Fajar

  Breaking News

Banyak Luka di Sekujur Tubuh Pasukan Paskhas Ini, POM Periksa 3 Perwira

JPNN.COM / Kriminal / Anggota Pasukan Khusus Itu Tewas akibat Hukuman Kerok Setan? Anggota Pasukan Khusus Itu Tewas akibat Hukuman Kerok Setan? Minggu, 14 Mei 2017 – 00:35 WIB Anggota Pasukan Khusus Itu Tewas akibat Hukuman Kerok Setan? - JPNN.COM
Peristiwa - 14 Mei 2017, 19:48:16

FAJARONLINE.COM, MALANG -- Kasus tewasnya Praka Yudha Prihartanto, 29, anggota Batalyon Komando (Yonko) 464 Paskhas Malang, yang diduga sempat dianiaya oleh tiga perwira muda, mendapat penanganan serius dari institusinya.

Sejak Jumat malam (12/5) hingga kemarin (13/5), Komandan Korps Paskhas (Dankorpaskhas) TNI-AU Marsekal Muda (Marsda) TNI Theodorus Seto Purnomo mengusut langsung kasus ini di Malang.

Tiga perwira muda, yakni Lettu MP, Letda Pas IH, dan Letda Pas AJ yang dianggap paling tahu kronologi kematian tragis Praka Yudha, sejak Jumat malam sudah ditahan di Polisi Militer Angkatan Udara (Pom AU) Lanud Abd Saleh. Penahanan ini untuk memudahkan proses pemeriksaan.

Sebab, pihak Pom AU juga belum memutuskan, apakah ketiga perwira muda itu bersalah atau tidak.

POM AU juga mengamankan pisau komando (sangkur) yang diduga dipakai Praka Yudha untuk menyayat lehernya sendiri.

Komandan Korps Paskhas TNI-AU Marsekal Muda (Marsda) TNI Theodorus Seto Purnomo menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Pom AU untuk melakukan penyelidikan kasus ini.

Termasuk apa pun hasil dari penyelidikan Pom AU terhadap tiga perwira muda itu, dia ngikut saja.

”Memang masih tiga (perwira) yang diperiksa. Kami belum bisa menyatakan mereka bersalah karena masih praduga. Nanti kami lihat, mungkin bakal ada saksi-saksi lagi. Karena untuk menentukan keputusan harus dipelajari dulu,” tegas Seto Purnomo saat ditemui di Markas Komando (Mako) Yonko 464 Paskhas Abd Saleh, kemarin.

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari TNI-AU karena penyebab kematian Praka Yudha Prihartanto di RS dr Abdul Munir, kompleks Lanud Abd Saleh, Kamis siang (11/5), masih simpang siur.

Versi TNI-AU, nyawa Praka Yudha melayang karena dia melakukan aksi bunuh diri melalui cara menyayat leher sisi kiri dan kanannya dengan pisau komando. Sehingga dia kehabisan darah hingga meninggal dunia.

Dari foto-foto yang diterima Jawa Pos Radar Malang, memang di leher Praka Yudha ada luka menganga seperti bekas tusukan benda tajam.

Namun, yang membuat agak janggal, dalam foto yang beredar, luka Praka Yudha hampir merata dari punggung, wajah, bahkan (maaf) pantatnya. Sehingga muncul dugaan, sebelum meninggal, sudah ada penganiayaan kepada Praka Yudha.

Apalagi dikabarkan, Praka Yudha juga baru saja mendapatkan ”pembinaan” dari tiga perwira seniornya tersebut. Gara-garanya, Yudha memiliki masalah utang piutang. Namun ketika ditanya oleh seniornya soal itu, dia selalu berbelit-belit.

Yudha pun terkena sanksi dengan dimasukkan ke salah satu ruang barak dalam kondisi terkunci. Yudha pun berontak dengan cara kabur lewat jendela.

Karena kabur, Yudha mendapat hukuman berat dari seniornya. Pakaiannya dilucuti dan hanya menyisakan celana dalam, lalu tangannya diikat kain dan diikatkan ke tiang jemuran di belakang barak.

Setelah itu, dia kembali dimasukkan ke barak dalam kondisi terkunci. Klimaksnya, saat Praka Yudha meminta izin ke kamar mandi di luar barak, lalu dia lari menuju salah satu barak untuk mengambil pisau komando.

Begitu pisau di tangan. Praka Yudha dikabarkan sempat menyayat lehernya sendiri dengan pisau hingga dia dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

Nah, untuk mengecek benar tidaknya kronologi, POM AU sedang melakukan penyelidikan.

”Kami menyerahkan ke Pom AU yang lebih berwenang untuk memeriksa insiden ini,” kata pria asal Magelang tersebut.

Untuk menguak kebenaran peristiwa ini, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1985 ini memastikan, POM AU bertindak profesional. Dia berjanji tidak akan ada yang ditutupi.

Dan kasus ini harus diselesaikan seadil-adilnya. ”Kami fair saja dan tidak akan menutup-nutupi. Nanti akan ada proses hukum dan ketahuan siapa yang benar dan siapa yang salah serta kejadiannya seperti apa,” ujar mantan Komandan Grup C Paspampres itu, seperti diberitakan Radar Malang (FAJAR Group).

Terkait pembinaan terhadap prajurit hingga mengakibatkan luka, Seto Purnomo mengakui, itu tidak dibenarkan. Tidak ada prosedur menghukum prajurit hingga mengakibatkan cedera.

Apalagi hingga berujung kematian. ”Kita semua sayang prajurit. Kita semua bangga dengan prajurit. Ini adalah salah satu musibah saja,” tandas pria berusia 55 tahun tersebut.

Sumber kredibelRadar Malang di TNI-AU menyebutkan, luka seperti sayatan yang ada di punggung Praka Yudha itu merupakan hasil ”kerok setan”.  Apa itu? Yakni hukuman pecut dengan selang yang diberikan kepada anggota yang melakukan pelanggaran.

Dan itu biasanya hanya terjadi pada masa sekolah komando saja. ”Hukuman seperti itu biasa terjadi,” imbuh sumber tersebut. (viq/jaf/c2/abm)

Author : Redaksi

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Jangan Minder Jadi Mahasiswa Sistem Informasi, Jurusan Ini Seksi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- 20 Pengurus baru Himpunan Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi (Himajasi) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan...
 

Barongsai Semarakkan Gathering Luck & Love PAS, Hadir Ratusan Alumni Lintas Angkatan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Atraksi sepasang barongsai dari perkumpulan Naga Langit, tampil membuka dan menyemarakkan acara "Gathering Luck &...
 

Bantuan Berdatangan di Peringatan Hari Jadi Pangkep

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Momen peringatan hari jadi Kabupaten Pangkep ke-58 juga terasa istimewa dengan banyaknya bantuan yang berdatangan untuk...
 

Resmi Dikukuhkan, 101 Pengacara Siap Kawal Pemenangan Appi-Cicu

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Tim pemenangan pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi terus mensolidkan barisan pemenangan, yang terbaru...
 

50 Hari, Tujuh Perempuan Jadi Korban Asusila di Bone

FAJARONLINE.CO.ID, BONE -- Kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak di bawah umur, makin memprihatinkan. Parahnya, orang terdekat pun...
 

Mobil Rally Asal Sulsel Terlempar Keluar Lintasan

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Mobil rally jenis Suzuki Jimny yang disopiri Irfan dan navigator Ahmad A terlempar keluar lintasan di Sirkuit Snakma,...
 

"Rambo" Deklarasikan Anis Matta Capres RI

FAJARONLINE.CO.ID -- Ratusan warga yang mengatasnamakan Relawan Anis Matta Bone (Rambo) mendeklarasikan Anis Matta sebagai Calon Presiden RI, sabtu...
 

Ayam Kampus Mendominasi Bisnis Lendir di Kota Religius Ini, Sehari Batasi Tiga Pelanggan

FAJARONLINE.CO.ID -- Di balik predikat daerah yang kental dengan nuansa religius, terlebih tempat lahirnya Sunan Gunung Jati, Cirebon juga...
 

Buka Kosmik Vol 2, Deng Ical: Percuma Jadi Pemenang Kalau Hasil Duplikasi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Plt Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, membuka kompetisi Matematika (Kosmik) Vol 2, di MAN 1 Makassar, Jalan...
 

Cakka Hadiri Pernikahan Polisi Pengawal Pribadi di Pinrang

FAJARONLINE.CO.ID, PINRANG -- Calon wakil gubernur Sulsel, Andi Mudzakkar, menganggap semua orang terdekatnya sebagai keluarga. Termasuk pengawal...
 

Satu Orang Tertembak di Belopa, Dandim dan Kapolres Luwu Temui Wahyu Napeng

FAJARONLINE.CO.ID, BELOPA -- Usai bentrok di Panwaslu Luwu, massa pendukung Buhari dan Wahyu kembali ke Cillang, Kecamatan Kamanre. Orang tidak...
 

Kader Membelot ke Kotak Kosong, Partai Belum Tegaskan Sanksi

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Koalisi Muslimin Bando (MB) dan Asman tak sepenuhnya berjalan mulus meghadapi Pilkada Enrekang. Buktinya, beberapa...
 

Visi Misi Iksan-Paris Perlu Dikonkretkan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Visi dan misi pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Jeneponto, Iksan Iskandar - Paris Yasir, dibedah oleh...
 

Appi-Cicu Gagas Sistem Pendidikan Terintegrasi, Ini Penjelasannya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi, memiliki komitmen yang...
 

Utang RI Tembus Rp4000 Triliun, Akmal Pasluddin: Angka Psikologis Bahaya

FAJARONLINE.CO.ID, BONE -- Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, mengkritisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) agar tidak...
 

Di Pangkep, Gubernur Resmikan 10 Proyek Pembangunan

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangkep yang ke-58 mendapat kado istimewa dengan diresmikannya 10 proyek. Gubernur...
 

Deng Ical Mengaku Gemetaran Bicara di Depan Senior Muhammadiyah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Plt Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, menghadiri silaturahmi dan peresmian Laboratorium IPA SMP Muhammadiyah 14...
 

Tak Dapat Jatah Raskin, Pria Ini Mengaku Wartawan dan Mengamuk di Kantor Desa

FAJARONLINE.CO.ID, PINRANG — Terjadi perseteruan antara Kepala Desa Kaballangang, Kabupaten Pinrang, Samonding, dan seorang pria yang mengaku...
 

Cabuli Putri Tetangganya, Rohim Mengaku Tak Bisa Menahan Nafsu Lihat Kemolekan Tubuh

FAJARONLINE.CO.ID -- Abd Rohim, warga Desa Pereng, Kecamatan Burneh, Bangkalan (46) tega mencabuli putri tetangganya inisial QML (15) Rabu...
 

Rumah Sakit Pratama Bakal Dilengkapi Ruang Operasi dan Diperkuat Dokter Ahli

FAJARONLINE. CO. ID, PANGKEP -- Rumah Sakit kedua di Kabupaten Pangkep diresmikan langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Sabtu...
 

Kembangkan Wirausaha, Santri Olah Jeruk Bali di Pesantren

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Santri di Pondok Pesantren Showatul Isad tidak hanya fokus pada bidang keilmuan dan keislaman tetapi juga bidang...
 

Masyarakat Dipersilakan Menilai Kredibilitas Calon Komisioner, Tenang... Identitas Dirahasiakan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Tim seleksi (timsel) telah mendapat 158 pendaftar yang lolos administrasi sebagai calon komisioner KPU Sulsel periode...
 

7 Mahasiswa IAIM Sinjai Belajar di Yogyakarta, Ini Daftar Namanya

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI -- Tujuh mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai akan belajar di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan...
 

Apes... Ketahuan Suami Ngamar dengan Pria Lain, PNS Jeneponto Ini Ikutkan Anaknya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus perselingkuhan kembali viral di medis sosial. Kali ini dua orang yang diketahui masing-masing telah berkeluarga...
 

Goyangannya Dikritik, Via Vallen Tegaskan Tak Mau Nungging

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Penyanyi dangdut yang sedang naik daun, Via Vallen lagi-lagi mendapat komentar nyinyir dari warganet. Kali ini soal...

Load More