Fajar

  Breaking News

Ekonomi Indonesia dalam Tempurung Global

Nursalam Alumni Universitas Negeri Makassar dan Penerima Beasiswa LPDP di Universitas Negeri Malang
Opini - 19 April 2017, 12:13:36

Masalah ekonomi Indonesia sudah terlalu ruwet dan ribet, tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Harus dengan terobosan-terobosan. (Rizal Ramli, ahli ekonomi)

Gagasan konseptual yang disampaikan Rizal Ramli dapat menjadi cambuk semangat buat pemerintah, dalam membawa ekonomi Indonesia keluar dari cangkang ekonomi dunia yang tendensius. Indonesia perlu membentengi diri dengan memperkuat ekonominya demi menjaga harkat dan martabatnya. Indonesia harus bangkit dalam keterpurukan ekonomi sebagai bangsa yang kuat, dan tidak menggantungkan harapan di bawah ketiak negara asing.

Situasi geopolitik dunia yang tak menentu memaksa ekonomi Indonesia berada dalam tempurung global. Arah kebijakan pemerintah yang canggung masih berkiblat kepada pusat desentralisasi perekonomian dunia yaitu, Amerika Serikat. Sehingga, laju ekonomi Indonesia mengikuti perkembangan Federal Reserve System (Federal Reserve, atau secara informal The Fed) bank sentral AS.

Dan ketika terjadi penurunan harga dolar Amerika,t entu membuat situasi ekonomi Indonesia tidak kondusif. Hal inilah yang membuat masyarakat bingung dalam ketidakpastian laju ekonomi Indonesia. Sehingga, tak mengherankan ketika presiden secara berkala menaikkan dan menurunkan harga BBM.

Ketidakmampuan Indonesia saat ini mengintervensi ekonomi dunia menjadikannya sasaran dalam pasar global. Meskipun, Indonesia dikenal sebagai negara kaya dengan sumber daya alamnya. Namun, masyarakatnya tumbuh menjadi konsumen produk asing. Mulai dari bahan pangan, perabotan rumah tangga, hingga barang-barang elektronik. Sementara ekspor Indonesia mengalami penurunan drastis dan tingginya impor dari luar negeri.

Sehingga, tak aneh ketika dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan dengan produk asing khususnya dari Tiongkok. Hal tersebut juga telah dibenarkan Sri Mulyani (Menteri Keuangan RI), sindonews.com 23 Maret 2017, bahwa komoditas ekspor Indonesia mengalami penurunan karena lingkungan ekonomi regional dan global masih belum pulih. Tentu hal ini berdampak menurunnya neraca perdagangan.

Pergerakan pertumbuhan ekonomi harus mendapat dukungan semua elemen. Karena, saat ini ada dua tantangan ekonomi yang harus dihadapi perekonomian Indonesia yaitu tantangan global dan domestik. Tantangan global yaitu tidak menentunya pasar keuangan global.

Amerika sebagai motor perekonomian global masih belum memiliki prospek kuat dalam memperbaiki perekonomiannya. Selain itu, pemerintahan baru dengan kebijakan ekonomi yang diterapkan Donald Trump yang akan memutus kerja sama dengan sejumlah negara yang tidak memberikan dampak terhadap perekonomian Amerika, dinilai dapat mengubah laju pertumbuhan sejumlah negara termasuk Indonesia.

Tantangan domestik pun menjadi sebuah problematika di Indonesia yang dinilai dapat menghambat pertumbuhan perekonomian, seperti ketahanan pangan, energi, dan air. Ketahanan pangan Indonesia selalu menjadi sorotan karena persediaan beras Indonesia belum memadai sehingga masih memerlukan ekspor dalam skala besar dari Thailand dan Vietnam.

Lemahnya ketahanan pangan Indonesia disebabkan semakin menipisnya lahan pertanian masyarakat yang terus diramba menjadi bangunan perumahan, ruang administrasi pemerintahan, dan pusat perbelanjaan. Sehingga, hal ini berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah persediaan pangan Indonesia.

Kemudian ketahanan energi Indonesia juga menjadi problematika dalam memacu perkembangan perekonomian. Karena, ketidakmampuan mengembangkan sumber energi yang lain, dan hanya bertumpu pada sumber energi minyak bumi. Hal tersebut membuat laju kebutuhan energi pun tidak sama dengan ketersediaan energi. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar pemerintah sampai menarik subsidi listrik kepada masyarakat.

Persaingan dalam ekonomi global saat ini hanya membuat Indonesia terpejam menyaksikan kemajuan negara-negara ASEAN seperti, Singapura dan Thailand. Indonesia terlalu disibukkan dinamika politiknya yang berkepanjangan. Sehingga, para pejabat dan pemimpin negeri ini lupa cara membangun ekonomi menjadi kuat.

Mereka hanya sibuk memperkaya diri masing-masing. Saat ini kita disuguhkan kasus mega korupsi proyek KTP-el yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara dengan nilai triliunan rupiah. Kasus ini berdampak secara ekonomi dengan mahalnya harga jasa dan pelayanan publik. Karena, harga yang diterapkan harus menutupi kerugian pelaku ekonomi akibat besarnya modal yang dilakukan karena penyelewengan tindak korupsi.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk membawa ekonomi lebih mandiri dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Yaitu, meningkatkan kualitas produksi Indonesia dalam berbagai hal, sehingga dapat meningkatkan ekspor, mengurangi ekspor dari luar negeri dan mengutamakan produk dalam negeri, serta pemerintah harus memperbaiki kebijakan dagang baik dalam negeri maupun luar negeri.

Melalui kebijakan tersebut, Indonesia mampu bersaing kompetitif secara global. Hingga, akhirnya Indonesia akan lebih mandiri dalam membangun ekonominya. Dan akan keluar dari cangkang dan tempurung ekonomi global. Majulah tanah airku, Indonesia. (*)

Author : rika


Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Visi-Misi Punggawa Macakka Lengkap, Perbaikannya hanya Susunan Format KPU

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) memastikan visi-misinya...
 

Kembali Tahan Warga Palestina, Total 6.500 Orang Telah Dipenjarakan Israel

FAJARONLINE.CO.ID -- Tentara Israel menahan 19 warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, Kamis (18/1/2018). Militer Israel...
 

Perkosa Nenek 90 Tahun, Pemuda Dipenjara 30 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, CHAMPAIGN—Seorang pemuda berusia 24 tahun, Dontrell Netter divonis penjara 30 tahun oleh pengadilan di Illinois, Amerika...
 

Bawaslu Sulsel Ikut Awasi Pelaksanaan Coklit KPU

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kepada Panitia Pengawas Lapangan...
 

Pakai Kapak dan Molotov, Remaja Serang Sekolah dan Lukai Tujuh Orang

FAJARONLINE.CO.ID, BURYATIA—Remaja bernama Anton Bichivin yang berusia 15 tahun menyerang sekolah di Sosnovy Bor, Buryatia, Siberia....
 

Mantan Pemain Real Madrid Pilih Merumput di Indonesia Karena Mayoritas Muslim

FAJARONLINE.CO.ID -- Borneo FC akhirnya secara resmi mengikat eks pemain Real Madrid, Julien Faubert selama semusim. Faubert sendiri...
 

Sarifuddin Klaim DPD Hanura Sulsel Dukung Hasil Munaslub, Affandy: Kami Solid ke OSO

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Kekompakan dan loyalitas DPD dan DPC sangat menentukan dalam menyikapi konflik internal yang menerpa Partai...
 

Beasiswa PIP Dipotong di Enrekang, Begini Klarifikasinya

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) juga sudah menyentuh berbagai wilayah di Kabupaten Enrekang. Sayangnya,...
 

Soal Periksa Ijazah Kandidat, Kalau Bersih Kenapa Mesti Takut...

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Limitasi persyaratan ijazah SMA bagi kandidat di Pilkada, khususnya di Pilgub Sulsel terus mendapat sorotan. KPU...
 

BPN Lutra Blokir Rekening Warga Senilai Rp700 Juta, Ada Apa...

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu Utara saat ini telah melakukan proses ganti rugi lahan kepada warga...
 

DPRD Luwu Belajar Keuangan di Gowa

FAJARONLINE.CO.ID, GOWA -- Anggota DPRD Kabupaten Luwu melaksanakan studi banding terkait Ranperda Pengelolaan Keuangan di Kabupaten Gowa, Jumat, 19...
 

Komisi IV: Ada Permainan Mafia di Balik Kebijakan Impor Beras

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Komisi IV DPR RI masih mempertanyakan keputusan pemerintah melakukan kebijakan impor beras. Anggota Komisi IV DPR...
 

Bawaslu Sulsel Perkenalkan Jenis Pelanggaran Berkategori Terstruktur, Sistematis, dan Masif

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menyosialisasikan tata cara penanganan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan...
 

Pemerintah Pusat Bakal Impor Beras, Takalar Malah Bagikan 20 Ton Beras Gratis

FAJARONLINE.CO.ID, TAKALAR -- Jika pemerintah pusat ketakutan kehabisan stok beras hingga membuat kebijakan impor beras, tidak demikian di...
 

Unit Diklat PLN Belajar Media Relation di Redaksi FAJAR

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Unit Diklat (Udiklat) PLN Makassar bertandang ke Redaksi Harian FAJAR Makassar, Jumat, 19 Januari. Tujuannya,...
 

Astaga... Dalam Setahun, 950 Pasangan Nikah Siri di Bone

FAJARONLINE.CO.ID, BONE -- Kasus pernikahan siri di Kabupaten Bone terbilang tinggi. Selama setahun, ada 950 pasangan dikategorikan menikah...
 

Subhanallah... Polisi di Enrekang Jago Mengaji, Tausiyah Rutin Dua Kali Sepekan

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Polisi tidaklah identik dengan wajah yang garang dan sangat menakutkan. Buktinya, mereka juga masih bisa...
 

Leganes Ingin Balas Madrid di Bernabeu

FAJARONLINE.CO.ID, LEGANES—Kalah 0-1 dari Real Madrid di leg pertama babak delapan besar Copa del Rey tak membuat Leganes menyerah. Mereka siap...
 

Ratusan Legislator Berjuang Menangkan NH-Aziz Hingga Titik Darah Terakhir

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Peta kekuatan pasangan calon pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mulai terbaca. Dari empat kandidat, pasangan...
 

Mahasiswa FKIP UIM Pelatihan Guru Bahasa Inggris

FAJARONLINE.CO.ID -- Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris atau Association Of English Education Students (ASEEt) Fakultas Keguruan...
 

Kritik Kepolisian Soal Kasus Novel, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dipanggil Polisi

FAJARONLINE.CO.ID -- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, tiba-tiba mendapat surat panggilan dari aparat...
 

Hati-hati... Penipu Manfaatkan Mutasi Pejabat untuk Beraksi, di Maros Nyaris Ada Korban

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Nama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Muhammad Alwi, dicatut oleh oknum kat bertanggung jawab. Kasus...
 

Kubu OSO Siapkan Sanksi PAW Legislator Pendukung Munaslub

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Kubu Oesman Sapta Odang (OSO) siap memberi sanksi kader yang secara terang-terangan mendukung dan hadir pada musyawarah...
 

Dituduh Jual Kantor Desa, Kades di Mamuju Laporkan Warganya ke Polisi

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Saat ini merupakan era digital, di mana mayoritas masyarakat kerap memublikasikan kegiatan atau informasi melalui media...
 

Akmal Pasluddin: Kebijakan Impor Beras Sangat Merugikan Petani

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Rencana pemerintah melakukan impor beras mendapat penolakan keras dari anggota DPR RI, Andi Akmal...

Load More