Fajar

  Breaking News

Arman Dewarti, Menghargai Adegan Sekecil Apapun

SELALU DETAIL. Arman Dewarti (kanan) mengamati hasil pengambilan gambar dalam sesi syuting Jalan Pampang, Makassar, Minggu, 19 Maret.
Feature - 21 Maret 2017, 09:03:16

* Mereka di Balik Film-film Makassar

Andi Ade Agsa
Makassar

Bagi dia, sebuah film harus dibarengi pertanggungjawaban. Sebab penonton tak butuh hiburan, tetapi juga makna.

PAGI sudah menjelang siang, Minggu, 19 Maret. Saya mendorong pagar sebuah rumah di Jalan Pampang itu dengan sangat pelan. Jangan sampai menimbulkan bunyi berisik. Kendaraan juga saya parkir agak jauh. Serba hati-hati memang. Sebab saya tak mau jadi penyebab kian panjangnya waktu syuting di tempat itu.

Arman Dewarti, orang yang hendak saya temui, terlihat serius melakukan mentoring terhadap beberapa anak muda yang sedang menggarap sebuah film. Kerap kali ada adegan yang mesti diulang berkali-kali. Soalnya pria kelahiran Bone, 17 Februari 1967 itu, terlihat tak puas.

Dia tidak pasif. Beberapa kali saat ada properti yang kurang elok dipandang di kamera, diaturnya sendiri. “Apalagi ditunggu. Mulai mi adegan,” kata Arman sembari mengarahkan.

Pada saat syuting berlangsung, kami tak sempat berbincang banyak. Saya enggan membuyarkan konsentrasi Arman.

Jarum pendek jam saya ada di antara angka 12 dan 1. Arman mengajak saya untuk ikut makan siang di luar. Di atas kendaraannya, dia mulai bercerita banyak.

“Pada pembuatan film, terkadang saya bertindak sebagai sutradara. Beberapa kali juga sebagai penulis skenario. Tetapi pernah juga, saya menulis skenario sekaligus yang menyutradarai,” ungkap lelaki yang juga Direktur Meditatif Films itu.

Dia berkisah, sebelum terjun ke industri film, dia sering melihat dan memperhatikan proses kerja audio visual di sekitarnya. Kemudian belajar akting dan main teater. Lalu pada dari 2002 hingga 2004 mulai pegang kamera dan belajar teknologi film.

“Saya punya basic bercerita di teater. Coba ajak teman, lalu bikin film pendek. Akhirnya berhasil, dan beginilah sampai sekarang. Judul pertama itu Scizoprenia,” sebutnya.

Menyutradarai ataupun menulis skenario film diakuinya bukan sebatas hobi. Lebih dari itu, merupakan profesi.

Karena melalui karyanya urusan perut bisa dituntaskan. Tetapi edukasi dalam suatu film jangan sampai dilewatkan.

“Film itu adalah media ekspresi, juga tempat berdialog, serta menyalurkan keresahan. Setiap adegan perlu dipikir dampaknya bagi penonon,” terang Arman.

Ada beberapa karya Arman sebagai penulis skenario. Sebut saja Scizoprenia, Sepasang Kelabu, Irrepleceable, Sang Maestro, serta Dari Mulut Harimau ke Mulut Buaya.

Obrolan pun tertunda. Tak terasa kami berdua telah sampai di lokasi yang dituju. Tak jauh dari lokasi syuting. “ Kita makan siang dulu. Nanti dilanjut lagi,” kata dia, sangat ramah.

Kira-kira 25 menit kami bersantap siang. Selepas itu kami kembali berbincang. Bagi Arman, dua tahun terakhir ini, industri film di Kota Makassr telah melejit begitu pesat. Tahun ini saja, akan ada 14 film siap tayang di bioskop. Asli karya anak Makassar.

“Dari sini bisa diukur kalau minat dan pertumbuhan industri film di Kota Makassar begitu berkembang. Jogjakarta (Yogyakarta) pun lewat” tuturnya.

Kendala klasik diakuinya masih sering menghantui para pembuat film di Makassar. Misalnya masih sulit menemukan atau bahkan belum ada tempat penyewaan peralatan yang memadai. Sehingga kerapkali masih ada sedikit kekurangan dari beberapa film yang dibuat.

“Belum lagi misalnya, dari belasan film karya anak Makassar ini, semuanya belum tentu punya ruang untuk tayang di bioskop. Apalagi cuma satu perusahaan yang memonopoli layar lebar ini. Itu pun diurus di Jakarta,” keluhnya.

Arman juga punya perhatian lebih untuk film-film komunitas atau film pendek. Ini yang menurut dia belum diapresiasi. Seharusnya diberi ruang untuk berkembang. Kalau perlu tembus bioskop.

“Film pendek ataupun dokumenter memang tak mengandung nilai komersil. Ada atau tidak yang tonton itu tidak jadi soal. Kebanyakan idenya memang liar. Tetapi film-film tersebut sarat makna dan kaya nilai,” nilainya.

Dia mencontohkan film komunitas berjudul Sepatu Baru, yang meraih penghargaan di Berlin dan Singapura.

Adaption menorehkan penghargaan di Jepang.

“Kalau Cindolo Na Tape itu meraih sukses di Ganesha Festival Film. Sedangkan Memburu Harimau itu tembus Festival Film Indonesia (FFI). Itu karya anak Makassar,” tambah Arman.

Makassar, kata dia, harus terus memproduksi film. Karena tanpa itu, tanah para daeng ini akan sulit untuk melihat dirinya. Baik itu peristiwa masa lampau ataupun proyeksi masa depan. Lewat pandangan audio visual (film) tersebut, minimal menghadirkan gambaran dan takaran tentang kota yang dicintai banyak orang ini. (*/zul)

Author : rika


Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

STIM Nitro Makassar Gelar Workshop Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIM Nitro Makasar melaksanakan “Workshop Hibah Penelitian dan...
 

Mappatuo Tau Sudah Jadi Karakter NH

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Julukan 'macca mappatuo tau' atau pandai membesarkan orang melekat pada sosok Nurdin Halid (NH). Bakal Calon...
 

Pemuda Pancasila Bagi-bagi Bibit Jagung di Pinrang

FAJARONLINE.CO.ID, PINRANG - Usai menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Mejelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pinrang,...
 

Serikat Pekerja Semen Desak Pemerintah Bikin Moratorium Izin Pabrik

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) coba membangun kekuatan dari Sulawesi Selatan. Usai rapat...
 

Mantan Pelatih Madrid Minta Mascherano Tinggalkan Barcelona

FAJARONLINE.CO.ID, BARCELONA—Manuel Pellegrini berharap Javier Mascherano segera meninggalkan Barcelona. Mantan pelatih Manchester City...
 

Tanpa Wakil, Makassar Tuan Rumah Pro Futsal League

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pro Futsal League (PFL) 2018 mulai bergulir 20 Januari hingga 6 Mei mendatang, di tujuh kota besar di Indonesia. Salah...
 

Musda Sudah Dekat, Pengurus KNPI Barru Temui Bupati

FAJARONLINE.CO.ID, BARRU - KNPI Barru bakal menggelar musyawarah daerah (musda), 27-28 Januari mendatang. Kemarin, pengurus KNPI sudah menemui...
 

Bupati Pangkep, Tekankan ASN Harus Netral di Pilgub

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP-- Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, memberikan peringatan keras kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Pangkep...
 

Siapkan Budidaya Udang Semi Intensif, Tambak Mulai Dikeruk  

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP-- Kabupaten Pangkep sebagai Kabupaten dengan wilayah pesisir dan laut yang luas membuat budidaya hasil perikanan juga...
 

Cium Bibir Putrinya di Depan Umum, Trump Dianggap Aneh

FAJARONLINE.CO.ID -- Sebuah foto yang menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencium putrinya, Ivanka Trump di bagian bibirnya di bibirnya...
 

Kendalikan Diri

Simaklah makna dua contoh dari tari pakarena dan tari pagelu asal Sulsel. Para penari tari pakarena memegang kipas sambil menari gemulai dan terkesan...
 

Kids Camp, Mengajak Anak Berani dan Dekat dengan Alam

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Banyak cara melatih kemandirian anak. Termasuk dengan "memerdekakan" mereka di alam bebas. Namun, siapa yang akan...
 

Kepemimpinan Ideal Era Digital

Akulturasi-harmonisasi teknologi, budaya, kearifan lokal berbasis nasionalisme-religiospiritualitas berpotensi membawa Indonesia menjadi negara...
 

Rancang Production Center Bersama Alumni ITB

* Muhammad Izhak, Tinggalkan Kuliah demi Rawat Sembilan Adik Kisah Muhammad Izhak yang meninggalkan kuliah di ITB demi mengurus kesembilan adiknya,...
 

Rafinha “Deal”, Sekarang Inter Goda Witsel

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Inter Milan diyakini akan segera mencapai kesepakatan dengan Barcelona untuk memboyong Rafinha Alcantara ke Giuseppe...
 

Preview City vs Newcastle: Tunggu Gol Aguero

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER—Manchester City akan berburu kado ulangtahun untuk Pep Guardiola saat menjamu Newcastle United di pekan ke-24...
 

SD Lanto Daeng Pasewang Bermain dan Belajar di Redaksi FAJAR

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Puluhan siswa SD Lanto Daeng Pasewang berkunjung ke redaksi Harian FAJAR, Sabtu (20/1/2018). Mereka...
 

Golkar Lutra Gelar Lomba Trail, yang Paling Kuning Dapat Rp5 Juta

FAJARONLINE.CO.ID, MASAMBA - Golkar Luwu Utara menggelar lomba sepeda motor trail di Masamba, Sabtu (20/1/2018). One day trail adventure ini...
 

Pimpin Apperti, Direktur Pascasarjana UMI Ajak Naikkan Kualitas

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Direktur Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Basri Modding terpilih menjadi ketua Aliansi...
 

STIM Nitro Undang Reviewer Nasional Ungkap Trik Menangkan Hibah

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIM Nitro Makasar melaksanakan Workshop Hibah Penelitian dan Pengabdian...
 

Preview Burnley vs MU: Sesumbar Si Anggur Merah

FAJARONLINE.CO.ID, BURNLEY—Burnley mengirim ancaman jelang kunjungan Manchester United ke Turf Moor. Si Anggur Merah sesumbar akan menaklukkan...
 

PSM Turunkan Lapis Kedua, Sriwijaya Juga Rotasi Pemain

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR – Sriwijaya FC dipastikan merotasi separuh pemainnya di laga kedua Piala Presiden menghadapi PSM, Minggu...
 

Bupati Polman Panjat Tower Air di Depan Gubernur

FAJARONLINE.CO.ID, POLMAN - Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar datang ke Desa Tadung Kecamatan Tinambung, Polman, Sabtu (20/1/2018). Dia memantau...
 

Real Madrid Lakukan Pembicaraan Rahasia dengan Mohamed Salah

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Mohamed Salah baru enam bulan di Liverpool. Namun, peluangnya untuk hengkang dari Anfield sudah mulai dibicarakan....
 

Ikat Mata Pelajar, Sopir Truk Diam-diam Bikin Video Porno Mereka di Hotel

FAJARONLINE.CO.ID, SOLIHULL—Sopir truk, Paul Cotton, dari Chelmsley Wood, Solihull divonis tujuh tahun penjara di Warwick Crown Court. Pria...

Load More