari ini. Kurang lebih 10 jam...
 

Sumbang Emas Pertama, Defia: Terima Kasih Buat Allah SWT

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA---Defia Rosmaniar mempersembahkan medali emas pertama Asian Games 2018 bagi kontingen Indonesia. Atlet...
 

Jumlahnya Melimpah, Aneh... Konsumsi Ikan Warga Luwu Utara Malah Rendah

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Luwu Utara perlu digenjot. Padahal, produksi ikan di Luwu Utara melimpah. Kepala...

Load More