Fajar

  Breaking News

Redistribusi Guru dan PPDB Multientry

Jaja Jamaludin Pemerhati dan Praktisi Pendidikan, Pengurus IKA UPI Bandung Tinggal di Tanjung Bunga Makassar
Opini - 11 Juli 2017, 08:57:48

Untuk kesekian kali, Irman Yasin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, menggagas kebijakan revolusioner di Bidang Pendidikan (FAJAR, 6 Juli 2017).

Kali ini, beliau menggagas kebijakan redistribusi guru di seluruh Sulsel. Konsep dan gagasan ini, patut diapresiasi menyusul dan sangat terkait dengan kebijakan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) multientri yang sangat variatif itu. Dalam perspektif tata kelola pendidikan, langkah ini dapat dianggap cukup pioneer, karena tampaknya melakukan restorasi pendidikan tidak dalam perspektif variabel yang tunggal. Beliau secara bersamaan dengan kebijakan PPDB Multientri (jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan akademis) sekaligus juga meredistribusi guru. PPDB multientri sangat jelas memberikan implikasi yang akan sangat signifikan bagi pemerataan kualitas dan kuantitas raw-input yaitu calon siswa di setiap sekolah. Melalui PPDB multientri-lah, dapat diejawantahkan heterogenitas kapasitas dan kapabilitas akdemik raw-input sekolah. Dengan demikian, tidak lagi terjadi penumpukan secara ekstrem siswa yang berprestasi tinggi di satu dua sekolah saja. Sementra di sekolah lainnya, calon siswa yang kemampuannya sedang dan rendah. Dengan demikian, di setiap sekolah dapat ditemukan heterogenistas raw-input. Selain itu, PPDB multrientri juga menjamin sekolah berada pada koridor yang berkeadilan dan inklusif. Itulah, misi dasar sekolah mewakili tugas negara harus menciptakan aksesibilitas bagi setiap warga negara yang berhak mendapatkan pendidikan layak sebagaima jenjang yang dipilihnya secara berkeadilan.

Pada perpektif pendidik/guru, Dinas Pendidikan Sulsel melakukan gebrakan signifikan dengan meresdistribusi setidaknya 1.000 guru. Faktor yang amat determinatif dalam tata kelola sekolah adalah eksistensi dan kompetensi guru. Jika redistribusi ini berdampak baik pada pemerataan kualitas pendidik di seluruh sekolah di Sulsel, maka Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel telah secara afirmatif mewakili negara menunaikan kewajiban negara terhadap warganya, yakni mendapatkan kualitas pendidikan dengan meredistribusi guru-guru berkualitas di berbagai daerah di Sulsel. Model seperti inilah sejatinya diharapkan publik di mana melakukan perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Memang bukan saja redistribusi guru, tetapi juga redistribusi pimpinan sekolah (kepala sekolah) juga sama perlunya dalam pemeraan kualitas tata kelola sekolah. Mungkin saja ke depan, redistribusi kepala sekolah yang dinilai potensial dan prestatif dilakukan di seluruh jenjang pendidikan di Sulsel. Jika redistribusi guru menjamin kualitas pembelajaran di kelas sebagai frontliner sekolah dapat berjalan baik. Maka, redistribusi kepala sekolah akan menjamin peningkatan kualitas tata kelola sekolah yang jauh lebih baik lagi. Tata kelola sekolah tidak kalah penting bahkan faktor manajemen dan kepemimpinan sekolah, merpakan faktor determinatif bagi pengelolaan sekolah yang berkualitas dan akuntabel.

Kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ini patut diapreasi bahkan didorong secara lebih masif dan menyentuh pada variabel determinatif lainnya, misalnya redistribusi sumber daya sekolah yang lain. Jika kebijakan redistribusi aksesibilitas pada tataran raw input, redistribusi guru berkualitas dan redistribusi sumber daya sekolah yang lain dilakukan dalam--setidaknya--tiga tahun berturut-turut, maka implikasi dan rekayasa pengelolaan dan peningkatan mutu pendidikan di Sulsel bukan saja sudah on the right track, melainkan akan banyak implikasi lain seperti atmosfer kompetitif seluruh sekolah se-Sulsel akan terjadi secara kultural.

Resistensi Awal
Kebijakan PPDB multientri dan redistribusi guru, bukan tanpa hambatan. Setidaknya, tanggapan sejumlah kalangan seperti orang tua banyak yang keberatan. Pada umumnya orang tua dan siswa bersangkutan banyak merasa terhambat masuk ke sekolah yang selama ini dianggap favorit, tetapi karena nilai akhir yang dimiliki siswa tersebut berada pada range di tengah, maka di sekolah favorit tersebut terdegradasi. Para siswa seperti ini harus mangambil alternatif sekolah pilihan kedua atau pilihan ketiga. Di sinilah sesungguhnya PPDB multientri telah efektif meratakan raw input siswa yang berkemampuan di atas rata-rata (middle up) di sejumlah sekolah, yang selama ini menerima siswa middle-down.

Dalam perpektif siswa dan orang tua siswa tertentu boleh jadi banyak mengecewakan. Oleh karenanya, Disdik Sulsel diharapkan melakukan redistribusi guru dan redistribusi sumber daya sekolah, sekaligus agar masyarakat lebih cepat menerima reasoning tentang kebijakan pemerataan mutu pendidikan sekolah.

Melunasi Janji Konstitusi
Langkah progresif Disdik Sulsel, tidak banyak dilakukan di daerah lain. Di mana secara bersamaan, redistribusi calon siswa dibarengi redistribusi guru sebagai faktor penting dalam pembelajaran. Jika pemerataan sumber daya sekolah untuk seleruh sekolah se-Sulsel dapat tercapai dengan baik, maka pada kondisi ini Sulsel dapat menjadi contoh yang baik bagaimana pemerintah daerah mewakili negara menunaikan janji konstitusi dalam pemerataan kualitas pendidikan. Kita berharap, langkah ini dapat dipahami dan diikuti stakeholder pendidikan. Oleh karena tanpa ada langkah progresif seperti ini, kita sudah bosan kalau tidak jenuh mendengar kata-kata manis dalam kebijakan pendidikan.

Kebijakan redistribusi sumber daya pendidikan di sekolah menengah atas dalam 3-5 tahun ke depan akan berdampak sangat signifikan, bukan saja bagi dunia pendidikan tetapi juga bagi dinamika tata kota. Melalui redistribusi calon siswa, diharapkan memberi efek positif berkurangnya intensitas trasportasi para siswa. Oleh karena lebih dari 40 persen proporsi jalur domisilai masuk sekolah diperuntukan bagi siswa yang berdomisili tidak lebih dari radius 2 km dengan sekolah terdekat dari tempat tinggal domisili siswa. Ini berarti para siswa yang domisili 2 km dari sekolah, hanya akan berkontribusi pada penggunakan transportasi sejauh 2 km saja. Selain itu, iklim sekolah akan menjadi kompetitif. Wallahu Alam. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Begini Nasib Karyawan Pertamina dan PGN Jika Holding BUMN Migas Dibentuk

fajaronline.co.id -- Menteri BUMN Rini Soemarno akan segera membentuk holding BUMN minyak dan gas (migas) yang direncanakan terwujud pada Triwulan...
 

Tim Kuasa Hukum Novanto Keberatan dengan Video yang Dibawa KPK, Ini Alasannya...

fajaronline.co.id -- Rekaman persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong diputar dalan sidang praperadilan...
 

Tabrak Pembatas Jalan dan Kendaraan Lain di Tol Cikampek, Pengemudi Avanza Jadi Tersangka

fajaronline.co.id -- Arisyanto pengemudi mobil Toyota Avanza yang menabrak pembatas jalan dan mobil lainnya di dalam Tol Cikampek terancam terkena...
 

Beraksi Sendiri, Bom di Badan Peneror Meledak

fajaronline.co.id -- Seorang pria berhasil ditahan oleh aparat kepolisian setempat. Hal itu terjadi tak berapa lama setelah percobaan serangan teror...
 

Indonesia Harus Kirim Pasukan ke Palestina

fajaronline.co.id -- Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan Indonesia sudah selayaknya mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina, menyusul klaim...
 

Diisukan Maju di Pilpres 2019, Cak Imin: Nanti Kita Ciptakan Kejutan

fajaronline.co.id -- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memprediksi pemberitaan pada 2018 akan didominasi pertarungan...
 

Bentrokan di Mana-mana, Demonstran Bakar Bendera Israel dan AS

fajaronline.co.id -- Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Yerusalem benar-benar membakar kawasan Timur Tengah. Sejak pekan lalu,...
 

Siap-siap, Angkutan Ngetem Bukan Pada Tempatnya Akan Ditindak

fajaronline.co.id -- Tanda dilarang berhenti di kawasan Jalan Wonokromo depan Pasar Wonokromo tampaknya belum bisa dipatuhi secara menyeluruh oleh...
 

Pakai Uang Nasabah, Pegawai Bank Divonis Satu Tahun Penjara

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pegawai Bank BPR Sulawesi Mandiri, Riskiansyah dijatuhkan vonis satu tahun hukaman penjara, Senin, 11...
 

ASK dan Anwar Sadat Bepotensi Dampingi DBR, Bahkan Bisa Kalahkan Pammase

fajaronline.co.id, WAJO -- Penentuan pasangan Kadiskes Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) telah mengerucut. Nama Wakil Bupati Wajo Andi Syahrir Kube...
 

Foto: Titi Kamila, Duta Humas Pemkot Makassar

Tita Kamila berhasil menyabet gelar Duta Humas Pemkot Makassar 2017, yang digelar di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin (11/12/2017)....
 

Lomba Katinting, Ajak Warga Jaga Laut

fajaronline.co.id, MAMUJU -- Puluhan nelayan mengukuti Lomba Balap Katinting yang diselenggarakan TNI AL di Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju, Senin...
 

Kebutuhan Gas Elpiji 3 Kg Meningkat di Wajo

fajaronline.co.id, WAJO -- Kebutuhan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Wajo meningkat. Penggunaan gas oleh petani menjadi penyebabnya. Ketua Tim...
 

Hebat... Bupati Selayar Serahkan Buku Tabungan BPD ke Masyarakat, Segini Isinya

fajaronline.co.id, SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar tengah merealisisikan janji politiknya saat kampanye lalu. Salah satunya dengan...
 

Bahas Pilwalkot, PKS Sulsel Temui Appi

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membahas ulang di Pilwalkot Makassar 2018. Pembahasan ulang pasca Moh Ramdhan...
 

Foto: 10 Dubes Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memberikan sambutan pada Malam Final Pemilihan Duta Humas Pemkot Makassar 2017, di Hotel Gammara, Jalan Metro...
 

Mantan Presiden BEM STIMIK Digadang Pimpin PB HMI

fajaronline.co.id, MAKASSAR--Mantan Presiden Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) STIMIK Dipanegara, yang juga mantan Sekretaris Umum HMI cabang Makassar...
 

Jelang Natal, Kapolres Luwu Cek Stok Beras

fajaronline.co.id, LUWU -- Memastikan persediaan stok beras jelang Natal dan tahun baru, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso melakukan pengecekan stok...
 

Ingin Pantai Sumpang Mirip Losari, Pemkab Siapkan Anggaran Sebesar Ini

fajaronline.co.id, BARRU -- Tanggul pantai Lempomajang, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru kian hancur. Sejumlah titik tanggul jebol....
 

Imam Subekti Resmi Pimpin FPTI Sulsel

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Imam Subekti, kini sudah resmi memimpin Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel. Pria pengusaha ini telah...
 

Ini Jumlah Dukungan IYL - Cakka Di Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Besok 12 Desember Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan proses Verifikasi faktual berkas dukungan...
 

Anniversary, Barcode Bakal Dihentak Dua Dj Ternama

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Dua Disc Jockey (DJ) ternama tanah air bakal tampil menyemarakkan Anniversary II Barcode Bar & Kitchen, Selasa...
 

Hentikan Mobil Dinas Kapolda, Bripka Isnal Diganjar Penghargaan

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Ikhlas bekerja dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, dua personel kepolisian. Bripka Isnal Arby dan Bripka...
 

Muaythai Sulsel Siap Boyong 17 Petarung ke Bogor

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Pengurus Muaythai Sulsel, siap memboyong 17 atlet andalannya untuk bertanding di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai...
 

PT LIB Tetapkan Liga 1 Bergulir 24 Februari

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 menetapkan jadwal Liga 1 akan bergulir 24 Februari...

Load More