Fajar

  Breaking News

Buruk Legislasi, Angket Terbelah

Zulkifli Aspan Sekretaris Pengurus Asosiasi Pengajar HTN-HAN (APHTN-HAN) Wilayah Sulawesi Selatan
Opini - 15 Juni 2017, 10:11:29

Di dalam Negara hukum, kekuasaan betapapun besarnya, tetap ada batasnya. Ketika sudah menyentuh wilayah hukum yang mestinya independen, batas kekuasaan itu berakhir. Itulah mengapa konstitusi pascaamandemen tidak hanya mengatur pembagian kekuasaan, tapi juga pembatasan kekuasaan. Dalam Negara hukum, tidak ada kekuasaan yang “tidak tak terbatas”, tidak ada monopoli kekuasaan.

Hal yang sama berlaku saat kita membincang hak angket KPK. Tiga pertanyaan hendak diajukan, pertama, sejauh mana kekuasaan DPR mengajukan hak angket. Kedua, apa urgensi hak angket terhadap KPK. Ketiga, bagaimana kinerja legislasi DPR.

Pertanyaan pertama tidak sulit dijawab, karena hak angket melekat sebagai hak konstitusional DPR RI, dijabarkan lebih lanjut dalam UU MD3 No 17 Tahun 2014 dan Peraturan DPR RI No 1 Tahun 2014 tentang Tatib. Di dalam UU MD3 dijelaskan, hak angket adalah sebuah hak melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang dalam kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Meski merupakan “hak”, pengajuan angket tetap harus memenuhi syarat formil yang diatur undang-undang.

Kedua, apa urgensi hak angket KPK? Apakah kinerja KPK merupakan “kebijakan pemerintah,” misalnya kebijakan terkait impor pangan; beras, gula, garam. Kebijakan terkait bantuan likuiditas bank-bank bermasalah seperti dalam kasus BLBI, atau kebijakan menaikkan harga BBM yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, serta kebijakan lain yang memang merupakan “domain pemerintah”?

Apakah angket ini “hal penting, strategis dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara”, seperti dalam kasus di atas. Serta apakah kinerja KPK selama ini “bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Misal KPK menyalahgunakan wewenangnya dalam menjalankan fungsi pemberantasan tipikor.

Membedah satu persatu norma hukum dalam UU MD3 terkait hak angket, kita akan tiba pada kesimpulan, usul hak angket tidak memenuhi syarat sebagai “kebijakan pemerintah, hal penting, strategis dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara,”. Buktinya demo masyarakat yang meluas adalah bentuk penolakan hak angket.

Jika pun kinerja KPK dianggap “bertentangan ketentuan peraturan perundang-undangan,” juga tidak tepat, karena mekanisme kontrol kinerja KPK dilakukan melalui lembaga pengadilan, serta forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI. Lantas apa urgensi mengajukan hak angket, jika bukan untuk mengadang KPK dalam mengusut kasus korupsi, termasuk megakorupsi e-KTP yang menyeret banyak politikus senayan. Mampukah anggota DPR yang mengusulkan hak angket menepis itu?

Usul hak angket KPK abai terhadap syarat formal yang tertuang dalam Pasal 199 UU MD3, bahwa usulan menjadi hak angket apabila mendapat persetujuan dari rapat paripurna DPR yang dihadiri lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota DPR dan keputusan diambil dengan persetujuan lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota DPR yang hadir. Nyatanya, pada Paripurna lalu, usul hak angket tidak memenuhi syarat formal itu. Sehingga dengan sendirinya “batal demi hukum” (nietigheid van rechtswege). Aneh bin ajaib, UU MD3 dibuat oleh DPR, tapi mereka juga yang melanggarnya.

Buruk Legislasi
Setali tiga uang, semangat “maju tak gentar” yang ditunjukan anggota DPR pengusul angket KPK berbanding terbalik dengan prestasi legislasi yang dihasilkan lembaga ini.

Jika dilacak ke belakang, kinerja legislasi DPR 6 tahun terakhir, menunjukan angka yang mengecewakan. Pada 2010, target RUU yang masuk program legislasi nasional (prolegnas) sebanyak 70 RUU. Dari 70 RUU tersebut, hanya 8 RUU yang berhasil disahkan menjadi UU. Parahnya, dari 8 UU yang disahkan itu, hanya 1 UU yang berasal dari prolegnas, sedangkan 7 lainnya bisa dibilang “UU Siluman”. Jumlah ini masih lebih rendah dari catatan DPR periode 2004-2009 di tahun pertama yang sukses membukukan 14 UU. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Maket Unik Pelabuhan Soekarno Hatta, Bongkar Miniatur Kapal, Permudah Simulasi Siswa

Membuat maket bangunan mungkin mudah bagi yang sudah terbiasa. Tapi, menghadirkan benda bergerak di dalamnya ternyata amat mengerutkan dahi. Miniatur...
 

Tak Ada Perintah Beralih, Gerindra Buatkan 1.000 Posko Prof Andalan

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Baru beberapa hari Ketua Partai Gerindra Sulsel, Andi Idris Manggabarani menyatakan bahwa partainya bisa saja menarik...
 

Sebahagia Ini Lansia Terima Bantuan Sembako PKK Maros

fajaronline.co.id, MAROS - Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maros kembali membagikan bantuan sembilan bahan...
 

Kantor PDIP Makassar Dijaga Polisi, Terkait Pilwalkot

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Makassar dikitari sejumlah personel Polsekta Tamalanrea, Rabu...
 

Kisah Pilu Manajer Cantik Bobol Bank Penuhi Gaya Hidup Mewah Suaminya

fajaronline.co.id, SURABAYA - Rina Rukmiawati begitu mencintai suaminya. Dia rela melakukan apapun. Termasuk membobol bank CIMB Niaga cabang...
 

Pelajari Kekalahan Bur di Takalar, Iksan Hindari Head to Head di Jeneponto

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengambil pelajaran dari kekalahan mantan bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin di...
 

Berangkat dari Makassar, Dua Mahasiswa Lutim Tewas di Palopo

fajaronline.co.id, PALOPO - Kecelakaan tunggal terjadi diBatu, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Rabu (13/12/2017). Enam orang berada di dalam mobil...
 

Warga Belawa Rekam Pelangi Melingkari Matahari

fajaronline.co.id, WAJO - Fenomena alam berupa pelangi tampak mengelilingi matahari terlihat di Lingkungan Menge Kelurahan Belawa Kecamatan Belawa...
 

Walah... Tiga Dokter Bilang Sehat, Setnov Ngotot Sakit di Persidangan

fajaronline.co.id, JAKARTA - Setya Novanto sakit lagi. Sidang perdananya untuk kasus e-KTP terkatung-katung. Setnov tiba-tiba tidak bisa merespons...
 

SMSI Sulsel Gelar Diskusi Akhir Tahun, Pilkada dan Menjamurnya Media Siber

fajaronline.co.id, MAKASSAR---Pengurus Media Siber Indonesia (SMSI) Sulsel menggelar diskusi akhir tahun bertema "Pilkada dan Menjamurnya Media...
 

Rutinitas Murid SDN 1 Lejang di Pangkep, Bersihkan Lumpur sebelum Belajar

fajaronline.co.id, PANGKEP - Kompleks SDN 1 Lejang, Kecamatan Bungoro, Pangkep, kembali terendam. Pagi tadi, Rabu (13/12/2017) sejumlah siswa ikut...
 

DPRD Sulsel Raih Penghargaan LHKPN, Roem: Baik untuk Pencitraan

fajaronline.co.id, JAKARTA - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) DPRD Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan...
 

Kapolda Luncurkan Gerakan Seribu Rupiah di Pinrang

fajaronline.co.id, PINRANG - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono sedang berada di Pinrang. Dia datang untuk meresmikan program "Gerakan Seribu...
 

Kisah Asmara Bintang Porno Paling Top di Dunia yang Sangat Dicintai Kekasihnya

FAJARONLINE.CO.ID, NEVADA—Bagi penyuka film porno, nama Allie Haze tentu sudah tidak asing lagi. Membintangi 350 film dewasa, Allie adalah...
 

Sapi Berkeliaran di Alun-alun Pangkep, Pemiliknya Didenda Rp50 Juta

fajaronline.co.id PANGKEP - Anda warga Pangkep dan memelihara sapi? Lebih telatenlah. Pemerintah Kabupaten Pangkep mengusulkan Rancangan Peraturan...
 

Jadi Buruh di RSUD Andi Djemma, Ternyata DPO Polres Gowa

fajaronline.co.id, MASAMBA - Jamaluddin (20 tahun) jauh-jauh dari Gowa untuk menjadi buruh bangunan di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Djemma, Masamba,...
 

KTP-nya Juga Dicatut, Bupati Selayar Pikir Tempuh Jalur Hukum

fajaronline.co.id, SELAYAR - KTP elektronik Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali, ternyata ikut dicatut sebagai salah satu pendukung pasangan...
 

Tiga Wawali Minta Warga Minang Bantu Deng Ical

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Syamsu Rizal alias Deng Ical belum pasti maju di Pilwalkot Makassar 2018. Namun wakil wali kota Makassar itu terus...
 

Ada SMS Pria Lain di HP-nya, Ibu Muda Dipaksa Telanjang di Jalanan

FAJARONLINE.CO.ID, NEW YORK—Seorang ibu muda yang baru melahirkan dipaksa telanjang di jalanan. Sang kekasih, Jason Melo, memaksa wanita...
 

Wow... Di-Booking Semalaman, Cayya-cayya Pasang Tarif Rp2 Juta

fajaronline.co.id, BARRU - Hukum pasar juga diberlakukan Cayya-cayya di Barru. Jika biasanya hanya bertarif Rp400 ribu bila di-booking semalam,...
 

Perdana Menteri Irak Peringatkan Bahwa ISIS Akan Muncul Lagi di Tempat Lain

FAJARONLINE.CO.ID, PARIS—Tiga hari setelah mengumumkan kemenangan atas kelompok negara Islam, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi...
 

Cegah Perang, AS Melunak dan Siap Berunding dengan Korea Utara

FAJARONLINE.CO.ID, WASHINGTON—Sekretaris Negara Amerika Serikat, Rex Tillerson mengatakan AS siap untuk bernegosiasi dengan Korea Utara tanpa...
 

Cemburu, Gadis Penjaga Toko Tikam Mantan 36 Kali Karena Berkencan di Tinder

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Seorang wanita di London, Inggris, Hasna Begum membunuh mantan pacarnya, Pietro Sanna dengan 36 tikaman. Pembunuhan...
 

Mahasiswa Perkosa Temannya, Takut Dilapor Polisi, Ancam Bunuh Diri

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Seorang mahasiswa bernama Jack Green memperkosa temannya sendiri. Takut ditangkap dan dipenjara, mahasiswa drama...
 

Klub Brasil Tunggu Real Madrid i Final Piala Dunia Antar-klub

FAJARONLINE.CO.ID, AL AIN CITY—Wakil Brasil, Gremio FB Porto Alegrense memastikan diri lolos ke partai puncak Piala Dunia Antar-klub 2017. Itu...

Load More