Fajar

  Breaking News

Karut Marut Kebijakan Sistem PPDB Online

Nursalam Wakil Ketua Umum Forum Mahasiswa Magister (Formaster) Sulsel Malang
Opini - 12 Juli 2017, 09:35:59

Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir. (Ki Hadjar Dewantara)

Regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online 2017 di tingkat SMP dan SMA/SMK sejumlah daerah di Indonesia, telah menuai pro dan kontra dari masyarakat. Sekolah yang baru menerapkan sistem tersebut tampak “gamang” karena prosesnya yang cukup alot dan selektif. Sistem PPDB online bukanlah sebuah kebijakan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Penerapan sitem PPDB online hakikatnya telah diterapkan sebelumnya di sekolah kota-kota besar di Indonesia, seperti, Jakarta dan Makassar. Namun, regulasi kebijakan ini dinilai belum efektif sehingga menimbulkan polemik dalam lingkungan internal pendidikan dan masyarakat umum. Hal tersebut dipicu dari faktor ketidaksiapan sekolah menerapkan sistem tersebut. Ketersediaan sarana di sekolah yang minim seperti komputer dan sistem jaringan internet yang error, menjadi faktor kendala utama sekolah dalam menerapkan sistem PPDB berbasis online.

Karut marut penerapan sistem PPDB online meliputi konsep teknis dan ketentuan baku yang ada di dalam regulasi ini. Masalah konsep teknis yang ada di dalam sistem PPDB online, mencakup kategori jalur pendaftaran dan batas kuota jumlah siswa yang akan diterima. Seperti, sistem PPDB online di Provinsi Sulawesi Selatan di tingkat SMA/SMK yang mendapat sorotan dari masyarakat dan pejabat pemerintahan di Kabupaten Gowa. Data yang dimuat di dalam panduan umum PPDB Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan 2017 menetapkan, batas kuota jumlah siswa yang diterima di sekolah tingkat SMA/SMK melalui jalur pendaftaran akademik yaitu 42 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi 5 persen, jalur kemitraan 3 persen, dan jalur domisili 30 persen. Jumlah rombel kelas pun yang wajib dibuka di tingkat SMA hanya 36 rombel. Sedangkan di tingkat SMK maksimal 72 rombel dengan jumlah 35 siswa/rombel. Regulasi yang sama pun harus diterapkan oleh sekolah yang berstatus swasta. Sehingga, diprediksi daya tampung siswa di sekolah menjadi terbatas. Dan dikhawatirkan ada siswa yang tidak dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA/SMK. Karena, proses PPDB yang sangat selektif dan batas kuota siswa yang diterima sangat minim.

Beberapa ketentuan dan persyaratan di dalam kelima jalur tersebut dinilai merugikan siswa. Seperti jalur prestasi, siswa yang diterima wajib memiliki sertifikat OSN, O2SN, dan FLSN yang databesnya terdaftar di Dinas Pendidikan Provinsi. Sehingga, siswa yang memiliki piagam nasional namun databesnya tidak terdaftar dinilai belum “layak” diterima di sekolah yang dipilihnya. Maka dari itu, legalitas sebuah piagam dapat menghambat seorang siswa yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah. Dinamika ini terus bergulir hingga memasuki fase pengumuman kelulusan siswa saat ini. Padahal, tingkat prestasi siswa pada umumnya tidak dapat diukur melalui selembar piagam atau sertifikat. Banyak indikator lain yang harusnya dinilai untuk menilai tingkat prestasi siswa. Salah satunya melalui tes kompetensi pribadi demi menjaring siswa yang memiliki tingkat prestasi dan kualitas tinggi.

Indikator utama yang harus dipenuhi oleh sekolah agar mampu mengimplementasikan sistem PPDB online adalah, kelengkapan sistem sarana komputer yang didukung dengan jaringan internet yang baik di sekolah. Demi menghindari tudingan miring dari masyarakat tentang pelaksanaan sistem ini. Seperti, kasus yang terjadi di Cimahi, Jawa Barat karena sejak hari pertama orang tua siswa tidak dapat mengakses website PPDB online yang membuat masyarakat menjadi khawatir ada oknum yang bermain di balik sistem ini. Kemudian, konsep persyaratan yang berlaku di dalam kategori jalur pendaftaran perlu direvisi lebih mendalam lagi oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Sistem rayon domisili dan kemitraan perlu diperjelas regulasinya agar jarak dan birokrasi tidak menjadi pengahalang bagi siswa dalam melanjutkan pendidikannya. Oleh sebab itu, sistem kebijakan PPDB online pada hakikatnya memiliki visi dan arah yang sangat baik, demi meminimalisasi tingkat kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru di sekolah. Maka dari itu, regulasi kebijakan ini perlu revisi ulang dan mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat, agar pendidikan Indonesia menjadi lebih berkualitas. Majulah pendidikan Indonesia! (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Begini Nasib Karyawan Pertamina dan PGN Jika Holding BUMN Migas Dibentuk

fajaronline.co.id -- Menteri BUMN Rini Soemarno akan segera membentuk holding BUMN minyak dan gas (migas) yang direncanakan terwujud pada Triwulan...
 

Tim Kuasa Hukum Novanto Keberatan dengan Video yang Dibawa KPK, Ini Alasannya...

fajaronline.co.id -- Rekaman persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong diputar dalan sidang praperadilan...
 

Tabrak Pembatas Jalan dan Kendaraan Lain di Tol Cikampek, Pengemudi Avanza Jadi Tersangka

fajaronline.co.id -- Arisyanto pengemudi mobil Toyota Avanza yang menabrak pembatas jalan dan mobil lainnya di dalam Tol Cikampek terancam terkena...
 

Beraksi Sendiri, Bom di Badan Peneror Meledak

fajaronline.co.id -- Seorang pria berhasil ditahan oleh aparat kepolisian setempat. Hal itu terjadi tak berapa lama setelah percobaan serangan teror...
 

Indonesia Harus Kirim Pasukan ke Palestina

fajaronline.co.id -- Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan Indonesia sudah selayaknya mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina, menyusul klaim...
 

Diisukan Maju di Pilpres 2019, Cak Imin: Nanti Kita Ciptakan Kejutan

fajaronline.co.id -- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memprediksi pemberitaan pada 2018 akan didominasi pertarungan...
 

Bentrokan di Mana-mana, Demonstran Bakar Bendera Israel dan AS

fajaronline.co.id -- Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Yerusalem benar-benar membakar kawasan Timur Tengah. Sejak pekan lalu,...
 

Siap-siap, Angkutan Ngetem Bukan Pada Tempatnya Akan Ditindak

fajaronline.co.id -- Tanda dilarang berhenti di kawasan Jalan Wonokromo depan Pasar Wonokromo tampaknya belum bisa dipatuhi secara menyeluruh oleh...
 

Pakai Uang Nasabah, Pegawai Bank Divonis Satu Tahun Penjara

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pegawai Bank BPR Sulawesi Mandiri, Riskiansyah dijatuhkan vonis satu tahun hukaman penjara, Senin, 11...
 

ASK dan Anwar Sadat Bepotensi Dampingi DBR, Bahkan Bisa Kalahkan Pammase

fajaronline.co.id, WAJO -- Penentuan pasangan Kadiskes Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) telah mengerucut. Nama Wakil Bupati Wajo Andi Syahrir Kube...
 

Foto: Titi Kamila, Duta Humas Pemkot Makassar

Tita Kamila berhasil menyabet gelar Duta Humas Pemkot Makassar 2017, yang digelar di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin (11/12/2017)....
 

Lomba Katinting, Ajak Warga Jaga Laut

fajaronline.co.id, MAMUJU -- Puluhan nelayan mengukuti Lomba Balap Katinting yang diselenggarakan TNI AL di Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju, Senin...
 

Kebutuhan Gas Elpiji 3 Kg Meningkat di Wajo

fajaronline.co.id, WAJO -- Kebutuhan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Wajo meningkat. Penggunaan gas oleh petani menjadi penyebabnya. Ketua Tim...
 

Hebat... Bupati Selayar Serahkan Buku Tabungan BPD ke Masyarakat, Segini Isinya

fajaronline.co.id, SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar tengah merealisisikan janji politiknya saat kampanye lalu. Salah satunya dengan...
 

Bahas Pilwalkot, PKS Sulsel Temui Appi

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membahas ulang di Pilwalkot Makassar 2018. Pembahasan ulang pasca Moh Ramdhan...
 

Foto: 10 Dubes Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memberikan sambutan pada Malam Final Pemilihan Duta Humas Pemkot Makassar 2017, di Hotel Gammara, Jalan Metro...
 

Mantan Presiden BEM STIMIK Digadang Pimpin PB HMI

fajaronline.co.id, MAKASSAR--Mantan Presiden Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) STIMIK Dipanegara, yang juga mantan Sekretaris Umum HMI cabang Makassar...
 

Jelang Natal, Kapolres Luwu Cek Stok Beras

fajaronline.co.id, LUWU -- Memastikan persediaan stok beras jelang Natal dan tahun baru, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso melakukan pengecekan stok...
 

Ingin Pantai Sumpang Mirip Losari, Pemkab Siapkan Anggaran Sebesar Ini

fajaronline.co.id, BARRU -- Tanggul pantai Lempomajang, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru kian hancur. Sejumlah titik tanggul jebol....
 

Imam Subekti Resmi Pimpin FPTI Sulsel

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Imam Subekti, kini sudah resmi memimpin Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel. Pria pengusaha ini telah...
 

Ini Jumlah Dukungan IYL - Cakka Di Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Besok 12 Desember Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan proses Verifikasi faktual berkas dukungan...
 

Anniversary, Barcode Bakal Dihentak Dua Dj Ternama

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Dua Disc Jockey (DJ) ternama tanah air bakal tampil menyemarakkan Anniversary II Barcode Bar & Kitchen, Selasa...
 

Hentikan Mobil Dinas Kapolda, Bripka Isnal Diganjar Penghargaan

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Ikhlas bekerja dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, dua personel kepolisian. Bripka Isnal Arby dan Bripka...
 

Muaythai Sulsel Siap Boyong 17 Petarung ke Bogor

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Pengurus Muaythai Sulsel, siap memboyong 17 atlet andalannya untuk bertanding di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai...
 

PT LIB Tetapkan Liga 1 Bergulir 24 Februari

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 menetapkan jadwal Liga 1 akan bergulir 24 Februari...

Load More