Fajar

  Breaking News

Catatan untuk Cagub Sulsel 2018

Rahmad M. Arsyad Direktur Riset Indonesia Development Engineering Consultant (IDEC)
Opini - 18 Maret 2017, 09:45:17

Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, memang masih menyisakan waktu satu tahun lagi. Namun ibarat pertarungan Grand Prix Formula Satu, para calon kontestan telah bersiap di sekitar arena sirkuit menyambut ajang politik paling bergengsi di Pulau Sulawesi itu.

Layaknya para bintang balapan, tingkah dan pola para calon kontestan juga beraneka rupa. Ada yang sibuk mengecek kesiapan mesin kendaraan partai, beberapa di antaranya melakukan uji coba berkeliling di arena sirkuit yang terdiri 21 kabupaten dan 3 kota. Ada pula lebih memilih sekadar mengamati para calon pesaing sambil mempelajari data survei.

Memang untuk layak bertanding, apalagi memiliki target menang di Pilkada Sulsel bukan perkara mudah.

Setidaknya, ada tiga hal menurut hemat saya yang harus dipahami dan menjadi catatan para calon kontestan sebelum akhirnya mereka menuju arena kompetisi.

Pertama, para calon harus berani keluar dari jebakan paradigma geopolitik. Selama ini, saya mengikuti mayoritas calon serta lembaga survei di Sulsel masih sibuk terjebak dan berdebat, pada paradigma klasik politik teritori. Utamanya, pada pertanyaan, siapa, mewakili mana?

Menyederhanakan ruang politik Sulsel berdasarkan isu identitas etnik dan kedekatan kultural masa lalu, seperti keterwakilan calon dari Bugis maupun Makassar, ataupun perimbangan pasangan antara Bosowasi (Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai), Ajatappareng (Parepare, Sidrap, Pinrang, dan Barru), Luwu Raya serta Toraja, dan Jentago (Jeneponto, Takalar, Gowa, Bantaeng, Selayar, Bulukumba) adalah hal yang kurang kontekstual dalam membaca Pilkada Sulsel yang akan datang.

Pasalnya, hasil riset kami selama ini di berbagai daerah di Sulsel, menunjukkan bahwa pada level mikro pemilih tidak lagi menjadikan isu geopolitik dan kedekatan identitas sosio kultural ini, sebagai alasan utama dan referensi satu-satunya dalam menetapkan pilihan atas calon kepala daerah.

Faktor lain, seperti pengalaman kepemimpinan utamanya keberhasilan memimpin dan memajukan daerah, psychological trait (sifat keperibadian) personal setiap calon, serta kemampuan melakukan persuasi dan menghadirkan sejumlah program praktis-pragmatis, lebih dominan menjadi alasan pemilih dalam memberikan pilihan.

Pertanyaannya, apakah penjelasan prestasi, sifat kepribadian personal, serta catatan pengalaman kepemimpinan dari setiap calon tersebut telah tersampaikan secara baik kepada pemilih? Bagaimana pula, kepiawaian setiap calon dan tim mereka dalam meracik model persuasi komunikasi atas program yang ditawarkan?

Pada level inilah, dibutuhkan kemampuan dalam mengemas serta mengkapitalisasi modal personal dan sosial yang selama ini dimiliki menjadi daya tarik bagi pemilih. Karena menurut saya, “banyak orang baik dan berprestasi akhirnya kalah pada arena pilkada, hanya karena kurang mampu atau malu-malu menjelaskan siapa dan apa konsep yang mereka bawa”.

Kedua, setiap calon dan tim sukses harusnya sadar arena komunikasi politik global dan nasional sedang mengalami perubahan besar. Tren gaya komunikasi politik kontemporer yang disukai pemilih, bukan lagi seperti beberapa waktu yang lalu.

Ketika para politisi dikemas untuk kelihatan cerdas, hebat, dan menarik dengan memakai berbagai jargon ataupun tagline kampanye yang sulit dipahami dan bermain pada tataran high context communication. Pilihan diksi kampanye seperti, “politik kesejahteraan”, “sustainability”, serta berbagai jargon kampanye yang kurang membumi hendaknya dihindari.

Penggunaan bahasa politik keseharian atau yang dikenal dalam ranah kajian akademis sebagai vernacular politik, kini jauh lebih efektif dalam melakukan persuasi politik dan membangun keyakinan pemilih. Seperti pesan kampanye, “Jokowi-JK adalah Kita” atau jargon; kerja, kerja dan kerja..

Catatan ketiga, untuk para calon kontestan Pilgub Sulsel 2018 hendaknya mempersiapkan sejak dini kendaraan partai politik, dan menghitung dengan baik biaya kampanye yang mereka butuhkan selama masa sosialisasi maupun pada saat kampanye resmi.

Dua hal terakhir yakni partai dan dana kampanye, adalah prasyarat mutlak yang harus disiapkan setiap calon dalam menghadapi pilkada. Tanpa keduanya, seorang kontestan ibarat pembalap tanpa mobil dan bensin, tentu tak bisa ikut dalam sirkuit balapan.

Dalam hitungan saya, untuk Pilgub Sulsel dengan jumlah pemilih sekitar 6,3 juta orang, jika dihitung berdasarkan angka partisipasi pemilih nasional rata-rata 77,5 persen dan berpotensi diikuti tiga atau empat pasang calon, maka estimasi biaya sosialisasi setiap pasangan calon membutuhkan biaya antara 100-150 miliar rupiah.

Selain itu, faktor kesiapan kendaraan politik baik melalui jalur parpol maupun perseorangan adalah hal prioritas yang mesti dimiliki. Karena sekali lagi, prasyarat utama bisa berlaga pada sirkuit pilkada tetaplah partai ataupun jalur dukungan perseorangan.

Tanpa hal ini dan hanya mengandalkan baliho dan keberanian, tentu para calon kontestan yang mulai tebar-tebar pesona, hanya akan sekadar jadi penonton adu balap Pilkada Sulsel. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bintang Muslim Liverpool Terpilih Jadi Pemain Terbaik Afrika 2017

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Winger Liverpool, Mohamed Salah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2017. Pemain depan Mesir itu mengalahkan...
 

Bocah 6 Tahun Ini Dapat Rp146 Miliar per Tahun dari YouTube

FAJARONLINE.CO.ID—Seorang anak laki-laki berusia enam tahun bernama Ryan menghasilkan £ 8.200.000 atau sekitar Rp146 miliar per tahun....
 

Juventus Tak Berani Remehkan Spurs

FAJARONLINE.CO.ID, TURIN—Wakil presiden Juventus, Pavel Nedved melihat Tottenham Hotspur sebagai “tim yang solid dengan pelatih...
 

Imunisasi Dapat Cegah Penularan Difteri

fajaronline.co.id -- Pemerintah menggelar outbreak response immunization (ORI) menyikapi status kejadian luar biasa (KLB) difteri di 12...
 

Berburu Musang, Dor... Peluru Nyasar ke Keponakan, Innalillahi

fajaronline.co.id -- Maksud hati berburu musang, Dewa Ketut Sukerta (40) justru harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, warga Tabanan, Bali itu...
 

Tak Terima Istrinya Disebut Lelet, Suami Kades Dorong Warga Hingga Jatuh ke Drum Aspal Panas

fajaronline.co.id -- Warga Desa Karangmulya di Kecamatan Bojong, Tegal bernama Nasori menjadi korban ulah Imam Rojai yang tak lain suami kepala Desa...
 

Cegah Tindak Pidana Korupsi, Jokowi Minta Kepala Daerah Percepat Layanan Terpadu

fajaronline.co.id -- Dalam acara peringatan ‘Hari Antikorupsi Sedunia’ Presiden Joko Widodo sempat menyinggung banyaknya celah korupsi...
 

Begini Nasib Karyawan Pertamina dan PGN Jika Holding BUMN Migas Dibentuk

fajaronline.co.id -- Menteri BUMN Rini Soemarno akan segera membentuk holding BUMN minyak dan gas (migas) yang direncanakan terwujud pada Triwulan...
 

Tim Kuasa Hukum Novanto Keberatan dengan Video yang Dibawa KPK, Ini Alasannya...

fajaronline.co.id -- Rekaman persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong diputar dalan sidang praperadilan...
 

Tabrak Pembatas Jalan dan Kendaraan Lain di Tol Cikampek, Pengemudi Avanza Jadi Tersangka

fajaronline.co.id -- Arisyanto pengemudi mobil Toyota Avanza yang menabrak pembatas jalan dan mobil lainnya di dalam Tol Cikampek terancam terkena...
 

Beraksi Sendiri, Bom di Badan Peneror Meledak

fajaronline.co.id -- Seorang pria berhasil ditahan oleh aparat kepolisian setempat. Hal itu terjadi tak berapa lama setelah percobaan serangan teror...
 

Indonesia Harus Kirim Pasukan ke Palestina

fajaronline.co.id -- Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan Indonesia sudah selayaknya mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina, menyusul klaim...
 

Diisukan Maju di Pilpres 2019, Cak Imin: Nanti Kita Ciptakan Kejutan

fajaronline.co.id -- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memprediksi pemberitaan pada 2018 akan didominasi pertarungan...
 

Bentrokan di Mana-mana, Demonstran Bakar Bendera Israel dan AS

fajaronline.co.id -- Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Yerusalem benar-benar membakar kawasan Timur Tengah. Sejak pekan lalu,...
 

Siap-siap, Angkutan Ngetem Bukan Pada Tempatnya Akan Ditindak

fajaronline.co.id -- Tanda dilarang berhenti di kawasan Jalan Wonokromo depan Pasar Wonokromo tampaknya belum bisa dipatuhi secara menyeluruh oleh...
 

Pakai Uang Nasabah, Pegawai Bank Divonis Satu Tahun Penjara

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pegawai Bank BPR Sulawesi Mandiri, Riskiansyah dijatuhkan vonis satu tahun hukaman penjara, Senin, 11...
 

ASK dan Anwar Sadat Bepotensi Dampingi DBR, Bahkan Bisa Kalahkan Pammase

fajaronline.co.id, WAJO -- Penentuan pasangan Kadiskes Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) telah mengerucut. Nama Wakil Bupati Wajo Andi Syahrir Kube...
 

Foto: Titi Kamila, Duta Humas Pemkot Makassar

Tita Kamila berhasil menyabet gelar Duta Humas Pemkot Makassar 2017, yang digelar di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin (11/12/2017)....
 

Lomba Katinting, Ajak Warga Jaga Laut

fajaronline.co.id, MAMUJU -- Puluhan nelayan mengukuti Lomba Balap Katinting yang diselenggarakan TNI AL di Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju, Senin...
 

Kebutuhan Gas Elpiji 3 Kg Meningkat di Wajo

fajaronline.co.id, WAJO -- Kebutuhan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Wajo meningkat. Penggunaan gas oleh petani menjadi penyebabnya. Ketua Tim...
 

Hebat... Bupati Selayar Serahkan Buku Tabungan BPD ke Masyarakat, Segini Isinya

fajaronline.co.id, SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar tengah merealisisikan janji politiknya saat kampanye lalu. Salah satunya dengan...
 

Bahas Pilwalkot, PKS Sulsel Temui Appi

fajaronline.co.id, MAKASSAR -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membahas ulang di Pilwalkot Makassar 2018. Pembahasan ulang pasca Moh Ramdhan...
 

Foto: 10 Dubes Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memberikan sambutan pada Malam Final Pemilihan Duta Humas Pemkot Makassar 2017, di Hotel Gammara, Jalan Metro...
 

Mantan Presiden BEM STIMIK Digadang Pimpin PB HMI

fajaronline.co.id, MAKASSAR--Mantan Presiden Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) STIMIK Dipanegara, yang juga mantan Sekretaris Umum HMI cabang Makassar...
 

Jelang Natal, Kapolres Luwu Cek Stok Beras

fajaronline.co.id, LUWU -- Memastikan persediaan stok beras jelang Natal dan tahun baru, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso melakukan pengecekan stok...

Load More