Fajar

  Breaking News

Begini Risikonya ketika Penumpang Bertelepon Dalam Pesawat

Sukriansyah S Latief (kiri) bersama Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dan Manteri Pertanian Dr Amran Sulaiman.
Artikel - 12 Agustus 2017, 23:22:12

Ini adalah catatan dari pameran kedirgantaraan Paris 2007. Namun, sepertinya masih relevan dengan kondisi saat ini. Berikut kami muat kembali.


Berhentilah Bertelepon Dalam Pesawat

Oleh Sukriansyah S. Latief

Pernahkah Anda merasa risih mendengar deringan telepon genggam di dalam pesawat terbang? Kalau tidak, kayaknya Anda perlu mengukur seberapa besar perhatian Anda pada keselamatan diri dan orang lain. Atau jangan-jangan malah Anda yang sering bertelepon atau ber-SMS ria di dalam pesawat? Kalau ya, kayaknya tulisan ini wajib Anda simak.

Dalam perjalanan dari Jakarta ke Paris melalui Singapura dan Dubai pekan lalu, hampir tak pernah saya mendengar deringan telepon genggam baik itu telepon masuk atau sms ketika pesawat Boeing Emirats take off maupun di saat landing. Hanya sekali saya melihat seorang penumpang menelepon di dalam pesawat di Jakarta saat menunggu terbang ke Singapura.

Hal ini berbeda sekali saat pulang dari Dubai ke Jakarta dengan pesawat yang sama. Mulai dari bandara hingga di dalam pesawat, hampir di setiap sisi bahkan di seat tengah pesawat, penumpang menelepon atau sekadar sms. Dan sebagian besar dari mereka adalah para tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di daerah Emirat Arab. Sambil bercanda, mereka ber-sms-an, bahkan ada yang menelepon keluarganya di Indonesia dengan bahasa Jawa yang kental.

Bagi kita di Indonesia, pemandangan seperti ini bukan hal yang jarang dijumpai. Dalam beberapa kali penerbangan saya ke Jakarta, Surabaya, dan Ambon, penggunaan telepon genggam di dalam pesawat sering sekali saya dapati. Bahkan dalam pesawat dari Pontianak ke Jakarta beberapa bulan lalu, seorang perempuan muda yang duduk di samping teman saya, tidak meng-off-kan telepon genggamnya hingga pesawat terbang.

Dia tetap saja ber-sms setelah men-switch agar tidak berdering, ketika ditegur pramugari untuk tidak menelepon. Teman saya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perilaku perempuan muda tersebut. Seberapa berbahayakah penggunaan telepon genggam dan electronic portable lainnya di dalam pesawat di saat take off dan landing yang direkomendasikan Radio Technical Communication Aeronautics (RTCA) sejak 16 September 1988 itu?

Simaklah cerita seorang manager salah satu perusahaan industri di Jerman, di mana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya, tiba-tiba mesin turbin berhenti bergerak. Setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunakan telepon genggam di dalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekuensi telepon genggam dengan mesin turbin ini kebetulan sama, maka sinergi ini akan berakibat terganggunya putaran turbin tersebut, malah lebih fatal lagi bisa membuat turbin berhenti berputar.

Belum yakin? Simak pula informasi dari Aviation Safety Reporting System (ASRS). Menurut ASRS, telepon genggam mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibat oleh penggunaan telepon genggam.

Salah satunya adalah pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja take-off dari Bandara Zurich, Swiss. Beberapa saat kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal telepon genggam terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas, tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach untuk landing di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game (The Australian, 23-9-1998). Sebuah kecelakaan yang cukup besar, berdasarkan laporan NASA, yakni jatuhnya pesawat Swissair di Nova Scotia, yang ditengarai disebabkan oleh interferensi elektromagnetis dari sistem multimedia.

Catatan ASRS berikut memperlihatkan kepada kita beberapa bentuk ganguan-gangguan yang terjadi dalam pesawat: Arah terbang melenceng, indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, gangguan sistem navigasi, gangguan frekuensi komunikasi, gangguan indikator bahan bakar, gangguan sistem kemudi otomatis.

Semua gangguan di atas diakibatkan oleh telepon genggam, sedangkan gangguan lainnya seperti gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy.

Dengan melihat daftar gangguan di atas, kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan telepon genggam. Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, telepon genggam tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah telepon genggam dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada di bawahnya.

Meski begitu, sebahagian ahli tetap bersikeras bahwa peralatan elektronik yang dipasang pada pesawat terbang kesemuanya telah didesain dengan spesifikasi yang ketat. Semua terbukti keandalannya, termasuk untuk tidak mudah terinterferensi ataupun menginterferensi peralatan elektronik lain.

Contohnyapada pengaturan frekuensi. ADF (Automatic Directional Finder) menggunakan frekuensi 190-1.750 KHz, VHF communication menggunakan frekuensi 275-399 MHz, GPS menggunakan frekuensi 1.575 MHz, sedangkan ILS (Instrument Landing System) menggunakan frekuensi 5.03-5.09 GHz. Demikian juga dengan lokasi peralatan tersebut telah diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi interferensi.

Namun dari pihak yang mendukung mengatakan bahwa berbagai macam dan jenis dari peralatan elektronik portable yang ada sulit untuk dipantau frekuensi utamanya, apalagi harmonisasinya. Hal inilah yang menjadi perhatian dari para ahli keselamatan penerbangan. Sebab kendati kekuatan signal yang dikeluarkan sebagai harmonisasinya ini kecil, bentuk dan bahan struktur pesawat yang biasanya berongga dan terbuat dari alminium dapat berfungsi sebagai resonator dan memperbesar kekuatan signal ini.

Lantas manakah yang kita pilih? Ingin selamat dan dengan tenang sampai tujuan atau ingin berspekulasi tetap menelepon atau sms dengan risiko kematian bersama? Bila di dalam pesawat telah terpampang jelas larangan menggunakan telepon genggam dan pramugari telah mengumumkan sebelum pesawat take off, maka mengapa kita masih mau melanggar aturan dan juga sekaligus etika itu.

Apakah kita tidak malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli pada keselamatan orang lain? Apakah kita tidak risih dipelototi orang lain? Jawabnya tentu ada pada Anda sendiri. (fo)

Penulis adalah wartawan Senior Harian FAJAR

 

Author : Alief Sappewali

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bintang Muslim Liverpool Terpilih Jadi Pemain Terbaik Afrika 2017

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Winger Liverpool, Mohamed Salah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2017. Pemain depan Mesir itu mengalahkan...
 

Bocah 6 Tahun Ini Dapat Rp146 Miliar per Tahun dari YouTube

FAJARONLINE.CO.ID—Seorang anak laki-laki berusia enam tahun bernama Ryan menghasilkan £ 8.200.000 atau sekitar Rp146 miliar per tahun....
 

Juventus Tak Berani Remehkan Spurs

FAJARONLINE.CO.ID, TURIN—Wakil presiden Juventus, Pavel Nedved melihat Tottenham Hotspur sebagai “tim yang solid dengan pelatih...
 

Imunisasi Dapat Cegah Penularan Difteri

fajaronline.co.id -- Pemerintah menggelar outbreak response immunization (ORI) menyikapi status kejadian luar biasa (KLB) difteri di 12...
 

Berburu Musang, Dor... Peluru Nyasar ke Keponakan, Innalillahi

fajaronline.co.id -- Maksud hati berburu musang, Dewa Ketut Sukerta (40) justru harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, warga Tabanan, Bali itu...
 

Tak Terima Istrinya Disebut Lelet, Suami Kades Dorong Warga Hingga Jatuh ke Drum Aspal Panas

fajaronline.co.id -- Warga Desa Karangmulya di Kecamatan Bojong, Tegal bernama Nasori menjadi korban ulah Imam Rojai yang tak lain suami kepala Desa...
 

Cegah Tindak Pidana Korupsi, Jokowi Minta Kepala Daerah Percepat Layanan Terpadu

fajaronline.co.id -- Dalam acara peringatan ‘Hari Antikorupsi Sedunia’ Presiden Joko Widodo sempat menyinggung banyaknya celah korupsi...
 

Begini Nasib Karyawan Pertamina dan PGN Jika Holding BUMN Migas Dibentuk

fajaronline.co.id -- Menteri BUMN Rini Soemarno akan segera membentuk holding BUMN minyak dan gas (migas) yang direncanakan terwujud pada Triwulan...
 

Tim Kuasa Hukum Novanto Keberatan dengan Video yang Dibawa KPK, Ini Alasannya...

fajaronline.co.id -- Rekaman persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong diputar dalan sidang praperadilan...
 

Tabrak Pembatas Jalan dan Kendaraan Lain di Tol Cikampek, Pengemudi Avanza Jadi Tersangka

fajaronline.co.id -- Arisyanto pengemudi mobil Toyota Avanza yang menabrak pembatas jalan dan mobil lainnya di dalam Tol Cikampek terancam terkena...
 

Beraksi Sendiri, Bom di Badan Peneror Meledak

fajaronline.co.id -- Seorang pria berhasil ditahan oleh aparat kepolisian setempat. Hal itu terjadi tak berapa lama setelah percobaan serangan teror...
 

Indonesia Harus Kirim Pasukan ke Palestina

fajaronline.co.id -- Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan Indonesia sudah selayaknya mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina, menyusul klaim...
 

Diisukan Maju di Pilpres 2019, Cak Imin: Nanti Kita Ciptakan Kejutan

fajaronline.co.id -- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memprediksi pemberitaan pada 2018 akan didominasi pertarungan...
 

Bentrokan di Mana-mana, Demonstran Bakar Bendera Israel dan AS

fajaronline.co.id -- Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Yerusalem benar-benar membakar kawasan Timur Tengah. Sejak pekan lalu,...
 

Siap-siap, Angkutan Ngetem Bukan Pada Tempatnya Akan Ditindak

fajaronline.co.id -- Tanda dilarang berhenti di kawasan Jalan Wonokromo depan Pasar Wonokromo tampaknya belum bisa dipatuhi secara menyeluruh oleh...
 

Pakai Uang Nasabah, Pegawai Bank Divonis Satu Tahun Penjara

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pegawai Bank BPR Sulawesi Mandiri, Riskiansyah dijatuhkan vonis satu tahun hukaman penjara, Senin, 11...
 

ASK dan Anwar Sadat Bepotensi Dampingi DBR, Bahkan Bisa Kalahkan Pammase

fajaronline.co.id, WAJO -- Penentuan pasangan Kadiskes Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) telah mengerucut. Nama Wakil Bupati Wajo Andi Syahrir Kube...
 

Foto: Titi Kamila, Duta Humas Pemkot Makassar

Tita Kamila berhasil menyabet gelar Duta Humas Pemkot Makassar 2017, yang digelar di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin (11/12/2017)....
 

Lomba Katinting, Ajak Warga Jaga Laut

fajaronline.co.id, MAMUJU -- Puluhan nelayan mengukuti Lomba Balap Katinting yang diselenggarakan TNI AL di Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju, Senin...
 

Kebutuhan Gas Elpiji 3 Kg Meningkat di Wajo

fajaronline.co.id, WAJO -- Kebutuhan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Wajo meningkat. Penggunaan gas oleh petani menjadi penyebabnya. Ketua Tim...
 

Hebat... Bupati Selayar Serahkan Buku Tabungan BPD ke Masyarakat, Segini Isinya

fajaronline.co.id, SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar tengah merealisisikan janji politiknya saat kampanye lalu. Salah satunya dengan...
 

Bahas Pilwalkot, PKS Sulsel Temui Appi

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membahas ulang di Pilwalkot Makassar 2018. Pembahasan ulang pasca Moh Ramdhan...
 

Foto: 10 Dubes Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memberikan sambutan pada Malam Final Pemilihan Duta Humas Pemkot Makassar 2017, di Hotel Gammara, Jalan Metro...
 

Mantan Presiden BEM STIMIK Digadang Pimpin PB HMI

fajaronline.co.id, MAKASSAR--Mantan Presiden Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) STIMIK Dipanegara, yang juga mantan Sekretaris Umum HMI cabang Makassar...
 

Jelang Natal, Kapolres Luwu Cek Stok Beras

fajaronline.co.id, LUWU -- Memastikan persediaan stok beras jelang Natal dan tahun baru, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso melakukan pengecekan stok...

Load More