Fajar

  Breaking News

Reposisi Gagasan Kreatif

Ilyas Alimuddin Dosen STISIP Muhammadiyah Sinjai
Opini - 08 Mei 2017, 09:46:42

Pada 1583, Willian Lee yang baru saja menyelesaikan kuliah di Universitas Cambridge, pulang kampung di Calverton, Inggris, untuk menjadi pemuka agama, sesuai dengan disiplin keilmuannya saat kuliah. Semangat dan jiwa mudanya begitu menggebu. Ingin mengajarkan ilmu yang telah didapat dan mengabdikan hidupnya untuk kemaslahatan umat manusia.

Saat yang sama, Ratu Elizabeth I (1558-1603) baru saja mengeluarkan maklumat berupa perintah yang mewajibkan segenap rakyatnya memakai topi rajutan.

Dalam buku catatannya Lee menulis: “satu-satunya cara untuk mendapatkan bahan topi itu adalah merajut sendiri atau mengupah prajurit, tapi untuk membuatnya dibutuhkan waktu yang teramat lama. Kulihat ibu dan saudariku duduk merajut seutas benang wol dengan dua batang jarum rajut di malam hari. Mungkin pekerjaan itu bisa lebih cepat selesai kalau orang memakai jarum rajut yang lebih banyak”.

Gagasan yang muncul di benak Lee itu menandai awal mula sejarah teknologi mekanisasi produksi tekstil. Sejak saat itu, Lee terobsesi menciptakan sebuah mesin yang akan membebaskan bangsanya dari pekerjaan merajut secara manual yang terbukti repot dan membosankan. Sungguh, sebuah niat yang sangat mulia.

Setelah melalui proses yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya pada 1598 dia berhasil menciptakan alat perajut otomatis yang dinamakan “stocking frame”. Dengan sejuta asa dalam benak, dia menempuh perjalanan panjang ke London, menghadap Ratu Elizabeth I, untuk mendemonstrasikan kehebatan dan manfaat mesin ciptaannya.

Selanjutnya memohon ke Sri Ratu memberikan hak paten agar orang lain tidak menjiplak desain mesin perajutnya. Harapan yang sangat wajar, mengingat alat ciptaannya akan mereduksi kesusahan hidup masyarakat Inggris. Dia sangat yakin Sang Ratu akan mengapresiasi karyanya.

Namun, Di luar dugaan tanggapan Ratu Elizabeth itu begitu dingin dan mengecewakan. Jangankan memberi hak paten bagi mesin ciptaan Lee, penguasa Inggris itu justru menolak dan seraya berkata: “Kau terlalu ambisius Mr. Lee. Coba bayangkan dampak yang ditimbulkan mesin buatannmu itu terhadap rakyatku yang hidup melarat. Mereka pasti akan sengsara sebab mesinmu itu jelas-jelas membuat mereka menganggur dan akhirnya menjadi peminta-minta”.

Dengan penuh rasa kecewa, Lee pergi ke Prancis mencoba peruntungannya di sana. Hasilnya tetap nihil. Kemudian Dia pulang ke Inggris lalu memohon hak paten kepada Raja James I (1603-1625) yang meneruskan takhta Ratu Elizabeth I. Lagi-lagi harapan Lee kandas karena raja itu menolak permintaannya dengan alasan senada.

Dua penguasa tertinggi kerajaan Inggris termasuk penguasa Prancis khawatir otomatisasi produksi kain rajutan bakal menggoyang stabilitas politik pemerintahannya. Mesin perajut bakal merampas pekerjaan jutaan orang, menciptakan pengangguran dan instabilitas politik yang dipastikan akan mengancam takhta kerajaan.

Keganjilan reaksi penguasa seperti ini, pastinya akan membunuh proses kreatif inovatif masyarakat. Inovasi cemerlang akan meredup. Alasan utama penolakannya lebih karena pertimbangan kekuasaan. Ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Inilah sindrom yang banyak menjangkiti ketika individu memegang tampuk kekuasaan. Dari dulu hingga saat ini.

Begitu banyak pemikiran kreatif solutif yang akhirnya menguap begitu saja disebabkan kehendak penguasa yang ingin mempertahankan status quo. Salah satunya tawaran penerapan aturan agama sebagai solusi atas berbagai persoalan perpolitikan secara khusus dan secara umum untuk seluruh aspek kehidupan di negeri ini.

Aksi pembubaran kajian Ustaz Felix Siauw yang akan diadakan di Kota Malang, Jawa Timur menjadi bukti akan hal ini. Alasan pihak yang meminta pembubaran tersebut karena gagasan syariat dan khilafah yang selalu disampaikan oleh Ustaz Felix dianggap sesuatu yang berbahaya negeri ini.

Sebagai gagasan alternatif, mestinya gagasan menyandingkan agama dan kehidupan dikaji dulu tanpa terburu-buru menvonis gagasan tersebut sesuatu yang buruk. Menarik konklusi secara cepat tanpa ada proses dialektik, menguji validitas gagasan tersebut adalah sebuah tindakan kurang elegan.

Apa salahnya jika memberikan kesempatan pengusul gagasan untuk mendiskusikan secara terbuka? Kecuali kalau dari awal sudah ada pemikiran dalam benak, gagasan tersebut akan mengusik vested interest pemilik kuasa, sehingga sejak awal sudah harus ditolak.

Jika cara ini yang ditempuh, maka kita akan menyaksikan matinya gagasan-gagasan kreatif inovatif masyarakat. Mandegnya peradaban dan pastinya ide-ide solutif meski sangat baik dan benar akan ditanggalkan begitu saja. Menjadi sampah sejarah. Apa salahnya memberikan kesempatan untuk penerapan aturan agama secara totalitas? Bukankah kita telah memberikan kesempatan kepada sistem demokrasi terpimpin dan demokrasi liberal di negeri ini yang justru berekses negatif? Kalaulah sudah diterapkan dan justru berakibat buruk, maka silahkan ditinggalkan. Setidaknya kita telah mencoba dan memberi kesempatan. Beginilah idealnya memposisikan sebuah gagasan kreatif.

Kisah hidup Lee memberikan begitu banyak pelajaran yang mestinya diterima. Bahwa sindrom kekuasaan begitu banyak yang menjadi dekontruksi gagasan kreatif individu. Kita menyadari ekses negatifnya namun nyatanya hal ini masih sering terjadi. Karenanya hal ini harus ditanggalkan.

Bukankah kejahatan yang paling sadis, menyedihkan dan menyakitkan rasa kemanusian adalah pembunuhan pemikiran, pemaksaan kesepahaman dan pemasungan kreativitas. Semoga kita tidak melakukan hal demikian. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Maket Unik Pelabuhan Soekarno Hatta, Bongkar Miniatur Kapal, Permudah Simulasi Siswa

Membuat maket bangunan mungkin mudah bagi yang sudah terbiasa. Tapi, menghadirkan benda bergerak di dalamnya ternyata amat mengerutkan dahi. Miniatur...
 

Tak Ada Perintah Beralih, Gerindra Buatkan 1.000 Posko Prof Andalan

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Baru beberapa hari Ketua Partai Gerindra Sulsel, Andi Idris Manggabarani menyatakan bahwa partainya bisa saja menarik...
 

Sebahagia Ini Lansia Terima Bantuan Sembako PKK Maros

fajaronline.co.id, MAROS - Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maros kembali membagikan bantuan sembilan bahan...
 

Kantor PDIP Makassar Dijaga Polisi, Terkait Pilwalkot

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Makassar dikitari sejumlah personel Polsekta Tamalanrea, Rabu...
 

Kisah Pilu Manajer Cantik Bobol Bank Penuhi Gaya Hidup Mewah Suaminya

fajaronline.co.id, SURABAYA - Rina Rukmiawati begitu mencintai suaminya. Dia rela melakukan apapun. Termasuk membobol bank CIMB Niaga cabang...
 

Pelajari Kekalahan Bur di Takalar, Iksan Hindari Head to Head di Jeneponto

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengambil pelajaran dari kekalahan mantan bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin di...
 

Berangkat dari Makassar, Dua Mahasiswa Lutim Tewas di Palopo

fajaronline.co.id, PALOPO - Kecelakaan tunggal terjadi diBatu, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Rabu (13/12/2017). Enam orang berada di dalam mobil...
 

Warga Belawa Rekam Pelangi Melingkari Matahari

fajaronline.co.id, WAJO - Fenomena alam berupa pelangi tampak mengelilingi matahari terlihat di Lingkungan Menge Kelurahan Belawa Kecamatan Belawa...
 

Walah... Tiga Dokter Bilang Sehat, Setnov Ngotot Sakit di Persidangan

fajaronline.co.id, JAKARTA - Setya Novanto sakit lagi. Sidang perdananya untuk kasus e-KTP terkatung-katung. Setnov tiba-tiba tidak bisa merespons...
 

SMSI Sulsel Gelar Diskusi Akhir Tahun, Pilkada dan Menjamurnya Media Siber

fajaronline.co.id, MAKASSAR---Pengurus Media Siber Indonesia (SMSI) Sulsel menggelar diskusi akhir tahun bertema "Pilkada dan Menjamurnya Media...
 

Rutinitas Murid SDN 1 Lejang di Pangkep, Bersihkan Lumpur sebelum Belajar

fajaronline.co.id, PANGKEP - Kompleks SDN 1 Lejang, Kecamatan Bungoro, Pangkep, kembali terendam. Pagi tadi, Rabu (13/12/2017) sejumlah siswa ikut...
 

DPRD Sulsel Raih Penghargaan LHKPN, Roem: Baik untuk Pencitraan

fajaronline.co.id, JAKARTA - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) DPRD Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan...
 

Kapolda Luncurkan Gerakan Seribu Rupiah di Pinrang

fajaronline.co.id, PINRANG - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono sedang berada di Pinrang. Dia datang untuk meresmikan program "Gerakan Seribu...
 

Kisah Asmara Bintang Porno Paling Top di Dunia yang Sangat Dicintai Kekasihnya

FAJARONLINE.CO.ID, NEVADA—Bagi penyuka film porno, nama Allie Haze tentu sudah tidak asing lagi. Membintangi 350 film dewasa, Allie adalah...
 

Sapi Berkeliaran di Alun-alun Pangkep, Pemiliknya Didenda Rp50 Juta

fajaronline.co.id PANGKEP - Anda warga Pangkep dan memelihara sapi? Lebih telatenlah. Pemerintah Kabupaten Pangkep mengusulkan Rancangan Peraturan...
 

Jadi Buruh di RSUD Andi Djemma, Ternyata DPO Polres Gowa

fajaronline.co.id, MASAMBA - Jamaluddin (20 tahun) jauh-jauh dari Gowa untuk menjadi buruh bangunan di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Djemma, Masamba,...
 

KTP-nya Juga Dicatut, Bupati Selayar Pikir Tempuh Jalur Hukum

fajaronline.co.id, SELAYAR - KTP elektronik Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali, ternyata ikut dicatut sebagai salah satu pendukung pasangan...
 

Tiga Wawali Minta Warga Minang Bantu Deng Ical

fajaronline.co.id, MAKASSAR - Syamsu Rizal alias Deng Ical belum pasti maju di Pilwalkot Makassar 2018. Namun wakil wali kota Makassar itu terus...
 

Ada SMS Pria Lain di HP-nya, Ibu Muda Dipaksa Telanjang di Jalanan

FAJARONLINE.CO.ID, NEW YORK—Seorang ibu muda yang baru melahirkan dipaksa telanjang di jalanan. Sang kekasih, Jason Melo, memaksa wanita...
 

Wow... Di-Booking Semalaman, Cayya-cayya Pasang Tarif Rp2 Juta

fajaronline.co.id, BARRU - Hukum pasar juga diberlakukan Cayya-cayya di Barru. Jika biasanya hanya bertarif Rp400 ribu bila di-booking semalam,...
 

Perdana Menteri Irak Peringatkan Bahwa ISIS Akan Muncul Lagi di Tempat Lain

FAJARONLINE.CO.ID, PARIS—Tiga hari setelah mengumumkan kemenangan atas kelompok negara Islam, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi...
 

Cegah Perang, AS Melunak dan Siap Berunding dengan Korea Utara

FAJARONLINE.CO.ID, WASHINGTON—Sekretaris Negara Amerika Serikat, Rex Tillerson mengatakan AS siap untuk bernegosiasi dengan Korea Utara tanpa...
 

Cemburu, Gadis Penjaga Toko Tikam Mantan 36 Kali Karena Berkencan di Tinder

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Seorang wanita di London, Inggris, Hasna Begum membunuh mantan pacarnya, Pietro Sanna dengan 36 tikaman. Pembunuhan...
 

Mahasiswa Perkosa Temannya, Takut Dilapor Polisi, Ancam Bunuh Diri

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Seorang mahasiswa bernama Jack Green memperkosa temannya sendiri. Takut ditangkap dan dipenjara, mahasiswa drama...
 

Klub Brasil Tunggu Real Madrid i Final Piala Dunia Antar-klub

FAJARONLINE.CO.ID, AL AIN CITY—Wakil Brasil, Gremio FB Porto Alegrense memastikan diri lolos ke partai puncak Piala Dunia Antar-klub 2017. Itu...

Load More