Fajar

  Breaking News

Wanita Karier Tertuntun Agama

Ilyas Alimuddin Dosen STISIP Muhammadiyah Sinjai
Opini - 21 April 2017, 10:56:51

Begitu cepat berlalu, tak terasa Hari Kartini kembali menyapa. Hari yang begitu spesial bagi kaum wanita. Lebih spesial lagi karena tahun ini jatuh atau bertepatan dengan Jumat, hari yang begitu istimewa bagi umat Islam. Agama yang dianut mayoritas penduduk di negeri ini termasuk kaum wanitanya.

BEGITU  besar jasa R.A. Kartini dalam memperjuangkan agar kaum wanita juga mendapat pendidikan seperti yang didapatkan kaum pria. Tuntutan ini butuh perjuangan yang luar biasa, mengingat kultur masyarakat kolonial saat itu menempatkan kaum wanita sebagai masyarakat kelas dua. Di sini jelas terlihat masyarakat kolonial yang sebenarnya mengekang wanita. Bukan agama, lebih-lebih Islam, seperti banyak yang dituduhkan.

Perjuangan R.A Kartini agar perempuan mendapat akses pendidikan yang layak bukan tanpa sebab. Lahir dari kesadaran bahwa wanita punya peran yang sangat sentral dalam kehidupan keluarga secara khusus dan bernegara dalam lingkup lebih luas. Generasi emas hanya akan lahir dari wanita yang punya pendidikan berkualitas. Karena itu, mutlak adanya wanita yang memiliki pendidikan yang berkualitas.

Pencermatan beliau terhadap kondisi masyarakat di zamannya di mana wanita tak memiliki pengetahuan yang mumpuni, tak memiliki kecakapan dalam mengatur rumah tanggga dan tak mampu mendidik generasi terbaik disebabkan rendahnya kualitas pendidikannya. Oleh karena itu, R.A Kartini mendorong wanita harus pintar. Tak bisa ditawar lagi.

Pemikiran R.A Kartini agar wanita diberikan pendidikan yang layak dapat ditelusuri dari tulisan atau surat-surat beliau. Sebagaimana diungkapkan Suparman Sumahamijaya (1980:86): “Sesungguhya Ibu Kartini telah merintis pendidikan mandiri bagi wanita sejak beliau berumur 16 tahun, sejak sekitar tahun 1893. Hal ini dapat kita buktikan dari hampir semua tulisan Ibu Kartini yang termuat di dalam kumpulan surat-suratnya yang dibukukan dengan judul Door Duisternis Tot Licht, hampir setiap halaman surat-suratnya penuh dengan kata-kata perlunya pengembangan watak di atas pendidikan otak, karena dengan pembentukan watak, Ibu Kartini yakin manusia akan lebih mampu berdiri sendiri, tidak tergantung dari kerabat dan dari siapapun. Berkali-kali ditekankan perlunya kepercayaan pada diri sendiri”.

Namun yang justru terjadi saat ini banyak yang keliru dalam memahami dan mengaktualisasikan wanita dalam berkarier.

Seakan-akan wanita didorong bekerja sendiri, punya kemandirian sendiri sehingga tidak tergantung dengan orang lain termasuk suaminya.

Dengan pemikiran semacam ini, banyak kemudian wanita yang sukses dikariernya kemudian melupakan tugas utamanya sebagai ibu dan pendidik generasi. Padahal siapapun tahu generasi cemerlang hanya akan lahir dari rahim dan didikan wanita terbaik.

Posisi Wanita dalam Islam
Kewajiban utama wanita dalam tuntunan Islam adalah sebagai ibu sekaligus pengatur rumah tangga. Posisi ini tidaklah menyebabkan kedudukan wanita berada di bawah laki-laki.

Tidaklah menjadi alasan laki-laki yang diwajibkan bekerja dan bergelut disektor publik sementara wanita di sektor domestik menyebabkan wanita inferior di hadapan laki-laki. Sekali lagi, tidak sama sekali.

Pebedaan tugas dan fungsi antara wanita dan laki-laki, menunjukkan betapa adilnya aturan agama. Bagaimana mungkin mau menyamakan sementara dalam banyak hal justru berbeda. Namun perlu dipahami, adanya perbedaan tersebut memungkinkan bisa saling berbagi dan melengkapi. Inilah bukti betapa harmoninya aturan Islam.

Wanita memang tidak diwajibkan bekerja karena itu tugas laki-laki. Namun agama pun tidak melarang wanita bekerja. Dalam Islam wanita dibolehkan bekerja dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya pekerjaan tersebut tidak mengganggu kewajiban utamanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.

Bahkan dalam pekerjaan tertentu menjadi wajib bagi wanita, misalnya menjadi tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, tenaga pendidik, serta pekerjaan yang lainnya.

Namun, tak dapat dipungkiri kalau selama ini banyak menuduh Islamlah yang menyebabkan keterbelakangan wanita. Menurutnya, banyak aturan agama baik yang termaktub dalam Alquran maupun hadis Rasulullah saw yang tidak pro terhadap wanita. Sebutlah misalnya bagian warisan perempuan hanya satu bagian sementara laki-laki mendapat dua bagian.

Kesaksian seorang laki-laki setara dengan dua orang wanita. Tidak bolehnya wanita melakukan perjalanan sehari-semalam tanpa didampingi mahram, dan aturan yang lainnya.
Selintas pemikiran ini mungkin ada benarnya. Namun jika dicermati lebih seksama, didapatkan bahwa justru aturan tersebut memiliki hikmah yang sangat dalam dan aturan ini ternyata membuktikan betapa Islam sangat menghargai wanita. Selain itu, aturan ini sebenarnya untuk melindungi wanita.

Sebutlah misalnya aturan yang mewajibkan wanita harus ditemani mahram jika melakukan perjalanan sehari-semalam. Aturan ini tidaklah melarang wanita bekerja atau berkarier. Justru dengan aturan ini, perempuan boleh melakukan perjalanan dan tentunya boleh pula bekerja.

Jadi wanita boleh berkarier. Adapun adanya mahram yang menemani menujukkan betapa perhatiannya aturan agama terhadap keselamatan wanita. Aturan ini tujuan utamanya adalah untuk melindungi dan menjaga kehormatan serta kemuliaan wanita. (*)

Author : rika


Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Visi-Misi Punggawa Macakka Lengkap, Perbaikannya hanya Susunan Format KPU

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) memastikan visi-misinya...
 

Kembali Tahan Warga Palestina, Total 6.500 Orang Telah Dipenjarakan Israel

FAJARONLINE.CO.ID -- Tentara Israel menahan 19 warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, Kamis (18/1/2018). Militer Israel...
 

Perkosa Nenek 90 Tahun, Pemuda Dipenjara 30 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, CHAMPAIGN—Seorang pemuda berusia 24 tahun, Dontrell Netter divonis penjara 30 tahun oleh pengadilan di Illinois, Amerika...
 

Bawaslu Sulsel Ikut Awasi Pelaksanaan Coklit KPU

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kepada Panitia Pengawas Lapangan...
 

Pakai Kapak dan Molotov, Remaja Serang Sekolah dan Lukai Tujuh Orang

FAJARONLINE.CO.ID, BURYATIA—Remaja bernama Anton Bichivin yang berusia 15 tahun menyerang sekolah di Sosnovy Bor, Buryatia, Siberia....
 

Mantan Pemain Real Madrid Pilih Merumput di Indonesia Karena Mayoritas Muslim

FAJARONLINE.CO.ID -- Borneo FC akhirnya secara resmi mengikat eks pemain Real Madrid, Julien Faubert selama semusim. Faubert sendiri...
 

Sarifuddin Klaim DPD Hanura Sulsel Dukung Hasil Munaslub, Affandy: Kami Solid ke OSO

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Kekompakan dan loyalitas DPD dan DPC sangat menentukan dalam menyikapi konflik internal yang menerpa Partai...
 

Beasiswa PIP Dipotong di Enrekang, Begini Klarifikasinya

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) juga sudah menyentuh berbagai wilayah di Kabupaten Enrekang. Sayangnya,...
 

Soal Periksa Ijazah Kandidat, Kalau Bersih Kenapa Mesti Takut...

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Limitasi persyaratan ijazah SMA bagi kandidat di Pilkada, khususnya di Pilgub Sulsel terus mendapat sorotan. KPU...
 

BPN Lutra Blokir Rekening Warga Senilai Rp700 Juta, Ada Apa...

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu Utara saat ini telah melakukan proses ganti rugi lahan kepada warga...
 

DPRD Luwu Belajar Keuangan di Gowa

FAJARONLINE.CO.ID, GOWA -- Anggota DPRD Kabupaten Luwu melaksanakan studi banding terkait Ranperda Pengelolaan Keuangan di Kabupaten Gowa, Jumat, 19...
 

Komisi IV: Ada Permainan Mafia di Balik Kebijakan Impor Beras

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Komisi IV DPR RI masih mempertanyakan keputusan pemerintah melakukan kebijakan impor beras. Anggota Komisi IV DPR...
 

Bawaslu Sulsel Perkenalkan Jenis Pelanggaran Berkategori Terstruktur, Sistematis, dan Masif

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menyosialisasikan tata cara penanganan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan...
 

Pemerintah Pusat Bakal Impor Beras, Takalar Malah Bagikan 20 Ton Beras Gratis

FAJARONLINE.CO.ID, TAKALAR -- Jika pemerintah pusat ketakutan kehabisan stok beras hingga membuat kebijakan impor beras, tidak demikian di...
 

Unit Diklat PLN Belajar Media Relation di Redaksi FAJAR

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Unit Diklat (Udiklat) PLN Makassar bertandang ke Redaksi Harian FAJAR Makassar, Jumat, 19 Januari. Tujuannya,...
 

Astaga... Dalam Setahun, 950 Pasangan Nikah Siri di Bone

FAJARONLINE.CO.ID, BONE -- Kasus pernikahan siri di Kabupaten Bone terbilang tinggi. Selama setahun, ada 950 pasangan dikategorikan menikah...
 

Subhanallah... Polisi di Enrekang Jago Mengaji, Tausiyah Rutin Dua Kali Sepekan

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Polisi tidaklah identik dengan wajah yang garang dan sangat menakutkan. Buktinya, mereka juga masih bisa...
 

Leganes Ingin Balas Madrid di Bernabeu

FAJARONLINE.CO.ID, LEGANES—Kalah 0-1 dari Real Madrid di leg pertama babak delapan besar Copa del Rey tak membuat Leganes menyerah. Mereka siap...
 

Ratusan Legislator Berjuang Menangkan NH-Aziz Hingga Titik Darah Terakhir

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Peta kekuatan pasangan calon pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mulai terbaca. Dari empat kandidat, pasangan...
 

Mahasiswa FKIP UIM Pelatihan Guru Bahasa Inggris

FAJARONLINE.CO.ID -- Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris atau Association Of English Education Students (ASEEt) Fakultas Keguruan...
 

Kritik Kepolisian Soal Kasus Novel, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dipanggil Polisi

FAJARONLINE.CO.ID -- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, tiba-tiba mendapat surat panggilan dari aparat...
 

Hati-hati... Penipu Manfaatkan Mutasi Pejabat untuk Beraksi, di Maros Nyaris Ada Korban

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Nama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Muhammad Alwi, dicatut oleh oknum kat bertanggung jawab. Kasus...
 

Kubu OSO Siapkan Sanksi PAW Legislator Pendukung Munaslub

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Kubu Oesman Sapta Odang (OSO) siap memberi sanksi kader yang secara terang-terangan mendukung dan hadir pada musyawarah...
 

Dituduh Jual Kantor Desa, Kades di Mamuju Laporkan Warganya ke Polisi

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Saat ini merupakan era digital, di mana mayoritas masyarakat kerap memublikasikan kegiatan atau informasi melalui media...
 

Akmal Pasluddin: Kebijakan Impor Beras Sangat Merugikan Petani

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Rencana pemerintah melakukan impor beras mendapat penolakan keras dari anggota DPR RI, Andi Akmal...

Load More