Fajar

  Breaking News

Menjaga Kondusivitas Politik

Mustajab Al-Musthafa Analis Politik LP3S
Opini - 15 Mei 2017, 09:28:03

Pertarungan politik antar pelbagai elemen masyarakat merupakan suatu keniscayaan. Perebutan simpati publik untuk mendapatkan dukungan politik guna meraih kursi kekuasaan meniscayakan adanya adu gagasan di kalangan politikus, partai politik, dan lembaga politik lainnya.

Gagasan-gagasan praktis, sistemik, dan ideologis, otomatis akan muncul mengisi ruang diskusi dan pertarungan politik. Tensinya pun turun-naik mengikuti momen-momen politik yang berkaitan dengan pergantian kekuasaan seperti pemilu/pilkada.

Namun beberapa bulan terakhir ini, suasana politik di negeri ini cenderung memanas, yang agak berbeda dengan suasana pilkada serentak dan pemilu sebelumnya. Isu SARA yang menyeruak kemudian menjadi kasus hukum, memberi efek domino pada suasana politik dan sosial di masyarakat. Kasus yang seharusnya disikapi dalam perspektif hukum terus berkembang menjadi masalah politik, bahkan berpotensi melahirkan konflik politik.

Isu radikalisme, toleransi, makar, dan anti-Pancasila kemudian muncul seiring lahirnya aksi-aksi massa dalam skala besar dari sebagian elemen masyarakat. Sekalipun aksi itu sejatinya adalah tuntutan hukum dan keadilan, namun pihak penguasa sepertinya memaknainya lebih dari itu. Beberapa tokoh yang terlibat dalam aksi itupun dijerat dengan tuduhan makar dan elemen lainnya dicap sebagai anti-Pancasila.

Pertarungan politik yang sejatinya disikapi dalam konteks dialogis dan masalah hukum yang harus diserahkan ke jalur hukum, berpotensi berkembang menjadi konflik politik ketika ada pihak yang tak sabar dan tak siap mengikuti proses itu. Penguasa bisa terjebak dalam sikap represif yang menggiringnya menjadi otoriter, ketika ia menggunakan alat negara sesuka hatinya untuk menaklukkan lawan-lawan politiknya.

Demikian pula konflik di tengah masyarakat akan terjadi jika aparatur keamanan tidak lagi netral dan tidak lagi adil dalam menyikapi permasalahan. Semakin berbahaya lagi jika ada elemen masyarakat bertindak layaknya aparatur negara menindak elemen lainnya hanya karena perbedaan pandangan politik.

Menyikapi Perbedaan
Sebagai sebuah negara yang menganut sistem multi partai politik dan multi organisasi, potensi terjadinya perbedaan pandangan hingga sikap politik dalam melihat permasalahan bangsa terbuka lebar.

Pelbagai perspektif bisa muncul dengan basis pemikiran ideologi yang berbeda. Gagasan politik yang beraliran kiri (komunisme), tengah (moderat), hingga kanan (Islam) kemudian menjadi niscaya apalagi kran kebebasan berpendapat itu memang telah terbuka pascareformasi.

Kemajuan teknologi informasi juga turut memengaruhi perkembangan politik, khususnya wacana dan perdebatan politik. Pelbagai permasalahan negara dengan mudah dapat terakses publik dan diperbincangkan.

Sensitivitas publik terhadap pelbagai kebijakan penguasa pun mudah terefleksikan menjadi aksi massa. Kebijakan yang baru diumumkan seketika akan sampai ke masyarakat dan mendapat respons. Sehingga ketika ada kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan rakyat atau dianggap tidak adil, maka serta merta akan melahirkan aksi penentangan dan penolakan.

Hal ini sebenarnya positif karena menjadi pengontrol efektif bagi penguasa dalam menjalankan roda kekuasaannya. Namun menjadi kontra-produktif ketika penguasa merespons kritikan atau aksi massa itu secara tidak proporsional seperti menganggapnya sebagai melawan hukum, melawan penguasa, dan mengancam negara.

Sikap penguasa sangat menentukan suasana politik. Ketika penguasa menampakkan sikap panik dalam menghadapi situasi politik yang berkembang, hal itu akan bisa menimbulkan gejolak, khususnya ketika penguasa keliru mengambil sikap. Seperti tuntutan penegakan hukum yang dimaknai sebagai aksi intoleran, atau aksi kritikan terhadap kebijakan penguasa yang kemudian diterjemahkan sebagai upaya pelengseran pemimpin. Pun alat negara yang menunjukkan kecenderungan sebagai alat kekuasaan penguasa akan menimbulkan kecemasan bagi publik. Apalagi jika penguasa kehilangan karakternya sebagai pengayom yang adil, maka di saat itulah keadaan negara akan oleng.

Negara yang dikelola dengan prinsip “stick and carrot”, yakni melihat lawan politik sebagai musuh yang harus dimusnahkan dan tidak diberi ruang, sementara pendukung diberi karpet merah dan diperlakukan secara istimewa, akan menciptakan dendam politik di tengah publik.

Kondisi politik yang seperti ini hanya akan melahirkan gejolak dan resistensi. Kecerobohan penguasa dalam menggunakan kekuasaannya seperti mengabaikan penegakan hukum yang adil, dengan melalui proses hukum yang berlaku (peradilan) dalam menindak lawan politiknya hanya akan menyumbang ketidakpuasan publik.

Seharusnya penguasa lebih berhati-hati dalam menyikapi permasalahan negara, termasuk dalam menyikapi sikap oposisi yang datang dari kelompok atau elemen tertentu. Pendekatan dialogis, penerapan hukum yang adil, ketegasan yang proporsional adalah kunci kepercayaan publik. Penguasa harus menghindar dari pengambilan keputusan yang gegabah, apalagi yang berpotensi digugat oleh publik dan dibatalkan dalam tempo yang singkat.

Menunjukkan profesionalitasnya mengelola negara dengan penyikapan terhadap masalah yang ada dengan rasional, juga membuang sikap kecurigaan yang berlebihan apalagi yang tak berdasar pada lawan politiknya dan menghindari cara-cara represif dalam menyikapi perbedaan. Sikap seperti itulah yang akan melahirkan kepercayaan publik dan keademan suasana politik di negeri ini. [mm]

Author : rika


Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Munas Tarjih Pertama di Sulsel, Muhammadiyah Bahas Hoaks dan Fikih Anak

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas)...
 

Visi-Misi Punggawa Macakka Lengkap, Perbaikannya hanya Susunan Format KPU

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) memastikan visi-misinya...
 

Kembali Tahan Warga Palestina, Total 6.500 Orang Telah Dipenjarakan Israel

FAJARONLINE.CO.ID -- Tentara Israel menahan 19 warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, Kamis (18/1/2018). Militer Israel...
 

Perkosa Nenek 90 Tahun, Pemuda Dipenjara 30 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, CHAMPAIGN—Seorang pemuda berusia 24 tahun, Dontrell Netter divonis penjara 30 tahun oleh pengadilan di Illinois, Amerika...
 

Bawaslu Sulsel Ikut Awasi Pelaksanaan Coklit KPU

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kepada Panitia Pengawas Lapangan...
 

Pakai Kapak dan Molotov, Remaja Serang Sekolah dan Lukai Tujuh Orang

FAJARONLINE.CO.ID, BURYATIA—Remaja bernama Anton Bichivin yang berusia 15 tahun menyerang sekolah di Sosnovy Bor, Buryatia, Siberia....
 

Mantan Pemain Real Madrid Pilih Merumput di Indonesia Karena Mayoritas Muslim

FAJARONLINE.CO.ID -- Borneo FC akhirnya secara resmi mengikat eks pemain Real Madrid, Julien Faubert selama semusim. Faubert sendiri...
 

Sarifuddin Klaim DPD Hanura Sulsel Dukung Hasil Munaslub, Affandy: Kami Solid ke OSO

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Kekompakan dan loyalitas DPD dan DPC sangat menentukan dalam menyikapi konflik internal yang menerpa Partai...
 

Beasiswa PIP Dipotong di Enrekang, Begini Klarifikasinya

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) juga sudah menyentuh berbagai wilayah di Kabupaten Enrekang. Sayangnya,...
 

Soal Periksa Ijazah Kandidat, Kalau Bersih Kenapa Mesti Takut...

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Limitasi persyaratan ijazah SMA bagi kandidat di Pilkada, khususnya di Pilgub Sulsel terus mendapat sorotan. KPU...
 

BPN Lutra Blokir Rekening Warga Senilai Rp700 Juta, Ada Apa...

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu Utara saat ini telah melakukan proses ganti rugi lahan kepada warga...
 

DPRD Luwu Belajar Keuangan di Gowa

FAJARONLINE.CO.ID, GOWA -- Anggota DPRD Kabupaten Luwu melaksanakan studi banding terkait Ranperda Pengelolaan Keuangan di Kabupaten Gowa, Jumat, 19...
 

Komisi IV: Ada Permainan Mafia di Balik Kebijakan Impor Beras

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Komisi IV DPR RI masih mempertanyakan keputusan pemerintah melakukan kebijakan impor beras. Anggota Komisi IV DPR...
 

Bawaslu Sulsel Perkenalkan Jenis Pelanggaran Berkategori Terstruktur, Sistematis, dan Masif

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menyosialisasikan tata cara penanganan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan...
 

Pemerintah Pusat Bakal Impor Beras, Takalar Malah Bagikan 20 Ton Beras Gratis

FAJARONLINE.CO.ID, TAKALAR -- Jika pemerintah pusat ketakutan kehabisan stok beras hingga membuat kebijakan impor beras, tidak demikian di...
 

Unit Diklat PLN Belajar Media Relation di Redaksi FAJAR

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Unit Diklat (Udiklat) PLN Makassar bertandang ke Redaksi Harian FAJAR Makassar, Jumat, 19 Januari. Tujuannya,...
 

Astaga... Dalam Setahun, 950 Pasangan Nikah Siri di Bone

FAJARONLINE.CO.ID, BONE -- Kasus pernikahan siri di Kabupaten Bone terbilang tinggi. Selama setahun, ada 950 pasangan dikategorikan menikah...
 

Subhanallah... Polisi di Enrekang Jago Mengaji, Tausiyah Rutin Dua Kali Sepekan

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Polisi tidaklah identik dengan wajah yang garang dan sangat menakutkan. Buktinya, mereka juga masih bisa...
 

Leganes Ingin Balas Madrid di Bernabeu

FAJARONLINE.CO.ID, LEGANES—Kalah 0-1 dari Real Madrid di leg pertama babak delapan besar Copa del Rey tak membuat Leganes menyerah. Mereka siap...
 

Ratusan Legislator Berjuang Menangkan NH-Aziz Hingga Titik Darah Terakhir

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Peta kekuatan pasangan calon pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mulai terbaca. Dari empat kandidat, pasangan...
 

Mahasiswa FKIP UIM Pelatihan Guru Bahasa Inggris

FAJARONLINE.CO.ID -- Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris atau Association Of English Education Students (ASEEt) Fakultas Keguruan...
 

Kritik Kepolisian Soal Kasus Novel, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dipanggil Polisi

FAJARONLINE.CO.ID -- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, tiba-tiba mendapat surat panggilan dari aparat...
 

Hati-hati... Penipu Manfaatkan Mutasi Pejabat untuk Beraksi, di Maros Nyaris Ada Korban

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Nama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Muhammad Alwi, dicatut oleh oknum kat bertanggung jawab. Kasus...
 

Kubu OSO Siapkan Sanksi PAW Legislator Pendukung Munaslub

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Kubu Oesman Sapta Odang (OSO) siap memberi sanksi kader yang secara terang-terangan mendukung dan hadir pada musyawarah...
 

Dituduh Jual Kantor Desa, Kades di Mamuju Laporkan Warganya ke Polisi

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Saat ini merupakan era digital, di mana mayoritas masyarakat kerap memublikasikan kegiatan atau informasi melalui media...

Load More