Fajar

  Breaking News

Membela KTI Pasca Tax Amnesty

Andi Faisal Anwar Dosen Ilmu Ekonomi UIN Alauddin
Opini - 17 April 2017, 09:58:45

Mau dibawa ke mana dana tax amnesty yang sangat fantastis ini? Bagi banyak orang pertanyaan itu kemudian paling banyak muncul, hingga membawa rasa penasaran yang amat besar pasca berakhirnya tax amnesty.

Momentum pasca tax amnesty ini, menandai berakhirnya “panen besar” pemerintah terhadap harta WNI yang tersembunyi dan tumbuh subur di dalam maupun luar negeri.

Hal ini juga menjadi kabar baik dengan masuknya penerimaan negara sebesar Rp135 triliun dari total harta yang dikumpulkan yakni Rp4.855 triliun, yang juga dapat dimaknai bertambahnya peluang akselarasi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pundi-pundi tax revenue ini diharapkan dapat mendorong belanja fiskal yang lebih ekspansif, mengakselerasi (growth) pertumbuhan ekonomi, dan mempersempit (gap) ketimpangan yang ada.

Capaian positif ini patut diapresiasi, Sebab, secara historis program seperti ini pernah gagal di 1984, yang tidak direspons para wajib pajak masa itu. Tidak sedikit negara justru gagal mengawal program tax amnesti.

Data (IMF, 2016), terdapat 40 negara di dunia yang menjalankan tax amnesty, banyak yang berakhir kegagalan, akibat ketidakjelasan aturan dan ketidaksiapan pemerintah. Walhasil Indonesia berada dalam barisan negara yang sukses melakukan tax amnesty di dunia setelah Afrika Selatan, Korea Selatan, India, dan Italia.

Capaian impresif tersebut belum sepenuhnya berhasil, sebab eksekusi akhir dana tax amnesty jauh lebih penting, termasuk bagaimana mengoptimalkan belanja fiskal untuk mengatasi masalah ketimpangan. Berdasarkan data (Oxfam, 2017), dalam 20 tahun terakhir kesenjangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia terbesar di Asia Tenggara.

Bahkan dengan tingkat ketimpangan tertinggi keenam di dunia. Sebagai pembanding, kekayaan empat orang terkaya di Indonesia setara dengan 100 juta orang termiskin.

Sedangkan jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 27,76 juta jiwa (BPS, 2017). Artinya, kekayaan dua orang terkaya di Indonesia dapat mengatasi masalah kemiskinan di republik ini.

Jika ketimpangan dilihat secara geografis, pada dasarnya ketimpangan nasional dikontribusi KTI. Pembangunan KTI jauh tertinggal dari KBI dan ikut mempertegas sentralisasi pembangunan yang masif di KBI.

Membaca arah pembangunan ekonomi nasional, ada baiknya kita kembali meletakkan isu pembangunan KTI sebagai akselerator pembangunan nasional. Premisnya, jika yang mengkontribusi ketimpangan nasional adalah KTI, maka mengakselerasi pembangunan KTI sama dengan masalah ketimpangan nasional ikut terselesaikan.

Untuk itu, pasca tax amnesty ini, diharapkan alokasi belanja fiskal untuk pembangunan KTI jauh lebih besar. Belanja pemerintah sebaiknya diarahkan sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan untuk menggapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Melihat struktur APBN 2017, tidak bisa dipungkiri ambisi pemerintah mendanai proyek infrastruktur sangat besar sebesar Rp101 triliun, dengan persentase 18,7 persen terhadap APBNP 2017, untuk misi peningkatan kapasitas produksi dan daya saing (Kemenkeu, 2017). Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan infrastruktur di KTI hari ini, sebab masalah konektivitas masih menjadi barang langka.

Hal ini cukup beralasan sebab berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, persentase daerah tertinggal menganga lebar sebesar 52 persen dari total 74 ribu desa yang ada di Indonesia. Secara geografis didominasi KTI dengan indikator minimnya infrastruktur jalan dan aliran listrik.

Belanja sektor pendidikan juga harus mendapat perhatian besar, pasalnya sektor ini berdampak langsung pada produktivitas. Jika dikelola dengan baik, maka dapat mendorong pertumbuhan. Bagi KTI, sektor ini dianggap cukup lemah.

Berdasarkan data (BPS, 2016) 41 kabupaten/kota dengan IPM terendah di Indonesia mayoritas berada di KTI, utamanya Papua sebesar 57,25 persen. Jauh di atas rata-rata nasional 69,55 persen. Dengan kata lain, tingkat kesejahteraan masyarakat KTI sangat rendah.

Sedangkan sektor kesehatan, juga perlu mendapat prioritas lebih. Rilis (World Economic Forum, 2016), Indonesia menempati urutan ke-88 dunia terkait pelayanan kesehatan yang buruk. Jika dilihat lebih dalam, masalah tersebut lagi-lagi lebih banyak terjadi di KTI.

Untuk itu, pasca tax amnesty ini, tampaknya kebijakan fiskal sangat penting diarahkan menuju belanja yang lebih berkualitas, utamanya mendorong perbaikan pelayanan serta aksesibiitas terhadap sektor kesehatan dan pendidikan di KTI sehingga dapat mengkontribusi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sebab membaiknya IPM KTI, menjadi barometer membaiknya IPM Nasional. Bilamana hal itu tercapai maka tingkat kesejahtraan masyarakat secara umum akan jauh lebih baik dan akan mengantar bangsa ini akan berdiri sejajar dengan negara-negara maju.

Ada beberapa catatan penting pasca berlangsungnya tax amnesti ini. Pertama, pajak sebagai instrumen utama penerimaan negara, kiranya dapat dimaksimalkan dan momentum ini kita dapat jadikan untuk reformasi perpajakan nasional dan kemudahan membayar pajak bagi wajib pajak.

Kedua, meski tax amnesty adalah penerimaan, tapi kebijakan ini bersifat one shoot policy atau hanya bersifat sesekali dan minimal tidak dilakukan dalam waktu dekat sebab dampaknya kurang baik bagi negara, utamanya wajib pajak yang terbiasa menunggu momen yang sama untuk kembali membayar pajak.

Ketiga, sebaiknya penerimaan negara ini diarahkan untuk belanja produktif utamanya di KTI untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih progresif. Mari membangun dari timur, untuk pembangunan ekonomi yang lebih merata dan distributive, untuk kesejahteraan kolektif masyarakat Indonesia. (*)

Author : rika


Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

FAJI Sulsel Diminta Segera Tentukan Lokasi Pelatda

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, sangat mendukung Sungai Jeneberang dijadikan venue pusat...
 

Dai Spesialis Hari Kiamat Dijerat Gara-gara Ungkap KTP Palsu, Netizen: Sumbernya Terpercaya

FAJARONLINE.CO.ID -- Ustaz Zulkifli Muhammad Ali kini sedang menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Dai yang sering berceramah soal...
 

Ulama Kembali Jadi Tersangka, Gerindra Pertanyakan Kasus Victor Laiskodat

FAJARONLINE.CO.ID -- Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mempertanyakan penetapan status tersangka terhadap Ustaz...
 

Klub Diperbolehkan Kontrak Pemain Asing di Lepesia 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) siap digulir di seluruh Indonesia. Khusus zona provinsi Sulsel dihelat 18 Februari...
 

Besok, KNPI Sulsel Bedah Fenomena Hoaks dalam Demokrasi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Komite Nasional Pemuda  Indonesia (KNPI) Sulsel melalui Komisi Media dan Informasi akan menggelar Focus...
 

Kantor BPN Senilai Rp5,4 M Diresmikan, Wadduh... Ada Tanda Retak dan Cat Terkelupas

FAJARONLINE.CO.ID, BONE -- BPN Kabupaten Bone memiliki kantor baru dan diresmikan langsung oleh Kakanwil BPN Sulsel, Muhammad Hikmad dan Bupati Bone,...
 

Kualifikasi Nestle Milo Digelar di Empat Zona 

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Nestle MILO kembali mengadakan kompetisi MILO Football Championship (MFC) 2018 diempat zona di Sulawesi Selatan...
 

Mantan Atlet Pelatnas Sudah Mendaftar di Galesong Trail Run 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Mantan atlet Pelatnas, Hamdan Syafril Sayuti, kembali memastikan diri ikut bersaing berebut juara di ajang...
 

Karateka Gojukai Sulsel Dipanggil Berlatih di Pelatnas Asian Games 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Karateka Gojukai Sulsel, Andi Dasril Dwi Dharmawan, dipanggil mengikuti latihan di Pelatnas Asian Games 2018, di...
 

Perdana, Puskesmas Enrekang Rintis Forum Kesorga 

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Puskesmas Enrekang mempelopori lahirnya Forum Kecamatan Komunitass Pecinta Kesehatan Olahraga (Kota Kesorga). Forum...
 

Antisipasi Banjir, Dinas PU Bakal Keruk Lima Sungai di Pangkep, Anggarannya Rp1,5 Miliar

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Mengantisipasi terjadinya banjir susulan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pangkep, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bakal...
 

Data Ulang, Penerima Rastra di Pangkep Alami Penurunan

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Pangkep mengalami penurunan pada 2018...
 

Coklit 20 Januari, Ini Target Masyarakat yang Disasar KPU Enrekang

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- KPU Enrekang bakal menggelar gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap data pemilih serentak, 20 Januari...
 

Indira Berkeliling Menilai Masjid dan Lorong

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- TP PKK Kota Makassar menggelar lomba penilaian masjid bersih. Masjid Al-Ikhlas Kecamatan Biringkanaya Kelurahan...
 

Arab Saudi Ikut Kecam Pengakuan AS Terhadap Yerusalem, Ini Sebab Dituding Pengkhianat

FAJARONLINE.CO.ID -- Konflik Iran dan Arab Saudi sepertinya cukup rumit. Meski Iran sempat menuding Arab Saudi sebagai pengkhianat, negara...
 

Dapat Penolakan, Agenda Lomba Karaoke Waria Diubah Jadi Lomba Lagu Religi

FAJARONLINE.CO.ID, BULUKUMBA -- Da'i Muda Bulukumba menolak lomba karaoke waria tingkat Sulsel. Rencananya, gelaran itu bakal...
 

Ketua IWAPI Sidrap Bagi-bagi Tips Jadi Pengusaha, Ini yang Disampaikan

FAJARONLINE.CO.ID, SIDRAP -- Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Sidrap, Heriyani Yuki Ruby, menjadi salah satu pemateri di acara...
 

Cegah Pemalsuan, Pengamat Imbau KPU Wajib Verifikasi Mulai Ijazah SD

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- KPU Sulsel bakal melakukan proses verifikasi ijazah pasangan bakal calon gubernur-bakal calon wakil gubernur. Hal...
 

Tegas Menentang Pengakuan AS Terhadap Yerusalem, Iran Sebut Arab Saudi Pengkhianat

FAJARONLINE.CO.ID -- Hubungan Iran dengan Arab Saudi dipastikan makin parah. Apalagi, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei baru...
 

Hipertensi dan Diabetes Tinggi, Puskesmas Enrekang Fokus Lakukan Ini

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Angka penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes melitus (DM) di Kabupaten Enrekang cukup tinggi. Setiap...
 

Rintis Kesehatan Lewat Senam, Puskesmas Enrekang Latih 23 Instruktur

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Sebanyak 23 instruktur senam mendapatkan pelatihan di Puskesmas Kota Enrekang, Kamis, 18 Januari. Mereka berasal...
 

Prof Husain Syam Sukses Antar UNM Menjadi PTN Satker Terbaik

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Baru setahun masa kerja, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Husain Syam MT, telah meraih sejumlah...
 

Musrembang, Banjir Paling Dikeluhkan Warga Bonto Kio Pangkep

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Kelurahan Bonto Kio, Kecamatan Minasatene menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang).Tak banyak...
 

Wenger Pastikan Ozil Setia pada Arsenal

FAJARONLINE.CO. ID, LONDON—Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengakhiri semua spekulasi soal Mesut Ozil. Pelatih asal Prancis tersebut menegaskan...
 

Neymar Si Rakus Gol

FAJARONLINE.CO.ID, PARIS—Pemain termahal dunia, Neymar benar-benar rakus gol. Meski sudah mencetak hattrick, ia tidak membiarkan Edinson Cavani...

Load More