Fajar

  Breaking News

Inilah Wajah Negeriku: Indonesia

Abdul Gafar Dosen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar
Opini - 21 Maret 2017, 10:08:45

Sebuah mimpi dan harapan besar dari pendiri negeri ini adalah mewujudkan Indonsia yang besar, kuat, dan sejahtera. Pasang surut perjalanan negeri ini telah mewarnai kehidupan kenegaraan dan kebangsaan kita. Terkadang kita miris, sedih, gembira, sekaligus menyatu dengan rasa kemarahan menyikapi situasi yang ada di depan mata kita.

Indonesia adalah sebuah negara besar yang heterogenitasnya dalam berbagai aspek diakui sebagai potensi yang terus bergelora. Kesalahan dalam menata keberagaman ini dapat mengarah kepada perpecahan bangsa. Adanya kelompok minoritas dan mayoritas mesti dibingkai dalam kesepahaman NKRI. Perbedaan saling memahami dalam keberagaman merupakan sebuah kekayaan bangsa yang memiliki nilai tinggi, namun dapat menjadi rapuh akibat “digesekkan” kepentingan-kepentingan tertentu.

Beberapa waktu lalu, kita telah menyaksikan bagaimana suasana berlangsungnya pemilihan pemimpin tertinggi pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Perhitungan suara dari pelaksana pilgub/pilbup telah usai. Hasilnya, yang pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Namun faktanya, kenyataan ini tidak otomatis memuaskan semua peserta pemilihan tersebut. Bagi kontestan yang merasa menang, namun dinyatakan kalah, menuntut ke mahkamah yang menangani sengketa pemilihan.

Proses penyelenggaraan pemilihan terkadang diwarnai aksi atau sikap yang tidak terpuji dari para simpatisan atas “restu” sang calon. Berbagai cara digunakan demi memenangkan calonnya yang berkompetisi. Deklarasi siap menang, siap kalah terkadang hanya menjadi ”pemanis” saja dalam berdemokrasi. Kenyataan lapangan yang terjadi dapat berbeda secara ekstrem.

Pencederaan demokrasi lewat pemilihan yang ada, dapat saja dilakukan secara terencana, sistematis, dan masif.

Bukan lagi “Serangan Fajar” tim sukses, melainkan serangan nyata tidak mengenal waktu; pagi, siang, malam, dan di tempat mana saja. Masih banyak masyarakat kita memang berada dalam posisi yang belum mapan secara ekonomis memilih cara yang praktis saja.

Siapapun didukungnya, asal dapur bisa mengepul. Atau ada juga sebagian orang atau tim sukses menggunakan untuk berfoya-foya bersama kelompoknya menggerogoti dana sang calon yang didukungnya.

Dukungan kepada calon gubernur, bupati atau wali kota tampaknya tidak lagi bergantung dari segi idelogi partai ataupun sistem kepercayaan masyarakat pemilih. Sebagai contoh perbedaan agama antara calon dengan konstituennya semakin menjadi tipis bahkan tidak berkorelasi secara signifikan.

Fenomena apa yang terjadi ini? Apakah ideologi partai dan sistem kepercayaan mulai luntur di negeri ini? Lalu, kriteria apa yang benar mesti digunakan? Adakah ini indikasi agar partai-partai dibubarkan saja? Untuk ide ini, tentu akan ada perlawanan dari orang partai. Hahahaha.

Cerita menarik dari pemilihan ini adalah contoh kasus DKI Jakarta. Tiga pasang calon yang bertarung untuk mengisi posisi gubernur dan wakilnya, akhirnya membuat KPU DKI Jakarta mempersiapkan pemilihan tahap kedua. Hal ini akibat tidak adanya pasangan calon yang memiliki nilai perolehan suara lebih dari 50 persen plus satu.

Dua pasangan calon yang lolos putaran kedua; Basuki Tjahaja Purnama-Syaiful Djarot dan Anis Baswedan-Sandiaga Uno--menurut kabar berita tetap mempunyai kekurangan yang dapat menjadi ukuran keterpilihan. Namun yang paling menarik sekaligus menjadi bahan perbincangan adalah calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Penulis pada salah satu masjid sekolah biasa berdiskusi ringan hingga berat tentang berbagai masalah dengan kalangan dosen semisal Prof. Latief Toleng, Prof. Badron Zakaria, Prof. Basit Wello, Ir. Hamzah Sanusi, dan Ir. Hamid Hoddy. Selain itu pula aktif imam masjid Drs Jamaluddin, muazzin Jamal, SE dan simpatisan seperti Drs. Nasrullah, Muhlis, dan sejumlah guru di sekolah tersebut. Sementara untuk diskusi khusus sekali dalam sepekan tentang keagamaan dengan segala kecabangannya dipandu Ustaz Sanusi.

Kembali ke Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta telah menyita banyak perhatian masyarakat akibat ucapannya yang dianggap menghina umat Islam lewat pengutipan Surat Almaidah: 51. Beberapa waktu lalu, Gerakan massa umat Islam yang berjumlah jutaan orang telah tumpah di Jakarta menyampaikan protes akibat ulah Ahok yang dianggap telah menista Agama Islam. Namun Ahok tetap berdiri kukuh dalam kawalan sejumlah penasehat hukumnya.

Lebih ironis lagi, ada tokoh agama Islam sendiri tidak menganggap adanya unsur penghinaan terhadap agama Islam. Ini menunjukkan adanya perpecahan umat Islam dalam melihat ayat yang sama namun memaknainya secara berbeda. Dalam dunia maya, betapa gencarnya berita seputar kasus Ahok yang saling menyerang. Melihat kenyataan tersebut muncul pertanyaan kita, inikah Indonesia hari ini? Jangan tanya pada rumput yang tumbuh liar. Tanyakan pada hati nurani kita masing-masing: masihkah ini Indonesia? (*)

Author : rika


Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

STIM Nitro Makassar Gelar Workshop Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIM Nitro Makasar melaksanakan “Workshop Hibah Penelitian dan...
 

Mappatuo Tau Sudah Jadi Karakter NH

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Julukan 'macca mappatuo tau' atau pandai membesarkan orang melekat pada sosok Nurdin Halid (NH). Bakal Calon...
 

Pemuda Pancasila Bagi-bagi Bibit Jagung di Pinrang

FAJARONLINE.CO.ID, PINRANG - Usai menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Mejelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pinrang,...
 

Serikat Pekerja Semen Desak Pemerintah Bikin Moratorium Izin Pabrik

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) coba membangun kekuatan dari Sulawesi Selatan. Usai rapat...
 

Mantan Pelatih Madrid Minta Mascherano Tinggalkan Barcelona

FAJARONLINE.CO.ID, BARCELONA—Manuel Pellegrini berharap Javier Mascherano segera meninggalkan Barcelona. Mantan pelatih Manchester City...
 

Tanpa Wakil, Makassar Tuan Rumah Pro Futsal League

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pro Futsal League (PFL) 2018 mulai bergulir 20 Januari hingga 6 Mei mendatang, di tujuh kota besar di Indonesia. Salah...
 

Musda Sudah Dekat, Pengurus KNPI Barru Temui Bupati

FAJARONLINE.CO.ID, BARRU - KNPI Barru bakal menggelar musyawarah daerah (musda), 27-28 Januari mendatang. Kemarin, pengurus KNPI sudah menemui...
 

Bupati Pangkep, Tekankan ASN Harus Netral di Pilgub

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP-- Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, memberikan peringatan keras kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Pangkep...
 

Siapkan Budidaya Udang Semi Intensif, Tambak Mulai Dikeruk  

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP-- Kabupaten Pangkep sebagai Kabupaten dengan wilayah pesisir dan laut yang luas membuat budidaya hasil perikanan juga...
 

Cium Bibir Putrinya di Depan Umum, Trump Dianggap Aneh

FAJARONLINE.CO.ID -- Sebuah foto yang menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencium putrinya, Ivanka Trump di bagian bibirnya di bibirnya...
 

Kendalikan Diri

Simaklah makna dua contoh dari tari pakarena dan tari pagelu asal Sulsel. Para penari tari pakarena memegang kipas sambil menari gemulai dan terkesan...
 

Kids Camp, Mengajak Anak Berani dan Dekat dengan Alam

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Banyak cara melatih kemandirian anak. Termasuk dengan "memerdekakan" mereka di alam bebas. Namun, siapa yang akan...
 

Kepemimpinan Ideal Era Digital

Akulturasi-harmonisasi teknologi, budaya, kearifan lokal berbasis nasionalisme-religiospiritualitas berpotensi membawa Indonesia menjadi negara...
 

Rancang Production Center Bersama Alumni ITB

* Muhammad Izhak, Tinggalkan Kuliah demi Rawat Sembilan Adik Kisah Muhammad Izhak yang meninggalkan kuliah di ITB demi mengurus kesembilan adiknya,...
 

Rafinha “Deal”, Sekarang Inter Goda Witsel

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Inter Milan diyakini akan segera mencapai kesepakatan dengan Barcelona untuk memboyong Rafinha Alcantara ke Giuseppe...
 

Preview City vs Newcastle: Tunggu Gol Aguero

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Manchester City akan berburu kado ulangtahun untuk Pep Guardiola saat menjamu Newcastle United di pekan ke-24...
 

SD Lanto Daeng Pasewang Bermain dan Belajar di Redaksi FAJAR

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Puluhan siswa SD Lanto Daeng Pasewang berkunjung ke redaksi Harian FAJAR, Sabtu (20/1/2018). Mereka...
 

Golkar Lutra Gelar Lomba Trail, yang Paling Kuning Dapat Rp5 Juta

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA - Golkar Luwu Utara menggelar lomba sepeda motor trail di Masamba, Sabtu (20/1/2018). One day trail adventure ini...
 

Pimpin Apperti, Direktur Pascasarjana UMI Ajak Naikkan Kualitas

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Direktur Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Basri Modding terpilih menjadi ketua Aliansi...
 

STIM Nitro Undang Reviewer Nasional Ungkap Trik Menangkan Hibah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIM Nitro Makasar melaksanakan Workshop Hibah Penelitian dan Pengabdian...
 

Preview Burnley vs MU: Sesumbar Si Anggur Merah

FAJARONLINE.CO.ID, BURNLEY—Burnley mengirim ancaman jelang kunjungan Manchester United ke Turf Moor. Si Anggur Merah sesumbar akan menaklukkan...
 

PSM Turunkan Lapis Kedua, Sriwijaya Juga Rotasi Pemain

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR – Sriwijaya FC dipastikan merotasi separuh pemainnya di laga kedua Piala Presiden menghadapi PSM, Minggu...
 

Bupati Polman Panjat Tower Air di Depan Gubernur

FAJARONLINE.CO.ID, POLMAN - Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar datang ke Desa Tadung Kecamatan Tinambung, Polman, Sabtu (20/1/2018). Dia memantau...
 

Real Madrid Lakukan Pembicaraan Rahasia dengan Mohamed Salah

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Mohamed Salah baru enam bulan di Liverpool. Namun, peluangnya untuk hengkang dari Anfield sudah mulai dibicarakan....
 

Ikat Mata Pelajar, Sopir Truk Diam-diam Bikin Video Porno Mereka di Hotel

FAJARONLINE.CO.ID, SOLIHULL—Sopir truk, Paul Cotton, dari Chelmsley Wood, Solihull divonis tujuh tahun penjara di Warwick Crown Court. Pria...

Load More